Bab 3. Apa Yang Terjadi?

*******

Rian menghubungi ponsel Zico. Dia tahu pasti, putra sahabatnya itu pasti saat ini bersama Zafrina. Meskipun jam hampir menunjukkan pukul 12 dini hari. Zico merasakan getar di saku celananya. Tapi dia tidak bisa mengambil ponselnya karena saat ini sedang fokus menyetir. Tak berapa lama mobil yang di bawa Zico tiba di rumah sakit. Dia langsung keluar dan mengangkat tubuh Zafrina lagi.

Zico meletakkan Zafrina di atas pembaringan dan seorang dokter paruh baya menyambutnya. Zico menerangkan sedikit apa yang terjadi pada Zafrina sebelumnya. Dokter senior itu pun mengangguk.

"Biar saya periksa dulu. Ada kemungkinan alkohol yang dia minum bercampur dengan obat perang*sang dan nona ini alergi dengan salah satu komposisi obat."

Dokter mengambil sampel darah Zafrina dan meminta seorang perawat untuk mengantarkannya ke lab. Ponsel Zico kembali bergetar. Dia lekas keluar untuk melihat siapa yang menghubunginya.

"Uncle Rian..." Zico segera mengangkat panggilan dari papi Zafrina itu.

"Halo, uncle."

"Apa Zafrina bersamamu? apa dia baik-baik saja?" Zico terdiam mendengar pertanyaan dari papi Rian. Dia tidak menyangka sepertinya papi Zafrina itu memiliki ikatan batin yang kuat pada putrinya.

"Zico, apa kamu masih di sana?"

"Uncle, saat ini aku dan Inna sedang ada di rumah sakit. Tadi dia pergi dengan temannya. Sepertinya mereka mencampur sesuatu pada minuman Inna, saat ini dia tidak sadarkan diri. Dokter baru memeriksanya."

"Apaaa...?" Zico menjauhkan ponselnya saat mendengar suara teriakan kemarahan Rian. Dia yakin setelah ini Fred dan teman-temannya akan merasakan pembalasan dari papi Rian.

"Rumah sakit mana? aku akan segera ke sana. Kamu harus memberitahu uncle semuanya. Uncle akan hancurkan siapa pun yang berani berniat buruk pada putriku."

Setelah menjawab semua pertanyaan Rian, Zico mematikan sambungannya karena dokter telah keluar dari ruangan pemeriksaan. Dia pun segera mendekati dokter itu.

"Bagaimana, Dokter?"

"Seperti yang saya kira, dia alergi pada kandungan obat perang*sang yang tertelan bersamaan dengan alkohol. Beruntung anda secepatnya membawanya kesini. Jika tidak bisa saja dia mengalami kematian karena gagal jantung. Saya sudah memberinya obat. Berharap saja nanti dia segera sadar." Dokter itu menepuk bahu Zico, setelah itu dia berlalu. Zafrina pun kini sudah di pindahkan di ruang perawatan.

Zico menghubungi Dominic dan meminta pria itu untuk mengurus kedelapan orang pembuat onar itu termasuk Fred.

Rian tiba di sana bersamaan dengan Zafa. Ternyata kedua pengawal Zafrina sudah melaporkan kejadiannya pada pemuda tersebut. Dari raut wajah Zafa dan papi Rian. Tampak jelas gurat kekhawatiran tergambar di wajah kedua pria itu. Zico yang sedang duduk di samping ranjang Zafrina seketika menoleh saat melihat pintu terbuka.

"Siapa pelakunya?"

"Tenanglah, uncle. Temanku sedang mengurusnya."

"Bagaimana bisa ini terjadi?" entah papi Zafrina itu bertanya pada siapa namun ucapan Rian selanjutnya membuat Zico dan Zafa tahu siapa yang ditanya. "Orang-orangmu kurang cekatan."

Zafa menunduk, jujur saja dia pun mengkhawatirkan adiknya itu. Dia merasa sangat bersalah karena telah kecolongan. Rian menatap Zafa lalu menghembuskan nafasnya kasar.

"Aku tidak sedang menyalahkanmu Zafa, andai saja papamu tidak menghubungiku karena seharian mamamu terus mengkhawatirkan Zafrina. Aku tidak akan pernah tahu. Mungkin saran papamu dulu ada benarnya. Aku akan mengirim adikmu pulang ke Indonesia."

DEG!!

Jantung Zico seketika berdebar gaduh. Dia menoleh menatap Zafrina yang masih terpejam. Tiba-tiba dia merasa seperti ada yang menghujam hatinya. Zico mengakui jika dia telah lama menyimpan rasa pada Zafrina. Tapi dia takut jika suatu saat hubungan baik mereka retak karena rasa cintanya. Tapi kini hubungan persahabatan mereka pun terancam jika sampai Zafrina benar-benar dibawa ke Indonesia.

