*******
Tinggal di negara adidaya membuat kehidupan Zafrina tampak berbeda dari sebelumnya. Dulunya Zafrina sering berpenampilan tomboi. Namun lama kelamaan gadis itu mulai tampil fashionable. Zico yang mulanya dulu nyaman-nyaman saja. Pada akhirnya menjadi tak tenang dengan perubahan penampilan Zafrina. Apalagi dengan pengaruh teman-teman wanitanya. Zico semakin posesif terhadap sahabatnya itu.
Zafa menatap adiknya yang sudah siap dengan baju yang sedikit terbuka di bagian bahu dan rok yang hanya menutup bagian paha saja. Dia menggeleng sambil menghembuskan nafas kasar.
"Aku tidak suka kamu berpakaian seperti itu, Inna."
"Why...?" Zafrina menunduk memperhatikan penampilannya sendiri.
"Itu terlalu terbuka, Inna."
"Oh ayolah kak, kami akan pergi ke klub. Ini tidaklah berlebihan." Ujar Zafrina dan di saat bersamaan terdengar bunyi bel pintu.
"Dia sudah datang. Aku pergi dulu, Kak." Zafrina mencium pipi Zafa lalu pergi begitu saja. Zafa membuang nafas kasar melihat tingkah sang adik.
Setibanya di klub Zafrina mengedarkan pandangannya, Ternyata Zico benar ada di acara itu. Zico juga sejak tadi sesekali melihat ke arah pintu masuk. Di saat yang bersamaan tatapan keduanya bertemu Zafrina langsung membuang pandangan. Meskipun dalam keremangan cahaya Zico dapat melihat berapa seksinya Zafrina saat ini. Pemuda itu memindai pakaian yang dikenakan oleh Zafrina.
"Bukankah itu Zafrina?" Dominic sahabat baik Zico juga Zafrina menunjuk ke arah Zafrina dan Fred dengan dagunya.
"Ya, dia lebih memilih menemani pecundang itu dari pada aku."
Dominic pun seketika tertawa terbahak sampai-sampai kekasihnya memukul lengan Dominic. Ucapan Zico seperti orang yang sedang putus asa dengan hubungannya. Sepertinya Zico benar-benar sudah jatuh cinta pada Zafrina.
"Jika kau benar-benar mencintainya, sebaiknya katakan saja. Kau tahu, jika kau tidak mengatakannya. Aku takut kau akan menyesal nantinya jika ada pria lain yang membuatnya nyaman dan mau mengakui perasaannya pada Zafrina lebih dulu," ujar Dominic seraya menyesap wine-nya, kekasih Dominic tersenyum mendengar petuah dari kekasihnya itu.
Zico terdiam, matanya tidak pernah lepas dari sosok Zafrina. Gadis itu bergabung dengan teman-teman Fred. Tapi entah mengapa gelagat Zafrina terbaca oleh Zico. Gadis itu tidak nyaman berada di tengah-tengah sekumpulan sahabat Fred.
"Fred, sebaiknya aku pulang saja," kata Zafrina, raut wajahnya tergambar jelas jika ia sedikit merasa terganggu karena sikap Fred. Sejak datang tadi Fred seolah mencari kesempatan dengan menyentuh bahunya. Zafrina jadi menyesal tidak menuruti ucapan Zafa.
"Kenapa? santai saja, mereka semua ini temanku." Fred tersenyum tipis lalu mengalungkan tangannya di bahu Zafrina yang terbuka.
"Fred, jaga sikapmu," desis Zafrina kesal, saat lagi-lagi Fred bersikap lancang menyentuhnya.
"Ayolah baby, kita nikmati party ini." Wajah Zafrina benar-benar terlihat kesal. Pergi dengan Fred ternyata justru malah membuat moodnya semakin buruk.
Zafrina menyingkirkan tangan Fred dengan kasar. Tapi Pemuda itu kembali meletakkan tangannya di tempat semula. Di tempatnya duduk, tatapan mata Zico mulai menggelap. Dia langsung berdiri dari posisinya. Dominic ikut menatap arah pandangan Zico. Bibirnya menyunggingkan senyum tipis.
Zafrina meraih salah satu minuman yang ada di meja tanpa mengetahui apa itu. Dia terlalu ceroboh malam ini karena suasana hatinya yang sedang tidak baik-baik saja. Dia menenggak minuman itu begitu saja. Matanya sedikit terpejam merasakan cairan itu melewati tenggorokannya, rasanya pahit, sedikit asam namun saat lewat di kerongkongan ia merasa sensasi terbakar.
"Aku mau pergi dari sini Fred. Jika kamu ingin melanjutkan pestanya silahkan saja." Zafrina hendak berdiri. Namun tangan Fred menahannya. Zafrina memejamkan matanya dan menghirup nafas panjang. Sepertinya pria kurang ajar di sebelahnya ini perlu diberi pelajaran, tapi belum sempat Zafrina bertindak, tubuhnya tiba-tiba di tarik keras oleh Zico. Kini Zafrina berada di dekapan sahabat baiknya.
"Sekali lagi berani kau sentuh dia, aku akan membunuhmu," ujar Zico dengan keras hingga memancing tatapan semua tamu pesta Dominic dan kekasihnya. Zico berbalik dan akan membawa Zafrina. Namun Fred menghalanginya. Zico yang sejak tadi sudah sangat kesel akhirnya melepaskan Zafrina lalu berbalik dan memukul Fred dengan sangat keras.
BUGH!!
