Bab 8. Kedatangan Papa dan Mama

*****

Author POV

Sesampaimya di rumah, Zafrina langsung masuk ke dalam kamar. Dia ingin berkeluh kesah pada papanya tapi melihat jam yang ada di ponselnya ternyata waktu sudah menunjukkan pukul 12 siang. Berarti di Indonesia waktu telah menunjukkan pukul 1 dini hari.

Di tengah kegalauan yang melanda Zafrina, ponselnya tiba-tiba berdering. Nama papa Gerry muncul di layar ponselnya. Hati Zafrina begitu senang ia segera mengangkat panggilan dari cinta pertamanya itu.

["Hai, Sayang."]

["Halo, Pah. Kenapa papa belum tidur?"]

["Mama ingin bicara padamu, sejak kemarin dia terus memikirkan dirimu, Sayang."] tak lama terdengar suara Dian yang begitu lembut.

["Sayang, apa kamu baik-baik saja?"]

["Inna baik-baik saja, Mah, bagaimana kabar mama?"]

["Mama sama baiknya denganmu. Apa kamu sedang ada masalah, Sayang?"]

["Kenapa mama seperti peramal, selalu tahu apa yang terjadi padaku. Mama, Inna sedang bingung, Mah. Apa yang sebaiknya Inna lakukan?"] Zafrina terisak lirih, ia bingung harus mengatakan apa pada mama dan papanya tentang ia yang akan dinikahkan oleh papinya.

Dian yang mendengar suara isak tangis putrinya langsung panik dan cemas. Gerry mengambil alih ponselnya.

["Hai, Sayang, Bisakah kamu cerita pada papa, apa yang terjadi padamu? apa papi dan kakakmu tidak bisa menjagamu dengan baik?"]

["Bukan begitu pah, Mereka menjagaku dengan sangat baik, hanya saja... "] Zafrina diam dan tampaknya sedang menimbang kata apa yang sebaiknya dia ucapkan pada papanya.

["Papa dan mama akan ke sana. Kamu tenang saja. Tidak ada yang perlu kamu khawatirkan."] Gerry seketika mengambil keputusan itu saat melihat istrinya. Dia tidak mau kesehatan Dian memburuk gara-gara kepikiran masalah putrinya.

Belum sempat Zafrina mengatakan semuanya pada papanya, Gerry sudah mematikan sambungan teleponnya. Dian terisak di samping Gerry. Dengan segala cara Gerry mencoba menenangkan istrinya. Meskipun hatinya sendiri diliputi kecemasan.

Zafrina berusaha menghubungi kembali papanya namun ponsel papanya tidak bisa dihubungi. Ia pun menghembuskan nafas panjangnya.

Sementara itu di Indonesia, begitu Gerry merasa Dian sudah tenang, ia menghubungi Sigit asistennya untuk segera menyiapkannya jet pribadinya. malam ini juga Gerry dan Dian akan berangkat ke negara A tempat dimana kedua putra dan putrinya berada. Dian menitipkan Zafia pada Zayn dan Judy. Tanpa memberitahu pada mereka alasan kenapa mereka pergi malam itu juga.

Setelah Sigit menghubungi para awak kru pilot, akhirnya pukul 5 pagi mereka berangkat ke negara A. Perasaan Gerry dan Dian sama-sama diliputi rasa was-was takut terjadi sesuatu pada Zafrina.

"Tenanglah, putri kita pasti baik-baik saja. Sebaiknya kamu tidur, jadi saat bertemu Inna kamu dalam keadaan sehat dan segar," ujar Gerry.

Dian menatap suaminya dengan tatapan mata sendu, tapi apa yang Gerry katakan ada benarnya juga. Semenjak operasinya dulu kondisi fisiknya tak lagi sama.

"Tapi aku mau mas menemaniku."

"Manjanya istriku," Gerry mencubit dagu Dian lalu mencuri kecupan dari bibir istrinya itu. Keduanya masuk ke kamar yang tersedia di dalam jet mewah milik Gerry.