"Kita tanyakan itu pada Inna nanti, Uncle. Karena bagaimanapun usianya sudah cukup matang untuk mengambil keputusan sendiri. Sekarang yang terpenting Inna sadar dulu." Zafa duduk di tepi brankar Zafrina. Dengan lembut dia mengusap rambut Zafrina.

"Maafkan aku, Uncle. Aku tidak menjaga Inna dengan baik." Wajah Zico tampak sangat menyesal. Meskipun awalnya dia sempat kesal pada Zafrina.

"Ini bukan salahmu. Mungkin memang ini sudah menjadi takdir putriku. Bilang pada temanmu, sebentar lagi akan ada orang-orangku yang akan menjemput para pembuat onar itu."

"Baiklah, Uncle." Zico akhirnya keluar dari ruang perawatan Zafrina untuk menghubungi Dominic.

"Dom, uncle Rian mengirim orang-orangnya untuk membawa kedelapan orang itu."

"Tapi, Fred adalah anak seorang petinggi."

"Aku tidak peduli itu, Dom. Meskipun uncle atau Zafa tidak bertindak maka aku yang akan bertindak. Beraninya dia melakukan semua itu pada gadisku."

"Jadi, Zafrina sekarang adalah gadismu?" suara Dominic terdengar seperti sebuah sindiran bagi Zico. Pemuda itu mendengus kesal.

"Tutup mulutmu! Lakukan saja apa yang aku minta. Nanti aku akan memberimu imbalan yang pantas." Zico tersenyum miring. Dia akan membalas cibiran Dominic dengan cara halus.

Zico menutup sambungannya. Dia berjalan ke kamar Zafrina, tapi saat dirinya akan membuka pintu, Zico mendengar pembicaraan papi Rian dan Zafa. Dia memutuskan bersandar di tembok dan menguping pembicaraan mereka.

"Bagaimana menurutmu? Sepertinya aku akan berunding dengan papa dan mamamu mengenai ini. Setidaknya saat di Indonesia Zafrina ada yang menjaganya. Jika mereka bertunangan dulu uncle rasa Zafrina tidak akan menolak."

"Tapi, uncle... aku tidak yakin kalau putra paman Diego akan setuju."

"Marvel pasti setuju. Kamu pernah melihatnya dulu saat Zafrina SMP saat dia diserempet orang. Marvel tampak sangat cemas pada Zafrina."

"Tapi itu dulu, Uncle."

"Uncle tidak akan tenang jika hanya memakai bodyguard biasa. Kita tidak akan tahu bagaimana nanti di sana?"

"Kita pikirkan nanti saja, Uncle. Belum tentu Inna juga mau."

Zico hanya dapat memejamkan matanya mendengar bahwa Zafrina akan dijodohkan dengan orang lain. Tangan Zico terkepal dan jujur saja hatinya sangat sakit mendengar itu.

Zico menarik nafas sebentar lalu menghembuskan nafasnya pelan. Berulang kali dia melakukan itu untuk meredam emosinya, setelah itu Zico membuka pintu ruangan Zafrina.

"Uncle, Zafa, aku harus kembali ke klub," ujar Zico. Rian mengangguk dan sejenak memindai wajah Zico. Namun pemuda itu memilih membuang pandangan ke arah lain.

"Zi... " desis Zafrina. Netra Zico sesaat menatap Zafrina yang sepertinya hanya mengigau saja. Dia menundukkan kepalanya sebentar lalu pergi.

Zafa dan papi Rian saling tatap lalu tersenyum. Sebenarnya percakapan yang baru saja terlontar dari keduanya hanya sebuah pancingan untuk membuat Zico berani mengambil keputusan. Karena baik Zafa maupun papi Rian tahu jika sebenarnya keduanya saling ada ketertarikan namun Zico berusaha menyembunyikan perasaannya begitu juga Zafrina.

"Besok aku akan minta Diego untuk menyuruh Marvel kemari. Dia pasti setuju untuk membantu uncle."

"Baiklah, silahkan uncle atur saja."

🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹

Kasian ya Zico cuma kena prank.

Jangan lupa like komen dan gift kalian y. Sisihkan vote tiap senin juga untuk Zafrina dan Zico.

Terpopuler

Comments

annis

annis

nama depan nya Z semua.. kdang bikin bingug..

2024-05-21

1

Oi Min

Oi Min

pancen jluk di thuthuk disik kok Zico

2023-09-12

0

StAr 1086

StAr 1086

ternyata prank buat zico....

