Bab 18. Zico Bertemu Anastasya

******

Di Universitas, Zico sama sekali tidak sadar jika ponselnya mati. Dia sibuk menyusun tugas-tugas yang diberikan Profesor Anderson kepadanya. Pikirannya sejak tadi tidak tenang. Tapi dia tetap harus bersikap profesional.

Pukul 2 siang pekerjaannya baru selesai, Zico mengambil ponselnya dan berniat menghubungi istrinya tapi ternyata ponselnya mati.

Seorang gadis cantik dengan mata berwarna abu-abu menghampiri pemuda itu. Gadis itu memeluk tubuh Zico dari belakang.

"Zico, i miss you," bisik gadis itu. Zico sesaat memejamkan matanya, dia lalu dengan kasar melepas tangan gadis itu yang melingkar di perutnya.

"But, i am not," ujar Zico datar.

"Zico... "

"Menjauhlah dariku Anastasya! Aku sudah berulang kali mengingatkanmu."

"Tapi aku benar-benar merindukanmu."

"Kita bahkan tidak pernah memiliki hubungan apapun sebelumnya. Jadi jangan mengarang."

"Tapi aku benar-benar tulus mencintaimu, Zico."

"Simpan omong kosongmu itu, aku tidak membutuhkannya." Zico berjalan meninggalkan Anastasya, mantan pacar sewaannya.

"Apa kau menolakku karena gadis itu?"

"Apa hebatnya dia dibandingkan aku yang lebih segalanya darinya?" ucapan Anastasya sungguh membuat Zico marah. Dia berbalik dan berjalan dengan cepat. Zico mencengkeram pipi Anastasya dengan kuat.

"Jangan bandingkan gadisku dengan wanita kotor sepertimu. Kau tidak lebih hanya seorang ja*lang kesepian."

"Kurang ajar, aku sudah korbankan semua demi kamu, Zico," ucap Anastasya terbata.

"Apa aku pernah memintamu? Kau datang sendiri padaku dan menawarkan diri. Aku bahkan membayarmu dasar ja*lang si*alan," Pekik Zico. Beruntung lorong itu cukup sepi di siang hari. Jadi tidak ada orang yang berlalu lalang di sana.

Zico menghempas wajah Anastasya dengan kasar. Dia hendak beranjak meninggalkan gadis itu namun kemudian urung. Dia kembali menatap tajam gadis itu.

"Ku peringatkan padamu, jangan sekali-kali kau menjelekkan Zafrina. Jika sekali lagi aku mendengar kata-kata buruk terlontar dari mulutmu mengenai kekasihku, akan ku buat kau selamanya tidak lagi bisa bersuara."

Setelah mengatakan semua hal itu Zico bergegas pergi dari sana. Anastasya menatap Zico dengan mata memerah, pipinya juga merah bekas cengkeraman tangan Zico. Hatinya sungguh sakit dengan perlakuan Zico. Ia tak menyangka pria itu akan berbuat sekasar itu hanya untuk membela Zafrina.

Zico berjalan cepat hingga tepukan di bahunya mengejutkannya. Zico menoleh sesaat namun kembali tak acuh dan berjalan menuju mobilnya.

"Ada apa dengan wajahmu. Kamu terlihat semakin tua jika alismu berkerut seperti itu," ujar Dominic mencoba mensejajarkan langkahnya.

"Hariku benar-benar buruk," jawab Zico tanpa menatap sahabatnya itu.

"Ada apa lagi dude?" tanya Dominic penasaran.

"Ponselku ternyata mati, Aku meninggalkan Inna di rumah, dia pasti sangat kesal sekarang. Dominic lalu mengeluarkan ponselnya dan menghubungi nomor Zafrina.

Dering pertama, panggilan Dominic langsung diangkat namun bukan suara Zafrina yang terdengar melainkan suara kakaknya.

"Ada apa, Dom?"

"Kenapa ponsel Ina ada padamu, Zaf?"

Zico yang mendengar Dominic menyebut mana istrinya langsung berhenti. Dia berbalik dan mendekati Dominic. Pemuda itu tersenyum miring melihat Zico yang tampaknya sangat penasaran. Dominic lantas menyalakan speaker ponselnya.

"Ina sedang beristirahat, apa kamu sedang bersama Zico sekarang?"

"Ya, seperti itu lah, ponsel Zico mati sekarang. Maka dari itu aku menghubungi Ina."

"Katakan pada Zico untuk datang ke apartemenku. Zafrina ada di sini. Tadi dia hampir celaka. Ada orang tidak di kenal menyerangnya saat dalam perjalanan."

Mendengar hal itu Zico dan Dominic sama-sama mengumpat. Keduanya berlari ke mobil Zico.

"Biar aku yang menyetir. Kita bisa celaka jika kamu yang mengemudi." Dominic merebut kunci mobil Zico. Dia duduk di balik kemudi.

