*******
Dokter menangani Dian dengan sangat cekatan. Beruntung Dian hanya terkejut dan syok, kini ia sudah berada di ruang perawatan. Zafrina dan Zafa menjadi orang yang paling merasa bersalah dengan kejadian yang menimpa mama mereka.
Tapi seperti sebuah petuah, ada 3 perkara yang tidak bisa di tarik kembali yaitu waktu, ucapan dan kesempatan. Sehingga manusia harus benar-benar menggunakan ketiga perkara itu dengan sangat hati-hati dan sebaik mungkin.
Dian kini terbaring lemah karena ucapan Rian yang begitu mengejutkan. Seandainya bisa semua ingin memutar waktu agar kejadian ini bisa dihindari tapi lagi-lagi semua perkara itu tidak dapat di putar kembali. Tapi semoga dapat di perbaiki di kemudian hari.
Zafa membetulkan brankar mamanya agar posisinya nyaman, Hidung Dian masih terpasang selang oksigen. Dian memanggil Zafrina dan Zico untuk mendekat. Saat itu Rian belum tiba di sana. sementara Gerry masih di ruang dokter. Zafrina menatap Dian sendu.
"Mama... "
"Menikahlah, Sayang."
"Tapi, Mah."
"Inna, mama ingin tahu sesuatu. Apakah kamu memiliki perasaan pada Zico?" Zafrina pun mengangguk.
"Bagaimana dengan Zico? apakah perasaan kamu sama seperti Inna?" Zico menggenggam tangan Dian dan mengangguk.
"Bahkan mungkin lebih, aunty Dian."
"Jika begitu menikahlah, selagi mama masih ada." Seketika jatuhlah air mata Zafrina saat mendengar ucapan Dian.
"Mama pasti sehat. Mama pasti akan menemani Inna saat nanti Inna punya anak. Mama yang akan mengajari mereka nanti."
Dian menyunggingkan senyum, bibirnya masih tampak pucat. Dia perlahan membelai kepala putrinya.
"Mama tidak bisa menjanjikan apapun padamu sayang. Umur dan kesehatan mama adalah milik sang Pencipta dan sewaktu-waktu Dia bisa mengambilnya. Selagi mama masih sempat melihat kalian menikah. Maka segeralah menikah."
"Tapi kami baru saja selesai kuliah, Mah."
"Tidak ada tolak ukur untuk sebuah pernikahan, mau nanti setelah bekerja, atau baru lulus sekolah sekali pun jika memang sudah jodoh dan takdir, kita bisa apa? Mama hanya tidak ingin nantinya putri mama menanggung dosa. Persahabatan kalian memang luar biasa. Tapi setan bisa ada di mana-mana. Sekarang mungkin kalian sadar, besok siapa tahu setan yang menggerakkan hati kalian. Sebelum semua terlanjur dan menyesal. Sebaiknya niat baik di segerakan."
Zafrina semakin menunduk, ia sudah tidak berani menyangkal apapun yang mamanya katakan.
Zafa mendekati adiknya dan juga calon adik iparnya. "Benar yang mama katakan. Sebaiknya segera saja."
Zafrina menengadah menatap sang kakak. Zafa tersenyum lembut seraya mengusap kepala adiknya itu.
Gerry masuk ke ruangan Dian diikuti oleh Rian, Veli dan Leo. Keempat orang yang ada di dalam langsung menoleh ke arah Gerry dan yang lain.
"Pah, sini dulu." Dian memanggil Gerry.
"Ada apa, sayang?"
"Mama mau Inna menikah."
"Iya, tapi nanti setelah kamu sembuh, ya."
"Aku ingin mereka menikah sekarang, mas."
"Ma... Zafrina janji akan menikah dengan Zico tapi setelah mama sembuh." Zafrina berusaha membujuk Dian.
"Bagaimana kalau secara agama dulu. Aku benar-benar tidak tenang."
"Pernikahan bukan untuk main-main, Sayang."
"Apa mas berpikir begitu tentangku?"
"Eh... bu-bukan begitu, Mah. Tapi pernikahan itu kan perlu persiapan."
"Kalau secara agama dulu kan tidak apa-apa, pah."
Gerry menatap Zafrina dan Zico sesaat. Zico menganggukkan kepala dengan mantap.
"Saya siap kapan pun, Uncle." Gerry menatap kedua bola mata Zico, tidak ada keraguan di sana. Yang tampak hanya sebuah kemantapan. Gerry pun menghembuskan nafasnya perlahan.
"Baiklah .... " Gerry sesaat menoleh kepada Rian dan Leo. "Bagaimana menurut kalian?"
"Aku terserah pada putraku. Aku akan mendukung apapun keputusannya," jawab Leo.
"Aku setuju saja. Asal Inna tidak keberatan," ujar Rian. Kini semua mata mengarah ke arah Zafrina.
"Bagaimana sayang?"
"Jika itu membuat mama bisa sehat kembali, Inna mau." gadis itu menunduk dengan telinga yang memerah.
Zafa akhirnya menghubungi orangnya untuk memanggil guru besarnya. Orang yang sangat dihormati oleh Zafa karena selain memang beragama sama dengannya, guru besar Zafa lah yang membuat Zafa pada akhirnya bisa bangkit setelah terpuruk dengan kenyataan di hidupnya saat dulu pertama kali mengetahui rahasia besar keluarganya.
Semua berkumpul di ruangan Dian, Rian sebagai warga negara itu meminta ijin pada dokter untuk mengadakan akad nikah di ruangan Dian.
