******
Setibanya di mansion milik Zico, Zafrina langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Ia langsung mengisi air di bathtub dan menuangkan sabun aroma terapi. Berada di ruangan ber-AC membuat tubuhnya terasa lengket. Sambil berendam Zafrina terus berpikir mengenai kewajibannya sebagai seorang istri.
"Apa aku menunggu Zico meminta saja? jika aku tiba-tiba memberikannya, rasanya sangat memalukan sekali." gumam Zafrina. Gadis itu berpikir sambil melamun.
Ia tidak sadar sama sekali jika Zico telah masuk ke kamar mandi. Zico tahu kebiasaan Zafrina yang tidak pernah mengunci pintu kamar mandi. Karena gadis itu takut jika terjadi sesuatu dengan dirinya di kamar mandi.
"My queen, ini sudah terlalu malam untuk berendam. Kamu bisa sakit." Zico mendekat dengan membawa handuk besar. Zafrina seketika menoleh dengan wajah yang memerah.
"Zi, kenapa tidak ketuk dulu pintunya?" protes Zafrina seraya mengumpulkan buih agar menutup bagian tubuhnya.
"Sekarang atau nanti aku pasti akan melihatnya, tidak perlu ditutup-tutupi," Zico tersenyum menggoda namun Zafrina hanya mendelik kesal.
"Ayolah, aku tidak akan meminta hakku sekarang tapi biarkan aku melihatmu." Zico duduk di samping bibir bathtub.
"Zi... " Zafrina benar-benar malu jika harus bangun dari posisinya. Itu artinya Zico akan melihat tubuh polosnya.
"Atau kamu mau aku membantumu berdiri?" Zico menyentuh bahu Zafrina hingga membuat bulu kuduk gadis itu merinding, jantung Zafrina langsung berdegup kencang.
"Segera selesaikan mandimu, aku tidak ingin kamu sakit." Zico bergegas keluar dari kamar mandi. Ia merutuki perbuatannya barusan. Ini seperti senjata makan tuan, dia yang berniat mengerjai Zafrina, tapi justru malah dirinya yang belingsatan membayangkan tubuh polos gadis itu.
Zico berjalan ke balkon dan membuka pintu kacanya lebar-lebar. Dia butuh udara segar untuk mendinginkan otaknya yang mendadak panas.
Zafrina bergegas membilas tubuhnya, wajahnya masih saja tersipu mengingat kejadian di kamar mandi tadi. Setelah selesai ia keluar dari kamar mandi. Dia memakai setelan piyama panjang. Dia mengeringkan rambutnya sebentar lalu menyusul Zico.
"Zi... maaf," Lirih Zafrina, tubuhnya merapat bersandar di punggung Zico.
"Untuk apa?"
"Aku.... "
"Ina, kenapa kamu jadi secanggung ini denganku? bersikaplah seperti biasa. Anggap kita ini masih tetap bersahabat seperti biasanya," kata Zico, dia mengusap tangan Zafrina yang melingkar erat di perutnya.
"Beri aku sedikit waktu untuk membiasakan diri."
"Apapun itu, lakukanlah. Aku hanya tidak mau karena pernikahan ini hubungan kita justru renggang. Aku mau kita semakin lengket dan tidak dapat dipisahkan," ucap Zico. Pria itu membalikkan tubuhnya dan membalas pelukan Zafrina.
"Sekarang, ayo kita beristirahat."
Zafrina mengangguk tapi enggan melepas pelukannya, rasanya dia ingin tenggelam saja dalam pelukan Zico. Sangking nyamannya, dan terasa sangat hangat. Apalagi aroma parfum yang di pakai Zico adalah aroma parfum yang sangat dia sukai.
Tanpa diduga, Zico mengangkat tubuh Zafrina ala bridal style. Gadis itu menjerit karena terkejut.
"Zi, turunkan aku. Aku pasti berat." Meskipun berkata begitu namun Zafrina justru malah memeluk leher Zico erat.
"Kamu perlu menambah berat badanmu 10 kilo baru bilang kalau kamu berat."
Zafrina memukul lengan Zico. Wajahnya bersembunyi di belahan dada bidang suaminya. Setelah meletakkan Zafrina di atas ranjang, Zico menutup pintu balkon dan menguncinya.
Kini Zico dan Zafrina sudah berada dalam satu selimut, tanpa di minta Zafrina merapatkan tubuhnya memeluk Zico.
"Aku pernah memimpikan hal ini, namun saat aku terbangun, tidak tahu kenapa aku sungguh kecewa karena tidak mendapati dirimu ada di dekatku," lirih Zafrina seraya menatap kedua manik mata Zico.
"Kamu sekarang bisa memelukku sepuas hatimu," kata Zico, tangannya dengan lembut mengusap pipi Zafrina yang kemerahan.
Keduanya tersenyum, lalu Zafrina menyusupkan kepalanya di dada Zico. Damai, hanya itu yang kini dia rasa. Suara degup jantung Zico yang berdetak tak menentu membuat Zafrina tersenyum tipis.
Mereka berdua akhirnya terlelap. Tidak ada kegiatan panas di malam pengantin mereka. Butuh waktu dan penyesuaian untuk melangkah ke arah sana dan Zico berjanji akan menunggu hingga Zafrina benar-benar siap untuk melakukannya.
..........
"Bagaimana, apa kamu mendapat apa yang aku inginkan?"
