Bab 17. Zafrina Dibuntuti

*******

Kehadiran Zayana dan Zafia mampu mengalihkan pikiran mama Dian. Dia sangat senang akhirnya kedua putrinya menyusul. Saat ini semua sedang berkumpul di apartemen milik Zafa. Beruntung hari ini Zafa libur untuk membantu profesor Smith.

Zafa dan papa Gerry berdiri di balkon setelah Zafa mendapat pesan dari Zafrina. Keduanya berembuk dan memilih memancing Fred datang ke mansion Zico karena di sana banyak pengawal yang berjaga. Apalagi pengawal-pengawal di kediaman Zico adalah para anggota mafianya.

"Apa papa yakin, masalah ini tidak akan melebar kemana-mana?"

"Tidak akan papa biarkan. Meski papa bukan seorang mafia tapi taktik perang kakek buyutmu papa sudah pelajari semua. Bahkan om Nino juga sudah mengajari papa beberapa trik memainkan mental lawan."

Zafa hanya mengangguk-angguk. Dia tahu betul papanya bukan orang yang gegabah dalam bertindak. Dia pasti juga sudah menimbang baik buruknya resiko yang akan di ambilnya.

Zafrina menghubungi Zico tapi pria itu sepertinya masih sibuk sehingga tidak mengangkat panggilan Zafrina. Zafrina akhirnya memutuskan mengirim pesan pada sahabat sekaligus suaminya itu.

Aku pergi ke apartemen Zafa. kedua adikku datang.

Zafrina masuk ke salah satu mobil milik Zico dan mulai menjalankannya. Dia tidak tahu bahaya yang mengancam di luar sana.

Zafrina melajukan mobil itu tanpa merasa curiga jika di belakangnya ada dua mobil yang terus mengikutinya. Jalanan cukup padat saat itu hingga Zafrina tidak menyadari jika mobilnya di buntuti oleh orang-orang yang menaruh dendam pada Zico dan keluarganya.

Saat melewati jalan sepi, Zafrina mulai merasa ada yang janggal. mobil di belakangnya mulai bergerak tidak beraturan. Mereka berusaha menghimpit mobil yang di kendarai Zafrina.

"Oh... ya Allah apa lagi ini?"

Dada Zafrina berdesir, saat salah satu mobil menyundul bodi belakang mobil yang dikemudikannya. Zafrina langsung menekan panggilan darurat pada Zafa.

Zafa yang saat itu masih bersama papanya, mengernyit heran. "Inna...?"

Zafa segera menggeser ikon hijau, belum sempat dia bicara dia mendengar Zafrina mengumpat kasar. Wajah Zafa dan Gerry langsung menegang.

"Ina ada apa?"

"Kak, aku di buntuti dua mobil, ada orang yang ingin menyerang ku. Aku dalam perjalanan tapi jalan di sini terlalu sepi."

"Kirim lokasinya, cari tempat aman untuk bersembunyi jika kamu tidak yakin menghadapi mereka."

Zafrina langsung men-shareloc posisinya. Dia benci beradegan action dia lebih senang jika dirinya terlihat lemah lembut. Tapi dia tidak bisa menghindar lagi atau nyawanya akan terancam.

Dengan satu tangan Zafrina melaju kencang, tangannya merogoh tas yang tadi dibawanya dan mengambil senjata apinya.

"Aku berharap ada di sebuah drama romance tapi sepertinya aku tetap harus beraksi. Papi semoga ilmu yang papi berikan bermanfaat. Zafrina tiba-tiba memutar stir mobilnya hingga mobilnya berputar 180° dan menginjak remnya, kini mobil Zafrina berbalik menghadang kedua mobil itu.

