2. Perjalanan pun dimulai...

Tak berselang lama akupun mulai bergegas beres beres karena ayah pun tidak tahu harus sampai kapan kita disana. Kulihat ibu juga cukup sibuk dengan perlengkapannya dan si tengil kulihat dia hanya memegang ponselnya saja. Banyak pertanyaan dalam benakku tapi ayahku bukan tipe orang yang enak di ajak ngobrol.

"Ahhhh selesai juga," gumamku merapikan 2 kantong tas besar yang sudah selesai ku packing.

"Kalo udah selesai buruan masukkin ke bagasi mobil kak, " teriak ibu dari luar kamar.

"Iya buuukk" sahutku segera bergegas menuju garasi. Di sana ada ayah yang sedang ngecek mobil. Aku coba nggak mengganggu nya. Aku pun urung memasukkan tasku sekarang.

Jam menunjukkan pukul 11. Kulihat ibu sudah keluar rumah semua barang sudah di bawa. Kami seperti orang di usir dari rumah batinku. Cukup sedih juga harus meninggalkan rumah nyamanku ini dan untuk sementara harus berpisah dengan kawan kawan tongkronganku.

"Yah ayok berangkat," ucap ibu.

"Semua udah beres ?" Tanya ayah dengan senyum.

"Kalo sudah ayok semua masuk, kakak sama adek di belakang ya." Lanjut ayah sembari memasukkan tas ransel ibu dan dua tas jumboku di bagasi mobil kami. Tak berselang lama kami semua sudah ada di dalam mobil. Sejurus kemudian Ayah menyusul ke dalam mobil duduk di belakang kemudi.

"Bismillahirrahmanirrahim" ucap ayah lirih.

Brmmmmmmbrmmm

Mobil menyala Deru mesin bergema membelah jalanan ibukota. Siang ini begitu terik dan Akhirnya kami pun berangkat. Perjalanan kali ini cukup panjang jadi kuputuskan untuk sejenak tidur. Ku lirik di sampingku bahkan belum keluar dari kota adiku sudah terlelap. Tak mau kalah Aku pejamkan mataku pelan sambil menikmati gontai mobil yang melaju. Membuatku seperti terhipnotis tak lama aku pun terlelap.

Duakkkkk grraakk

Mobilku seperti nya habis melewati jalan yang buruk atau menghantam lubang yang mengangga. aku terantuk bangun dari tidurku. Kulirik ibu di depan pun sudah terbangun. Seingatku ibu juga tertidur sebelum aku tidur tadi. Kulihat keluar jendela. Hutan rimbun yang di penuhi pohon jati sebagai pagarnya. Hewan hewan kecil dan burung burung bersahut sahutan.

Terlihat cahaya temaram kuning keemasan melewati celah celah di antara rimbunnya dedaunan. Kulihat jam tanganku jam 5 sore. Entah berapa lama aku tidur seakan aku menikmati perjalanan ini atau karena aku kelelahan. Lama kelamaan kami keluar juga dari hutan yang seperti terowongan alami tersebut. Matahari pun sudah pergi berganti petang dan kini bulan yang menggantikan posisi nya.

"Habis ini kita nyari makan dulu ya buk" kata ayah sembari melirik ibu yang menguap sambil mengucek mata nya. Sepertinya ibu juga capek sekali.

"Terserah ayah" balas ibu dengan senyum manja.

Aku yang melihat itu senyum senyum di buatnya.

"Gimana kak mau makan?" Tanya ibu padaku memecah diamku.

"Iya ni Buk lumayan laper" jawabku kikuk. Kulirik adikku juga mulai melek dari tidurnya.

"Buk yah ini kita sampai dimana hoaaamm" tanya adikku sambil menguap panjang.

Tak berselang lama setelah melewati perkampungan yang lumayan sepi dengan rumah yang berjarak. Dari jauh Ada sebuah tenda makan kecil bertulis Lamongan. Tanpa pikir panjang ayah menepikan mobil kami tepat 2 meter sebelum tenda putih itu. Bau ayam goreng dan sambal tomatnya menggugah napsu makanku.

