Bab 6. Apa Aku Tidak Pantas?

******

"Ini tidak boleh terjadi. Kalian sudah melanggar kode etik persahabatan. Kalian harus segera dinikahkan," ujar papa Leo lagi.

JEDER!!

Bak tersambar petir, Zafrina seketika mengangkat wajahnya. Matanya seketika berembun. Ia merasa tak melakukan apapun yang menyimpang. Zafrina melempar tatapan matanya pada papi-nya, namun seolah mengikuti permainan Leo, Rian justru membuang wajah. Dia tidak tega melihat putri nya yang merasa tertekan. Tapi dia tahu perasaan Zafrina pada Zico seperti apa."

"Papi... "

"Benar kata uncle Leo, Sayang. Kamu harus menikah dengan Zico."

"Tapi kenapa, Papi?"

"Sayang, mengertilah posisi papi sekarang ini. Jika kejadian ini sampai diketahui papa dan mamamu bisa saja mereka mencabut ijin papi untuk merawat dan bertemu kamu." Zafrina terdiam sesaat. Wajahnya bahkan tak berani menoleh kearah Zico, yang bersandar pasrah tanpa ada niatan untuk menyangkal permintaan konyol kedua pria paruh baya di hadapannya itu.

"Papi, Inna bersumpah kalau Inna dan Zi tidak melakukan apapun." Zafrina memijit pelipisnya yang terasa berdenyut.

"Mau bagaimana pun, kalian tetap harus menikah," pungkas Rian final tak ingin dibantah. Kejadian ini seperti sebuah jalan agar Zico dan putrinya bisa bersatu.

Zafrina memejamkan matanya perlahan. Sungguh lelah dengan drama baru yang dibuat oleh papinya dan uncle Leo. Kepalanya semakin terasa berdenyut sakit. Dia bangkit berdiri dan lalu menoleh ke arah dua pria paruh baya itu.

"Inna akan bicara pada papa Gerry mengenai ini, tapi jangan salahkan Inna kalau papi sampai kehilangan hak bertemu denganku." Rian membulatkan mata tak percaya, gadis kecilnya berani mengancamnya. Namun belum sempat membalas ucapan putrinya, Zafrina berdiri.

Gadis itu berjalan gontai melewati Zico yang masih diam tanpa kata. Namun saat kakinya melangkah di sisi sofa tangan Zico menahan Zafrina.

"Apakah aku terlalu tidak pantas untuk kamu pertimbangkan?" Zafrina menatap pergelangan tangannya yang dicekal oleh Zico. Wajahnya terangkat menatap lekat mata Zico.

Zafrina tersenyum lemah. Jujur saja, dia akan sangat senang jika menikah dengan Zico. Tapi tidak dengan jalur pemaksaan seperti ini. Ini lebih kepada dirinya dituduh berbuat sesuatu yang tidak dia lakukan tapi harus mengakui jika dirinya bersalah.

"Kamu pikirkan saja dulu matang-matang. Jangan gegabah mengambil keputusan, Zi. Ini bukan perkara layak atau tidak. Ini menyangkut masa depan kita berdua dan sebuah ikatan suci. Aku hanya ingin menikah dan punya pasangan sekali dalam seumur hidup."

Zafrina menepis cengkeraman Zico dengan tangan kirinya lembut. lalu ia melenggang pergi dari ruang kerja Leo. Rian dan Leo hanya saling pandang. Jujur Rian sendiri sekarang jadi bimbang dengan rencananya saat melihat wajah putus asa putri kesayangannya.

Zico terdiam sambil mengusap wajahnya kasar. Dia lalu melirik papi Rian dan juga papanya. Seketika Zico memantapkan langkahnya untuk mengejar Zafrina. Ia tidak akan diam lagi. Akan dia buat Zafrina mau menerima pernikahan ini.