Mobil yang membuntuti Zafrina seketika berhenti. Kedua pengemudi mobil itu tampaknya sangat terkejut dengan aksi Zafrina. Mereka tidak tahu jika mereka salah mengikuti orang. Zafrina membuka jendela mobilnya dan langsung menembak kaca kedua mobil itu. Dan yang terakhir Zafrina juga menembak kedua ban depan dua mobil secara beruntun. Zafrina kembali melajukan mobilnya disaat kedua penguntit itu masih di serang keterkejutannya. Mereka tidak mengira jika orang yang mereka ikuti ternyata seorang perempuan dan terlebih lagi dia memiliki kemampuan yang tidak bisa diragukan.

Anak buah Zafa tiba di lokasi mereka hanya mendapati dua mobil Sedan yang sudah rusak bagian kaca depannya dan juga ban depan yang kempes. Tidak ada Zafrina di sana dan juga para penguntit itu.

Zafrina tiba di basement apartemen Zafa. Keringat masih membasahi keningnya, Zafrina mengambil sebotol air mineral yang ada di dalam mobil itu dan meneguknya. Setelah dirasa dirinya sudah bisa menenangkan diri, Zafrina keluar untuk mengecek kondisi mobil milik suaminya itu.

Zafrina berdecak saat melihat banyak goresan dan di pojok kanan bodinya sedikit penyok. Dia kembali menghubungi Zico tapi nomor ponselnya justru kini tidak aktif.

Tubuh Zafrina merosot dia berjongkok bersandar di sebuah dinding. Tangannya masih terasa dingin. Ini kali pertamanya dia mempraktikkan ilmu yang sejak dulu diajarkan oleh kakek buyutnya dan diteruskan oleh papinya. Bahkan Zafrina merasa setiap sendi kakinya terasa lemas. Zafa dan papa Gerry langsung ke basement mencari Zafrina. Karena menurut laporan anak buah Zafa, Zafrina tidak ada di tempat. Bahkan mereka mengirim foto kedua mobil yang di tembak oleh Zafrina.

Zafa mengedarkan matanya begitu juga dengan papa Gerry. Bohong jika mereka tidak mengkhawatirkan Zafrina, meski pun mereka sama-sama tahu Zafrina memiliki kemampuan. Tapi tetap saja yang namanya keluarga pasti akan tetap cemas. Zafa melihat adiknya bersandar di dinding penyangga bangunan. Pemuda itu langsung berlari menghampiri dirinya.

"Inna... " Zafrina seketika menoleh menatap sang kakak sendu. Dia mencoba bangkit dari posisinya. Papa Gerry ikut mendekat dan dia yang pertama memeluk tubuh Zafrina.

Zafa diam terpaku menatap sang adik. Raut wajahnya masih tampak sangat cemas. Gerry mencium kening putrinya berulang-ulang, dalam hatinya tak hentinya ia mengucap syukur.

"Apa kamu baik-baik saja, sayang? Papa Gerry melepas pelukannya dan menelisik tubuh Zafrina.

"Inna baik-baik saja, pah." Zafrina tersenyum pada papa Gerry. Zafa menarik tubuh adiknya dan langsung memeluknya.

"Kamu membuat jantung kakak bekerja tidak normal," desis Zafa.

"Maaf... " lirih Zafrina.

"Sebaiknya kita tidak naik ke atas dulu. Kamu masih sangat pucat, sayang. Mama dan adik-adikmu pasti akan mencemaskanmu."

"Kita ke kafe depan saja pah." Zafa memapah tubuh Zafrina. Gadis itu benar-benar seperti kehilangan separuh tenaganya.

Ketiganya duduk di sebuah privat room. Zafa memesankan coklat panas untuk adiknya. Sejak tadi Zafrina terus bersandar di dada bidang kakaknya.

"Kita ke rumah sakit saja bagaimana?" Tawar papa Gerry, sebagai orang tua tentu dia sangat cemas melihat kondisi putrinya saat ini.

"Inna baik-baik saja, papa. Inna hanya masih terlalu syok dengan kejadian tadi. Dan lagi perutku masih sedikit sakit."