Zico hanya diam dengan pikiran yang berkecamuk. Cemas, marah, dan kecewa. Ia kecewa pada dirinya sendiri, karena tidak ada di saat gadisnya kesulitan.

"Tenanglah, jika Inna ada di apartemen kakaknya itu artinya dia baik-baik saja."

"Aku merasa menjadi suami yang tidak berguna," Gumam Zico. Dominic yang mendengar ucapan Zico seketika menginjak rem mobil Zico dalam-dalam. Mobil seketika berhenti mendadak. Beruntung mereka melewati jalan yang tidak terlalu padat.

Tubuh Zico tersentak ke depan. Matanya menatap Dominic tajam. "Apa kamu ingin membunuhku?"

"Maaf, dude. Aku hanya terkejut mendengar ucapanmu barusan."

"Ucapan yang mana?"

"Suami...?"

"Nanti di sana akan aku ceritakan. Sekarang bergegaslah. Aku benar-benar tidak tenang."

Dominic kembali menjalankan mobil Zico hingga tak lama keduanya sampai di parkiran mobil basemen. Zico keluar terlebih dahulu. Dia melihat mobil sport-nya terparkir di sana. Zico menatap mobilnya sesaat. Saat melihat bodi yang penyok dan goresan yang cukup banyak di mobilnya dia menggeram kesal. Tangannya terkepal kuat. Dominic yang ada di samping Zico hanya bisa menenangkan sahabatnya dengan menepuk bahu Zico.

"Ayo, bukankah kau ingin segera bertemu Inna?"

Zico dan Dominic akhirnya berjalan ke lift, keduanya sama-sama diam dengan pemikirannya masing-masing.

Zico menekan bel pintu unit apartemen Zafa. Tidak butuh waktu lama kakak iparnya itu sudah berdiri di depan pintu dan membukakannya untuk kedua pemuda itu.

"Dimana Ina?"

"Dia baru saja tertidur. Jangan mengganggunya. Sebaiknya kita bicara dulu," kata Zafa dengan wajah serius.

Zico dan Dominic akhirnya mengikuti Zafa. Zafa duduk di hadapan Zico dan Dominic.

"Bagaimana ceritanya? siapa yang berniat mencelakai Ina?" tanya Zico tidak sabaran.

"Tenanglah, dude." Dominic kembali menenangkan sahabatnya itu.

"Bagaimana aku bisa tenang, istriku hampir celaka," ujar Zico.

"Anak buahku baru mencaritahu pemilik plat nomor kedua mobil penguntit itu. Beruntung mereka meninggalkan mobil mereka di jalan jadi kita lebih mudah melacak siapa mereka."

"Apa Inna terluka?"

"Beruntungnya tidak, tapi tadi dia sempat lemas, mungkin karena syok. Apalagi yang membuntuti dirinya tidak hanya satu melainkan dua mobil."

"Aku akan menghabisi mereka yang berani mengusik istriku."

"Tenangkan dirimu. Jika sudah tenang, baru kamu temui Inna."

Zico menarik nafas panjang berulangkali. Hingga dia merasa jauh lebih tenang dia pun akhirnya beranjak dari duduknya dan pergi menemui Zafrina.

Dominic yang masih penasaran dengan pernikahan Zico dan Zafrina akhirnya memilih mengorek informasi dari kakak Zafrina itu.

Sementara itu Zico duduk di tepi ranjang. Dia menatap wajah Zafrina yang terlelap dengan perasaan bersalah.

"Maafkan aku, Inna," Desis Zico. Tangannya terulur membelai rambut Zafrina. Sudut mata Zico basah karena dia merasa tidak becus menjadi suami untuk Zafrina. Zafrina perlahan membuka kelopak matanya, Zico segera mengusap air matanya. Dia tidak boleh terlihat lemah di depan Zafrina.

"Zi... kamu di sini?"

"Hmm... " jawab Zico dengan suara serak. Bibirnya sedikit menyunggingkan senyum. Zafrina menggeser tubuhnya dan merebahkan kepalanya di pangkuan Zico.

🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹

Hai, author mau promosi karya teman author lainnya nih. Mampir ya!!

Judul karya : My crazy lady

author : R. Angela.

Terpopuler

Comments

kalea rizuky

kalea rizuky

zico. udah tidur. kah ma. anastasia

2024-03-13

1

sherly

sherly

jd penasaran Zico nih sewa jalang2 tu hanya buat jd pacar sewaan aja apa skalian dipakai? KL kyk gt kasianlan Inna dpt brg bekas jalang...

2023-10-25

0

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Makanya jgn terlalu suka main wanita,menggali lubang sendiri namanya..

