*******
Zafrina sudah duduk di samping Zico meskipun pernikahan ini tidak di rencanakan sejak awal namun tetap saja membuat Zafrina gugup.
Gadis itu tampak sangat cantik dengan dress dan riasan naturalnya, Marvel bahkan sampai tak mengedipkan mata karena terpesona pada sosok Zafrina. Zico menatap Zafrina dengan binar kebahagiaan. Zafrina mencium punggung tangan Zico dan Zico mencium bibir Zafrina.
Zafrina terbelalak kaget, namun tidak bagi dokter dan para perawat yang ada di sana. Tuan Ali pun tersenyum simpul. Saat Zico melepas tautan bibirnya, Zafrina memukul lengan Zico dengan wajah yang memerah.
"Tuan, tugas saya sudah selesai. Saya mohon pamit." tuan Ali bangkit dari duduknya, Zico dan Zafa menyalami guru besar itu seraya mengucapkan terima kasih, begitu juga dengan Rian, Gerry dan Leo ketiganya juga mengucapkan banyak terima kasih pada tuan Ali.
"Terima kasih, tuan Ali," ucap Dian tulus. Tuan Ali menggangguk dan tersenyum tipis. Zafa dan Marvel ikut berjalan keluar untuk mengantarkan Tuan Ali. Saat Zafa akan menyerahkan amplop untuk tuan Ali, pria paruh baya itu menolak.
"Sedekahkah saja kepada yang lebih membutuhkan," tutur tuan Ali.
"Jika begitu, saya percayakan saja pada anda, Anda bisa memberikannya kepada siapapun. Biarkan rejeki mereka melewati anda."
"Baiklah, aku menerima amanah ini."
"Assalamualaikum." Tuan Ali langsung masuk ke mobil yang dikendarai oleh anak buah Zafa.
"Wa'alaikumsalam... "
Zafa kini beralih menatap Marvel, dia tersenyum tipis pada kepala pengawal papanya itu, "Apa kau butuh mencari udara segar?" Zafa merangkul bahu Marvel.
"Ya, sepertinya begitu."
Keduanya berjalan menuju kafetaria. Waktu sudah hampir menjelang sore tapi baik Zafa ataupun Marvel belum sempat mengisi perutnya.
Setelah memesan kopi dan camilan siang keduanya masih belum ada yang membuka suaranya.
"Maaf... " kata Zafa.
"Untuk apa? apa anda berbuat salah terhadap saya?
"berhentilah berbicara formal padaku"
"Tapi anda adalah...."
"I don't care. Kita ini sahabat kan?"
"Baiklah, maaf."
"Bagaimana perasaanmu saat ini?
"Biasa saja," jawab Marvel seraya membuang wajahnya.
"menipulah sesuka hatimu, tapi jangan menipuku. Aku tahu bagaimana kamu begitu memuja Zafrina."
"Tapi nyatanya aku memang tidak cukup pantas untuknya."
"ini bukan perkara pantas dan tidak, Vel. Tapi perasaan adikku sejak awal sudah tertuju pada Zico. Andaikan tidak, maka aku dan yang lainnya akan menjadi bagian dari pendukungmu."
Marvel menatap Zafa lalu tersenyum tipis. Sahabatnya itu selalu tahu bagaimana membuat moodnya kembali membaik.
"Ayo kita kembali, aku takut papamu membutuhkanku."
Zafa dan Marvel akhirnya meninggalkan kafetaria. Sementara itu, di ruang perawatan Dian, Zafrina dipaksa pulang oleh mamanya. Alih-alih menuruti keinginan mamanya Zafrina justru menangis. Dia takut mamanya akan pergi selamanya jika dia pulang.
"Sayang, mama butuh istirahat di lingkungan yang tenang. Lagi pula apa kamu tidak kasih pada Zico. Dia sejak kemarin belum beristirahat dengan baik," ujar papi Rian. Zafrina akhirnya menuruti permintaan semuanya. Dia memeluk mama dan papanya bergantian. Lalu pergi bersama keluarga papinya juga suami barunya dan ayah mertuanya.
"Ada apa, mas? kenapa sejak tadi menatapku seperti itu?"
"Katakan padaku, sayang. Apa sebenarnya maksudmu. Dokter mengatakan kondisimu baik-baik saja. Tapi kenapa kamu seakan .... " Gerry tidak dapat melanjutkan kalimatnya. Matanya bahkan telah mengembun.
