*******
Kehadiran Zayana dan Zafia mampu mengalihkan pikiran mama Dian. Dia sangat senang akhirnya kedua putrinya menyusul. Saat ini semua sedang berkumpul di apartemen milik Zafa. Beruntung hari ini Zafa libur untuk membantu profesor Smith.
Zafa dan papa Gerry berdiri di balkon setelah Zafa mendapat pesan dari Zafrina. Keduanya berembuk dan memilih memancing Fred datang ke mansion Zico karena di sana banyak pengawal yang berjaga. Apalagi pengawal-pengawal di kediaman Zico adalah para anggota mafianya.
"Apa papa yakin, masalah ini tidak akan melebar kemana-mana?"
"Tidak akan papa biarkan. Meski papa bukan seorang mafia tapi taktik perang kakek buyutmu papa sudah pelajari semua. Bahkan om Nino juga sudah mengajari papa beberapa trik memainkan mental lawan."
Zafa hanya mengangguk-angguk. Dia tahu betul papanya bukan orang yang gegabah dalam bertindak. Dia pasti juga sudah menimbang baik buruknya resiko yang akan di ambilnya.
Zafrina menghubungi Zico tapi pria itu sepertinya masih sibuk sehingga tidak mengangkat panggilan Zafrina. Zafrina akhirnya memutuskan mengirim pesan pada sahabat sekaligus suaminya itu.
Aku pergi ke apartemen Zafa. kedua adikku datang.
Zafrina masuk ke salah satu mobil milik Zico dan mulai menjalankannya. Dia tidak tahu bahaya yang mengancam di luar sana.
Zafrina melajukan mobil itu tanpa merasa curiga jika di belakangnya ada dua mobil yang terus mengikutinya. Jalanan cukup padat saat itu hingga Zafrina tidak menyadari jika mobilnya di buntuti oleh orang-orang yang menaruh dendam pada Zico dan keluarganya.
Saat melewati jalan sepi, Zafrina mulai merasa ada yang janggal. mobil di belakangnya mulai bergerak tidak beraturan. Mereka berusaha menghimpit mobil yang di kendarai Zafrina.
"Oh... ya Allah apa lagi ini?"
Dada Zafrina berdesir, saat salah satu mobil menyundul bodi belakang mobil yang dikemudikannya. Zafrina langsung menekan panggilan darurat pada Zafa.
Zafa yang saat itu masih bersama papanya, mengernyit heran. "Inna...?"
Zafa segera menggeser ikon hijau, belum sempat dia bicara dia mendengar Zafrina mengumpat kasar. Wajah Zafa dan Gerry langsung menegang.
"Ina ada apa?"
"Kak, aku di buntuti dua mobil, ada orang yang ingin menyerang ku. Aku dalam perjalanan tapi jalan di sini terlalu sepi."
"Kirim lokasinya, cari tempat aman untuk bersembunyi jika kamu tidak yakin menghadapi mereka."
Zafrina langsung men-shareloc posisinya. Dia benci beradegan action dia lebih senang jika dirinya terlihat lemah lembut. Tapi dia tidak bisa menghindar lagi atau nyawanya akan terancam.
Dengan satu tangan Zafrina melaju kencang, tangannya merogoh tas yang tadi dibawanya dan mengambil senjata apinya.
"Aku berharap ada di sebuah drama romance tapi sepertinya aku tetap harus beraksi. Papi semoga ilmu yang papi berikan bermanfaat. Zafrina tiba-tiba memutar stir mobilnya hingga mobilnya berputar 180° dan menginjak remnya, kini mobil Zafrina berbalik menghadang kedua mobil itu.
Mobil yang membuntuti Zafrina seketika berhenti. Kedua pengemudi mobil itu tampaknya sangat terkejut dengan aksi Zafrina. Mereka tidak tahu jika mereka salah mengikuti orang. Zafrina membuka jendela mobilnya dan langsung menembak kaca kedua mobil itu. Dan yang terakhir Zafrina juga menembak kedua ban depan dua mobil secara beruntun. Zafrina kembali melajukan mobilnya disaat kedua penguntit itu masih di serang keterkejutannya. Mereka tidak mengira jika orang yang mereka ikuti ternyata seorang perempuan dan terlebih lagi dia memiliki kemampuan yang tidak bisa diragukan.
Anak buah Zafa tiba di lokasi mereka hanya mendapati dua mobil Sedan yang sudah rusak bagian kaca depannya dan juga ban depan yang kempes. Tidak ada Zafrina di sana dan juga para penguntit itu.
Zafrina tiba di basement apartemen Zafa. Keringat masih membasahi keningnya, Zafrina mengambil sebotol air mineral yang ada di dalam mobil itu dan meneguknya. Setelah dirasa dirinya sudah bisa menenangkan diri, Zafrina keluar untuk mengecek kondisi mobil milik suaminya itu.