Kami pun akhirnya turun untuk sekedar mengganjal perut. Kami duduk berhadapan. Sayup sayup terdengar suara adzan di barengi gelap yang mulai menggulita. Aku pun mulai penasaran seingatku dulu perjalanan tak selama ini. Dan aku pun sepertinya asing dengan daerah yang dari tadi kita lewati. Apa kita tersesat?

"Ini kita masih jauh yah?" Tanyaku pada ibu.

"Bentar lagi juga sampai" potong ayah cepat.

Aku pun hanya diam saja mendengar itu. Lagipun perutku sudah keroncongan karena sedari tadi di mobil hanya duduk dan tidur saja.

Setelah menunggu cukup lama Akhirnya pesanan kami datang juga. Dan tanpa di beri aba aba kami langsung berdoa dan menyantap apa yang ada di hadapan kami. Kami begitu khidmat dengan apa yang tersaji malam ini.

Setelah selesai dengan urusan perut, kami berencana kembali melanjutkan perjalanan.

"Apa ayah yakin ini jalan yang bener?" Ucap ibu nampak ragu.

"Bener kok ayah yakin" jawab ayah.

Setelah berjalan menjauhi tempat makan tadi kami terus lurus mengikuti jalan. Sampai lah kami di sebuah pertigaan. Ayah kemudian berbelok ke kanan memasuki sebuah gapura yang nampak berlumut dan sudah tua sekali.

Memasuki gapura jalan seketika berubah. Jalanan batu yang tidak rata di temani beberapa lampu jalan yang redup menambah sedikit kengerian di tempat ini. Rumah di kanan kiri tampak renggang di selingi kebun yang nampak cukup pekat. Beberapa kali tubuh kami terguncang karena jalanan yang tidak rata.

Setelah sekitar lima menit kami menyusuri jalan yang cukup menyiksa kami, terlihat rumah yang cukup besar bergaya joglo kuno di ujung jalan. Rumah yang begitu besar dengan halaman cukup luas. Di depannya beberapa mobil berbagai merk berjejer. Aku tak asing dengan rumah itu. Ya itu rumah tujuan kami.

Rumah nenek tari..

Bersambung..

Terpopuler

Comments

Mifmif Ainan

Mifmif Ainan

yey pulang kampung

2023-05-02

0

keisya Syahnas saputro😍🥰😍🥰

keisya Syahnas saputro😍🥰😍🥰

seram

2022-12-05

0

🐾🐾🎯Chandra Dewi♐🐾🐾

🐾🐾🎯Chandra Dewi♐🐾🐾

alhamdulilah.. akhirnya sampai juga di rumah nenek tari..
btw jarak jakarta semarang emang brp jam ya thor? kok kayaknya cepet banget nyampenya..
dulu aku kalau pulang ke jkt dari kudus memakan waktu sampe 12jam perjalanan loh..

2022-05-30

1

lihat semua
Episodes
1 1. Dari yang Tak Terduga
2 2. Perjalanan pun dimulai...
3 3. Pertemuan Yang tak Diharapkan
4 4. Bi Sumi
5 5. Di Balik Tabir
6 6. Ningsih?
7 7. Surup
8 8. Gamelan itu?
9 9. Pingsan?
10 10. Tamu tak Terduga
11 11. Semakin Dekat
12 12. Mulai Menemukan Benang Merah
13 13. Mengungkap Kisah Kelam
14 14. Cemburu
15 15. Petaka Bermula
16 16. Rahasia Ayu
17 17. Sengkolo Blungkang Suji
18 18. Kamu Selanjutnya
19 19. Tunggu Aku Kembali !!
20 20. Bekal Dari Ayah
21 Teman Baru
22 Peka
23 Mustika Legendaris
24 Kematian Pakde
25 Hati-hati Dalam Menaruh Hati
26 Mempunyai Dua Kepribadian
27 Tamu
28 Nekat!!!
29 Ayu
30 Masa Lalu Budi Rahardjo
31 Orang Asing
32 Kerabat Baru
33 Bukan Paranormal
34 Mantan
35 Misi Rahasia Mahesa
36 Orang Yang Sama?
37 Terbawa
38 Alam sebelah
39 Simalakama
40 Algojo!
41 Mencari jejak
42 Pertemuan Kembali
43 Kost
44 Terlalu Nyaman
45 Potongan Puzzle
46 Rumah Jagal?
47 Foto Usang
48 Terbakar Menjadi Abu
49 Keturunan Darah Biru
50 Salah Paham
51 Polisi Baik
52 Misi Gagal!
53 Teluh?
54 Mulut Iblis
55 Ronde Kedua
56 Kejutan
57 Menuju Akhir
58 Lari!!!
59 Dua Harapan
60 Tolong
61 Sebuah Kebenaran
62 POV: Didik
63 Mencari Sebuah Kebenaran
64 Awal
65 Biang Keladi
66 Perlahan Namun Pasti
67 Luka
68 Kehilangan
69 Pesan
70 Menuju Pesta
71 Terjebak
72 Ujung Labirin
73 Bolo Kurowo
74 Kepingan Puzzle yang Hilang
75 Jangan Rusak Kejutannya
76 Rencana Ayah
77 Hari Bahagia
78 Tamu Istimewa
79 Malam Pertama
80 Sembunyi!
81 Tujuh Pusaka
82 Api Di Balas Api
83 Cabut Hingga Akar
84 Kebajikan akan Selalu Menang
85 Simphoni Maut
86 Pengorbanan
87 Apa Kau Tidak Menyadarinya!
88 PENGUMUMAN!
89 Pengumuman ralat..
90 PENGUMUMAN CHAPTER KE 3
91 Novel Baru!!
Episodes