Zafrina sudah berada di ambang pintu, saat Zico menarik bahu Zafrina hingga tubuh gadis itu berputar dan membentur dadanya. Gadis itu terkejut dengan perlakuan Zico. Tak sampai di sana saja Zico tiba-tiba mengangkat dagu Zafrina dan mencium bibir gadis itu. Ciuman Zico terasa begitu lembut di bibir Zafrina. Tanpa sadar Zafrina memejamkan matanya dan mengalungkan tangannya di leher Zico.

Keduanya seakan lupa daratan saling memagut tanpa mempedulikan dua pria paruh baya yang mematung di depan pintu ruang kerja papa Zico.

Rian mengepalkan tangannya, ia hendak mendekati Zico. Menurutnya Zico sudah kurang ajar berani mencium putri kesayangannya. Tapi Leo buru-buru menahan tangan Rian.

"Kau seperti tumbuh di hutan saja. Ini negara barat, hal itu lumrah. Bahkan tingkahmu dulu lebih parah dari putraku 'kan?" tegur Leo saat Rian sudah hampir melangkah mendekati Zico dan Zafrina.

Zico menarik wajahnya, sesaat semburat merah menghiasi wajah Zafrina, gadis itu menunduk malu tapi jelas-jelas tidak ada penolakan darinya.

"Kenapa wajahmu kamu sembunyikan?" Zico berusaha mengangkat dagu Zafrina tapi kemesraan itu harus terhenti karena jiwa posesif Rian meronta-ronta. Rian menarik putrinya dan menyembunyikan Zafrina dibelakang tubuhnya.

"Beritahu dulu keputusanmu. Jangan asal mencium putriku."

"Papi.... "

"Diam, Inna. Ini urusan antar lelaki." Zafrina menatap Zico, pria itu masih bersikap tenang tanpa merasa terimidasi.

"Aku yakin Uncle pasti tahu jawabannya."

"Aku butuh kepastian bukannya tebak-tebakan denganmu," sarkas Rian.

"Aku akan menikahi Inna, ada tidaknya masalah hari ini, aku memang berniat untuk melamarnya. Karena aku tidak bisa jauh darinya."

Zafrina yang mendengar setiap kata yang keluar dari bibir Zico menutup mulutnya. Rasa haru tiba-tiba menyeruak memenuhi rongga hatinya, Zafrina seketika melupakan drama yang baru saja terjadi di ruang kerja papa Zico. Ia kini sudah berlinang air mata. Karena Papi Zafrina diam dan tidak memberi respon ucapannya, Zico kini dengan berani menarik tangan Zafrina hingga Zafrina bergeser ke depan.

"Aku tidak tahu apa keputusan yang aku ambil ini benar atau salah, yang aku tahu, aku tidak ingin kehilanganmu, Inna. Jangan pernah pergi dariku," tutur Zico lembut sambil menggenggam jemari Zafrina.

"Pikirkan saja dulu, Jangan terburu-buru, Zi. Aku bisa mengatakan pada mama dan papa. Kita tidak akan dipaksa menikah.

"Aku akan lebih kecewa lagi jika kamu sampai dimiliki oleh orang lain seperti kata papi-mu.

Air mata Zafrina semakin deras mengalir, Zico mengusapnya lembut dan perlahan. Senyum tipis tergambar di bibir Zico. Tapi lagi-lagi Rian menghancurkan momen indah itu. Dia menarik Zafrina lagi.

"Masih ada satu hal lagi yang harus kamu lakukan."

"Apa lagi, Uncle?"

"Kamu belum meminta restu kakak Zafrina dan papanya. Jika kamu memang benar-benar serius temui mereka."

"Baiklah, Uncle, aku akan menemui mereka nanti."

Leo geleng kepala. Dia tak menyangka dengan cepat putranya akan menyanggupi permintaan konyolnya dan Rian tanpa berpikir panjang. Ia semakin yakin jika putranya sungguh mencintai sahabatnya itu.