Rian juga meminta Dokter dan perawat yang malam itu bertugas di ruangan Dian ikut menjadi saksi atas moment spesial itu.
Mami Veli membawa Zafrina di ruangan lain yang disewa oleh Rian. Seorang pelayan membawakan sebuah dress cantik berwarna putih yang panjangnya sebatas lutut dengan pita berwarna soft pink melingkar di pinggangnya. Mami Veli juga membantu Zafrina menata rambut dan memberi sedikit sentuhan make up pada wajah cantik Zafrina.
Disaat kedua keluarga besar itu sedang mempersiapkan acara, Marvel sejak tadi hanya diam tak bersuara. Ia sadar diri jika dirinya dan Zafrina berbeda kasta, tidak akan mungkin Zafrina mau melirik kacung sepertinya.
Guru besar yang dimaksud Zafa telah datang, Zafa menjabat tangan guru besarnya begitu juga papi Rian, Papa Gerry dan juga Leo. Zafa memperkenalkan guru besarnya, biasanya Zafa memanggilnya dengan guru Ali. Zico sedang berada di kamar mandi karena terlalu gugup menghadapi akad nikahnya nanti.
"Apa sudah siap?"
"Sebentar tuan Ali, saya panggilkan calon mempelai prianya," ucap Leo. Dia segera mengetuk pintu kamar mandi. Zico yang berada di dalam langsung membuka pintu.
"Ada apa, Pah?"
"Orang yang akan menikahkan kamu sudah tiba. Segera keluarlah!"
Zico mengikuti papanya dengan wajah yang tampak sekali sangat tegang. Di ruangan itu sudah berjajar para tim medis mama Dian dan juga seorang pria dengan tampilan yang sangat sederhana namun aura yang terpancar dari pria itu sangat kuat dan berkharisma.
"Apakah ini calon mempelainya?"
"Iya, benar Guru," jawab Zafa.
"Tidak perlu tegang, rileks saja." Guru Ali menepuk bahu Zico.
Sebuah meja di tata di samping brankar Dian, Rian dan Gerry duduk di samping Guru Ali.
"Siapa ayahnya?"
"Saya..." jawab Gerry dan Rian serentak.
Guru Ali mengerutkan alisnya menatap kedua pria di sampingnya. Rian dan Gerry menjadi salah tingkah dibuatnya.
"Bagaimana ini? siapa ayah kandungnya?" kembali Guru Ali bertanya.
"Saya, Tuan Ali," jawab Rian dengan mantap. Gerry tersenyum sinis.
"Kamu kan masih punya Zayana dan Zafia. Aku hanya memiliki Inna, kesempatanku hanya kali ini saja." Gerry hanya mengangguk-angguk seraya menggerakkan tangannya tanda mempersilahkan. Guru Ali dan lainnya dibuat geleng kepala dengan tingkah kedua pria itu.
Zico melepas kalung yang selama ini sering dipakainya. Kalung itu emas putih 24 karat dengan bandul huruf Zz Kalung itu sudah melingkar lama di leher Zico. Itu kalung yang dia persembahkan untuk mengingat persahabatan antara dirinya dan Zafrina.
Kini kalung itu akan menjadi mahar untuk mengikat Zafrina. Gerry dan Dian mlepas cincin pernikahan mereka lalu menyerahkannya pada Zico.
"Sudah Siap?" tanya guru Ali, Zico mengangguk dengan mantap.
"Baiklah kita mulai saja acaranya." Guru Ali mulai membaca doa Rian dan Zico berjabat tangan sesuai arahan Guru besar. lalu terucaplah janji suci dan juga sakral secara lantang tanpa kesalahan.
"Bagaimana semuanya?"
Dian, Gerry, Rian, Leo, Zafa dan Marvel menjawab, "Sah...."
Mami Veli lalu membawa Zafrina masuk ke ruangan Dian, Disambut senyum bahagia dari semua yang ada di ruangan itu tak terkecuali Marvel.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Hai guys, maaf selalu begini setiap saat pasti ada momen olengnya.
Oh ya author kembali mau promosi novel karya sahabat author **neh, sembari nunggu Inna up, mampir ya gengs, ramaikan karyanya.
Judul : Mengejar Cinta Guru Tampan
author : Ponn Ponn
Nayra baru saja putus dengan sang pacar justru dipertemukan dengan seorang pria tampan yang menjadi guru baru disekolahnya.
Nayra lama-kelamaan mulai jatuh Cinta dengan sang guru, walau umur mereka bedah jauh, tapi Nayra tidak peduli dengan itu, dia tetap akan terus mengejar Cintanya dengan sang guru tampan tersebut.
Akankah Cinta Nayra diterima? Atau justru Cintanya tersebut akan bertepuk sebelah tangan**.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 104 Episodes
Comments
joong
emas 24 karat nggak mungkin putih warnanya. 24 karat itu emas murni pasti kuning warnanya. untuk informasi saja 🙏
2024-10-31
1
Ass Yfa
kalo jadi wali k, harusnya ,Rian dong, diakan ayah biologisnya meski nikah secara siri,, top ayahnya, Gery nggk berhak dia hanya ayah sambung
2023-10-19
2
Oi Min
jgn berpikir seperti itu Marvel sayang..... mngkin kmu dan Inna g berjodoh. jdi bukan karna kasta ato kacung sprt yg kmu bilang. ok sayang
2023-09-13
2