Dian tersenyum lembut dan menarik tangan Gerry. "Tidak ada apa-apa, mas. Aku hanya merasa akan sangat bersalah jika membiarkan mereka dalam hubungan seperti itu. Berteman tapi bebas berbuat apapun. Aku takut suatu saat mereka salah langkah. Dan justru akan menghancurkan nama baik putri kita sendiri. Yah, meski pun tinggal di luar negeri setidaknya darahnya mengalir darah kita, ia harus menjujung adat ketimuran. Apalagi secara agama hukumnya Zina. Jika mereka sah, mau berbuat apapun ya terserah."
"Tapi mereka masih terlalu muda, Mah."
"Aku juga membesarkan Zafa dan Zafrina saat berumur 20 tahun, Pah. Mama yakin kalau Zafrina sanggup menjalani rumah tangga ini. Apalagi mereka sahabat jadi cinta. Tidak akan mungkin mereka saling menyakiti."
"Papa terserah mama saja. Semoga saja memang ini yang terbaik untuk putri kita. Tapi bagaimana nanti menghadapi oma opanya?"
"Nanti aku akan bicara pada mereka."
Tak lama pintu kamar perawatan Dian terbuka. Zafa dan Marvel masuk. Ruangan sudah sepi hanya tinggal mama dan papanya saja.
"Zafa, apa tidak sebaiknya kamu pulang, sayang?"
"Mah, Zafa terlanjur menyanggupi menjadi asisten dosen Mr Smith. Kalau Zafa mundur sekarang yang ada nanti Zafa dianggap tidak berkompeten."
"Tapi setidaknya bantulah adikmu mengurus perusahaan kita. Biar dia juga punya quality time dengan keluarganya."
"Nanti Zafa akan bantu dari sini, mama. Yang penting sekarang mama sehat. Lalu kita pulang."
"Mama sudah sehat. Tadi dokter Steven berkata mama sudah boleh pulang setelah menghabiskan infus ini."
"Benar begitu, pah?" Gerry hanya mengangguk sebagai jawabannya.
Dian menatap Marvel, tatapan yang sama yang sering dia berikan pada kelima anak-anaknya.
"Marvel, maafkan tante ya." Marvel salah tingkah saat mendengar ucapan Mama Dian.
"Tidak ada yang perlu dimaafkan tante. Semua sudah menjadi takdir. Mungkin Inna memang bukan jodoh saya."
Marvel tahu, pasti mama Dian merasa bersalah. Karena dulu sebelum ibu Marvel meninggal, mama Dian pernah berkata akan menjodohkan dirinya dengan salah satu anak perempuannya agar ia bisa mengawasi dirinya. Dan yang saat itu ada di sana adalah Zafrina.
Pikiran Marvel saat itu ia akan dijodohkan dengan Zafrina. Hingga dia memilih menutup hatinya untuk gadis lain. Tapi justru malah kini berakhir begitu saja.
"Tante tidak perlu banyak pikiran. Sekarang yang terpenting kesehatan, Tante."
Dian dan Gerry tersenyum. Marvel memang pemuda yang baik dan bertanggung jawab. Semoga saja nantinya Marvel mendapat jodoh yang lebih baik dari putri mereka.
Zafrina ikut pulang ke mansion papi Rian. Dia di bantu beberapa pelayan mengemas beberapa potong pakaiannya dan keperluan lainnya. Hari ini juga Zafrina resmi di boyong oleh suaminya. Sehingga dia membawa beberapa koper.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Like komen dan Vote ya Guys. Mama tungguin 🤭🤭🥰
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 104 Episodes
Comments
❤️⃟Wᵃf🤎⃟ꪶꫝ🍾⃝ͩDᷞᴇͧᴡᷡɪͣ𝐀⃝🥀ᴳ᯳
jodohin aja Marvel dengan Zayana atau Zafia. seruu tuh cocok. 😍😍😍😍😍😍🤩🤩🤩🤩🤩
2023-09-07
2
❤️⃟Wᵃf🤎⃟ꪶꫝ🍾⃝ͩDᷞᴇͧᴡᷡɪͣ𝐀⃝🥀ᴳ᯳
aku dari tadi penasaran terus dengan nama Tuan Ali. Siapakah orang itu??? 🤔🤔 kayak ada yg terlupa dan terlewati.??
2023-09-07
0
Novika Riyanti
zayana masih ada kaannn....
2022-08-18
0