Zafrina berdecak saat melihat banyak goresan dan di pojok kanan bodinya sedikit penyok. Dia kembali menghubungi Zico tapi nomor ponselnya justru kini tidak aktif.
Tubuh Zafrina merosot dia berjongkok bersandar di sebuah dinding. Tangannya masih terasa dingin. Ini kali pertamanya dia mempraktikkan ilmu yang sejak dulu diajarkan oleh kakek buyutnya dan diteruskan oleh papinya. Bahkan Zafrina merasa setiap sendi kakinya terasa lemas. Zafa dan papa Gerry langsung ke basement mencari Zafrina. Karena menurut laporan anak buah Zafa, Zafrina tidak ada di tempat. Bahkan mereka mengirim foto kedua mobil yang di tembak oleh Zafrina.
Zafa mengedarkan matanya begitu juga dengan papa Gerry. Bohong jika mereka tidak mengkhawatirkan Zafrina, meski pun mereka sama-sama tahu Zafrina memiliki kemampuan. Tapi tetap saja yang namanya keluarga pasti akan tetap cemas. Zafa melihat adiknya bersandar di dinding penyangga bangunan. Pemuda itu langsung berlari menghampiri dirinya.
"Inna... " Zafrina seketika menoleh menatap sang kakak sendu. Dia mencoba bangkit dari posisinya. Papa Gerry ikut mendekat dan dia yang pertama memeluk tubuh Zafrina.
Zafa diam terpaku menatap sang adik. Raut wajahnya masih tampak sangat cemas. Gerry mencium kening putrinya berulang-ulang, dalam hatinya tak hentinya ia mengucap syukur.
"Apa kamu baik-baik saja, sayang? Papa Gerry melepas pelukannya dan menelisik tubuh Zafrina.
"Inna baik-baik saja, pah." Zafrina tersenyum pada papa Gerry. Zafa menarik tubuh adiknya dan langsung memeluknya.
"Kamu membuat jantung kakak bekerja tidak normal," desis Zafa.
"Maaf... " lirih Zafrina.
"Sebaiknya kita tidak naik ke atas dulu. Kamu masih sangat pucat, sayang. Mama dan adik-adikmu pasti akan mencemaskanmu."
"Kita ke kafe depan saja pah." Zafa memapah tubuh Zafrina. Gadis itu benar-benar seperti kehilangan separuh tenaganya.
Ketiganya duduk di sebuah privat room. Zafa memesankan coklat panas untuk adiknya. Sejak tadi Zafrina terus bersandar di dada bidang kakaknya.
"Kita ke rumah sakit saja bagaimana?" Tawar papa Gerry, sebagai orang tua tentu dia sangat cemas melihat kondisi putrinya saat ini.
"Inna baik-baik saja, papa. Inna hanya masih terlalu syok dengan kejadian tadi. Dan lagi perutku masih sedikit sakit."
"Dimana Zico? kenapa dia membiarkan kamu pergi tanpa pengawalan?"
"Ini bukan salah, Zi, papa. Zi juga tidak tahu kalau Inna akan pergi. Dia sedang menyelesaikan tugas-tugasnya dengan Profesor Anderson di kampus."
"Apa kamu sudah menghubungi nomornya?"
Zafrina hanya mengangguk, dia tidak akan menceritakan pada papa dan kakaknya jika ponsel Zico tidak bisa di hubungi.
Zafrina meneguk coklat panasnya. Dia merasa sedikit lebih tenang karena dirinya sekarang bersama kedua pria pelindungnya.
Zafa masih terus memperhatikan adiknya. Sungguh dia cemas dengan keselamatan Zafrina sekarang. Sepertinya dia akan tetap memasukkan orangnya di organisasi milik Zico. Hanya untuk berjaga saja, jika kejadian serupa terulang kembali.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Masih belum bosen nunggu kan? maaf jika terselip sedikit adegan action karena memang cerita mereka sedikit berbeda.
Yuk sambil nunggu, mampir di karya bestie aku yuk!!!
Judul : Stuck Marriage
author : Tyatul
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 104 Episodes
Comments
Rizky Rezha
eh
2024-02-26
1
sherly
keren Inna, keturunan Rian si duda sok kece .. hahaha
2023-10-25
0
❤️⃟Wᵃf🤎⃟ꪶꫝ🍾⃝ͩDᷞᴇͧᴡᷡɪͣ𝐀⃝🥀ᴳ᯳
Oke.. kalau ada waktu aku akan mampir disana kak. Menarik dan bagus juga ceritanya.
2023-09-07
0