2023-08-24

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Kamu Anggap Aku Apa?
2 Bab 2. Party Yang Kacau
3 Bab 3. Apa Yang Terjadi?
4 Bab 4. Aku Mau pulang Papi
5 Bab 5. Kalian Harus Dinikahkan
6 Bab 6. Apa Aku Tidak Pantas?
7 Bab 7. Aku Akan Menikahimu
8 Bab 8. Kedatangan Papa dan Mama
9 Bab 9. Kejadian Tak Terduga
10 Bab 10. Sah
11 Pengumuman. Promosi karya
12 Bab 11. Bukan Jodohnya
13 Bab 12. Kewajiban Seorang Istri
14 Bab 13. Istri Yang Menyenangkan
15 Bab 14. Memikirkan Masa Depan
16 Bab 15. Beri Sedikit Waktu
17 Bab 16. Surat Misterius
18 Bab 17. Zafrina Dibuntuti
19 Bab 18. Zico Bertemu Anastasya
20 Bab 19. Rasa Penasaran
21 Bab 20. Queen & King
22 Bab 21. Zayana Diculik
23 Bab 22. Aksi Zayana
24 Bab 23. Tidak Akan Melepaskanmu
25 Bab 24. Makan Siang Spesial
26 Bab 25. Bicara Dari Hati
27 Bab 26. Obsesi
28 Bab 27. Penghianat
29 Bab 28. Mengatur Strategi
30 Bab 29. Dominic Pov
31 Bab 30. Mari Beraksi
32 Bab 31. Misi Penyelamatan
33 Bab 32. Kemenangan Mutlak
34 Bab 33. Terima Kasih
35 Bab 34. Janggal
36 Bab 35. Kenyataan
37 Bab 36. Zico Mulai Posesif
38 Bab 37. Sumpah Serapah
39 Bab 38. Taruhan
40 Bab 39. Bertemu Wanita Asing
41 Bab 40. Ke Apartemen Mama Dian
42 Bab 41. Membawa Alexa ke Rumah Sakit
43 Bab 42. Merajuk
44 Bab 43. Zafia, Calon Mafia?
45 Bab 44. Bukan Ide Buruk
46 Bab 45. Ke Rumah Sakit
47 Bab 46. Penasaran
48 Bab 47. Hamil?
49 Bab 48. Sidang Zafia
50 Bab 49. Petuah
51 Bab 50. Pagi Yang Indah
52 Bab 51. Karma untuk Rian
53 Bab 52. Bahagia
54 Bab 53. Berbelanja
55 Bab 54. Kabar
56 Bab 55. Harus Pulang
57 Bab 56. Curhatan Alexa
58 Bab 57. Kedatangan Anastasya
59 Bab 58. Zafrina menghilang
60 Bab 59. Kehilangan
61 Bab 60. Penyesalan Zico
62 Bab 61. Hadapi Masalahmu
63 Bab 62. Tidak Ada Yang Perlu Dimaafkan
64 Bab 63. Rapuh
65 Bab 64. Butuh di Dampingi
66 Bab 65. Kepedulian Keluarga
67 Bab 66. Kedatangan Raiden
68 Bab 67. Kedatangan Zafia
69 Bab 68. Perkenalan Zafia dan Raiden
70 Bab 69. Ada apa dengan Zafia?
71 Bab 70. Ada apa dengan Raiden?
72 Bab 71. Menjagamu
73 Bab 72. Bersikap Aneh
74 Bab 73. Aksi Zafia
75 Bab 74. Memberi Kepercayaan
76 Bab 75. Rencana Rian
77 Bab 76. Sisi Lain Rian Al Farez
78 Bab 77. Sekumpulan Badut
79 Bab 78. Kehebatan Zafia yang Tersembunyi
80 Bab 79. Pahlawan Kesiangan
81 Bab 80. Jangan Sakit
82 Bab 81. Pulang ke Indonesia
83 Bab 82. Tidur Dengan Mama
84 Bab 83. Kebahagiaan Zafrina
85 Bab 84. Membujuk Oma dan Opa
86 Bab 85. Masalah Di Butik
87 Bab 86. Bertemu Sahabat Lama
88 Bab 87. Menemani Makan
89 Bab 88. Selalu Salah
90 Bab 89. Di Rumah Sakit
91 Bab 90. Nasehat mama Dian
92 Bab 91. Menemui Zico Di Kantor
93 Bab 92. Manjanya Zafrina
94 Bab 93. Berkumpul
95 Bab 94. Pembicaraan Antar Kubu
96 Bab 95. Resepsi
97 Bab 96. Kontraksi
98 Bab 97. Minta Maaf
99 Bab 98. Syukuran
100 Bab 99. Lagi??
101 Bab 100. Pergi Periksa
102 Bab 101. Ulang Tahun Amanda
103 Final Part.
104 Karya Baru Telah Terbit
Episodes

