17. Sengkolo Blungkang Suji

"Simbah meninggal?", Tanya bi Tutik dengan raut wajah bertaut.

"Iya bi, saya pamit pulang dulu ya bi, yu aku pinjem motornya buat pulang ya. Nanti malem aku balikin lagi kesini boleh?", Pintaku pada ayu.

"Jangan pulang dulu!. Kalo mau pulang ayu ikut.", balas ayu.

"Bu apa nggak sebaiknya putra tahu semuanya." Ucap ayu pada ibunya.

"Hmmm ibu juga rasa ini waktu yang tepat nduk, dia pasti akan mengincar semua sampai habis!", Balas ibunya dengan wajah pias.

"Kalian ngomongin apa sih?!", Bentakku karena aku tak paham dengan apa yang mereka bicarakan.

Sejujurnya aku malah takut dengan orang-orang sekitarku sekarang. Mereka seperti menyembunyikan sesuatu dariku. Siapa yang harus ku percayai? Mereka semua hampir sama. Chhhh aku muak terus di permainkan.

"Gini lho nak Mahesa, duduk dulu biar ibu jelasin" kata bi Tutik mencoba menenangkanku.

"Iya put. Kamu harus dengerin ibu dulu", ayu menambahkan.

Aku menurut saja padanya. Karena aku pun sudah tak punya pilihan lain. Kami bertiga akhirnya masuk ke dalam ruang tamu. Kami duduk lesehan membentuk satu lingkaran dengan posisi saling berhadapan.

"Apa kamu sudah tau tentang Nyai Dasimah?", Tanya bi Tutik lirih.

Kuingat ingat lagi tentang cerita kelam yang pernah di ceritakan Tante Ningsih waktu itu. Aku pun mengangguk setelah sedikit mengingat tentang kejadian mengerikan di rumah tua tersebut.

"Sebenarnya itu semua bukan kesalahan Simbah Tari. Bahkan beliau tidak terlibat sama sekali dengan kejadian terbakar hidup-hidup nya Nyai Imah.", ucap bi tutik memulai cerita.

"Lalu..?", Tanyaku.

"Itu kecelakaan!" Jawabnya singkat.

"sebenarnya kejadian yang membuat Nyai imah meninggal itu karena kesalahannya sendiri yang tak hati-hati.", lanjutnya.

"darimana ibu tau?" Tanyaku.

"Ibu tahu karena ibu lihat dengan mata kepala ibu sendiri!", jawabnya.

"Namun sayangnya Nyai Imah bukan sembarang orang. Ternyata dia adalah seorang yang memiliki ilmu hitam yang pendendam. Dia mengutuk keluarga Simbah Tari dan semua yang di sekelilingnya." Bi Tutik menjelaskan.

"Kutukan apa itu?" Tanyaku penasaran.

"Kutukan Sengkolo Blungkang Suji", jawab bi Tutik.

"Hah? Apa itu bi?", Tanyaku tak paham.

"Kutukan pada manusia di tanah Jawa di namakan dengan sengkolo (sengkala). Sengkolo merupakan akibat buruk yang akan diterima sepanjang hidupnya karena beberapa sebab (nasib sial). Beberapa akibat dari adanya sengkolo diantaranya, susah mendapat jodoh, jika memiliki pasangan selalu meninggal, susah dan sengsara, hidupnya tidak tenteram dan sebagainya. Asal muasal datangnya sengkolo adalah pembawaan lahir, ulah dari diri sendiri, karma, dan keturunan. Oleh karena itu sengkolo harus dihilangkan agar hidup kembali normal." Terang ayu yang terlihat daritadi diam saja.

"Tepatnya Sengkolo Blungkang Suji adalah, kutukan kepada orang atau keluarga yang apabila terkena sengkolo ini, hidupnya akan sial terus. Itu karena pernah membunuh orang tak bersalah. Dan yang lebih mengerikan kutukan ini akan menghabisi semua nyawa satu persatu!", Tambah bi tutik.

"Begini nak Mahesa biar ibu ceritain semua satu persatu!" Sambung bi tutik. Aku mendengar dengan seksama.

"Cerita Sewaktu ibu masih kerja dengan Simbah"

*Flashback*

Setelah kematian nyai Imah keluarga Ndoro wiryo menjadi tak tentram. Termasuk Simbah Tari, beliau terus terngiang ucapan Nyai Imah sebelum benar-benar di jemput ajal. Sebuah kalimat lantang dari orang yang nyawanya sudah di ujung lidah. Sumpah serapah...

