Bab 9. Kejadian Tak Terduga

******

Zafrina masih terisak di pelukan Dian hingga membuat alis Gerry terangkat tinggi. Kini kedua keluarga sudah berkumpul di ruang keluarga milik mansion Rian.

"Sebenarnya ada apa ini? apa yang terjadi?" tanya Gerry datar. Rian sudah ketar-ketir. Bukannya takut yang bagaimana tapi takut jika Gerry akan mencabut ijin bertemu putrinya.

Dian menatap Gerry tajam lalu menggelengkan kepalanya. Velia dan Rian duduk berhadapan dengan Dian sementara Gerry dan Zafa ada di samping Dian namun berada di sofa yang lain.

"Inna, Sayang, apa yang terjadi padamu?"

"Papi, jahat sama aku, Mah." Rian terbelalak kaget begitu juga dengan yang lainnya. Kini semua mata mengarah pada Rian. Tatapan tajam Gerry membuat ayah tiga anak itu susah menelan salivanya.

"Begini.... "

"Papi menyuruhku dan Zi menikah, Papa." Zafrina langsung memotong ucapan Rian, Gerry semakin tajam mengunci Rian. Sontak wajah Rian semakin pucat pasi.

"A-apa...? tapi kenapa sayang?" Dian melirik Rian, sorot matanya menandakan ketidaksukaan pada suami pertamanya itu.

"Sayang, biar papi menjelaskan dulu pada papa dan mamamu."

Marvel sejak tadi menatap Zafrina dengan tatapan yang sulit diartikan. Apalagi mendengar saat Zafrina berkata menikah. Rasanya seperti ada bunyi sesuatu yang patah dari dalam dadanya.

"Penjelasan apa? apa ada yang tidak kami ketahui selama ini?" tanya Gerry gusar.

"Pah, papa dengarkan dulu, biar uncle cerita dulu."

Gerry lalu menatap Zafa, pemuda itu memilih membuang wajahnya karena tidak berani membalas tatapan mata papanya.

"Apa kamu juga mengetahui sesuatu yang tidak kami ketahui, Zafa?"

"Ehem.. biarkan aku bicara dulu. Kalian diamlah!" ujar Rian kesal. Gerry dan Zafa seketika terdiam. Dian hanya geleng kepala melihat tingkah suaminya. Zafrina menggigit bibir bawahnya tanpa berani melirik papinya.

"Jadi begini, dua hari yang lalu, putri kita ini pergi ke klub seperti biasa yang kita ketahui, klub selalu identik dengan alkohol."

"Langsung saja ke intinya, kamu terlalu bertele-tele," ujar Gerry.

"Putri kita hampir jadi korban kejahilan temannya, beruntunnya Zico bisa dengan cepat menyelamatkannya. Dan lagi kemarin dia sempat masuk rumah sakit karena ternyata dia alergi dengan komposisi obat perang*sang yang tercampur alkohol.

Dian seketika mengurai pelukannya dan menatap sendu putrinya. Namun tak berselang lama dia kembali memeluk Zafrina. Rasanya dia benar-benar tidak akan sanggup jika sampai sesuatu yang buruk menimpa salah satu anaknya.

"Kita pulang saja ke Indonesia, Sayang. Jangan di sini. Mama tidak akan sanggup jika terjadi sesuatu yang buruk sama kamu," ujar Dian terisak.

"Tidak bisa, dia tidak akan pulang sebelum menyelesaikan masalah yang lainnya." Rian tiba-tiba menyahut disaat momen penuh keharuan itu.

"Kenapa tidak bisa? kamu tidak becus menjaga putriku. Aku akan membawanya pulang," sahut Gerry.

"Dia tidak bisa pulang, sebelum menikah dengan Zico." Velia sejak tadi hanya diam tidak berani bersuara. Dia hanya menjadi penonton saja.

"Pernikahan bukan sesuatu yang bisa dipaksakan." Suara Gerry kembali meninggi.

