Bab 2. Party Yang Kacau

*******

Tinggal di negara adidaya membuat kehidupan Zafrina tampak berbeda dari sebelumnya. Dulunya Zafrina sering berpenampilan tomboi. Namun lama kelamaan gadis itu mulai tampil fashionable. Zico yang mulanya dulu nyaman-nyaman saja. Pada akhirnya menjadi tak tenang dengan perubahan penampilan Zafrina. Apalagi dengan pengaruh teman-teman wanitanya. Zico semakin posesif terhadap sahabatnya itu.

Zafa menatap adiknya yang sudah siap dengan baju yang sedikit terbuka di bagian bahu dan rok yang hanya menutup bagian paha saja. Dia menggeleng sambil menghembuskan nafas kasar.

"Aku tidak suka kamu berpakaian seperti itu, Inna."

"Why...?" Zafrina menunduk memperhatikan penampilannya sendiri.

"Itu terlalu terbuka, Inna."

"Oh ayolah kak, kami akan pergi ke klub. Ini tidaklah berlebihan." Ujar Zafrina dan di saat bersamaan terdengar bunyi bel pintu.

"Dia sudah datang. Aku pergi dulu, Kak." Zafrina mencium pipi Zafa lalu pergi begitu saja. Zafa membuang nafas kasar melihat tingkah sang adik.

Setibanya di klub Zafrina mengedarkan pandangannya, Ternyata Zico benar ada di acara itu. Zico juga sejak tadi sesekali melihat ke arah pintu masuk. Di saat yang bersamaan tatapan keduanya bertemu Zafrina langsung membuang pandangan. Meskipun dalam keremangan cahaya Zico dapat melihat berapa seksinya Zafrina saat ini. Pemuda itu memindai pakaian yang dikenakan oleh Zafrina.

"Bukankah itu Zafrina?" Dominic sahabat baik Zico juga Zafrina menunjuk ke arah Zafrina dan Fred dengan dagunya.

"Ya, dia lebih memilih menemani pecundang itu dari pada aku."

Dominic pun seketika tertawa terbahak sampai-sampai kekasihnya memukul lengan Dominic. Ucapan Zico seperti orang yang sedang putus asa dengan hubungannya. Sepertinya Zico benar-benar sudah jatuh cinta pada Zafrina.

"Jika kau benar-benar mencintainya, sebaiknya katakan saja. Kau tahu, jika kau tidak mengatakannya. Aku takut kau akan menyesal nantinya jika ada pria lain yang membuatnya nyaman dan mau mengakui perasaannya pada Zafrina lebih dulu," ujar Dominic seraya menyesap wine-nya, kekasih Dominic tersenyum mendengar petuah dari kekasihnya itu.

Zico terdiam, matanya tidak pernah lepas dari sosok Zafrina. Gadis itu bergabung dengan teman-teman Fred. Tapi entah mengapa gelagat Zafrina terbaca oleh Zico. Gadis itu tidak nyaman berada di tengah-tengah sekumpulan sahabat Fred.

"Fred, sebaiknya aku pulang saja," kata Zafrina, raut wajahnya tergambar jelas jika ia sedikit merasa terganggu karena sikap Fred. Sejak datang tadi Fred seolah mencari kesempatan dengan menyentuh bahunya. Zafrina jadi menyesal tidak menuruti ucapan Zafa.

"Kenapa? santai saja, mereka semua ini temanku." Fred tersenyum tipis lalu mengalungkan tangannya di bahu Zafrina yang terbuka.

"Fred, jaga sikapmu," desis Zafrina kesal, saat lagi-lagi Fred bersikap lancang menyentuhnya.

"Ayolah baby, kita nikmati party ini." Wajah Zafrina benar-benar terlihat kesal. Pergi dengan Fred ternyata justru malah membuat moodnya semakin buruk.

Zafrina menyingkirkan tangan Fred dengan kasar. Tapi Pemuda itu kembali meletakkan tangannya di tempat semula. Di tempatnya duduk, tatapan mata Zico mulai menggelap. Dia langsung berdiri dari posisinya. Dominic ikut menatap arah pandangan Zico. Bibirnya menyunggingkan senyum tipis.