Sira sumpah karo langit lan bumi

Sira bakal dadi bayanganmu

Sira mboten badhe ilang saka kadunyan Iki

Sak derengipun

Sira bakal babat sedayanipun anak putumu lan abdimu

Kemudian malapetaka itu benar-benar terjadi. Semua berawal dari gagal panen yang serentak di alami Ndoro wiryo. Membuat Ndoro wiryo rugi dan kehilangan hampir separuh hartanya. Kematian kedua anak laki-lakinya yang bisa di katakan tak wajar juga membuat Ndoro semakin terbebani. Bahkan Tak lama juga Ndoro wiryo jatuh sakit!.

Dengan kulit yang memerah seperti terkena air panas, hampir tiap hari Ndoro meraung-raung kesakitan. Beliau tak mau makan sama sekali. Bahkan dokter dari kota yang sudah di datangkan pun bingung dengan penyakitnya. Setelah hampir dua Minggu, kini kulitnya bukan hanya sekedar melepuh namun kini seperti retak-retak mengeluarkan darah dan nanah. Bahkan bi Tutik harus memakai masker tebal hanya untuk menyeka beberapa darah yang merembes. Saking tidak kuat dengan bau amisnya.

Segala macam cara sudah di lakukan untuk menyembuhkan Ndoro wiryo. Dari mulai obat sampai herbal. Sudah banyak yang di korbankan untuk kesembuhan Ndoro waktu itu. Namun semua hasilnya nihil. Ndoro tak kunjung sembuh jua. Harta yang di pupuk bertahun-tahun kini mulai berangsur habis dengan sendirinya. Semua penghasilan otomatis hanya bersumber dari kelompok kesenian milik Simbah tari.

Melihat suaminya kesakitan tiap hari Simbah tari tak tinggal diam. Dia bersumpah akan menghilangkan Sengkolo suaminya. Dengan cara berguru di gunung *****. Simbah tari melakukan semedi di samping sebuah Curug atau air terjun selama hampir 7 hari.

"Sejujurnya bi Tutik juga nggak begitu tahu apa yang di dapat selama 7 hari itu", ucap bi Tutik.

Namun setelah kembali dari pertapaan mutih raga-nya, Simbah kembali dengan aura yang berbeda. Auranya gelap dan pekat. Bi Tutik yang juga merupakan orang yang dapat merasakan sesuatu yang gaib bahkan mulai takut dengan Simbah Tari. Saat di dekatnya atau saat bertatapan dengan Simbah rasanya seperti sesak nafas karena aura yang di timbulkan sungguh gelap. Beliau pernah berkata pada bi Tutik saat di suruh menyisir majikannya itu.

"Imah ora bakal iso dumuk keluarga maneh!" Kata Simbah dengan menyeringai.

Bahkan bi Tutik pun sampai sekarang masih merinding ketika membayangkan kejadian di senja hari tersebut. Semakin hari akhirnya Ndoro wiryo kondisinya semakin membaik. Kulitnya berangsur kembali normal. Bahkan dia kini sudah bisa berjalan-jalan keluar rumah, walau harus menghindari sengatan matahari langsung. Namun itu membuat Simbah tari menjadi lega.

Sampai ketika saat Ndoro wiryo akan pergi ke kota untuk check up ke dokter kulit. Simbah tari yang tidak ikut karena tak enak badan, lupa akan pantangannya. Mungkin karena sangat lapar jadi secara tidak sadar, Dia lupa kalau dia tak boleh makan muluk (makan dengan tangan kosong)!.

Dia teringat saat sudah separuh piring sudah berpindah di perutnya. Simbah langsung panik keringat membasahi sekujur tubuhnya. Dia segera mencari telfon rumah untuk menghubungi sopir pribadinya. Namun semua terlambat.

Sebelum dia menelfon dia sudah di telfon terlebih dahulu. Ya Ndoro wiryo sudah pergi untuk selamanya. Tubuhnya seperti terbakar sendiri di jok belakang. Tubuhnya menghitam kulitnya yang mulai berangsur sembuh itu mengering seperti tak punya cairan sama sekali. Mulutnya mengangga matanya terbelalak seperti merasakan ketakutan yang teramat sangat. Imah!! Bentak Simbah tari yang shock mendengar suaminya telah pergi dengan keadaan yang miris seperti itu. Matanya terus mengeluarkan air mata yang tak henti-hentinya mengalir.

