5. Di Balik Tabir

Pagi hari pun tiba. Aku terbangun dari tidurku kulihat adikku sudah bangkit terlebih dahulu. Dimana aku, oh iya aku sedang berada di rumah nenek. Kulihat ibu dan ayah juga sudah mondar mandir di luar kamar. Ramai sekali di luar, pikirku.

Aku berjalan keluar kamar. Sekilas teringat akan kejadian semalam yang kualami. Masih merinding rasanya jika mengingat itu.

"Eh kamu udah bangun kak, sana mandi di belakang kak. Habis itu sarapan bareng bareng di depan." Sapa ibuku.

"Buk emang dimana kamar mandinya?" Tanyaku

"Tuh di belakang dapur belok kanan nyari pintu yg sebelah kanan warna biru kak, kalo yg lurus terus itu pintu keluar." Jelas ibu

Aku pun segera pergi mandi. Lengket juga rasanya dari kemarin hanya mandi pagi di rumah. Segera kuambil handuk yang sudah kupersiapkan dari rumah. Meluncur ke kamar mandi untuk membasuh diri. Tiba-tiba di tengah aku mandi,

Doko dokk dokk

"Ya siapa ya ?" Tanyaku pada seseorang yang ada di luar. Sepertinya ia kebelet atau memang iseng karena di dengar dari suara ketukannya yang keras sekali.

Tak ada jawaban dari luar. Mungkin sudah pergi pikirku.

Dokkk dokk dokk!!

Kali ini suara gedoran pintu semakin keras. Aku di buat geram olehnya. Nggak sabaran banget sih, emosiku meluap.

Dokk dokk dokk!!

Emang anj*Ng orang ini apa nggak bisa sabar apa gimana, gumamku heran bercampur jengkel. Tanpa pikir panjang setelah di gedor berkali kali, aku tarik handukku dan dengan emosi. Kulilitkan di tubuh menyerupai sarung. Dan kubuka pintu kamar mandi. Ku lihat keluar.

Kosong!

"Cepet banget ilangnya" pikirku

Kututup kembali pintu kamar mandi dengan niat melanjutkan aktivitasku. Segera setelah pintu ku tutup.

Dokk dokk dokk!

"Ini jelas bukan manusia?!" Pikirku mulai di gerayangi ketakutan. Keringat mulai membasahi dahiku.

Segera kulakukan mandi secepat kilat. Mandi seperti pelari maraton. Gedoran pintu masih sesekali terdengar. Bukan dari pintu yang lain karena suaranya seperti pintu seng yang di gedor gedor. Dan hanya kamar mandi ini yang pintunya dari seng yang di tempel pada rangka kayu.

Bergegas aku keluar sambil setengah membanting pintu. Aku berlari menuju kamar terengah-engah. Kenapa dengan diriku. Hanya aku atau yang lain juga merasakan hal yang sama. Segera aku ganti baju secepatnya dan segera menyusul yang lain di meja makan. Akan ku ceritakan ini pada ayah saat nanti sudah dirumah pikirku.

Sampai di meja makan kulihat mereka sudah melahap makanan di meja. Makanan yang terlihat sangat banyak dan menggiurkan. Ya aku belum makan sedari malam tadi, perutku sudah meronta ronta di buatnya.

"Sini duduk sini" kata pakde.

"Makanlah yang banyak, ambil yang kamu suka" lanjut pakde sambil tersenyum ramah. Kulihat ibu ayah dan Hendra sedang menikmati hidangan yang tersaji.

"Biar ku perkenalkan kamu sama yang lain" ujar pakde. Aku memperhatikan sembari mengambil nasi dan sepotong ikan goreng.

"Ini semua saudara ayahmu putra, itu ada paklik mu, Utomo dan istrinya itu ada bulikmu Tiwi dan Ningsih. Yang Bulik Tiwi sama suaminya, kalo yang Bulik Ningsih itu belum kawin " jelas pakde sambil menunjuk beberapa orang yang ada di seberang meja makan.

"Aku harap kalian semua saling kenal dan akur. Ingat silaturahmi. Kita ini suadara kandung. Jangan sampai terputus silaturahmi." Lanjut pakde. Beliau memang sosok yang berwibawa di hadapan yang lain. Aku jadi kagum melihatnya.

Kulihat mereka hanya melirikku dan tersenyum yang seakan di paksakan. Aku tak menggubris mereka. Sepertinya mereka juga tak suka pada keluargaku.

"Aku mau lihat simbok dulu" kata Bulik Ningsih.

"Aku juga mau nengok simbok juga" jawab ayah sambil bangkit dari tempat duduknya.

Aku yang sudah selesai dengan sepiring nasiku, ikut berdiri dan mengekor di belakang ayah.