Zafrina duduk termenung di kamarnya, pintunya diketuk dari luar. Gadis itu menoleh sesaat, namun tidak ada niatan untuk meembuka pintu.

"Sayang, ini mami."

"Pintunya tidak dikunci, Mi," kata Zafrina.

Mami Velia masuk ke kamar putri sambungnya dengan membawa nampan berisi menu makan siang Zarina. Wanita itu tersenyum melihat Zafrina yang tampak juga tak mengacuhkan dirinya.

"masih marah sama papi?" Mami Velia duduk di tepi Zafrina.

Zafrina menggangguk, lalu merebahkan kepalanya di pangkuan Mami Velia. Dengan penuh kelembutan Velia mengusap kepala anak gadis itu. Velia sudah tahu mengenai masalah yang sedang di hadapi oleh Zafrina. Ia juga menyalahkan Rian karena terlalu gegabah mengambil sikap.

"Makan dulu ya," ujar Velia dengan lembut.

"Inna sedang tidak naf*su makan, Mi."

"Jangan seperti itu dong, Sayang. Nanti kalau Inna sakit mama Dian pasti sedih."

Dan alasan itu pasti selalu manjur untuk membujuk Zafrina. Gadis itu seketika bergerak meraih nampan yang tadi maminya letakkan di atas nakas. Zafrina mulai makan meskipun sedikit enggan untuk mengunyah. Mami Velia tersenyum senang, setidaknya Zafrina mau makan meskipun terlihat terpaksa.

Pesawat yang ditumpangi Gerry dan Dian tiba di bandara. Waktu menunjukkan pukul 3 dini hari. Namun sama sekali tidak ada raut lelah di wajah keduanya karena rasa cemas mereka lebih mendominasi.

"Tuan besar, tadi papa sudah memberitahu jika papa sudah membooking hotel untuk tuan beristirahat dan juga nyonya."

"jangan terlalu formal dengan kami, Vel."

"Tapi sekarang saya sedang bekerja, Nyonya," ucap Marvel seraya menunduk. Dian tersenyum pada pemuda itu. Ia lantas menepuk bahu Marvel perlahan.

"Tante sudah menganggapmu sebagai putra tante, jadi jangan terlalu formal seperti itu.

Marvel semakin menunduk malu, Gerry hanya tersenyum melihat interaksi istrinya itu dengan Marvel.

Dian dan Gerry akhirnya ke hotel yang sudah dibooking oleh Diego. Semenjak Diego bekerja untuk Gerry, ia diangkat menjadi kepala pengawal dan kini untuk urusan ke luar negeri atau pergi kemana pun Diego akan digantikan oleh Marvel putranya.

Keesokan harinya Gerry dan Dian mendatangi apartemen milik Zafa. Keduanya berencana ingin mengajak putranya terlebih dahulu.

Dian menekan bel pintu apartemen Zafa. Tak butuh waktu lama, Zafa membukakan pintu. Mata pemuda itu terbelalak. Namun tanpa menunggu waktu, Zafa segera memeluk Dian. Dian menitikkan air matanya saat mendekap anak susuannya itu.

"Mama merindukan kamu," bisik Dian lirih.

"Zafa juga sangat merindukan, Mama." Sudut mata pemuda itu tak urung menitikkan air mata. Sudah hampir 6 bulan mereka tidak bertemu. Hanya bertukar kabar lewat telepon atau sesekali video call.

"Masuk dulu, Mah, Pah." Zafa membukakan pintu apartemennya lebar.Marvel masih setia berdiri di belakang kedua majikannya.

"Kenapa tidak berkabar jika ingin kemari?"

"Kamu hafal betul sifat mama kamu ini 'kan? Kalau sudah panik selalu maunya sekarang kalau tidak dituruti pasti akan menangis sampai jatuh sakit." Gerry melirik sambil tersenyum, sementara Dian hanya mengerucutkan bibirnya.