Rian membawa pulang Zafrina. tanpa berpamitan pada Leo maupun Zico sebagai tuan rumah. Kini papi Rian dan Zafrina sudah duduk di mobil. Rian menyetir mobilnya sambil berdiam diri, Tadinya dia sudah yakin ingin menjodohkan anaknya dan Zico. Tapi sekarang dirinya yang jadi tidak suka karena Zafrina sepertinya sangat mencintai Zico. Bukankah dengan nanti menikahkan Zafrina sama saja dia kehilangan cinta dari putrinya.

"Apa yang sedang papi pikirkan?"

"Inna, jika kamu keberatan dengan pernikahan itu, katakan saja pada papi, maka papi akan batalkan," Zafrina justru terkekeh mendengar ucapan Rian. Ia tahu kemana arah pembicaraan itu selanjutnya. mengenai kekhawatiran terbesar papinya.

"Papi kenapa jadi labil begini?"

"Bukan begitu. Papi hanya ingin yang terbaik untuk kamu."

"Asal papi tahu, rasa sayang dan cinta Inna pada papi lebih besar sedikit dari pada rasa sayang dan rasa cintaku untuk Zico."

"Hei, kenapa sedikit? papi maunya banyak."

"Tentu saja hanya sedikit, karena papi harus berbagi dengan kakak dan papa Gerry."

Rian mendengus kesal. Selalu saja seperti itu jawaban putrinya. Tapi dia senang karena Zafrina terlihat sudah segar tidak seperti semalam, meskipun wajahnya masih terlihat sembab tapi raut kebahagiaan terpancar di wajah putrinya.

🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹

Tsay... jangan lupa birukan jempolnya, kasih komen dan Vote kalian gift juga boleh. Terima kasih untuk kalian yang sudah setia menemani author dari awal. Love kalian semua 🥰🥰