"Kamu mau ikut juga?" Tanya ayah yang hanya kujawab anggukan saja.

Akhirnya kami bertiga berjalan dengan ayah di depan sementara aku dan Bulik Ningsih mengikuti agak jauh.

"Kamu ganteng juga dek, kalo bukan anak kang Budi udah tak embat kamu" bisik Bulik Ningsih sembari tersenyum.

"Hah ?" Ucapku setengah salah tingkah.

Aku yang kaget dengan kata kata itu hanya tersenyum. Bulik Ningsih sebenarnya belum terlalu tua. Wajahnya masih segar khas ibu ibu muda. Kulitnya hitam manis dengan wajah bulat dan badan yang kecil. Tingginya sebahuku. Ku taksir usianya mungkin lima tahun di atasku.

Akhirnya kami sampai di depan kamar Simbah. Kami bertiga masuk sambil mengucap salam.

Terlihat di ranjang sebuah tubuh tua renta yang hanya tinggal kulit dan tulang terbaring lemah. Matanya sesekali melirik siapa yang datang. Di tangannya menggenggam erat sebuah lonceng Kumal yang di gunakan untuk memanggil bi Sumi.

"Mbok ini aku Budi"kata ayah.

Simbah tak menjawab. Dia hanya tersenyum kulihat di sudut matanya mengembun air mata. Beliau seperti berbicara lewat tatapan mata. Aku seperti terbawa ke dalam kesedihan kan kesepiannya.

"Ini Ningsih sama ini anakku mbok, ini cucumu." Lanjut ayah. Simbah tetap diam namun matanya melihat ke arahku sambil mengisyaratkan aku untuk mendekat.

Aku dekati simbah tari. Tiba-tiba tangan keriputnya menarik dan memelukku erat. Mulutnya yang sedari tadi hanya diam berbisik lirik di telingaku.

"Gowo no rumatono, dadio Satrio sing duweni kinurmatan (bawalah dan peliharalah, maka jadilah kamu satria yang terhormat) .". Lirih Simbah. Perlahan beliau melepaskan pelukannya dan kembali tak berdaya.

Aku hanya bingung mendengar kata kata Simbah. Aku diam hanya sesekali membalas dengan anggukan.

Setelah beberapa saat kami bertiga keluar dari kamar Simbah. Di luar sudah ada pakde dan om Utomo kami bergantian masuk ke dalam.

"Simbok melek (bangun) di?" Tanya pakde pada ayahku.

"Iya kang" jawab ayah tersenyum.

Gedebugg

Kami terkejut mendengar suara seperti terjatuh dari dalam kamar. Segera kami semua merangsek masuk ke dalam untuk memastikan keadaan Simbah.

"Simbok!" Teriak pakde.

Melihat Simbah sudah tertelungkup di bawah ranjangnya. Kudengar lirih Simbah merintih kesakitan. Tubuh rentanya harus jatuh dari atas tempat tidur yang lumayan tinggi. Terlihat ada darah di pelipisnya.

"Ojo jikuk putuku! (jangan ambil cucuku!) ,". rintih simbok sambil meneteskan air mata saat di angkat oleh pakde dan ayah.

Sontak kami semua saling bertatapan heran tak mengerti.

Bersambung...