"Papi, Inna mohon." Zafrina menggelengkan kepalanya. Dia takut kondisi mamanya akan drop.

"Uncle.... " Zafa menggelengkan kepalanya.

"Apa ada hal lain lagi yang tidak kami ketahui?" tanya Gerry. Suaranya melemah saat melihat wajah pucat istrinya.

"Zafrina kemarin.... "

"Papi, cukup!! kalau papi masih terus berbicara. Ina sendiri yang akan pastikan kalau seterusnya Inna akan pergi dan tidak akan mau kenal dengan papi." Zafrina tidak tahu lagi apa yang harus dia perbuat untuk menghentikan pembicaraan ini selain mengancam papinya.

Namun tanpa di duga oleh gadis itu Zico dan papanya datang ke sana. Keduanya langsung bergabung dan ikut dalam pembicaraan serius itu.

"Maaf uncle, maaf aunty. Awalnya aku ke sini ingin bicara pada uncle Rian. Tapi berhubung kalian di sini, Zico sekalian meminta restu kalian dengan sangat, aku menginginkan Zafrina untuk menjadi istriku."

"Zi... " Zafrina mendelik kesal.

"Kenapa? apa kamu tidak mau menikah denganku?"

"Tunggu dulu, aku sebenarnya masih tidak mengerti kenapa ini seperti terlalu dipaksakan. Apa ada yang terlewatkan?" Gerry mengernyit bingung.

"Tidak ada, Pah." Zafrina menyahut.

"Zafa... apa kamu tahu sesuatu yang tidak kami ketahui?"

Zafa kembali melirik ke arah Rian. Dia tidak menyangka suasananya akan semakin kacau. Jika tahu akan seperti ini akhirnya dia akan memilih untuk tidak ikut campur masalah percintaan adiknya.

"Karena Inna dan Zico kedapatan tidur bersama kemarin," jawab Rian cepat. Namun jawaban itu justru membuat suasana semakin kacau. Dian terengah-engah menyentuh dada kirinya. Apa yang dia pikirkan terlalu jauh pikiran buruknya membuat kondisinya langsung drop. Dian pun akhirnya jatuh pingsan.

"Mama.... " Pekik Zafrina. Semua menoleh ke arah Zafrina dan Dian. Gerry langsung berdiri dan mengangkat tubuh istrinya.

"Marvel, kita ke rumah sakit sekarang," teriak Gerry seraya mengangkat tubuh Dian. Gerry tidak bisa memikirkan apapun, saat ini yang ada di pikirannya hanya kondisi Dian. Zafa mengikuti papanya. Dia pun juga mengkhawatirkan kondisi mamanya saat ini.

"Papa, mama.... " Zafrina menangis menutup kedua wajahnya. Zico langsung memeluk Zafrina.

"Ayo, kita harus mengikuti papa kamu." Zafrina membuka tangannya dan mengangguk. Keduanya berjalan bergandengan meninggalkan papi Rian, mami Velia dan Leo.

"Honey, kamu sepertinya sudah keterlaluan. Ibu mana yang bisa terima mendengar putrinya tidur dengan seorang laki-laki. Meskipun sebenarnya mereka tidak melakukan apa-apa, tapi kata tidur bersama itu sudah mengarah ke perbuatan yang tidak baik," tutur Velia. Rian hanya menunduk saja. Tidak terbesit sedikit pun pikiran ke arah sana.

"Ayo kita susul mereka. Tanyakan pada Zafa mereka di rumah sakit mana," sambung Velia. Wanita cantik itu meninggalkan suaminya yang termenung. Leo hanya diam, dia sendiri pun tidak tahu harus berbuat apa dan tidak memiliki solusi atas kejadian yang terjadi barusan.

Gerry tiba di rumah sakit terdekat. Seorang perawat laki-laki membantu mendorong brankar, dengan cekatan, pemuda itu membantu Gerry membetulkan posisi Dian. Sembari berjalan mengikuti brankar Dian, Gerry menceritakan kondisi Dian.