Zafa tertawa melihat kemesraan mama dan papanya yang semakin hari semakin terlihat romantis.

"Ayo sekarang kita ke rumah Rian."

"Kamu bahkan sejak semalam belum makan, sayang," ucap Gerry meengingatkan.

"Mah, jangan buat kami khawatir, jika mama tidak makan maka Zafa tidak akan membawa mama bertemu Inna."

"Kalian papa dan anak sama saja. Suka sekali memaksa."

Zafa akhirnya membawa papa dan mamanya ke sebuah restoran terdekat. Meskipun malas Dian tetap mengisi perutnya karena dua pria posesif di depannya sudah melotot.

Setelah sarapan, Dian dan yang lainnya akhirnya berangkat ke Mansion Rian untuk bertemu dengan putri mereka. Selama dalam perjalanan Dian terus melamun. Gerry dan Zafa hanya bisa berinteraksi lewat tatapan mata.

Sesampainya di kediaman Rian, tanpa menunggu pintu dibukakan oleh Marvel, Dian langsung turun terlebih dulu. Gerry dan Zafa hanya bisa geleng kepala dengan tingkah Dian yang mudah cemas itu.

Dian menekan bel mansion Rian. Tak berapa lama pintu mansion di buka oleh kepala pelayan di mansion itu. Dengan sopan Dian menanyakan keberadaan putrinya.

Zafrina yang baru keluar dari kamar langsung berlari menuruni tangga saat sayup mendengar suara mamanya.

"Mama...." Zafrina langsung menghambur memeluk Dian.

🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹

Hai guys jangan lupa like komen dan Vote ya.

Terpopuler

Comments

Muawanah

Muawanah

next bc aahhh...gegara g bisa Tdr ..dah aku ksh vote nieh kak...