"Tentu tuan, semua sesuai perkiraan anda." Marvel menyerahkan berkas dalam amplop coklat. Gerry tersenyum miring saat melihat laporan yang tertera di dalam berkas itu. Bahkan di dalam amplop juga ada sebuah Flashdisk yang berisi semua bukti untuk menjerat walikota Eden agar tidak berbuat macam-macam.
"Panggil aku uncle, Marvel. Jangan terlalu formal begitu jika hanya ada kita."
"Ba-baik, uncle."
"Aku tidak akan membiarkan mereka bermain-main dengan putriku. Walikota itu harus tahu berurusan dengan siapa."
"Apa kamu sudah mengirim salinannya pada mereka?" tanya Gerry, Marvel mengangguk dengan mantap.
"Sudah, Uncle. Seharusnya pagi nanti paket itu tiba di kediamannya."
"Baiklah, sekarang beristirahatlah, besok kamu jemput Anna dan Fia di bandara. Pagi tadi Zayn mengatakan jika kedua adiknya menyusul kemari."
"Baik uncle, jika begitu selamat beristirahat." Marvel keluar dari ruang perawatan Dian. Dia kembali ke hotel tempat mereka menginap sebelumnya. Beruntung lokasinya tidak terlalu jauh dari rumah sakit.
Gerry tersenyum puas. Entah mengapa sejak menjadi cucu menantu di keluarga besar Kusuma Prawira, dia menjadi ikut ketularan ahli dalam mengatur strategi menjatuhkan lawan. Dulu Gerry sering menemani kakek Dian mengobrol, beliau banyak menceritakan masa kejayaannya atau memberi Gerry saran, bagaimana strategi menghadapi musuh, baik dari dunia bisnis maupun dunia bawah. Hal itulah yang lama kelamaan membentuk pribadi Gerry menjadi sosok yang seperti sekarang. Meskipun terlihat hangat dan mudah di dekati tapi pria itu ternyata adalah sosok yang diam-diam menghanyutkan.
Gerry akhirnya bisa memejamkan matanya saat jam menunjukkan pukul 2 dini hari, waktu setempat.
..........
Zafrina terbangun, lalu segera bangkit ke kamar mandi. Gerakannya yang tiba-tiba membuat Zico yang masih terlelap, langsung kaget.
"Ada apa, Inna?"
"Sebentar, Zi, aku ingin memastikan sesuatu."
Zafrina menurunkan celananya dan menilik ke bawah. Benar saja, CD yang dia kenakan sudah penuh dengan darah.
"Zi, bisakah kamu membawakan koperku kemari?"
"Apa yang terjadi, Inna?"
"Aku mendapatkan periodeku," ujar Zafrina. Zico bergegas mendorong koper Zafrina. Dia masuk begitu saja.
"Ya, ampun, Zi. Kamu mengagetkanku."
"Di kamar ini hanya ada kita berdua. Kenapa kamu begitu terkejut."
Zafrina meraih gagang kopernya dan mulai mengobrak abrik isinya. Ia menemukan pembalut yang dia butuhkan.
"Keluarlah Zi, aku mau mandi. Tapi sebelum itu tolong bantu aku memeriksa sprei kamar. Aku takut darahnya tercecer di sana."
"Beri aku morning kiss dulu. Setelah itu aku akan mengerjakannya." Zafrina mendekat dan mencium bibir Zico.
"Sudah, cepat kerjakan."
"Baiklah, nyonya Dawson."
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
jangan lupa like, komen dan Vote kalian ya guys. aku tunggu pokoknya.
Hari ini aku bawa karya baru nih...
Judul : Tuan Mafia
Karya : selvi_19
Alex hanya seorang anak jalanan, untuk memenuhi hidupnya Alex terpaksa mencuri hingga suatu hari Alex bertemu dengan mafia dan di besarkan di
lingkungan mafia, hingga di umurnya yang ke 30 tahun Alex di angkat untuk mengantikan ayah angkatnya sebagai ketua mafia.
Suatu hari Alex mengetahui siapa kedua orang tuanya dan penyebab
kematiannya, ternyata Alex adalah keturuna dari D’devil, D’devil adalah
anggota mafia yang sudah berdiri puluhan tahun. Sehingga Alex berniat
membalas dendam atas kematian kedua orang tuanya dengan menikahi putri dari pembunuh tersebut.
Laura gadis yang kurang beruntung karena hidup sebagai anak angkat dari
keluarga Gunawan dan lebih menyedihkan lagi ia harus mau menikah dengan
Alex sebagai balas budi karena telah menyelamatkan gunawan
Apakah Alex akan berhasil membalas kematian kedua orang tuanya?
Apakah akan ada cinta di antara Alex dan Laura?
Bagaimana reaksi Alex jika tau Laura bukan putri dari Gunawan?
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 104 Episodes
Comments
Femmy Femmy
hmmm masih sendiri saja sudah membayangkan yang iya iya😁
2024-08-08
1
❤️⃟Wᵃf🤎⃟ꪶꫝ🍾⃝ͩDᷞᴇͧᴡᷡɪͣ𝐀⃝🥀ᴳ᯳
aaaaaa... tiap hari mereka romantisan mulu... kan kan irii aku tuh.. 😖😭😭😭🤭🤭🤭🤧🤧🤧
2023-09-07
0
Qaisaa Nazarudin
Wahh Gerry dan Marvel mmg hebat,tau2 saja wali kota akan bertindak terhadap mereka,,👍🏻👍🏻👍🏻
2023-01-03
1