"Kami akan menanganinya, semoga nyonya baik-baik saja." Gerry terduduk di kursi dengan wajah lesu. Zafa duduk di samping papanya dengan raut wajah menyesal.

"Papa... " Zafa memberanikan diri berbicara pada Gerry.

"Ada apa?" meskipun sedikit kecewa tapi dia tidak bisa mengabaikan putranya begitu saja.

"Maafkan Zafa, Pah. Zafa bukan menutup-nutupi masalah ini Tapi ini yang Zafa takutkan. Mama akan drop mendengar apa yang terjadi pada Zafrina di sini.".

"Setidaknya beritahu papa, papa pasti akan berusaha membantu kamu dan uncle Rian untuk menyampaikannya pada mama kalian."

Zafa seketika langsung menunduk semakin menyadari kesalahannya. Gerry tersenyum tipis dia benar-benar tidak bisa memarahi putranya. Pada akhirnya Gerry hanya menepuk bahu Zafa.

"Do'akan yang terbaik untuk mama kamu."

🌹🌹🌹🌹🌹🌹

Hai guys author mau promosikan karya dari teman author neh. Di jamin kalian dibikin ikut dag dig dug bacanya.

**Judul : Dendam

Karya : nazwa talita

Setelah disiksa, dikhianati, dan dibuang di suatu tempat dalam keadaan tak bernyawa, Gendis bertekad mengubah takdir demi membalas dendam pada Arga Demian, pria tampan berhati iblis yang pernah menjadi kekasih rahasianya.

Akankah Gendis berhasil membalaskan dendam dan sakit hati pada pria yang selama ini terus bersemayam di hatinya? Ataukah dia justru kembali terjebak dan terjerat pada pesona Arga Demian dan kembali menjatuhkan hatinya pada pria itu**?