Zafrina meraih salah satu minuman yang ada di meja tanpa mengetahui apa itu. Dia terlalu ceroboh malam ini karena suasana hatinya yang sedang tidak baik-baik saja. Dia menenggak minuman itu begitu saja. Matanya sedikit terpejam merasakan cairan itu melewati tenggorokannya, rasanya pahit, sedikit asam namun saat lewat di kerongkongan ia merasa sensasi terbakar.

"Aku mau pergi dari sini Fred. Jika kamu ingin melanjutkan pestanya silahkan saja." Zafrina hendak berdiri. Namun tangan Fred menahannya. Zafrina memejamkan matanya dan menghirup nafas panjang. Sepertinya pria kurang ajar di sebelahnya ini perlu diberi pelajaran, tapi belum sempat Zafrina bertindak, tubuhnya tiba-tiba di tarik keras oleh Zico. Kini Zafrina berada di dekapan sahabat baiknya.

"Sekali lagi berani kau sentuh dia, aku akan membunuhmu," ujar Zico dengan keras hingga memancing tatapan semua tamu pesta Dominic dan kekasihnya. Zico berbalik dan akan membawa Zafrina. Namun Fred menghalanginya. Zico yang sejak tadi sudah sangat kesel akhirnya melepaskan Zafrina lalu berbalik dan memukul Fred dengan sangat keras.

BUGH!!

Fred terhuyung dan terjerembab di kursinya. Teman-teman Fred langsung membantu Fred untuk berdiri. sementara yang lain berniat menyerang Zico. Kini Zico dan Zafrina dikepung oleh Fred dan kawan-kawannya. Beberapa tamu tampak menjauh dari meja Fred, karena tidak mau terlibat dengan perkelahian di sana. Di saat teman Fred hendak maju menyerang Zico, muncullah dua yang tiba-tiba menghajar Fred dan kawan-kawannya. Tidak butuh waktu lama Fred dan temannya yang berjumlah 8 orang berhasil di lumpuhkan boleh dua pria tadi.

"Apa anda baik-baik saja, Nona?" tanya salah seorang bodyguard kepercayaan Zafa. Zafrina mengangguk, Zico menatap gadis itu tajam Dia lantas menarik tangan Zafrina dan membawanya pergi dari sana. Kedua bodyguard Zafrina tidan ada yang berani menahan. Siapa yang tidak kenal dengan Zico Dawson. Pemuda itu adalah penerus tahta ketua Mafia White Tiger.

Dominic mendesah panjang saat melihat pestanya kacau balau. Zico mendudukkan Zafrina di kursi depan bartender. Tangan Zico sudah berkacak pinggang dengan tatapan yang menghunus. Dia melepas jaket yang dipakainya lalu memakaikannya di bahu Zafrina.

Zafrina membuang muka tanpa berani menatap Zico. Dalam hal ini dia tahu bahwa ia telah salah. "Apa sekarang kamu puas?" tanya Zico pria itu menangkup kedua pipi Zafrina dan menahannya agar Zafrina menatap dirinya. Zafrina menggeleng lemah.

"Tidak... "

"Kenapa kamu tidak pernah belajar dari pengalaman?" Masih dengan posisi yang sama tapi tatapan mata Zico mulai melunak.

Mata Zafrina terus bergerak tidak tenang saat netranya bertemu dengan tatapan mata Zico. Sentuhan tangan Zico seperti aliran listrik yang membangkitkan sesuatu yang tidak sepantasnya. Zafrina merasa ada yang aneh dalam dirinya, lututnya seakan kehilangan tenaga, namun ada gejolak yang seakan menguasai dirinya. Zafrina menginginkan sentuhan lebih dari Zico saat ini.

Zico menangkap gelagat aneh Zafrina. Ia bahkan melihat wajah Zafrina bersemu merah. Zico melirik Dominic seakan memberi kode, pada akhirnya Dominic ikut mendekat ke arah Zico dan Zafrina.

"Jangan-jangan minumannya sudah dicampur sesuatu," kata Dominic.

Zico kembali menatap Zafrina. Gadis itu tiba-tiba mengalungkan tangannya di leher Zico dan lalu mencium bibir Zico. Mata Zico melebar begitu juga dengan Dominic. Namun bibir Dominic tersenyum tipis, ia pun melempar tatapan mendamba kearah kekasihnya.