"Dimana Zico? kenapa dia membiarkan kamu pergi tanpa pengawalan?"

"Ini bukan salah, Zi, papa. Zi juga tidak tahu kalau Inna akan pergi. Dia sedang menyelesaikan tugas-tugasnya dengan Profesor Anderson di kampus."

"Apa kamu sudah menghubungi nomornya?"

Zafrina hanya mengangguk, dia tidak akan menceritakan pada papa dan kakaknya jika ponsel Zico tidak bisa di hubungi.

Zafrina meneguk coklat panasnya. Dia merasa sedikit lebih tenang karena dirinya sekarang bersama kedua pria pelindungnya.

Zafa masih terus memperhatikan adiknya. Sungguh dia cemas dengan keselamatan Zafrina sekarang. Sepertinya dia akan tetap memasukkan orangnya di organisasi milik Zico. Hanya untuk berjaga saja, jika kejadian serupa terulang kembali.

🌹🌹🌹🌹🌹🌹

Masih belum bosen nunggu kan? maaf jika terselip sedikit adegan action karena memang cerita mereka sedikit berbeda.

Yuk sambil nunggu, mampir di karya bestie aku yuk!!!

Judul : Stuck Marriage

author : Tyatul

Terpopuler

Comments

Rizky Rezha

Rizky Rezha

eh

2024-02-26

1

sherly

sherly

keren Inna, keturunan Rian si duda sok kece .. hahaha

2023-10-25

0

❤️⃟Wᵃf🤎⃟ꪶꫝ🍾⃝ͩDᷞᴇͧᴡᷡɪͣ𝐀⃝🥀ᴳ᯳

❤️⃟Wᵃf🤎⃟ꪶꫝ🍾⃝ͩDᷞᴇͧᴡᷡɪͣ𝐀⃝🥀ᴳ᯳

Oke.. kalau ada waktu aku akan mampir disana kak. Menarik dan bagus juga ceritanya.

