Malam itu kami memutuskan untuk segera pulang. Perkebunan yang gelap dengan lampu jalan yang remang remang menemani perjalanan kami. Suasana disini begitu sepi bahkan ini baru jam setengah delapan namun pemandangan disini seperti tidak ada kehidupan saja. Begitu lenggang dengan suasana cukup mencekam.
"Tante," panggilku lirih.
"Iya" jawabnya singkat tanpa menoleh ke arahku.
"soal Tadiii, apa sebenarnya maksud kata-kata Tante yang tadi di warung? Dan siapa itu nyai nyai siapakah namanya itu? Dan apa hubungannya denganku?" Penasaranku sudah mencapai puncaknya.
"Hmm enaknya darimana ya ceritanya" jawab Tante sambil menyisir rambutnya dengan satu tangan.
Setelah melalui belokan di sebuah pertigaan Tante melambatkan mobilnya. Kami saling bertatapan. Raut wajah serius menghiasi senyum kami berdua.
Dulu..
******
*FLASHBACK*
Waktu itu sekitar tahun 2010-an kakek Suwiryo, yaitu nama Simbah Kakungku yang tak lain tak bukan suami dari nenek tari. Sedang dalam masa kejayaannya. Karir sukses dengan istri seorang penari cantik primadona desa, Sutariyah atau nyai Tari. Kehidupan sempurna membuat banyak orang yang mendambakan kehidupan indah bak dongeng tersebut.
Bagaimana tidak dia menjadi tuan tanah serta menjadi juragan petani yang amat sukses. Menjadikan beliau orang terkaya sekaligus terpandang di desanya. Karena beliau termasuk sepuh akhirnya Tak lama bahkan beliau di angkat menjadi lurah di desa kecil nan asri tersebut.
Harta, tahta, dan wanita. Pepatah itu memang cocok menggambarkan kehidupan Ndoro wiryo begitu orang biasa memanggilnya. Kehidupan sempurna beliau, pernikahan harmonis dengan 3 anak saat itu. Tak jua membuat keluarga mereka terhindar dari cobaan. Bahkan keluarga mereka mulai goncang Setelah hadirnya wanita idaman lain di rumahnya. Sosok penari juga sekaligus sahabat dekat nenek tari, Nyai Dasimah!. Sungguh Memilukan, hanya kata itu yang bisa tergambar dari hidup nenek tari semenjak itu.
Pancaran wajah kebahagiaan yang semula terlukis di diri nyai tari berubah menjadikan sebuah raut dendam dan kebencian. Bagaimana bisa sahabat yang sudah di anggap seperti adik kandung sendiri bisa tidur bersama suaminya. Bahkan Dengan terang-terangan rela menjadi istri muda sang juragan tanah. Sungguh pukulan telak untuk nyai tari yang sudah memberikan 3 keturunan untuk Ndoro wiryo.
Ndoro wiryo sebenarnya bukan pria nakal' yang senang tidur dengan wanita-wanita hiburan. Namun entah apes apa yang menimpanya saat itu. Malam sebelum kejadian sial itu, dia tengah pesta mabuk tuak bersama para pekerja kebunnya karena hasil panen yang melimpah di luar dugaan. Saat waktunya pulang sepertinya dia terlalu bersemangat minum hingga sempoyongan. Kemudian dia terjatuh tepat di rumah seorang janda yang juga sahabat istrinya. Nyai Dasimah.
Nyai Imah menolongnya saat melihatnya terjatuh di depan halaman rumah sederhananya. Iya mengintip dari bilik pintu yang tak rapat. Terlihat pria berwibawa berperawakan tubuh gagah dengan kulit coklat akibat bermandikan terik matahari bahkan dihiasi otot yang menonjol di seluruh tubuhnya sedang terkapar tepat di hadapannya.
Segera setelah memapahnya dengan susah payah karena tentunya dia kalah berat dan besar di banding sang juragan yang punya tinggi lebih dari dirinya. Dengan susah payah Dia membaringkan tubuh sempoyongan itu ke atas ranjang di belakang ruang tamu. Ranjang yang biasa dia gunakan untuk ngaso atau tiduran santai setelah pulang bekerja.
Nyai Imah bekerja menyambung hidupnya dari tampil sebagai penari kesenian jawa. Semenjak di tinggal suaminya meninggal dia harus berjuang menghidupi dirinya sendiri dari pentas panggung ke panggung. Apalagi dengan wajah cantiknya, dengan mudah dia menjadi penari andalan di grup kesenian milik Nyai Tari.
Bisa di kata nyai Imah merupakan maskot wajib grup kesenian yang di kembangkan oleh istri sang juragan desa tersebut. Saking sayangnya bahkan sang pemimpin yaitu Nyai tari bukan lagi mengganggap dia sahabatnya bahkan sudah menganggap nyai Imah sebagai adiknya sendiri.
Setelah di baringkan di ranjang bambu tanpa kasur tersebut Nyai duduk di sebelahnya. Mungkin karena dirinya benar benar kewalahan memapah sang juragan. Dirinya juga urung untuk langsung memberi tahu ke rumah Nyai tari karena di luar gemuruh mulai bersahutan menandakan tak lama akan ada badai jatuh dari langit. Hingga ia membiarkan sang tuan beristirahat sejenak pikirnya. Hingga saat dirinya di tepi ranjang tiba tiba di tarik dengan kasar lalu seketika dirinya jatuh di dekapan sang tuan juragan. Lengan besar berotot itu mengapit tubuh mungil sang penari dengan sangat kuat.