Zico berusaha mendorong bahu Zafrina agar ciuman mereka terlepas, tapi Zafrina justru mengeratkan rangkulannya. Gadis itu seakan enggan melepas kenikmatan yang baru pertama ia rasakan.

Dengan kasar Zico menarik tangan Zafrina agar melepas pagutannya. Tatapan Zafrina begitu sayu. "Zi, aku menginginkan kamu."

"Aku tidak mau melakukannya jika kamu dalam keadaan yang seperti ini."

"Zi, kenapa jantungku berdebar sekali? Bagaimana ini? " setelah mengatakan itu Zafrina tak sadarkan diri. Zico panik bukan main. Begitu juga dua pengawalnya yang sejak tadi berada tidak jauh dari sana. Zico langsung mengangkat tubuh Zafrina dan membawanya keluar dari klub.

"Buka mobilnya!! aku akan membawanya ke rumah sakit." Seru Zico dengan keras pada kedua pengawal Zafrina.

Di Indonesia, Dian terus merasa gelisah. Setelah semalam bermimpi buruk tentang putrinya. Gerry Berusaha menenangkan istrinya.

"Aku akan menghubungi Rian."

"Tapi di sana pasti sudah malam sekali mas."

"Aku akan tetap mengganggunya. Karena putriku adalah tanggung jawabnya." Gerry segera mengambil ponselnya dan menghubungi nomor Rian. Dalam getar kedua Rian yang sedang berada di ruang kerjanya segera mengangkat panggilan Gerry.

"Dimana Inna sekarang? apa dia baik-baik saja?"

"Memang ada apa?"

"Aku tidak tahu, istriku memiliki firasat buruk pada Zafrina. Tolong segera cari tahu dimana putriku. Aku akan menghubungi Zafa juga sekarang."

"Biar aku saja yang menghubungi Zafrina. Jangan ganggu putramu. Dia sedang sibuk, kegiatannya terlalu banyak."

"Baiklah, secepatnya tolong hubungi aku. Karena Dian sejak tadi merasa tidak tenang.

🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹

Jangan lupa guys, Like, komen dan Vote juga rate kisah ini dengan bintang ⭐⭐⭐⭐⭐

Terpopuler

Comments

Femmy Femmy

Femmy Femmy

terlambat menyesali kamu sengaja mengundang Fred berbuat seperti itu

2024-08-06

1

Femmy Femmy

Femmy Femmy

justru kamu memakai pakaian seperti itu akan mengundang perlakuan buruk terhadap mu Inna..kakak kamu sangat menjagamu tetapi kalau kamu sendiri yang akan membuat dirimu rusak