Terpopuler

Comments

Femmy Femmy

Femmy Femmy

keadaan genting😁

2024-08-07

1

Femmy Femmy

Femmy Femmy

Rian g bisa.berkutik🤣

2024-08-07

0

Femmy Femmy

Femmy Femmy

wahh Rian terima saja hukuman mu🤣

2024-08-07

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Kamu Anggap Aku Apa?
2 Bab 2. Party Yang Kacau
3 Bab 3. Apa Yang Terjadi?
4 Bab 4. Aku Mau pulang Papi
5 Bab 5. Kalian Harus Dinikahkan
6 Bab 6. Apa Aku Tidak Pantas?
7 Bab 7. Aku Akan Menikahimu
8 Bab 8. Kedatangan Papa dan Mama
9 Bab 9. Kejadian Tak Terduga
10 Bab 10. Sah
11 Pengumuman. Promosi karya
12 Bab 11. Bukan Jodohnya
13 Bab 12. Kewajiban Seorang Istri
14 Bab 13. Istri Yang Menyenangkan
15 Bab 14. Memikirkan Masa Depan
16 Bab 15. Beri Sedikit Waktu
17 Bab 16. Surat Misterius
18 Bab 17. Zafrina Dibuntuti
19 Bab 18. Zico Bertemu Anastasya
20 Bab 19. Rasa Penasaran
21 Bab 20. Queen & King
22 Bab 21. Zayana Diculik
23 Bab 22. Aksi Zayana
24 Bab 23. Tidak Akan Melepaskanmu
25 Bab 24. Makan Siang Spesial
26 Bab 25. Bicara Dari Hati
27 Bab 26. Obsesi
28 Bab 27. Penghianat
29 Bab 28. Mengatur Strategi
30 Bab 29. Dominic Pov
31 Bab 30. Mari Beraksi
32 Bab 31. Misi Penyelamatan
33 Bab 32. Kemenangan Mutlak
34 Bab 33. Terima Kasih
35 Bab 34. Janggal
36 Bab 35. Kenyataan
37 Bab 36. Zico Mulai Posesif
38 Bab 37. Sumpah Serapah
39 Bab 38. Taruhan
40 Bab 39. Bertemu Wanita Asing
41 Bab 40. Ke Apartemen Mama Dian
42 Bab 41. Membawa Alexa ke Rumah Sakit
43 Bab 42. Merajuk
44 Bab 43. Zafia, Calon Mafia?
45 Bab 44. Bukan Ide Buruk
46 Bab 45. Ke Rumah Sakit
47 Bab 46. Penasaran
48 Bab 47. Hamil?
49 Bab 48. Sidang Zafia
50 Bab 49. Petuah
51 Bab 50. Pagi Yang Indah
52 Bab 51. Karma untuk Rian
53 Bab 52. Bahagia
54 Bab 53. Berbelanja
55 Bab 54. Kabar
56 Bab 55. Harus Pulang
57 Bab 56. Curhatan Alexa
58 Bab 57. Kedatangan Anastasya
59 Bab 58. Zafrina menghilang
60 Bab 59. Kehilangan
61 Bab 60. Penyesalan Zico
62 Bab 61. Hadapi Masalahmu
63 Bab 62. Tidak Ada Yang Perlu Dimaafkan
64 Bab 63. Rapuh
65 Bab 64. Butuh di Dampingi
66 Bab 65. Kepedulian Keluarga
67 Bab 66. Kedatangan Raiden
68 Bab 67. Kedatangan Zafia
69 Bab 68. Perkenalan Zafia dan Raiden
70 Bab 69. Ada apa dengan Zafia?
71 Bab 70. Ada apa dengan Raiden?
72 Bab 71. Menjagamu
73 Bab 72. Bersikap Aneh
74 Bab 73. Aksi Zafia
75 Bab 74. Memberi Kepercayaan
76 Bab 75. Rencana Rian
77 Bab 76. Sisi Lain Rian Al Farez
78 Bab 77. Sekumpulan Badut
79 Bab 78. Kehebatan Zafia yang Tersembunyi
80 Bab 79. Pahlawan Kesiangan
81 Bab 80. Jangan Sakit
82 Bab 81. Pulang ke Indonesia
83 Bab 82. Tidur Dengan Mama
84 Bab 83. Kebahagiaan Zafrina
85 Bab 84. Membujuk Oma dan Opa
86 Bab 85. Masalah Di Butik
87 Bab 86. Bertemu Sahabat Lama
88 Bab 87. Menemani Makan
89 Bab 88. Selalu Salah
90 Bab 89. Di Rumah Sakit
91 Bab 90. Nasehat mama Dian
92 Bab 91. Menemui Zico Di Kantor
93 Bab 92. Manjanya Zafrina
94 Bab 93. Berkumpul
95 Bab 94. Pembicaraan Antar Kubu
96 Bab 95. Resepsi
97 Bab 96. Kontraksi
98 Bab 97. Minta Maaf
99 Bab 98. Syukuran
100 Bab 99. Lagi??
101 Bab 100. Pergi Periksa
102 Bab 101. Ulang Tahun Amanda
103 Final Part.
104 Karya Baru Telah Terbit
Episodes