Terpopuler

Comments

Femmy Femmy

Femmy Femmy

akhirnya beteluan akan dinikahkan😃

2024-08-06

1

Femmy Femmy

Femmy Femmy

kejadiannya seperti papi Rian dan mami Veli yang di ketangkap warga🤣

2024-08-06

0

Muawanah

Muawanah

hmmm....
next bc aahhh...dah aku ksh secangkir ☕ nieh kak

2023-09-15

2

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Kamu Anggap Aku Apa?
2 Bab 2. Party Yang Kacau
3 Bab 3. Apa Yang Terjadi?
4 Bab 4. Aku Mau pulang Papi
5 Bab 5. Kalian Harus Dinikahkan
6 Bab 6. Apa Aku Tidak Pantas?
7 Bab 7. Aku Akan Menikahimu
8 Bab 8. Kedatangan Papa dan Mama
9 Bab 9. Kejadian Tak Terduga
10 Bab 10. Sah
11 Pengumuman. Promosi karya
12 Bab 11. Bukan Jodohnya
13 Bab 12. Kewajiban Seorang Istri
14 Bab 13. Istri Yang Menyenangkan
15 Bab 14. Memikirkan Masa Depan
16 Bab 15. Beri Sedikit Waktu
17 Bab 16. Surat Misterius
18 Bab 17. Zafrina Dibuntuti
19 Bab 18. Zico Bertemu Anastasya
20 Bab 19. Rasa Penasaran
21 Bab 20. Queen & King
22 Bab 21. Zayana Diculik
23 Bab 22. Aksi Zayana
24 Bab 23. Tidak Akan Melepaskanmu
25 Bab 24. Makan Siang Spesial
26 Bab 25. Bicara Dari Hati
27 Bab 26. Obsesi
28 Bab 27. Penghianat
29 Bab 28. Mengatur Strategi
30 Bab 29. Dominic Pov
31 Bab 30. Mari Beraksi
32 Bab 31. Misi Penyelamatan
33 Bab 32. Kemenangan Mutlak
34 Bab 33. Terima Kasih
35 Bab 34. Janggal
36 Bab 35. Kenyataan
37 Bab 36. Zico Mulai Posesif
38 Bab 37. Sumpah Serapah
39 Bab 38. Taruhan
40 Bab 39. Bertemu Wanita Asing
41 Bab 40. Ke Apartemen Mama Dian
42 Bab 41. Membawa Alexa ke Rumah Sakit
43 Bab 42. Merajuk
44 Bab 43. Zafia, Calon Mafia?
45 Bab 44. Bukan Ide Buruk
46 Bab 45. Ke Rumah Sakit
47 Bab 46. Penasaran
48 Bab 47. Hamil?
49 Bab 48. Sidang Zafia
50 Bab 49. Petuah
51 Bab 50. Pagi Yang Indah
52 Bab 51. Karma untuk Rian
53 Bab 52. Bahagia
54 Bab 53. Berbelanja
55 Bab 54. Kabar
56 Bab 55. Harus Pulang
57 Bab 56. Curhatan Alexa
58 Bab 57. Kedatangan Anastasya
59 Bab 58. Zafrina menghilang
60 Bab 59. Kehilangan
61 Bab 60. Penyesalan Zico
62 Bab 61. Hadapi Masalahmu
63 Bab 62. Tidak Ada Yang Perlu Dimaafkan
64 Bab 63. Rapuh
65 Bab 64. Butuh di Dampingi
66 Bab 65. Kepedulian Keluarga
67 Bab 66. Kedatangan Raiden
68 Bab 67. Kedatangan Zafia
69 Bab 68. Perkenalan Zafia dan Raiden
70 Bab 69. Ada apa dengan Zafia?
71 Bab 70. Ada apa dengan Raiden?
72 Bab 71. Menjagamu
73 Bab 72. Bersikap Aneh
74 Bab 73. Aksi Zafia
75 Bab 74. Memberi Kepercayaan
76 Bab 75. Rencana Rian
77 Bab 76. Sisi Lain Rian Al Farez
78 Bab 77. Sekumpulan Badut
79 Bab 78. Kehebatan Zafia yang Tersembunyi
80 Bab 79. Pahlawan Kesiangan
81 Bab 80. Jangan Sakit
82 Bab 81. Pulang ke Indonesia
83 Bab 82. Tidur Dengan Mama
84 Bab 83. Kebahagiaan Zafrina
85 Bab 84. Membujuk Oma dan Opa
86 Bab 85. Masalah Di Butik
87 Bab 86. Bertemu Sahabat Lama
88 Bab 87. Menemani Makan
89 Bab 88. Selalu Salah
90 Bab 89. Di Rumah Sakit
91 Bab 90. Nasehat mama Dian
92 Bab 91. Menemui Zico Di Kantor
93 Bab 92. Manjanya Zafrina
94 Bab 93. Berkumpul
95 Bab 94. Pembicaraan Antar Kubu
96 Bab 95. Resepsi
97 Bab 96. Kontraksi
98 Bab 97. Minta Maaf
99 Bab 98. Syukuran
100 Bab 99. Lagi??
101 Bab 100. Pergi Periksa
102 Bab 101. Ulang Tahun Amanda
103 Final Part.
104 Karya Baru Telah Terbit
Episodes