Setelah kepergian suaminya, Simbah tari seperti kehilangan hati nurani. Beliau kerap marah-marah hanya karena hal sepele. Bahkan beliau pernah hampir menginjak injak kepala abdi dalemnya karena teh yang di siapkan terlalu manis menurutnya. Dan abdi dalem itu ya bi tutik sendiri. Itulah alasan kenapa bi Tutik memilih untuk pensiun kerja dari rumah Simbah Tari. Selain perilakunya yang sudah di luar akal sehat beliau juga semakin tergila-gila dengan ilmu Kanuragan. Bisa di bilang Simbah merupakan ahli teluh atau santet yang hebat. Tak sedikit pejabat negara yang mengunakan jasanya. Kami dulu para abdi dalem di sumpah olehnya untuk tidak membicarakan ini walaupun sudah pensiun. Hingga usia yang menginjak senja akal dan hati Simbah mulai terbuka kembali. Dendam yang membara kini berangsur padam. Saat itu setahu bi Tutik Beliau mulai membuang semua ilmu hitamnya. Katanya demi bisa hidup dan menikmati masa tuanya dengan tenang.

Melihat Simbah tari sudah mulai melemah membuat demit Nyai Dasimah kembali lagi dengan dendam dan kekuatan yang lebih besar. Kekuatan yang mampu membinasakan apa yang menurutnya pantas untuk menebus kesalahan di masa lalu. Dan terbukti dia sudah membalas dimulai dari kematian Simbah Tari sendiri.

"Seperti itu nak Mahesa" ucap bi Tutik menghela nafas.

"Tunggu-tunggu, katanya anak Simbah tari hanya satu? Tapi kenapa di rumah ada lima orang? Siapa anak Simbah sebenarnya dan siapa mereka semua?" Tanyaku yang merasa janggal dengan cerita bi Tutik.

"Oh ternyata kamu belum tahu. Apa mereka belum memberi tahumu?" Jawab bi tutik santai sembari menyesap tehnya yang sudah mulai dingin.

"Sebenarnya mereka itu..." Lanjutnya

Bersambung...

Terpopuler

Comments

Mimik Pribadi

Mimik Pribadi

Anak simbah Satu dan itu berarti bpknya Putra,dan Putra cucu keturunan simbah Tari,,,,😁😁😁

2023-07-30

0

Randy_Chavaladruva

Randy_Chavaladruva

keren.

2022-10-06

0

Dwi Agung Wiloso

Dwi Agung Wiloso

bhs jawa yg digunakan utk sumpah menjelang ajal kok rasanya krg pas.... Sira itu kata ganti org ke2, harusnya : ingsun. Pemilhan kata2nya juga campur aduk antara bhs halus dan kasar walau bisa dimengerti maknanya. Cmiiw....