2023-01-03

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Kamu Anggap Aku Apa?
2 Bab 2. Party Yang Kacau
3 Bab 3. Apa Yang Terjadi?
4 Bab 4. Aku Mau pulang Papi
5 Bab 5. Kalian Harus Dinikahkan
6 Bab 6. Apa Aku Tidak Pantas?
7 Bab 7. Aku Akan Menikahimu
8 Bab 8. Kedatangan Papa dan Mama
9 Bab 9. Kejadian Tak Terduga
10 Bab 10. Sah
11 Pengumuman. Promosi karya
12 Bab 11. Bukan Jodohnya
13 Bab 12. Kewajiban Seorang Istri
14 Bab 13. Istri Yang Menyenangkan
15 Bab 14. Memikirkan Masa Depan
16 Bab 15. Beri Sedikit Waktu
17 Bab 16. Surat Misterius
18 Bab 17. Zafrina Dibuntuti
19 Bab 18. Zico Bertemu Anastasya
20 Bab 19. Rasa Penasaran
21 Bab 20. Queen & King
22 Bab 21. Zayana Diculik
23 Bab 22. Aksi Zayana
24 Bab 23. Tidak Akan Melepaskanmu
25 Bab 24. Makan Siang Spesial
26 Bab 25. Bicara Dari Hati
27 Bab 26. Obsesi
28 Bab 27. Penghianat
29 Bab 28. Mengatur Strategi
30 Bab 29. Dominic Pov
31 Bab 30. Mari Beraksi
32 Bab 31. Misi Penyelamatan
33 Bab 32. Kemenangan Mutlak
34 Bab 33. Terima Kasih
35 Bab 34. Janggal
36 Bab 35. Kenyataan
37 Bab 36. Zico Mulai Posesif
38 Bab 37. Sumpah Serapah
39 Bab 38. Taruhan
40 Bab 39. Bertemu Wanita Asing
41 Bab 40. Ke Apartemen Mama Dian
42 Bab 41. Membawa Alexa ke Rumah Sakit
43 Bab 42. Merajuk
44 Bab 43. Zafia, Calon Mafia?
45 Bab 44. Bukan Ide Buruk
46 Bab 45. Ke Rumah Sakit
47 Bab 46. Penasaran
48 Bab 47. Hamil?
49 Bab 48. Sidang Zafia
50 Bab 49. Petuah
51 Bab 50. Pagi Yang Indah
52 Bab 51. Karma untuk Rian
53 Bab 52. Bahagia
54 Bab 53. Berbelanja
55 Bab 54. Kabar
56 Bab 55. Harus Pulang
57 Bab 56. Curhatan Alexa
58 Bab 57. Kedatangan Anastasya
59 Bab 58. Zafrina menghilang
60 Bab 59. Kehilangan
61 Bab 60. Penyesalan Zico
62 Bab 61. Hadapi Masalahmu
63 Bab 62. Tidak Ada Yang Perlu Dimaafkan
64 Bab 63. Rapuh
65 Bab 64. Butuh di Dampingi
66 Bab 65. Kepedulian Keluarga
67 Bab 66. Kedatangan Raiden
68 Bab 67. Kedatangan Zafia
69 Bab 68. Perkenalan Zafia dan Raiden
70 Bab 69. Ada apa dengan Zafia?
71 Bab 70. Ada apa dengan Raiden?
72 Bab 71. Menjagamu
73 Bab 72. Bersikap Aneh
74 Bab 73. Aksi Zafia
75 Bab 74. Memberi Kepercayaan
76 Bab 75. Rencana Rian
77 Bab 76. Sisi Lain Rian Al Farez
78 Bab 77. Sekumpulan Badut
79 Bab 78. Kehebatan Zafia yang Tersembunyi
80 Bab 79. Pahlawan Kesiangan
81 Bab 80. Jangan Sakit
82 Bab 81. Pulang ke Indonesia
83 Bab 82. Tidur Dengan Mama
84 Bab 83. Kebahagiaan Zafrina
85 Bab 84. Membujuk Oma dan Opa
86 Bab 85. Masalah Di Butik
87 Bab 86. Bertemu Sahabat Lama
88 Bab 87. Menemani Makan
89 Bab 88. Selalu Salah
90 Bab 89. Di Rumah Sakit
91 Bab 90. Nasehat mama Dian
92 Bab 91. Menemui Zico Di Kantor
93 Bab 92. Manjanya Zafrina
94 Bab 93. Berkumpul
95 Bab 94. Pembicaraan Antar Kubu
96 Bab 95. Resepsi
97 Bab 96. Kontraksi
98 Bab 97. Minta Maaf
99 Bab 98. Syukuran
100 Bab 99. Lagi??
101 Bab 100. Pergi Periksa
102 Bab 101. Ulang Tahun Amanda
103 Final Part.
104 Karya Baru Telah Terbit
Episodes