Nyai Imah tak bisa menolak. Dia telah di butakan hasrat sesaat. ******* sang juragan yang masih saja menyebut nama Tari tak membuat Nyai Imah mundur. Sejujurnya dia diam-diam juga mengagumi sang juragan. Di tambah dia sudah menjanda dua tahun setelah merasakan beberapa sentuhan dari pria yang di idamkan, syahwatnya sudah berada di ubun ubun. Nyai Imah benar benar melayani sang juragan yang masih belum sadar itu dengan sangat lembut. Di temani suara titik air langit menghantam bumi. Benar benar membuat Nyai imah dan Ndoro wiryo terbuai hingga mereka berdua meraih puncak bersama.
Hingga pagipun tiba, juragan yang terkejut dengan keadaanya saat ini. Dirinya kali ini berada di balik selimut bersama penari kesayangan istrinya. Bahkan Nyai Imah pun kali ini masih terlelap dengan tanpa pakaian secuil pun. Bagai tersambar petir di siang bolong. Setelah mendengar cerita Nyai Imah sebenarnya dia tidak percaya Dengan apa yang terjadi semalam namun Dengan alasan tak mau mengotori nama baiknya. Meskipun berat dia harus membuat keputusan menikahi sang sahabat istrinya. Keputusan yang akan dia sesali seumur hidup hingga ajal menjemputnya.
Tak berselang lama dari kejadian malam itu mereka mengucap janji suci meski tak saling cinta. ya cinta Ndoro wiryo memang hanya untuk Nyai Tari seorang. Namun Semenjak hari pernikahan Ndoro wiryo dan Nyai Dasimah entah mengapa hanya Dendam dan sakit hati yang di pupuk oleh Nyai tari yang semakin hari kian menggunung. Hingga ujungnya entah bisikan iblis apa yang merasuki Nyai tari, wanita cantik yang di kenal periang dengan tutur kata lemah lembut itu mampu berbuat keji dan biadab.
Berawal Di pagi yang masih meninggalkan beberapa tetes embun yang mengkristal di atas dedaunan yang berwarna keemasan di terpa sang surya. Nyai Dasimah atau biasa di panggil Nyai Imah sedang dalam hati yang berbinar binar. Pasalnya hari ini mendapat kabar bahwasanya dia sedang mengandung buah cintanya dengan sang juragan Ndoro wiryo. Meskipun sang suami belum tahu karena masih ke luar daerah untuk menjual hasil panen. Rencananya dia akan memberitahu kabar gembira ini saat sang suami telah pulang.
Di sisi lain kebahagiaan yang di rasakan oleh Nyai Imah lain pula yang di rasakan Nyai tari. Dadanya sesak matanya memerah menahan amarahnya. Rasa cemburu dan rasa takut di campakkan sang juragan telah membutakannya. menahan amarahnya. Rasa cemburu dan rasa takut di campakkan sang juragan telah membutakannya. Buta akan cinta yang takut terenggut.
Terlihat Nyai Imah sedang menyapu daun-daun kering di halaman untuk kemudian membakarnya dengan minyak tanah. Hari itu niat Nyai Tari hanya menjaili Nyai Imah sedikit. Namun apa yang terjadi selanjutnya memang di luar dugaan rencananya. Nyai tari hanya ingin melempar buah tomat busuk yang sudah di siapkan dari dapur.
Saat Nyai melempar buah busuk itu, tak sengaja menyenggol sebotol minyak tanah yang langsung menyambar daun daun yang sedang di bakar Nyai Imah kemudian kembali menyambar arah botol derigen itu hingga meletup cukup keras. Tubuh Nyai Imah tersambar si jago merah dengan cepat. Menyambar kebaya merah dan kain jarik batik kesayangannya. Baju yang sama ia kenakan saat mengucapkan janji suci bersama suaminya saat ini Ndoro wiryo. Tubuh mungil itu terbakar dengan hebat. Melenyapkan dua nyawa sekaligus. Tubuh Nyai Imah terbakar sampai menjadi abu, bersama sang jabang bayi yang bahkan belum sempat melihat kejamnya dunia. Nyai Tari hanya diam mematung melihat para abdi rumahnya berusaha memadamkan tubuh yang tengah meronta-ronta di ujung ajal.
*****
"Dan semua itu terjadi di rumah itu!" tegas Tante Ningsih menunjuk rumah tujuan kami. rumah Nenek atau lebih tepatnya rumah Nyai Tari!
Bersambung...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 91 Episodes
Comments
🐾🐾🎯Chandra Dewi♐🐾🐾
bingung mau komentar apa di bab ini.. masalah cinta segitiga memang selalu meninggalkan luka dan dendam.. hanya keikhlasan dan lapang dada yg bisa meredam segala luka dan dendam.. tp ya itulah.. sulitnya ilmu ikhlas terkadang bikin seseorang nekat berbuat kejahatan.. sungguh miris..😔😔
2022-05-31
2
🐾🐾🎯Chandra Dewi♐🐾🐾
berarti hantu yg di lihat ayu di rumah mbah tari, nenek berkebaya merah adalah hantu nyai dasimah yg meninggal secara mengenaskan..
2022-05-31
1