Bab 14. Memikirkan Masa Depan

******

Sesampainya di rumah sakit, Zafrina dan Zico langsung ke ruangan mama Dian. Zafrina mengecup kening mamanya. Sementara Zico memilih bergabung dengan papa Gerry dan juga Zafa. Marvel tidak tampak batang hidungnya di sana. Pria itu sedang menjalankan misi dari Gerry sebelum pulang ke Indonesia.

"Kenapa kamu kembali lagi ke sini sayang."

"Lalu Inna harus kemana, Mah?"

"Maksud mama, kalian baru saja menikah. Sebaiknya kan kalian menjalin komunikasi. Kedepannya mau bagaimana."

"Ish... mama, Inna itu masih canggung."

"Kenapa sayang?"

"Ya, pokoknya gitu." Zafrina tampak malu-malu membahas hal itu di depan mama Dian.

Gerry memandang ke arah istrinya. Dia menangkap kode yang di lempar istrinya. Hanya dengan isyarat mata saja, Gerry tahu apa yang istrinya mau.

"Zico, Zafa kita bicara sambil ngopi di luar, papa bosan. Ada yang ingin papa tanyakan." Zafa dan Zico mengikuti papa Gerry keluar.

Zafrina bernafas lega saat ketiga pria itu keluar dari ruang perawatan mamanya. Dian tersenyum melihat tingkah putrinya.

"Katakan ada apa, Sayang?"

"Ehm, itu mengenai.... " Zafrina menjeda ucapannya sesaat dengan wajah yang begitu merah. Rasanya malu membicarakan hal itu dengan mamanya tapi bagaimana pun juga dia awam mengenai hal itu.

"Apa ini mengenai kewajibanmu sebagai seorang istri?" tebak Dian. Melihat putrinya diam dengan wajah memerah membuat Dian tahu arah pembicaraan mereka.

Zafrina mengangguk sambil tersenyum malu. Dia berharap ibunya bisa memberikan solusi untuk yang satu itu.

"Ketika seorang laki-laki sudah menikahimu maka kalian berdua harus sama-sama saling memenuhi hak dan kewajiban. Suami wajib mengayomi, melindungi dan menggauli istri. Dan sebagai gantinya, sebagai seorang istri memiliki kewajiban menuruti semua perintah suami termasuk harus mau digauli kapan pun suami mau. Ina boleh menolak jika memang dalam kondisi yang tidak memungkinkan. Seperti saat kamu sedang menstruasi, atau sedang sakit."

"Tapi Ina ragu, Mah."

"Cepat atau lambat kamu akan melewati semuanya, Sayang. Mau sekarang atau nanti sama saja."

"Ina takut hubungan ini tidak akan bertahan lama, Mah."

Alis Dian mengerut saat mendengar kerisauan putrinya. Apa ada yang tidak dia ketahui mengenai hubungan putrinya dan Zico.

"Kenapa kamu bilang begitu, sayang?"

"Kami masih terlalu muda, mama."

"Usia muda bukan jadi batasan untuk menikah. Zico terlihat begitu bertanggung jawab padamu. Apa lagi yang kamu ragukan, sayang? Maafkan mama, Inna. Mama yang memaksa kamu hingga terjebak dalam situasi seperti ini," kata Dian dengan mata berkaca-kaca.

Zafrina menatap ibunya penuh rasa bersalah, bukan itu maksudnya. "Mah, mama jangan sedih."

"Mama merasa bersalah padamu, sayang. Mam terlalu bersemangat. Karena menurut mama hanya Zico yang bisa menjagamu disini. Papi Rian memiliki kesibukan dan ada istri juga kedua adikmu. Sementara papa juga sama sibuknya, kakak kamu juga begitu. Mama hanya akan merasa tenang jika kamu ada yang menjaga disini. Andai dulu Inna memilih tinggal di Indonesia bersama mama dan papa mungkin sekarang mama tidak akan memaksamu menikah, Sayang. Di sana kita punya banyak saudara yang bisa kita andalkan."

"Maafkan Inna, mama. Inna janji akan mempertahankan hubungan ini, bagaimana pun caranya."

Dian memeluk putri pertamanya, senyum tipis terbit dari bibirnya, dia tahu Zafrina tidak akan mungkin mengecewakan dirinya. Dian melakukan semua ini karena dia selalu kepikiran mengenai putri pertamanya itu. Meskipun Zafrina punya kemampuan bela diri tapi tidak menutup kemungkinan suatu saat ada masanya dia memerlukan sosok yang bisa melindungi dirinya.

"Dalam memulai sebuah pernikahan, kepercayaan dan kejujuran bisa menjadi landasan agar hubungan kamu dan Zico tetap bisa kuat. Saling terbuka, jika masalah jangan hanya di pendam sendiri. Karena itu pasti akan menyisakan penyesalan. Seperti yang dulu di alami mama."