2023-09-07

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Kamu Anggap Aku Apa?
2 Bab 2. Party Yang Kacau
3 Bab 3. Apa Yang Terjadi?
4 Bab 4. Aku Mau pulang Papi
5 Bab 5. Kalian Harus Dinikahkan
6 Bab 6. Apa Aku Tidak Pantas?
7 Bab 7. Aku Akan Menikahimu
8 Bab 8. Kedatangan Papa dan Mama
9 Bab 9. Kejadian Tak Terduga
10 Bab 10. Sah
11 Pengumuman. Promosi karya
12 Bab 11. Bukan Jodohnya
13 Bab 12. Kewajiban Seorang Istri
14 Bab 13. Istri Yang Menyenangkan
15 Bab 14. Memikirkan Masa Depan
16 Bab 15. Beri Sedikit Waktu
17 Bab 16. Surat Misterius
18 Bab 17. Zafrina Dibuntuti
19 Bab 18. Zico Bertemu Anastasya
20 Bab 19. Rasa Penasaran
21 Bab 20. Queen & King
22 Bab 21. Zayana Diculik
23 Bab 22. Aksi Zayana
24 Bab 23. Tidak Akan Melepaskanmu
25 Bab 24. Makan Siang Spesial
26 Bab 25. Bicara Dari Hati
27 Bab 26. Obsesi
28 Bab 27. Penghianat
29 Bab 28. Mengatur Strategi
30 Bab 29. Dominic Pov
31 Bab 30. Mari Beraksi
32 Bab 31. Misi Penyelamatan
33 Bab 32. Kemenangan Mutlak
34 Bab 33. Terima Kasih
35 Bab 34. Janggal
36 Bab 35. Kenyataan
37 Bab 36. Zico Mulai Posesif
38 Bab 37. Sumpah Serapah
39 Bab 38. Taruhan
40 Bab 39. Bertemu Wanita Asing
41 Bab 40. Ke Apartemen Mama Dian
42 Bab 41. Membawa Alexa ke Rumah Sakit
43 Bab 42. Merajuk
44 Bab 43. Zafia, Calon Mafia?
45 Bab 44. Bukan Ide Buruk
46 Bab 45. Ke Rumah Sakit
47 Bab 46. Penasaran
48 Bab 47. Hamil?
49 Bab 48. Sidang Zafia
50 Bab 49. Petuah
51 Bab 50. Pagi Yang Indah
52 Bab 51. Karma untuk Rian
53 Bab 52. Bahagia
54 Bab 53. Berbelanja
55 Bab 54. Kabar
56 Bab 55. Harus Pulang
57 Bab 56. Curhatan Alexa
58 Bab 57. Kedatangan Anastasya
59 Bab 58. Zafrina menghilang
60 Bab 59. Kehilangan
61 Bab 60. Penyesalan Zico
62 Bab 61. Hadapi Masalahmu
63 Bab 62. Tidak Ada Yang Perlu Dimaafkan
64 Bab 63. Rapuh
65 Bab 64. Butuh di Dampingi
66 Bab 65. Kepedulian Keluarga
67 Bab 66. Kedatangan Raiden
68 Bab 67. Kedatangan Zafia
69 Bab 68. Perkenalan Zafia dan Raiden
70 Bab 69. Ada apa dengan Zafia?
71 Bab 70. Ada apa dengan Raiden?
72 Bab 71. Menjagamu
73 Bab 72. Bersikap Aneh
74 Bab 73. Aksi Zafia
75 Bab 74. Memberi Kepercayaan
76 Bab 75. Rencana Rian
77 Bab 76. Sisi Lain Rian Al Farez
78 Bab 77. Sekumpulan Badut
79 Bab 78. Kehebatan Zafia yang Tersembunyi
80 Bab 79. Pahlawan Kesiangan
81 Bab 80. Jangan Sakit
82 Bab 81. Pulang ke Indonesia
83 Bab 82. Tidur Dengan Mama
84 Bab 83. Kebahagiaan Zafrina
85 Bab 84. Membujuk Oma dan Opa
86 Bab 85. Masalah Di Butik
87 Bab 86. Bertemu Sahabat Lama
88 Bab 87. Menemani Makan
89 Bab 88. Selalu Salah
90 Bab 89. Di Rumah Sakit
91 Bab 90. Nasehat mama Dian
92 Bab 91. Menemui Zico Di Kantor
93 Bab 92. Manjanya Zafrina
94 Bab 93. Berkumpul
95 Bab 94. Pembicaraan Antar Kubu
96 Bab 95. Resepsi
97 Bab 96. Kontraksi
98 Bab 97. Minta Maaf
99 Bab 98. Syukuran
100 Bab 99. Lagi??
101 Bab 100. Pergi Periksa
102 Bab 101. Ulang Tahun Amanda
103 Final Part.
104 Karya Baru Telah Terbit
Episodes