Fred terhuyung dan terjerembab di kursinya. Teman-teman Fred langsung membantu Fred untuk berdiri. sementara yang lain berniat menyerang Zico. Kini Zico dan Zafrina dikepung oleh Fred dan kawan-kawannya. Beberapa tamu tampak menjauh dari meja Fred, karena tidak mau terlibat dengan perkelahian di sana. Di saat teman Fred hendak maju menyerang Zico, muncullah dua yang tiba-tiba menghajar Fred dan kawan-kawannya. Tidak butuh waktu lama Fred dan temannya yang berjumlah 8 orang berhasil di lumpuhkan boleh dua pria tadi.
"Apa anda baik-baik saja, Nona?" tanya salah seorang bodyguard kepercayaan Zafa. Zafrina mengangguk, Zico menatap gadis itu tajam Dia lantas menarik tangan Zafrina dan membawanya pergi dari sana. Kedua bodyguard Zafrina tidan ada yang berani menahan. Siapa yang tidak kenal dengan Zico Dawson. Pemuda itu adalah penerus tahta ketua Mafia White Tiger.
Dominic mendesah panjang saat melihat pestanya kacau balau. Zico mendudukkan Zafrina di kursi depan bartender. Tangan Zico sudah berkacak pinggang dengan tatapan yang menghunus. Dia melepas jaket yang dipakainya lalu memakaikannya di bahu Zafrina.
Zafrina membuang muka tanpa berani menatap Zico. Dalam hal ini dia tahu bahwa ia telah salah. "Apa sekarang kamu puas?" tanya Zico pria itu menangkup kedua pipi Zafrina dan menahannya agar Zafrina menatap dirinya. Zafrina menggeleng lemah.
"Tidak... "
"Kenapa kamu tidak pernah belajar dari pengalaman?" Masih dengan posisi yang sama tapi tatapan mata Zico mulai melunak.
Mata Zafrina terus bergerak tidak tenang saat netranya bertemu dengan tatapan mata Zico. Sentuhan tangan Zico seperti aliran listrik yang membangkitkan sesuatu yang tidak sepantasnya. Zafrina merasa ada yang aneh dalam dirinya, lututnya seakan kehilangan tenaga, namun ada gejolak yang seakan menguasai dirinya. Zafrina menginginkan sentuhan lebih dari Zico saat ini.
Zico menangkap gelagat aneh Zafrina. Ia bahkan melihat wajah Zafrina bersemu merah. Zico melirik Dominic seakan memberi kode, pada akhirnya Dominic ikut mendekat ke arah Zico dan Zafrina.
"Jangan-jangan minumannya sudah dicampur sesuatu," kata Dominic.
Zico kembali menatap Zafrina. Gadis itu tiba-tiba mengalungkan tangannya di leher Zico dan lalu mencium bibir Zico. Mata Zico melebar begitu juga dengan Dominic. Namun bibir Dominic tersenyum tipis, ia pun melempar tatapan mendamba kearah kekasihnya.
Zico berusaha mendorong bahu Zafrina agar ciuman mereka terlepas, tapi Zafrina justru mengeratkan rangkulannya. Gadis itu seakan enggan melepas kenikmatan yang baru pertama ia rasakan.
Dengan kasar Zico menarik tangan Zafrina agar melepas pagutannya. Tatapan Zafrina begitu sayu. "Zi, aku menginginkan kamu."
"Aku tidak mau melakukannya jika kamu dalam keadaan yang seperti ini."
"Zi, kenapa jantungku berdebar sekali? Bagaimana ini? " setelah mengatakan itu Zafrina tak sadarkan diri. Zico panik bukan main. Begitu juga dua pengawalnya yang sejak tadi berada tidak jauh dari sana. Zico langsung mengangkat tubuh Zafrina dan membawanya keluar dari klub.
"Buka mobilnya!! aku akan membawanya ke rumah sakit." Seru Zico dengan keras pada kedua pengawal Zafrina.
Di Indonesia, Dian terus merasa gelisah. Setelah semalam bermimpi buruk tentang putrinya. Gerry Berusaha menenangkan istrinya.
"Aku akan menghubungi Rian."
"Tapi di sana pasti sudah malam sekali mas."
"Aku akan tetap mengganggunya. Karena putriku adalah tanggung jawabnya." Gerry segera mengambil ponselnya dan menghubungi nomor Rian. Dalam getar kedua Rian yang sedang berada di ruang kerjanya segera mengangkat panggilan Gerry.
"Dimana Inna sekarang? apa dia baik-baik saja?"
"Memang ada apa?"
"Aku tidak tahu, istriku memiliki firasat buruk pada Zafrina. Tolong segera cari tahu dimana putriku. Aku akan menghubungi Zafa juga sekarang."
"Biar aku saja yang menghubungi Zafrina. Jangan ganggu putramu. Dia sedang sibuk, kegiatannya terlalu banyak."
"Baiklah, secepatnya tolong hubungi aku. Karena Dian sejak tadi merasa tidak tenang.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Jangan lupa guys, Like, komen dan Vote juga rate kisah ini dengan bintang ⭐⭐⭐⭐⭐
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 104 Episodes
Comments
Femmy Femmy
terlambat menyesali kamu sengaja mengundang Fred berbuat seperti itu
2024-08-06
1
Femmy Femmy
justru kamu memakai pakaian seperti itu akan mengundang perlakuan buruk terhadap mu Inna..kakak kamu sangat menjagamu tetapi kalau kamu sendiri yang akan membuat dirimu rusak
2024-08-06
0
Kinan Rosa
firasat seorang ibu memang kuat
2023-04-01
2