Updated 91 Episodes

1
1. Dari yang Tak Terduga
2
2. Perjalanan pun dimulai...
3
3. Pertemuan Yang tak Diharapkan
4
4. Bi Sumi
5
5. Di Balik Tabir
6
6. Ningsih?
7
7. Surup
8
8. Gamelan itu?
9
9. Pingsan?
10
10. Tamu tak Terduga
11
11. Semakin Dekat
12
12. Mulai Menemukan Benang Merah
13
13. Mengungkap Kisah Kelam
14
14. Cemburu
15
15. Petaka Bermula
16
16. Rahasia Ayu
17
17. Sengkolo Blungkang Suji
18
18. Kamu Selanjutnya
19
19. Tunggu Aku Kembali !!
20
20. Bekal Dari Ayah
21
Teman Baru
22
Peka
23
Mustika Legendaris
24
Kematian Pakde
25
Hati-hati Dalam Menaruh Hati
26
Mempunyai Dua Kepribadian
27
Tamu
28
Nekat!!!
29
Ayu
30
Masa Lalu Budi Rahardjo
31
Orang Asing
32
Kerabat Baru
33
Bukan Paranormal
34
Mantan
35
Misi Rahasia Mahesa
36
Orang Yang Sama?
37
Terbawa
38
Alam sebelah
39
Simalakama
40
Algojo!
41
Mencari jejak
42
Pertemuan Kembali
43
Kost
44
Terlalu Nyaman
45
Potongan Puzzle
46
Rumah Jagal?
47
Foto Usang
48
Terbakar Menjadi Abu
49
Keturunan Darah Biru
50
Salah Paham
51
Polisi Baik
52
Misi Gagal!
53
Teluh?
54
Mulut Iblis
55
Ronde Kedua
56
Kejutan
57
Menuju Akhir
58
Lari!!!
59
Dua Harapan
60
Tolong
61
Sebuah Kebenaran
62
POV: Didik
63
Mencari Sebuah Kebenaran
64
Awal
65
Biang Keladi
66
Perlahan Namun Pasti
67
Luka
68
Kehilangan
69
Pesan
70
Menuju Pesta
71
Terjebak
72
Ujung Labirin
73
Bolo Kurowo
74
Kepingan Puzzle yang Hilang
75
Jangan Rusak Kejutannya
76
Rencana Ayah
77
Hari Bahagia
78
Tamu Istimewa
79
Malam Pertama
80
Sembunyi!
81
Tujuh Pusaka
82
Api Di Balas Api
83
Cabut Hingga Akar
84
Kebajikan akan Selalu Menang
85
Simphoni Maut
86
Pengorbanan
87
Apa Kau Tidak Menyadarinya!
88
PENGUMUMAN!
89
Pengumuman ralat..
90
PENGUMUMAN CHAPTER KE 3
91
Novel Baru!!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!