Updated 104 Episodes

1
Bab 1. Kamu Anggap Aku Apa?
2
Bab 2. Party Yang Kacau
3
Bab 3. Apa Yang Terjadi?
4
Bab 4. Aku Mau pulang Papi
5
Bab 5. Kalian Harus Dinikahkan
6
Bab 6. Apa Aku Tidak Pantas?
7
Bab 7. Aku Akan Menikahimu
8
Bab 8. Kedatangan Papa dan Mama
9
Bab 9. Kejadian Tak Terduga
10
Bab 10. Sah
11
Pengumuman. Promosi karya
12
Bab 11. Bukan Jodohnya
13
Bab 12. Kewajiban Seorang Istri
14
Bab 13. Istri Yang Menyenangkan
15
Bab 14. Memikirkan Masa Depan
16
Bab 15. Beri Sedikit Waktu
17
Bab 16. Surat Misterius
18
Bab 17. Zafrina Dibuntuti
19
Bab 18. Zico Bertemu Anastasya
20
Bab 19. Rasa Penasaran
21
Bab 20. Queen & King
22
Bab 21. Zayana Diculik
23
Bab 22. Aksi Zayana
24
Bab 23. Tidak Akan Melepaskanmu
25
Bab 24. Makan Siang Spesial
26
Bab 25. Bicara Dari Hati
27
Bab 26. Obsesi
28
Bab 27. Penghianat
29
Bab 28. Mengatur Strategi
30
Bab 29. Dominic Pov
31
Bab 30. Mari Beraksi
32
Bab 31. Misi Penyelamatan
33
Bab 32. Kemenangan Mutlak
34
Bab 33. Terima Kasih
35
Bab 34. Janggal
36
Bab 35. Kenyataan
37
Bab 36. Zico Mulai Posesif
38
Bab 37. Sumpah Serapah
39
Bab 38. Taruhan
40
Bab 39. Bertemu Wanita Asing
41
Bab 40. Ke Apartemen Mama Dian
42
Bab 41. Membawa Alexa ke Rumah Sakit
43
Bab 42. Merajuk
44
Bab 43. Zafia, Calon Mafia?
45
Bab 44. Bukan Ide Buruk
46
Bab 45. Ke Rumah Sakit
47
Bab 46. Penasaran
48
Bab 47. Hamil?
49
Bab 48. Sidang Zafia
50
Bab 49. Petuah
51
Bab 50. Pagi Yang Indah
52
Bab 51. Karma untuk Rian
53
Bab 52. Bahagia
54
Bab 53. Berbelanja
55
Bab 54. Kabar
56
Bab 55. Harus Pulang
57
Bab 56. Curhatan Alexa
58
Bab 57. Kedatangan Anastasya
59
Bab 58. Zafrina menghilang
60
Bab 59. Kehilangan
61
Bab 60. Penyesalan Zico
62
Bab 61. Hadapi Masalahmu
63
Bab 62. Tidak Ada Yang Perlu Dimaafkan
64
Bab 63. Rapuh
65
Bab 64. Butuh di Dampingi
66
Bab 65. Kepedulian Keluarga
67
Bab 66. Kedatangan Raiden
68
Bab 67. Kedatangan Zafia
69
Bab 68. Perkenalan Zafia dan Raiden
70
Bab 69. Ada apa dengan Zafia?
71
Bab 70. Ada apa dengan Raiden?
72
Bab 71. Menjagamu
73
Bab 72. Bersikap Aneh
74
Bab 73. Aksi Zafia
75
Bab 74. Memberi Kepercayaan
76
Bab 75. Rencana Rian
77
Bab 76. Sisi Lain Rian Al Farez
78
Bab 77. Sekumpulan Badut
79
Bab 78. Kehebatan Zafia yang Tersembunyi
80
Bab 79. Pahlawan Kesiangan
81
Bab 80. Jangan Sakit
82
Bab 81. Pulang ke Indonesia
83
Bab 82. Tidur Dengan Mama
84
Bab 83. Kebahagiaan Zafrina
85
Bab 84. Membujuk Oma dan Opa
86
Bab 85. Masalah Di Butik
87
Bab 86. Bertemu Sahabat Lama
88
Bab 87. Menemani Makan
89
Bab 88. Selalu Salah
90
Bab 89. Di Rumah Sakit
91
Bab 90. Nasehat mama Dian
92
Bab 91. Menemui Zico Di Kantor
93
Bab 92. Manjanya Zafrina
94
Bab 93. Berkumpul
95
Bab 94. Pembicaraan Antar Kubu
96
Bab 95. Resepsi
97
Bab 96. Kontraksi
98
Bab 97. Minta Maaf
99
Bab 98. Syukuran
100
Bab 99. Lagi??
101
Bab 100. Pergi Periksa
102
Bab 101. Ulang Tahun Amanda
103
Final Part.
104
Karya Baru Telah Terbit

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!