2023-09-17

5

Nur Lizza

Nur Lizza

lanjut

2022-07-29

0

Yuni MamaRizky

Yuni MamaRizky

kangen sama mama dian sm papa gerry kk thorrr sm keluarga besar jggg

2022-05-27

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Kamu Anggap Aku Apa?
2 Bab 2. Party Yang Kacau
3 Bab 3. Apa Yang Terjadi?
4 Bab 4. Aku Mau pulang Papi
5 Bab 5. Kalian Harus Dinikahkan
6 Bab 6. Apa Aku Tidak Pantas?
7 Bab 7. Aku Akan Menikahimu
8 Bab 8. Kedatangan Papa dan Mama
9 Bab 9. Kejadian Tak Terduga
10 Bab 10. Sah
11 Pengumuman. Promosi karya
12 Bab 11. Bukan Jodohnya
13 Bab 12. Kewajiban Seorang Istri
14 Bab 13. Istri Yang Menyenangkan
15 Bab 14. Memikirkan Masa Depan
16 Bab 15. Beri Sedikit Waktu
17 Bab 16. Surat Misterius
18 Bab 17. Zafrina Dibuntuti
19 Bab 18. Zico Bertemu Anastasya
20 Bab 19. Rasa Penasaran
21 Bab 20. Queen & King
22 Bab 21. Zayana Diculik
23 Bab 22. Aksi Zayana
24 Bab 23. Tidak Akan Melepaskanmu
25 Bab 24. Makan Siang Spesial
26 Bab 25. Bicara Dari Hati
27 Bab 26. Obsesi
28 Bab 27. Penghianat
29 Bab 28. Mengatur Strategi
30 Bab 29. Dominic Pov
31 Bab 30. Mari Beraksi
32 Bab 31. Misi Penyelamatan
33 Bab 32. Kemenangan Mutlak
34 Bab 33. Terima Kasih
35 Bab 34. Janggal
36 Bab 35. Kenyataan
37 Bab 36. Zico Mulai Posesif
38 Bab 37. Sumpah Serapah
39 Bab 38. Taruhan
40 Bab 39. Bertemu Wanita Asing
41 Bab 40. Ke Apartemen Mama Dian
42 Bab 41. Membawa Alexa ke Rumah Sakit
43 Bab 42. Merajuk
44 Bab 43. Zafia, Calon Mafia?
45 Bab 44. Bukan Ide Buruk
46 Bab 45. Ke Rumah Sakit
47 Bab 46. Penasaran
48 Bab 47. Hamil?
49 Bab 48. Sidang Zafia
50 Bab 49. Petuah
51 Bab 50. Pagi Yang Indah
52 Bab 51. Karma untuk Rian
53 Bab 52. Bahagia
54 Bab 53. Berbelanja
55 Bab 54. Kabar
56 Bab 55. Harus Pulang
57 Bab 56. Curhatan Alexa
58 Bab 57. Kedatangan Anastasya
59 Bab 58. Zafrina menghilang
60 Bab 59. Kehilangan
61 Bab 60. Penyesalan Zico
62 Bab 61. Hadapi Masalahmu
63 Bab 62. Tidak Ada Yang Perlu Dimaafkan
64 Bab 63. Rapuh
65 Bab 64. Butuh di Dampingi
66 Bab 65. Kepedulian Keluarga
67 Bab 66. Kedatangan Raiden
68 Bab 67. Kedatangan Zafia
69 Bab 68. Perkenalan Zafia dan Raiden
70 Bab 69. Ada apa dengan Zafia?
71 Bab 70. Ada apa dengan Raiden?
72 Bab 71. Menjagamu
73 Bab 72. Bersikap Aneh
74 Bab 73. Aksi Zafia
75 Bab 74. Memberi Kepercayaan
76 Bab 75. Rencana Rian
77 Bab 76. Sisi Lain Rian Al Farez
78 Bab 77. Sekumpulan Badut
79 Bab 78. Kehebatan Zafia yang Tersembunyi
80 Bab 79. Pahlawan Kesiangan
81 Bab 80. Jangan Sakit
82 Bab 81. Pulang ke Indonesia
83 Bab 82. Tidur Dengan Mama
84 Bab 83. Kebahagiaan Zafrina
85 Bab 84. Membujuk Oma dan Opa
86 Bab 85. Masalah Di Butik
87 Bab 86. Bertemu Sahabat Lama
88 Bab 87. Menemani Makan
89 Bab 88. Selalu Salah
90 Bab 89. Di Rumah Sakit
91 Bab 90. Nasehat mama Dian
92 Bab 91. Menemui Zico Di Kantor
93 Bab 92. Manjanya Zafrina
94 Bab 93. Berkumpul
95 Bab 94. Pembicaraan Antar Kubu
96 Bab 95. Resepsi
97 Bab 96. Kontraksi
98 Bab 97. Minta Maaf
99 Bab 98. Syukuran
100 Bab 99. Lagi??
101 Bab 100. Pergi Periksa
102 Bab 101. Ulang Tahun Amanda
103 Final Part.
104 Karya Baru Telah Terbit
Episodes