Zafrina mengangguk, dia tahu bagaimana dulu kondisi mama Dian, dari cerita neneknya, bahkan saat itu Zafrina sampai menangis saat neneknya menceritakan jika mama Dian hampir meninggal karena baby blues sindrom.

Sementara kedua wanita itu membicarakan tentang begitu banyak hak dan kewajiban sebagai suami istri. Lain halnya dengan Zafa, Zico dan Gerry. Mereka justru terlibat pembicaraan yang serius. Gerry mengatakan jika menurut instingnya suatu hari entah itu walikota sendiri atau putranya akan kembali berulah, dia meminta Zafa dan Zico untuk selalu waspada dan mengetatkan pengawasan pada Zafrina. Terlepas nanti putrinya akan suka atau tidak.

"Papa percayakan Inna pada kalian. Syukur-syukur kalau Zico dan Zafrina mau tinggal di Indonesia. Jadi papa tidak perlu terlalu khawatir pada kalian."

"Nanti akan Zico bicarakan dengan Inna, pah. Lagipula sekarang Zico memegang kuasa White Tiger, Zico tidak bisa sembarangan mengambil keputusan."

"Sebenarnya itu juga yang menjadi pertimbangan papa sebelum menikahkan kalian. Tapi mengingat Zafrina yang sepertinya tidak masalah dengan posisimu, papa yakin jika putri papa itu lebih tahu resikonya ketimbang papa."

Zico dan Zafa terdiam. Mereka mengangguk setuju membenarkan ucapan papa Gerry. Karena bagaimana pun juga Zafrina tumbuh di lingkungan papi Rian yang juga seorang ketua mafia.

"Papa, hanya berharap tidak ada lagi kabar buruk seperti kemarin. Kondisi mama mungkin sekarang sudah membaik, tapi kemarin dokter mengatakan jika mungkin saja bisa terjadi serangan jantung yang lebih parah dari kemarin."

"Papa tenang saja, jangan terlalu dipikirkan," ujar Zafa. Ketiganya lalu menyeruput kopi mereka secara bersamaan.

Ketiga pria itu kembali ke ruangannya. Mama Dian terlelap sedangkan Zafrina duduk di sofa sambil berselancar di dunia maya.

"Tapi barusan dokter visit dan memberi mama obat, jadi mama tidur."

"Tidak apa-apa, sayang, itu bagus. Mama kamu jadi bisa istirahat."

"Kata dokter tadi sebenarnya mama sudah diijinkan pulang, tapi karena tekanan darah mama masih rendah, dokter bilang akan observasi dulu sampai besok."

"Baiklah, sekarang kalian pulanglah. Biar papa yang menjaga mama kalian."

Zafa dan Zafrina mengangguk. Sementara Zico hanya ikut saja bagaimana istrinya. Setelah berpamitan pada papa Gerry dan mencium kening mama Dian. Zafa dan Zafrina pulang, Zico hanya bersalaman dengan papa Gerry.

Zafrina terus diam memikirkan semua petuah mamanya. Dia akan berusaha sebaik mungkin menjadi istri yang baik untuk Zico. Akan dia buktikan jika dia bisa menjaga rumah tangganya meskipun mereka menikah secara tiba-tiba.

"Apa yang sedang kamu pikirkan?"

Zafrina menoleh lalu tersenyum pada Zico. "Memikirkan masa depan rumah tangga kita."

Zico sejenak menoleh terkejut lalu kembali fokus ke depan, karena dia sedang menyupir. "Masa depan yang seperti apa yang kamu inginkan, Inna?"

"Itu lah yang sampai sekarang masih menjadi pertanyaan untukku. Aku hanya berharap meskipun mendadak nikah tapi pernikahan kita akan awet seperti mama dan papa, atau mami papi.

🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹

Hai guys, like, komen dan giftnya jangan lupa ya.

Author juga membawa kisah dari sohib author neh. Mampir ya, sembari menunggu karya ini up. karena udah pasti slow sekali

Judul : Romansa Dokter Ganteng dan Pelayan Cafe

author : Isti Sahaburu

Terpopuler

Comments

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Whaatt terlalu muda??! Emang nya umur Zafrina dan Zico berapa??udah kuliah kan??wajar2 saja..Apanya yg terlalu muda,mau nunggu umur 30an baru nikah??🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️