2024-08-06

0

Kinan Rosa

Kinan Rosa

firasat seorang ibu memang kuat

2023-04-01

2

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Kamu Anggap Aku Apa?
2 Bab 2. Party Yang Kacau
3 Bab 3. Apa Yang Terjadi?
4 Bab 4. Aku Mau pulang Papi
5 Bab 5. Kalian Harus Dinikahkan
6 Bab 6. Apa Aku Tidak Pantas?
7 Bab 7. Aku Akan Menikahimu
8 Bab 8. Kedatangan Papa dan Mama
9 Bab 9. Kejadian Tak Terduga
10 Bab 10. Sah
11 Pengumuman. Promosi karya
12 Bab 11. Bukan Jodohnya
13 Bab 12. Kewajiban Seorang Istri
14 Bab 13. Istri Yang Menyenangkan
15 Bab 14. Memikirkan Masa Depan
16 Bab 15. Beri Sedikit Waktu
17 Bab 16. Surat Misterius
18 Bab 17. Zafrina Dibuntuti
19 Bab 18. Zico Bertemu Anastasya
20 Bab 19. Rasa Penasaran
21 Bab 20. Queen & King
22 Bab 21. Zayana Diculik
23 Bab 22. Aksi Zayana
24 Bab 23. Tidak Akan Melepaskanmu
25 Bab 24. Makan Siang Spesial
26 Bab 25. Bicara Dari Hati
27 Bab 26. Obsesi
28 Bab 27. Penghianat
29 Bab 28. Mengatur Strategi
30 Bab 29. Dominic Pov
31 Bab 30. Mari Beraksi
32 Bab 31. Misi Penyelamatan
33 Bab 32. Kemenangan Mutlak
34 Bab 33. Terima Kasih
35 Bab 34. Janggal
36 Bab 35. Kenyataan
37 Bab 36. Zico Mulai Posesif
38 Bab 37. Sumpah Serapah
39 Bab 38. Taruhan
40 Bab 39. Bertemu Wanita Asing
41 Bab 40. Ke Apartemen Mama Dian
42 Bab 41. Membawa Alexa ke Rumah Sakit
43 Bab 42. Merajuk
44 Bab 43. Zafia, Calon Mafia?
45 Bab 44. Bukan Ide Buruk
46 Bab 45. Ke Rumah Sakit
47 Bab 46. Penasaran
48 Bab 47. Hamil?
49 Bab 48. Sidang Zafia
50 Bab 49. Petuah
51 Bab 50. Pagi Yang Indah
52 Bab 51. Karma untuk Rian
53 Bab 52. Bahagia
54 Bab 53. Berbelanja
55 Bab 54. Kabar
56 Bab 55. Harus Pulang
57 Bab 56. Curhatan Alexa
58 Bab 57. Kedatangan Anastasya
59 Bab 58. Zafrina menghilang
60 Bab 59. Kehilangan
61 Bab 60. Penyesalan Zico
62 Bab 61. Hadapi Masalahmu
63 Bab 62. Tidak Ada Yang Perlu Dimaafkan
64 Bab 63. Rapuh
65 Bab 64. Butuh di Dampingi
66 Bab 65. Kepedulian Keluarga
67 Bab 66. Kedatangan Raiden
68 Bab 67. Kedatangan Zafia
69 Bab 68. Perkenalan Zafia dan Raiden
70 Bab 69. Ada apa dengan Zafia?
71 Bab 70. Ada apa dengan Raiden?
72 Bab 71. Menjagamu
73 Bab 72. Bersikap Aneh
74 Bab 73. Aksi Zafia
75 Bab 74. Memberi Kepercayaan
76 Bab 75. Rencana Rian
77 Bab 76. Sisi Lain Rian Al Farez
78 Bab 77. Sekumpulan Badut
79 Bab 78. Kehebatan Zafia yang Tersembunyi
80 Bab 79. Pahlawan Kesiangan
81 Bab 80. Jangan Sakit
82 Bab 81. Pulang ke Indonesia
83 Bab 82. Tidur Dengan Mama
84 Bab 83. Kebahagiaan Zafrina
85 Bab 84. Membujuk Oma dan Opa
86 Bab 85. Masalah Di Butik
87 Bab 86. Bertemu Sahabat Lama
88 Bab 87. Menemani Makan
89 Bab 88. Selalu Salah
90 Bab 89. Di Rumah Sakit
91 Bab 90. Nasehat mama Dian
92 Bab 91. Menemui Zico Di Kantor
93 Bab 92. Manjanya Zafrina
94 Bab 93. Berkumpul
95 Bab 94. Pembicaraan Antar Kubu
96 Bab 95. Resepsi
97 Bab 96. Kontraksi
98 Bab 97. Minta Maaf
99 Bab 98. Syukuran
100 Bab 99. Lagi??
101 Bab 100. Pergi Periksa
102 Bab 101. Ulang Tahun Amanda
103 Final Part.
104 Karya Baru Telah Terbit
Episodes