Terpopuler

Comments

Shyfa Andira Rahmi

Shyfa Andira Rahmi

ko jdi inget film pengabdi setan yaaa...😬😬

2023-09-05

1

Yuli Eka Puji R

Yuli Eka Puji R

hayoo lohh gowo opo

2022-12-27

0

Lili Ana

Lili Ana

Jangan-Jangan Mbahnya punya Pegangan, Mari lanjutkan hehe

2022-11-06

0

lihat semua
Episodes
1 1. Dari yang Tak Terduga
2 2. Perjalanan pun dimulai...
3 3. Pertemuan Yang tak Diharapkan
4 4. Bi Sumi
5 5. Di Balik Tabir
6 6. Ningsih?
7 7. Surup
8 8. Gamelan itu?
9 9. Pingsan?
10 10. Tamu tak Terduga
11 11. Semakin Dekat
12 12. Mulai Menemukan Benang Merah
13 13. Mengungkap Kisah Kelam
14 14. Cemburu
15 15. Petaka Bermula
16 16. Rahasia Ayu
17 17. Sengkolo Blungkang Suji
18 18. Kamu Selanjutnya
19 19. Tunggu Aku Kembali !!
20 20. Bekal Dari Ayah
21 Teman Baru
22 Peka
23 Mustika Legendaris
24 Kematian Pakde
25 Hati-hati Dalam Menaruh Hati
26 Mempunyai Dua Kepribadian
27 Tamu
28 Nekat!!!
29 Ayu
30 Masa Lalu Budi Rahardjo
31 Orang Asing
32 Kerabat Baru
33 Bukan Paranormal
34 Mantan
35 Misi Rahasia Mahesa
36 Orang Yang Sama?
37 Terbawa
38 Alam sebelah
39 Simalakama
40 Algojo!
41 Mencari jejak
42 Pertemuan Kembali
43 Kost
44 Terlalu Nyaman
45 Potongan Puzzle
46 Rumah Jagal?
47 Foto Usang
48 Terbakar Menjadi Abu
49 Keturunan Darah Biru
50 Salah Paham
51 Polisi Baik
52 Misi Gagal!
53 Teluh?
54 Mulut Iblis
55 Ronde Kedua
56 Kejutan
57 Menuju Akhir
58 Lari!!!
59 Dua Harapan
60 Tolong
61 Sebuah Kebenaran
62 POV: Didik
63 Mencari Sebuah Kebenaran
64 Awal
65 Biang Keladi
66 Perlahan Namun Pasti
67 Luka
68 Kehilangan
69 Pesan
70 Menuju Pesta
71 Terjebak
72 Ujung Labirin
73 Bolo Kurowo
74 Kepingan Puzzle yang Hilang
75 Jangan Rusak Kejutannya
76 Rencana Ayah
77 Hari Bahagia
78 Tamu Istimewa
79 Malam Pertama
80 Sembunyi!
81 Tujuh Pusaka
82 Api Di Balas Api
83 Cabut Hingga Akar
84 Kebajikan akan Selalu Menang
85 Simphoni Maut
86 Pengorbanan
87 Apa Kau Tidak Menyadarinya!
88 PENGUMUMAN!
89 Pengumuman ralat..
90 PENGUMUMAN CHAPTER KE 3
91 Novel Baru!!
Episodes

Updated 91 Episodes

1
1. Dari yang Tak Terduga
2
2. Perjalanan pun dimulai...
3
3. Pertemuan Yang tak Diharapkan
4
4. Bi Sumi
5
5. Di Balik Tabir
6
6. Ningsih?
7
7. Surup
8
8. Gamelan itu?
9
9. Pingsan?
10
10. Tamu tak Terduga
11
11. Semakin Dekat
12
12. Mulai Menemukan Benang Merah
13
13. Mengungkap Kisah Kelam
14
14. Cemburu
15
15. Petaka Bermula
16
16. Rahasia Ayu
17
17. Sengkolo Blungkang Suji
18
18. Kamu Selanjutnya
19
19. Tunggu Aku Kembali !!
20
20. Bekal Dari Ayah
21
Teman Baru
22
Peka
23
Mustika Legendaris
24
Kematian Pakde
25
Hati-hati Dalam Menaruh Hati
26
Mempunyai Dua Kepribadian
27
Tamu
28
Nekat!!!
29
Ayu
30
Masa Lalu Budi Rahardjo
31
Orang Asing
32
Kerabat Baru
33
Bukan Paranormal
34
Mantan
35
Misi Rahasia Mahesa
36
Orang Yang Sama?
37
Terbawa
38
Alam sebelah
39
Simalakama
40
Algojo!
41
Mencari jejak
42
Pertemuan Kembali
43
Kost
44
Terlalu Nyaman
45
Potongan Puzzle
46
Rumah Jagal?
47
Foto Usang
48
Terbakar Menjadi Abu
49
Keturunan Darah Biru
50
Salah Paham
51
Polisi Baik
52
Misi Gagal!
53
Teluh?
54
Mulut Iblis
55
Ronde Kedua
56
Kejutan
57
Menuju Akhir
58
Lari!!!
59
Dua Harapan
60
Tolong
61
Sebuah Kebenaran
62
POV: Didik
63
Mencari Sebuah Kebenaran
64
Awal
65
Biang Keladi
66
Perlahan Namun Pasti
67
Luka
68
Kehilangan
69
Pesan
70
Menuju Pesta
71
Terjebak
72
Ujung Labirin
73
Bolo Kurowo
74
Kepingan Puzzle yang Hilang
75
Jangan Rusak Kejutannya
76
Rencana Ayah
77
Hari Bahagia
78
Tamu Istimewa
79
Malam Pertama
80
Sembunyi!
81
Tujuh Pusaka
82
Api Di Balas Api
83
Cabut Hingga Akar
84
Kebajikan akan Selalu Menang
85
Simphoni Maut
86
Pengorbanan
87
Apa Kau Tidak Menyadarinya!
88
PENGUMUMAN!
89
Pengumuman ralat..
90
PENGUMUMAN CHAPTER KE 3
91
Novel Baru!!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!