2023-01-03

2

Novianti Ratnasari

Novianti Ratnasari

oke nanti mampir

2022-08-10

1

Nur Lizza

Nur Lizza

semoga bhgi sll

2022-07-30

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Kamu Anggap Aku Apa?
2 Bab 2. Party Yang Kacau
3 Bab 3. Apa Yang Terjadi?
4 Bab 4. Aku Mau pulang Papi
5 Bab 5. Kalian Harus Dinikahkan
6 Bab 6. Apa Aku Tidak Pantas?
7 Bab 7. Aku Akan Menikahimu
8 Bab 8. Kedatangan Papa dan Mama
9 Bab 9. Kejadian Tak Terduga
10 Bab 10. Sah
11 Pengumuman. Promosi karya
12 Bab 11. Bukan Jodohnya
13 Bab 12. Kewajiban Seorang Istri
14 Bab 13. Istri Yang Menyenangkan
15 Bab 14. Memikirkan Masa Depan
16 Bab 15. Beri Sedikit Waktu
17 Bab 16. Surat Misterius
18 Bab 17. Zafrina Dibuntuti
19 Bab 18. Zico Bertemu Anastasya
20 Bab 19. Rasa Penasaran
21 Bab 20. Queen & King
22 Bab 21. Zayana Diculik
23 Bab 22. Aksi Zayana
24 Bab 23. Tidak Akan Melepaskanmu
25 Bab 24. Makan Siang Spesial
26 Bab 25. Bicara Dari Hati
27 Bab 26. Obsesi
28 Bab 27. Penghianat
29 Bab 28. Mengatur Strategi
30 Bab 29. Dominic Pov
31 Bab 30. Mari Beraksi
32 Bab 31. Misi Penyelamatan
33 Bab 32. Kemenangan Mutlak
34 Bab 33. Terima Kasih
35 Bab 34. Janggal
36 Bab 35. Kenyataan
37 Bab 36. Zico Mulai Posesif
38 Bab 37. Sumpah Serapah
39 Bab 38. Taruhan
40 Bab 39. Bertemu Wanita Asing
41 Bab 40. Ke Apartemen Mama Dian
42 Bab 41. Membawa Alexa ke Rumah Sakit
43 Bab 42. Merajuk
44 Bab 43. Zafia, Calon Mafia?
45 Bab 44. Bukan Ide Buruk
46 Bab 45. Ke Rumah Sakit
47 Bab 46. Penasaran
48 Bab 47. Hamil?
49 Bab 48. Sidang Zafia
50 Bab 49. Petuah
51 Bab 50. Pagi Yang Indah
52 Bab 51. Karma untuk Rian
53 Bab 52. Bahagia
54 Bab 53. Berbelanja
55 Bab 54. Kabar
56 Bab 55. Harus Pulang
57 Bab 56. Curhatan Alexa
58 Bab 57. Kedatangan Anastasya
59 Bab 58. Zafrina menghilang
60 Bab 59. Kehilangan
61 Bab 60. Penyesalan Zico
62 Bab 61. Hadapi Masalahmu
63 Bab 62. Tidak Ada Yang Perlu Dimaafkan
64 Bab 63. Rapuh
65 Bab 64. Butuh di Dampingi
66 Bab 65. Kepedulian Keluarga
67 Bab 66. Kedatangan Raiden
68 Bab 67. Kedatangan Zafia
69 Bab 68. Perkenalan Zafia dan Raiden
70 Bab 69. Ada apa dengan Zafia?
71 Bab 70. Ada apa dengan Raiden?
72 Bab 71. Menjagamu
73 Bab 72. Bersikap Aneh
74 Bab 73. Aksi Zafia
75 Bab 74. Memberi Kepercayaan
76 Bab 75. Rencana Rian
77 Bab 76. Sisi Lain Rian Al Farez
78 Bab 77. Sekumpulan Badut
79 Bab 78. Kehebatan Zafia yang Tersembunyi
80 Bab 79. Pahlawan Kesiangan
81 Bab 80. Jangan Sakit
82 Bab 81. Pulang ke Indonesia
83 Bab 82. Tidur Dengan Mama
84 Bab 83. Kebahagiaan Zafrina
85 Bab 84. Membujuk Oma dan Opa
86 Bab 85. Masalah Di Butik
87 Bab 86. Bertemu Sahabat Lama
88 Bab 87. Menemani Makan
89 Bab 88. Selalu Salah
90 Bab 89. Di Rumah Sakit
91 Bab 90. Nasehat mama Dian
92 Bab 91. Menemui Zico Di Kantor
93 Bab 92. Manjanya Zafrina
94 Bab 93. Berkumpul
95 Bab 94. Pembicaraan Antar Kubu
96 Bab 95. Resepsi
97 Bab 96. Kontraksi
98 Bab 97. Minta Maaf
99 Bab 98. Syukuran
100 Bab 99. Lagi??
101 Bab 100. Pergi Periksa
102 Bab 101. Ulang Tahun Amanda
103 Final Part.
104 Karya Baru Telah Terbit
Episodes