Updated 104 Episodes

1
Bab 1. Kamu Anggap Aku Apa?
2
Bab 2. Party Yang Kacau
3
Bab 3. Apa Yang Terjadi?
4
Bab 4. Aku Mau pulang Papi
5
Bab 5. Kalian Harus Dinikahkan
6
Bab 6. Apa Aku Tidak Pantas?
7
Bab 7. Aku Akan Menikahimu
8
Bab 8. Kedatangan Papa dan Mama
9
Bab 9. Kejadian Tak Terduga
10
Bab 10. Sah
11
Pengumuman. Promosi karya
12
Bab 11. Bukan Jodohnya
13
Bab 12. Kewajiban Seorang Istri
14
Bab 13. Istri Yang Menyenangkan
15
Bab 14. Memikirkan Masa Depan
16
Bab 15. Beri Sedikit Waktu
17
Bab 16. Surat Misterius
18
Bab 17. Zafrina Dibuntuti
19
Bab 18. Zico Bertemu Anastasya
20
Bab 19. Rasa Penasaran
21
Bab 20. Queen & King
22
Bab 21. Zayana Diculik
23
Bab 22. Aksi Zayana
24
Bab 23. Tidak Akan Melepaskanmu
25
Bab 24. Makan Siang Spesial
26
Bab 25. Bicara Dari Hati
27
Bab 26. Obsesi
28
Bab 27. Penghianat
29
Bab 28. Mengatur Strategi
30
Bab 29. Dominic Pov
31
Bab 30. Mari Beraksi
32
Bab 31. Misi Penyelamatan
33
Bab 32. Kemenangan Mutlak
34
Bab 33. Terima Kasih
35
Bab 34. Janggal
36
Bab 35. Kenyataan
37
Bab 36. Zico Mulai Posesif
38
Bab 37. Sumpah Serapah
39
Bab 38. Taruhan
40
Bab 39. Bertemu Wanita Asing
41
Bab 40. Ke Apartemen Mama Dian
42
Bab 41. Membawa Alexa ke Rumah Sakit
43
Bab 42. Merajuk
44
Bab 43. Zafia, Calon Mafia?
45
Bab 44. Bukan Ide Buruk
46
Bab 45. Ke Rumah Sakit
47
Bab 46. Penasaran
48
Bab 47. Hamil?
49
Bab 48. Sidang Zafia
50
Bab 49. Petuah
51
Bab 50. Pagi Yang Indah
52
Bab 51. Karma untuk Rian
53
Bab 52. Bahagia
54
Bab 53. Berbelanja
55
Bab 54. Kabar
56
Bab 55. Harus Pulang
57
Bab 56. Curhatan Alexa
58
Bab 57. Kedatangan Anastasya
59
Bab 58. Zafrina menghilang
60
Bab 59. Kehilangan
61
Bab 60. Penyesalan Zico
62
Bab 61. Hadapi Masalahmu
63
Bab 62. Tidak Ada Yang Perlu Dimaafkan
64
Bab 63. Rapuh
65
Bab 64. Butuh di Dampingi
66
Bab 65. Kepedulian Keluarga
67
Bab 66. Kedatangan Raiden
68
Bab 67. Kedatangan Zafia
69
Bab 68. Perkenalan Zafia dan Raiden
70
Bab 69. Ada apa dengan Zafia?
71
Bab 70. Ada apa dengan Raiden?
72
Bab 71. Menjagamu
73
Bab 72. Bersikap Aneh
74
Bab 73. Aksi Zafia
75
Bab 74. Memberi Kepercayaan
76
Bab 75. Rencana Rian
77
Bab 76. Sisi Lain Rian Al Farez
78
Bab 77. Sekumpulan Badut
79
Bab 78. Kehebatan Zafia yang Tersembunyi
80
Bab 79. Pahlawan Kesiangan
81
Bab 80. Jangan Sakit
82
Bab 81. Pulang ke Indonesia
83
Bab 82. Tidur Dengan Mama
84
Bab 83. Kebahagiaan Zafrina
85
Bab 84. Membujuk Oma dan Opa
86
Bab 85. Masalah Di Butik
87
Bab 86. Bertemu Sahabat Lama
88
Bab 87. Menemani Makan
89
Bab 88. Selalu Salah
90
Bab 89. Di Rumah Sakit
91
Bab 90. Nasehat mama Dian
92
Bab 91. Menemui Zico Di Kantor
93
Bab 92. Manjanya Zafrina
94
Bab 93. Berkumpul
95
Bab 94. Pembicaraan Antar Kubu
96
Bab 95. Resepsi
97
Bab 96. Kontraksi
98
Bab 97. Minta Maaf
99
Bab 98. Syukuran
100
Bab 99. Lagi??
101
Bab 100. Pergi Periksa
102
Bab 101. Ulang Tahun Amanda
103
Final Part.
104
Karya Baru Telah Terbit

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!