2022-06-03

2

lihat semua
Episodes
1 1. Dari yang Tak Terduga
2 2. Perjalanan pun dimulai...
3 3. Pertemuan Yang tak Diharapkan
4 4. Bi Sumi
5 5. Di Balik Tabir
6 6. Ningsih?
7 7. Surup
8 8. Gamelan itu?
9 9. Pingsan?
10 10. Tamu tak Terduga
11 11. Semakin Dekat
12 12. Mulai Menemukan Benang Merah
13 13. Mengungkap Kisah Kelam
14 14. Cemburu
15 15. Petaka Bermula
16 16. Rahasia Ayu
17 17. Sengkolo Blungkang Suji
18 18. Kamu Selanjutnya
19 19. Tunggu Aku Kembali !!
20 20. Bekal Dari Ayah
21 Teman Baru
22 Peka
23 Mustika Legendaris
24 Kematian Pakde
25 Hati-hati Dalam Menaruh Hati
26 Mempunyai Dua Kepribadian
27 Tamu
28 Nekat!!!
29 Ayu
30 Masa Lalu Budi Rahardjo
31 Orang Asing
32 Kerabat Baru
33 Bukan Paranormal
34 Mantan
35 Misi Rahasia Mahesa
36 Orang Yang Sama?
37 Terbawa
38 Alam sebelah
39 Simalakama
40 Algojo!
41 Mencari jejak
42 Pertemuan Kembali
43 Kost
44 Terlalu Nyaman
45 Potongan Puzzle
46 Rumah Jagal?
47 Foto Usang
48 Terbakar Menjadi Abu
49 Keturunan Darah Biru
50 Salah Paham
51 Polisi Baik
52 Misi Gagal!
53 Teluh?
54 Mulut Iblis
55 Ronde Kedua
56 Kejutan
57 Menuju Akhir
58 Lari!!!
59 Dua Harapan
60 Tolong
61 Sebuah Kebenaran
62 POV: Didik
63 Mencari Sebuah Kebenaran
64 Awal
65 Biang Keladi
66 Perlahan Namun Pasti
67 Luka
68 Kehilangan
69 Pesan
70 Menuju Pesta
71 Terjebak
72 Ujung Labirin
73 Bolo Kurowo
74 Kepingan Puzzle yang Hilang
75 Jangan Rusak Kejutannya
76 Rencana Ayah
77 Hari Bahagia
78 Tamu Istimewa
79 Malam Pertama
80 Sembunyi!
81 Tujuh Pusaka
82 Api Di Balas Api
83 Cabut Hingga Akar
84 Kebajikan akan Selalu Menang
85 Simphoni Maut
86 Pengorbanan
87 Apa Kau Tidak Menyadarinya!
88 PENGUMUMAN!
89 Pengumuman ralat..
90 PENGUMUMAN CHAPTER KE 3
91 Novel Baru!!
Episodes

Updated 91 Episodes

1
1. Dari yang Tak Terduga
2
2. Perjalanan pun dimulai...
3
3. Pertemuan Yang tak Diharapkan
4
4. Bi Sumi
5
5. Di Balik Tabir
6
6. Ningsih?
7
7. Surup
8
8. Gamelan itu?
9
9. Pingsan?
10
10. Tamu tak Terduga
11
11. Semakin Dekat
12
12. Mulai Menemukan Benang Merah
13
13. Mengungkap Kisah Kelam
14
14. Cemburu
15
15. Petaka Bermula
16
16. Rahasia Ayu
17
17. Sengkolo Blungkang Suji
18
18. Kamu Selanjutnya
19
19. Tunggu Aku Kembali !!
20
20. Bekal Dari Ayah
21
Teman Baru
22
Peka
23
Mustika Legendaris
24
Kematian Pakde
25
Hati-hati Dalam Menaruh Hati
26
Mempunyai Dua Kepribadian
27
Tamu
28
Nekat!!!
29
Ayu
30
Masa Lalu Budi Rahardjo
31
Orang Asing
32
Kerabat Baru
33
Bukan Paranormal
34
Mantan
35
Misi Rahasia Mahesa
36
Orang Yang Sama?
37
Terbawa
38
Alam sebelah
39
Simalakama
40
Algojo!
41
Mencari jejak
42
Pertemuan Kembali
43
Kost
44
Terlalu Nyaman
45
Potongan Puzzle
46
Rumah Jagal?
47
Foto Usang
48
Terbakar Menjadi Abu
49
Keturunan Darah Biru
50
Salah Paham
51
Polisi Baik
52
Misi Gagal!
53
Teluh?
54
Mulut Iblis
55
Ronde Kedua
56
Kejutan
57
Menuju Akhir
58
Lari!!!
59
Dua Harapan
60
Tolong
61
Sebuah Kebenaran
62
POV: Didik
63
Mencari Sebuah Kebenaran
64
Awal
65
Biang Keladi
66
Perlahan Namun Pasti
67
Luka
68
Kehilangan
69
Pesan
70
Menuju Pesta
71
Terjebak
72
Ujung Labirin
73
Bolo Kurowo
74
Kepingan Puzzle yang Hilang
75
Jangan Rusak Kejutannya
76
Rencana Ayah
77
Hari Bahagia
78
Tamu Istimewa
79
Malam Pertama
80
Sembunyi!
81
Tujuh Pusaka
82
Api Di Balas Api
83
Cabut Hingga Akar
84
Kebajikan akan Selalu Menang
85
Simphoni Maut
86
Pengorbanan
87
Apa Kau Tidak Menyadarinya!
88
PENGUMUMAN!
89
Pengumuman ralat..
90
PENGUMUMAN CHAPTER KE 3
91
Novel Baru!!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!