Updated 104 Episodes

1
Bab 1. Kamu Anggap Aku Apa?
2
Bab 2. Party Yang Kacau
3
Bab 3. Apa Yang Terjadi?
4
Bab 4. Aku Mau pulang Papi
5
Bab 5. Kalian Harus Dinikahkan
6
Bab 6. Apa Aku Tidak Pantas?
7
Bab 7. Aku Akan Menikahimu
8
Bab 8. Kedatangan Papa dan Mama
9
Bab 9. Kejadian Tak Terduga
10
Bab 10. Sah
11
Pengumuman. Promosi karya
12
Bab 11. Bukan Jodohnya
13
Bab 12. Kewajiban Seorang Istri
14
Bab 13. Istri Yang Menyenangkan
15
Bab 14. Memikirkan Masa Depan
16
Bab 15. Beri Sedikit Waktu
17
Bab 16. Surat Misterius
18
Bab 17. Zafrina Dibuntuti
19
Bab 18. Zico Bertemu Anastasya
20
Bab 19. Rasa Penasaran
21
Bab 20. Queen & King
22
Bab 21. Zayana Diculik
23
Bab 22. Aksi Zayana
24
Bab 23. Tidak Akan Melepaskanmu
25
Bab 24. Makan Siang Spesial
26
Bab 25. Bicara Dari Hati
27
Bab 26. Obsesi
28
Bab 27. Penghianat
29
Bab 28. Mengatur Strategi
30
Bab 29. Dominic Pov
31
Bab 30. Mari Beraksi
32
Bab 31. Misi Penyelamatan
33
Bab 32. Kemenangan Mutlak
34
Bab 33. Terima Kasih
35
Bab 34. Janggal
36
Bab 35. Kenyataan
37
Bab 36. Zico Mulai Posesif
38
Bab 37. Sumpah Serapah
39
Bab 38. Taruhan
40
Bab 39. Bertemu Wanita Asing
41
Bab 40. Ke Apartemen Mama Dian
42
Bab 41. Membawa Alexa ke Rumah Sakit
43
Bab 42. Merajuk
44
Bab 43. Zafia, Calon Mafia?
45
Bab 44. Bukan Ide Buruk
46
Bab 45. Ke Rumah Sakit
47
Bab 46. Penasaran
48
Bab 47. Hamil?
49
Bab 48. Sidang Zafia
50
Bab 49. Petuah
51
Bab 50. Pagi Yang Indah
52
Bab 51. Karma untuk Rian
53
Bab 52. Bahagia
54
Bab 53. Berbelanja
55
Bab 54. Kabar
56
Bab 55. Harus Pulang
57
Bab 56. Curhatan Alexa
58
Bab 57. Kedatangan Anastasya
59
Bab 58. Zafrina menghilang
60
Bab 59. Kehilangan
61
Bab 60. Penyesalan Zico
62
Bab 61. Hadapi Masalahmu
63
Bab 62. Tidak Ada Yang Perlu Dimaafkan
64
Bab 63. Rapuh
65
Bab 64. Butuh di Dampingi
66
Bab 65. Kepedulian Keluarga
67
Bab 66. Kedatangan Raiden
68
Bab 67. Kedatangan Zafia
69
Bab 68. Perkenalan Zafia dan Raiden
70
Bab 69. Ada apa dengan Zafia?
71
Bab 70. Ada apa dengan Raiden?
72
Bab 71. Menjagamu
73
Bab 72. Bersikap Aneh
74
Bab 73. Aksi Zafia
75
Bab 74. Memberi Kepercayaan
76
Bab 75. Rencana Rian
77
Bab 76. Sisi Lain Rian Al Farez
78
Bab 77. Sekumpulan Badut
79
Bab 78. Kehebatan Zafia yang Tersembunyi
80
Bab 79. Pahlawan Kesiangan
81
Bab 80. Jangan Sakit
82
Bab 81. Pulang ke Indonesia
83
Bab 82. Tidur Dengan Mama
84
Bab 83. Kebahagiaan Zafrina
85
Bab 84. Membujuk Oma dan Opa
86
Bab 85. Masalah Di Butik
87
Bab 86. Bertemu Sahabat Lama
88
Bab 87. Menemani Makan
89
Bab 88. Selalu Salah
90
Bab 89. Di Rumah Sakit
91
Bab 90. Nasehat mama Dian
92
Bab 91. Menemui Zico Di Kantor
93
Bab 92. Manjanya Zafrina
94
Bab 93. Berkumpul
95
Bab 94. Pembicaraan Antar Kubu
96
Bab 95. Resepsi
97
Bab 96. Kontraksi
98
Bab 97. Minta Maaf
99
Bab 98. Syukuran
100
Bab 99. Lagi??
101
Bab 100. Pergi Periksa
102
Bab 101. Ulang Tahun Amanda
103
Final Part.
104
Karya Baru Telah Terbit

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!