Updated 104 Episodes

1
Bab 1. Kamu Anggap Aku Apa?
2
Bab 2. Party Yang Kacau
3
Bab 3. Apa Yang Terjadi?
4
Bab 4. Aku Mau pulang Papi
5
Bab 5. Kalian Harus Dinikahkan
6
Bab 6. Apa Aku Tidak Pantas?
7
Bab 7. Aku Akan Menikahimu
8
Bab 8. Kedatangan Papa dan Mama
9
Bab 9. Kejadian Tak Terduga
10
Bab 10. Sah
11
Pengumuman. Promosi karya
12
Bab 11. Bukan Jodohnya
13
Bab 12. Kewajiban Seorang Istri
14
Bab 13. Istri Yang Menyenangkan
15
Bab 14. Memikirkan Masa Depan
16
Bab 15. Beri Sedikit Waktu
17
Bab 16. Surat Misterius
18
Bab 17. Zafrina Dibuntuti
19
Bab 18. Zico Bertemu Anastasya
20
Bab 19. Rasa Penasaran
21
Bab 20. Queen & King
22
Bab 21. Zayana Diculik
23
Bab 22. Aksi Zayana
24
Bab 23. Tidak Akan Melepaskanmu
25
Bab 24. Makan Siang Spesial
26
Bab 25. Bicara Dari Hati
27
Bab 26. Obsesi
28
Bab 27. Penghianat
29
Bab 28. Mengatur Strategi
30
Bab 29. Dominic Pov
31
Bab 30. Mari Beraksi
32
Bab 31. Misi Penyelamatan
33
Bab 32. Kemenangan Mutlak
34
Bab 33. Terima Kasih
35
Bab 34. Janggal
36
Bab 35. Kenyataan
37
Bab 36. Zico Mulai Posesif
38
Bab 37. Sumpah Serapah
39
Bab 38. Taruhan
40
Bab 39. Bertemu Wanita Asing
41
Bab 40. Ke Apartemen Mama Dian
42
Bab 41. Membawa Alexa ke Rumah Sakit
43
Bab 42. Merajuk
44
Bab 43. Zafia, Calon Mafia?
45
Bab 44. Bukan Ide Buruk
46
Bab 45. Ke Rumah Sakit
47
Bab 46. Penasaran
48
Bab 47. Hamil?
49
Bab 48. Sidang Zafia
50
Bab 49. Petuah
51
Bab 50. Pagi Yang Indah
52
Bab 51. Karma untuk Rian
53
Bab 52. Bahagia
54
Bab 53. Berbelanja
55
Bab 54. Kabar
56
Bab 55. Harus Pulang
57
Bab 56. Curhatan Alexa
58
Bab 57. Kedatangan Anastasya
59
Bab 58. Zafrina menghilang
60
Bab 59. Kehilangan
61
Bab 60. Penyesalan Zico
62
Bab 61. Hadapi Masalahmu
63
Bab 62. Tidak Ada Yang Perlu Dimaafkan
64
Bab 63. Rapuh
65
Bab 64. Butuh di Dampingi
66
Bab 65. Kepedulian Keluarga
67
Bab 66. Kedatangan Raiden
68
Bab 67. Kedatangan Zafia
69
Bab 68. Perkenalan Zafia dan Raiden
70
Bab 69. Ada apa dengan Zafia?
71
Bab 70. Ada apa dengan Raiden?
72
Bab 71. Menjagamu
73
Bab 72. Bersikap Aneh
74
Bab 73. Aksi Zafia
75
Bab 74. Memberi Kepercayaan
76
Bab 75. Rencana Rian
77
Bab 76. Sisi Lain Rian Al Farez
78
Bab 77. Sekumpulan Badut
79
Bab 78. Kehebatan Zafia yang Tersembunyi
80
Bab 79. Pahlawan Kesiangan
81
Bab 80. Jangan Sakit
82
Bab 81. Pulang ke Indonesia
83
Bab 82. Tidur Dengan Mama
84
Bab 83. Kebahagiaan Zafrina
85
Bab 84. Membujuk Oma dan Opa
86
Bab 85. Masalah Di Butik
87
Bab 86. Bertemu Sahabat Lama
88
Bab 87. Menemani Makan
89
Bab 88. Selalu Salah
90
Bab 89. Di Rumah Sakit
91
Bab 90. Nasehat mama Dian
92
Bab 91. Menemui Zico Di Kantor
93
Bab 92. Manjanya Zafrina
94
Bab 93. Berkumpul
95
Bab 94. Pembicaraan Antar Kubu
96
Bab 95. Resepsi
97
Bab 96. Kontraksi
98
Bab 97. Minta Maaf
99
Bab 98. Syukuran
100
Bab 99. Lagi??
101
Bab 100. Pergi Periksa
102
Bab 101. Ulang Tahun Amanda
103
Final Part.
104
Karya Baru Telah Terbit

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!