Tak berselang lama akupun mulai bergegas beres beres karena ayah pun tidak tahu harus sampai kapan kita disana. Kulihat ibu juga cukup sibuk dengan perlengkapannya dan si tengil kulihat dia hanya memegang ponselnya saja. Banyak pertanyaan dalam benakku tapi ayahku bukan tipe orang yang enak di ajak ngobrol.
"Ahhhh selesai juga," gumamku merapikan 2 kantong tas besar yang sudah selesai ku packing.
"Kalo udah selesai buruan masukkin ke bagasi mobil kak, " teriak ibu dari luar kamar.
"Iya buuukk" sahutku segera bergegas menuju garasi. Di sana ada ayah yang sedang ngecek mobil. Aku coba nggak mengganggu nya. Aku pun urung memasukkan tasku sekarang.
Jam menunjukkan pukul 11. Kulihat ibu sudah keluar rumah semua barang sudah di bawa. Kami seperti orang di usir dari rumah batinku. Cukup sedih juga harus meninggalkan rumah nyamanku ini dan untuk sementara harus berpisah dengan kawan kawan tongkronganku.
"Yah ayok berangkat," ucap ibu.
"Semua udah beres ?" Tanya ayah dengan senyum.
"Kalo sudah ayok semua masuk, kakak sama adek di belakang ya." Lanjut ayah sembari memasukkan tas ransel ibu dan dua tas jumboku di bagasi mobil kami. Tak berselang lama kami semua sudah ada di dalam mobil. Sejurus kemudian Ayah menyusul ke dalam mobil duduk di belakang kemudi.
"Bismillahirrahmanirrahim" ucap ayah lirih.
Brmmmmmmbrmmm
Mobil menyala Deru mesin bergema membelah jalanan ibukota. Siang ini begitu terik dan Akhirnya kami pun berangkat. Perjalanan kali ini cukup panjang jadi kuputuskan untuk sejenak tidur. Ku lirik di sampingku bahkan belum keluar dari kota adiku sudah terlelap. Tak mau kalah Aku pejamkan mataku pelan sambil menikmati gontai mobil yang melaju. Membuatku seperti terhipnotis tak lama aku pun terlelap.
Duakkkkk grraakk
Mobilku seperti nya habis melewati jalan yang buruk atau menghantam lubang yang mengangga. aku terantuk bangun dari tidurku. Kulirik ibu di depan pun sudah terbangun. Seingatku ibu juga tertidur sebelum aku tidur tadi. Kulihat keluar jendela. Hutan rimbun yang di penuhi pohon jati sebagai pagarnya. Hewan hewan kecil dan burung burung bersahut sahutan.
Terlihat cahaya temaram kuning keemasan melewati celah celah di antara rimbunnya dedaunan. Kulihat jam tanganku jam 5 sore. Entah berapa lama aku tidur seakan aku menikmati perjalanan ini atau karena aku kelelahan. Lama kelamaan kami keluar juga dari hutan yang seperti terowongan alami tersebut. Matahari pun sudah pergi berganti petang dan kini bulan yang menggantikan posisi nya.
"Habis ini kita nyari makan dulu ya buk" kata ayah sembari melirik ibu yang menguap sambil mengucek mata nya. Sepertinya ibu juga capek sekali.
"Terserah ayah" balas ibu dengan senyum manja.
Aku yang melihat itu senyum senyum di buatnya.
"Gimana kak mau makan?" Tanya ibu padaku memecah diamku.
"Iya ni Buk lumayan laper" jawabku kikuk. Kulirik adikku juga mulai melek dari tidurnya.
"Buk yah ini kita sampai dimana hoaaamm" tanya adikku sambil menguap panjang.
Tak berselang lama setelah melewati perkampungan yang lumayan sepi dengan rumah yang berjarak. Dari jauh Ada sebuah tenda makan kecil bertulis Lamongan. Tanpa pikir panjang ayah menepikan mobil kami tepat 2 meter sebelum tenda putih itu. Bau ayam goreng dan sambal tomatnya menggugah napsu makanku.
Kami pun akhirnya turun untuk sekedar mengganjal perut. Kami duduk berhadapan. Sayup sayup terdengar suara adzan di barengi gelap yang mulai menggulita. Aku pun mulai penasaran seingatku dulu perjalanan tak selama ini. Dan aku pun sepertinya asing dengan daerah yang dari tadi kita lewati. Apa kita tersesat?
"Ini kita masih jauh yah?" Tanyaku pada ibu.
"Bentar lagi juga sampai" potong ayah cepat.
Aku pun hanya diam saja mendengar itu. Lagipun perutku sudah keroncongan karena sedari tadi di mobil hanya duduk dan tidur saja.
Setelah menunggu cukup lama Akhirnya pesanan kami datang juga. Dan tanpa di beri aba aba kami langsung berdoa dan menyantap apa yang ada di hadapan kami. Kami begitu khidmat dengan apa yang tersaji malam ini.
Setelah selesai dengan urusan perut, kami berencana kembali melanjutkan perjalanan.
"Apa ayah yakin ini jalan yang bener?" Ucap ibu nampak ragu.
"Bener kok ayah yakin" jawab ayah.
Setelah berjalan menjauhi tempat makan tadi kami terus lurus mengikuti jalan. Sampai lah kami di sebuah pertigaan. Ayah kemudian berbelok ke kanan memasuki sebuah gapura yang nampak berlumut dan sudah tua sekali.
Memasuki gapura jalan seketika berubah. Jalanan batu yang tidak rata di temani beberapa lampu jalan yang redup menambah sedikit kengerian di tempat ini. Rumah di kanan kiri tampak renggang di selingi kebun yang nampak cukup pekat. Beberapa kali tubuh kami terguncang karena jalanan yang tidak rata.
Setelah sekitar lima menit kami menyusuri jalan yang cukup menyiksa kami, terlihat rumah yang cukup besar bergaya joglo kuno di ujung jalan. Rumah yang begitu besar dengan halaman cukup luas. Di depannya beberapa mobil berbagai merk berjejer. Aku tak asing dengan rumah itu. Ya itu rumah tujuan kami.
Rumah nenek tari..
Bersambung..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 91 Episodes
Comments
Mifmif Ainan
yey pulang kampung
2023-05-02
0
keisya Syahnas saputro😍🥰😍🥰
seram
2022-12-05
0
🐾🐾🎯Chandra Dewi♐🐾🐾
alhamdulilah.. akhirnya sampai juga di rumah nenek tari..
btw jarak jakarta semarang emang brp jam ya thor? kok kayaknya cepet banget nyampenya..
dulu aku kalau pulang ke jkt dari kudus memakan waktu sampe 12jam perjalanan loh..
2022-05-30
1