Updated 104 Episodes

1
Bab 1. Kamu Anggap Aku Apa?
2
Bab 2. Party Yang Kacau
3
Bab 3. Apa Yang Terjadi?
4
Bab 4. Aku Mau pulang Papi
5
Bab 5. Kalian Harus Dinikahkan
6
Bab 6. Apa Aku Tidak Pantas?
7
Bab 7. Aku Akan Menikahimu
8
Bab 8. Kedatangan Papa dan Mama
9
Bab 9. Kejadian Tak Terduga
10
Bab 10. Sah
11
Pengumuman. Promosi karya
12
Bab 11. Bukan Jodohnya
13
Bab 12. Kewajiban Seorang Istri
14
Bab 13. Istri Yang Menyenangkan
15
Bab 14. Memikirkan Masa Depan
16
Bab 15. Beri Sedikit Waktu
17
Bab 16. Surat Misterius
18
Bab 17. Zafrina Dibuntuti
19
Bab 18. Zico Bertemu Anastasya
20
Bab 19. Rasa Penasaran
21
Bab 20. Queen & King
22
Bab 21. Zayana Diculik
23
Bab 22. Aksi Zayana
24
Bab 23. Tidak Akan Melepaskanmu
25
Bab 24. Makan Siang Spesial
26
Bab 25. Bicara Dari Hati
27
Bab 26. Obsesi
28
Bab 27. Penghianat
29
Bab 28. Mengatur Strategi
30
Bab 29. Dominic Pov
31
Bab 30. Mari Beraksi
32
Bab 31. Misi Penyelamatan
33
Bab 32. Kemenangan Mutlak
34
Bab 33. Terima Kasih
35
Bab 34. Janggal
36
Bab 35. Kenyataan
37
Bab 36. Zico Mulai Posesif
38
Bab 37. Sumpah Serapah
39
Bab 38. Taruhan
40
Bab 39. Bertemu Wanita Asing
41
Bab 40. Ke Apartemen Mama Dian
42
Bab 41. Membawa Alexa ke Rumah Sakit
43
Bab 42. Merajuk
44
Bab 43. Zafia, Calon Mafia?
45
Bab 44. Bukan Ide Buruk
46
Bab 45. Ke Rumah Sakit
47
Bab 46. Penasaran
48
Bab 47. Hamil?
49
Bab 48. Sidang Zafia
50
Bab 49. Petuah
51
Bab 50. Pagi Yang Indah
52
Bab 51. Karma untuk Rian
53
Bab 52. Bahagia
54
Bab 53. Berbelanja
55
Bab 54. Kabar
56
Bab 55. Harus Pulang
57
Bab 56. Curhatan Alexa
58
Bab 57. Kedatangan Anastasya
59
Bab 58. Zafrina menghilang
60
Bab 59. Kehilangan
61
Bab 60. Penyesalan Zico
62
Bab 61. Hadapi Masalahmu
63
Bab 62. Tidak Ada Yang Perlu Dimaafkan
64
Bab 63. Rapuh
65
Bab 64. Butuh di Dampingi
66
Bab 65. Kepedulian Keluarga
67
Bab 66. Kedatangan Raiden
68
Bab 67. Kedatangan Zafia
69
Bab 68. Perkenalan Zafia dan Raiden
70
Bab 69. Ada apa dengan Zafia?
71
Bab 70. Ada apa dengan Raiden?
72
Bab 71. Menjagamu
73
Bab 72. Bersikap Aneh
74
Bab 73. Aksi Zafia
75
Bab 74. Memberi Kepercayaan
76
Bab 75. Rencana Rian
77
Bab 76. Sisi Lain Rian Al Farez
78
Bab 77. Sekumpulan Badut
79
Bab 78. Kehebatan Zafia yang Tersembunyi
80
Bab 79. Pahlawan Kesiangan
81
Bab 80. Jangan Sakit
82
Bab 81. Pulang ke Indonesia
83
Bab 82. Tidur Dengan Mama
84
Bab 83. Kebahagiaan Zafrina
85
Bab 84. Membujuk Oma dan Opa
86
Bab 85. Masalah Di Butik
87
Bab 86. Bertemu Sahabat Lama
88
Bab 87. Menemani Makan
89
Bab 88. Selalu Salah
90
Bab 89. Di Rumah Sakit
91
Bab 90. Nasehat mama Dian
92
Bab 91. Menemui Zico Di Kantor
93
Bab 92. Manjanya Zafrina
94
Bab 93. Berkumpul
95
Bab 94. Pembicaraan Antar Kubu
96
Bab 95. Resepsi
97
Bab 96. Kontraksi
98
Bab 97. Minta Maaf
99
Bab 98. Syukuran
100
Bab 99. Lagi??
101
Bab 100. Pergi Periksa
102
Bab 101. Ulang Tahun Amanda
103
Final Part.
104
Karya Baru Telah Terbit

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!