Updated 104 Episodes

1
Bab 1. Kamu Anggap Aku Apa?
2
Bab 2. Party Yang Kacau
3
Bab 3. Apa Yang Terjadi?
4
Bab 4. Aku Mau pulang Papi
5
Bab 5. Kalian Harus Dinikahkan
6
Bab 6. Apa Aku Tidak Pantas?
7
Bab 7. Aku Akan Menikahimu
8
Bab 8. Kedatangan Papa dan Mama
9
Bab 9. Kejadian Tak Terduga
10
Bab 10. Sah
11
Pengumuman. Promosi karya
12
Bab 11. Bukan Jodohnya
13
Bab 12. Kewajiban Seorang Istri
14
Bab 13. Istri Yang Menyenangkan
15
Bab 14. Memikirkan Masa Depan
16
Bab 15. Beri Sedikit Waktu
17
Bab 16. Surat Misterius
18
Bab 17. Zafrina Dibuntuti
19
Bab 18. Zico Bertemu Anastasya
20
Bab 19. Rasa Penasaran
21
Bab 20. Queen & King
22
Bab 21. Zayana Diculik
23
Bab 22. Aksi Zayana
24
Bab 23. Tidak Akan Melepaskanmu
25
Bab 24. Makan Siang Spesial
26
Bab 25. Bicara Dari Hati
27
Bab 26. Obsesi
28
Bab 27. Penghianat
29
Bab 28. Mengatur Strategi
30
Bab 29. Dominic Pov
31
Bab 30. Mari Beraksi
32
Bab 31. Misi Penyelamatan
33
Bab 32. Kemenangan Mutlak
34
Bab 33. Terima Kasih
35
Bab 34. Janggal
36
Bab 35. Kenyataan
37
Bab 36. Zico Mulai Posesif
38
Bab 37. Sumpah Serapah
39
Bab 38. Taruhan
40
Bab 39. Bertemu Wanita Asing
41
Bab 40. Ke Apartemen Mama Dian
42
Bab 41. Membawa Alexa ke Rumah Sakit
43
Bab 42. Merajuk
44
Bab 43. Zafia, Calon Mafia?
45
Bab 44. Bukan Ide Buruk
46
Bab 45. Ke Rumah Sakit
47
Bab 46. Penasaran
48
Bab 47. Hamil?
49
Bab 48. Sidang Zafia
50
Bab 49. Petuah
51
Bab 50. Pagi Yang Indah
52
Bab 51. Karma untuk Rian
53
Bab 52. Bahagia
54
Bab 53. Berbelanja
55
Bab 54. Kabar
56
Bab 55. Harus Pulang
57
Bab 56. Curhatan Alexa
58
Bab 57. Kedatangan Anastasya
59
Bab 58. Zafrina menghilang
60
Bab 59. Kehilangan
61
Bab 60. Penyesalan Zico
62
Bab 61. Hadapi Masalahmu
63
Bab 62. Tidak Ada Yang Perlu Dimaafkan
64
Bab 63. Rapuh
65
Bab 64. Butuh di Dampingi
66
Bab 65. Kepedulian Keluarga
67
Bab 66. Kedatangan Raiden
68
Bab 67. Kedatangan Zafia
69
Bab 68. Perkenalan Zafia dan Raiden
70
Bab 69. Ada apa dengan Zafia?
71
Bab 70. Ada apa dengan Raiden?
72
Bab 71. Menjagamu
73
Bab 72. Bersikap Aneh
74
Bab 73. Aksi Zafia
75
Bab 74. Memberi Kepercayaan
76
Bab 75. Rencana Rian
77
Bab 76. Sisi Lain Rian Al Farez
78
Bab 77. Sekumpulan Badut
79
Bab 78. Kehebatan Zafia yang Tersembunyi
80
Bab 79. Pahlawan Kesiangan
81
Bab 80. Jangan Sakit
82
Bab 81. Pulang ke Indonesia
83
Bab 82. Tidur Dengan Mama
84
Bab 83. Kebahagiaan Zafrina
85
Bab 84. Membujuk Oma dan Opa
86
Bab 85. Masalah Di Butik
87
Bab 86. Bertemu Sahabat Lama
88
Bab 87. Menemani Makan
89
Bab 88. Selalu Salah
90
Bab 89. Di Rumah Sakit
91
Bab 90. Nasehat mama Dian
92
Bab 91. Menemui Zico Di Kantor
93
Bab 92. Manjanya Zafrina
94
Bab 93. Berkumpul
95
Bab 94. Pembicaraan Antar Kubu
96
Bab 95. Resepsi
97
Bab 96. Kontraksi
98
Bab 97. Minta Maaf
99
Bab 98. Syukuran
100
Bab 99. Lagi??
101
Bab 100. Pergi Periksa
102
Bab 101. Ulang Tahun Amanda
103
Final Part.
104
Karya Baru Telah Terbit

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!