Updated 104 Episodes

1
Bab 1. Kamu Anggap Aku Apa?
2
Bab 2. Party Yang Kacau
3
Bab 3. Apa Yang Terjadi?
4
Bab 4. Aku Mau pulang Papi
5
Bab 5. Kalian Harus Dinikahkan
6
Bab 6. Apa Aku Tidak Pantas?
7
Bab 7. Aku Akan Menikahimu
8
Bab 8. Kedatangan Papa dan Mama
9
Bab 9. Kejadian Tak Terduga
10
Bab 10. Sah
11
Pengumuman. Promosi karya
12
Bab 11. Bukan Jodohnya
13
Bab 12. Kewajiban Seorang Istri
14
Bab 13. Istri Yang Menyenangkan
15
Bab 14. Memikirkan Masa Depan
16
Bab 15. Beri Sedikit Waktu
17
Bab 16. Surat Misterius
18
Bab 17. Zafrina Dibuntuti
19
Bab 18. Zico Bertemu Anastasya
20
Bab 19. Rasa Penasaran
21
Bab 20. Queen & King
22
Bab 21. Zayana Diculik
23
Bab 22. Aksi Zayana
24
Bab 23. Tidak Akan Melepaskanmu
25
Bab 24. Makan Siang Spesial
26
Bab 25. Bicara Dari Hati
27
Bab 26. Obsesi
28
Bab 27. Penghianat
29
Bab 28. Mengatur Strategi
30
Bab 29. Dominic Pov
31
Bab 30. Mari Beraksi
32
Bab 31. Misi Penyelamatan
33
Bab 32. Kemenangan Mutlak
34
Bab 33. Terima Kasih
35
Bab 34. Janggal
36
Bab 35. Kenyataan
37
Bab 36. Zico Mulai Posesif
38
Bab 37. Sumpah Serapah
39
Bab 38. Taruhan
40
Bab 39. Bertemu Wanita Asing
41
Bab 40. Ke Apartemen Mama Dian
42
Bab 41. Membawa Alexa ke Rumah Sakit
43
Bab 42. Merajuk
44
Bab 43. Zafia, Calon Mafia?
45
Bab 44. Bukan Ide Buruk
46
Bab 45. Ke Rumah Sakit
47
Bab 46. Penasaran
48
Bab 47. Hamil?
49
Bab 48. Sidang Zafia
50
Bab 49. Petuah
51
Bab 50. Pagi Yang Indah
52
Bab 51. Karma untuk Rian
53
Bab 52. Bahagia
54
Bab 53. Berbelanja
55
Bab 54. Kabar
56
Bab 55. Harus Pulang
57
Bab 56. Curhatan Alexa
58
Bab 57. Kedatangan Anastasya
59
Bab 58. Zafrina menghilang
60
Bab 59. Kehilangan
61
Bab 60. Penyesalan Zico
62
Bab 61. Hadapi Masalahmu
63
Bab 62. Tidak Ada Yang Perlu Dimaafkan
64
Bab 63. Rapuh
65
Bab 64. Butuh di Dampingi
66
Bab 65. Kepedulian Keluarga
67
Bab 66. Kedatangan Raiden
68
Bab 67. Kedatangan Zafia
69
Bab 68. Perkenalan Zafia dan Raiden
70
Bab 69. Ada apa dengan Zafia?
71
Bab 70. Ada apa dengan Raiden?
72
Bab 71. Menjagamu
73
Bab 72. Bersikap Aneh
74
Bab 73. Aksi Zafia
75
Bab 74. Memberi Kepercayaan
76
Bab 75. Rencana Rian
77
Bab 76. Sisi Lain Rian Al Farez
78
Bab 77. Sekumpulan Badut
79
Bab 78. Kehebatan Zafia yang Tersembunyi
80
Bab 79. Pahlawan Kesiangan
81
Bab 80. Jangan Sakit
82
Bab 81. Pulang ke Indonesia
83
Bab 82. Tidur Dengan Mama
84
Bab 83. Kebahagiaan Zafrina
85
Bab 84. Membujuk Oma dan Opa
86
Bab 85. Masalah Di Butik
87
Bab 86. Bertemu Sahabat Lama
88
Bab 87. Menemani Makan
89
Bab 88. Selalu Salah
90
Bab 89. Di Rumah Sakit
91
Bab 90. Nasehat mama Dian
92
Bab 91. Menemui Zico Di Kantor
93
Bab 92. Manjanya Zafrina
94
Bab 93. Berkumpul
95
Bab 94. Pembicaraan Antar Kubu
96
Bab 95. Resepsi
97
Bab 96. Kontraksi
98
Bab 97. Minta Maaf
99
Bab 98. Syukuran
100
Bab 99. Lagi??
101
Bab 100. Pergi Periksa
102
Bab 101. Ulang Tahun Amanda
103
Final Part.
104
Karya Baru Telah Terbit

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!