Updated 104 Episodes

1
Bab 1. Kamu Anggap Aku Apa?
2
Bab 2. Party Yang Kacau
3
Bab 3. Apa Yang Terjadi?
4
Bab 4. Aku Mau pulang Papi
5
Bab 5. Kalian Harus Dinikahkan
6
Bab 6. Apa Aku Tidak Pantas?
7
Bab 7. Aku Akan Menikahimu
8
Bab 8. Kedatangan Papa dan Mama
9
Bab 9. Kejadian Tak Terduga
10
Bab 10. Sah
11
Pengumuman. Promosi karya
12
Bab 11. Bukan Jodohnya
13
Bab 12. Kewajiban Seorang Istri
14
Bab 13. Istri Yang Menyenangkan
15
Bab 14. Memikirkan Masa Depan
16
Bab 15. Beri Sedikit Waktu
17
Bab 16. Surat Misterius
18
Bab 17. Zafrina Dibuntuti
19
Bab 18. Zico Bertemu Anastasya
20
Bab 19. Rasa Penasaran
21
Bab 20. Queen & King
22
Bab 21. Zayana Diculik
23
Bab 22. Aksi Zayana
24
Bab 23. Tidak Akan Melepaskanmu
25
Bab 24. Makan Siang Spesial
26
Bab 25. Bicara Dari Hati
27
Bab 26. Obsesi
28
Bab 27. Penghianat
29
Bab 28. Mengatur Strategi
30
Bab 29. Dominic Pov
31
Bab 30. Mari Beraksi
32
Bab 31. Misi Penyelamatan
33
Bab 32. Kemenangan Mutlak
34
Bab 33. Terima Kasih
35
Bab 34. Janggal
36
Bab 35. Kenyataan
37
Bab 36. Zico Mulai Posesif
38
Bab 37. Sumpah Serapah
39
Bab 38. Taruhan
40
Bab 39. Bertemu Wanita Asing
41
Bab 40. Ke Apartemen Mama Dian
42
Bab 41. Membawa Alexa ke Rumah Sakit
43
Bab 42. Merajuk
44
Bab 43. Zafia, Calon Mafia?
45
Bab 44. Bukan Ide Buruk
46
Bab 45. Ke Rumah Sakit
47
Bab 46. Penasaran
48
Bab 47. Hamil?
49
Bab 48. Sidang Zafia
50
Bab 49. Petuah
51
Bab 50. Pagi Yang Indah
52
Bab 51. Karma untuk Rian
53
Bab 52. Bahagia
54
Bab 53. Berbelanja
55
Bab 54. Kabar
56
Bab 55. Harus Pulang
57
Bab 56. Curhatan Alexa
58
Bab 57. Kedatangan Anastasya
59
Bab 58. Zafrina menghilang
60
Bab 59. Kehilangan
61
Bab 60. Penyesalan Zico
62
Bab 61. Hadapi Masalahmu
63
Bab 62. Tidak Ada Yang Perlu Dimaafkan
64
Bab 63. Rapuh
65
Bab 64. Butuh di Dampingi
66
Bab 65. Kepedulian Keluarga
67
Bab 66. Kedatangan Raiden
68
Bab 67. Kedatangan Zafia
69
Bab 68. Perkenalan Zafia dan Raiden
70
Bab 69. Ada apa dengan Zafia?
71
Bab 70. Ada apa dengan Raiden?
72
Bab 71. Menjagamu
73
Bab 72. Bersikap Aneh
74
Bab 73. Aksi Zafia
75
Bab 74. Memberi Kepercayaan
76
Bab 75. Rencana Rian
77
Bab 76. Sisi Lain Rian Al Farez
78
Bab 77. Sekumpulan Badut
79
Bab 78. Kehebatan Zafia yang Tersembunyi
80
Bab 79. Pahlawan Kesiangan
81
Bab 80. Jangan Sakit
82
Bab 81. Pulang ke Indonesia
83
Bab 82. Tidur Dengan Mama
84
Bab 83. Kebahagiaan Zafrina
85
Bab 84. Membujuk Oma dan Opa
86
Bab 85. Masalah Di Butik
87
Bab 86. Bertemu Sahabat Lama
88
Bab 87. Menemani Makan
89
Bab 88. Selalu Salah
90
Bab 89. Di Rumah Sakit
91
Bab 90. Nasehat mama Dian
92
Bab 91. Menemui Zico Di Kantor
93
Bab 92. Manjanya Zafrina
94
Bab 93. Berkumpul
95
Bab 94. Pembicaraan Antar Kubu
96
Bab 95. Resepsi
97
Bab 96. Kontraksi
98
Bab 97. Minta Maaf
99
Bab 98. Syukuran
100
Bab 99. Lagi??
101
Bab 100. Pergi Periksa
102
Bab 101. Ulang Tahun Amanda
103
Final Part.
104
Karya Baru Telah Terbit

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!