Chapter 13: Misi pencurian

Auri melajukan motor sportnya yang berwarna hitam sangat kontras dengan pakaian yang digunakannya. Jam menunjukkan pukul 2 pagi, waktu yang tepat untuk melaksanakan rencanannya. Jalan hari ini sangat sepi karena waktunya yang terlalu pagi untuk orang berkegiatan.

Motornya membelah jalan sepi itu dengan kecepatan tinggi. Tidak membutuhkan waktu lama untuk Auri sampai di tempat targetnya. Sebuah rumah yang jauh dari jalan utama. Hal itu memang sudah tidak aneh untuk orang-orang yang ingin memiliki privasi tinggi. Dia sengaja memarkirkan motornya di antara pepohonan rindang agar tidak mudah diketahui oleh para penjaga.

Ternyata rumah besar di depannya memiliki penjagaan yang sangat ketat. Tapi bukan Auri namanya kalau tidak bisa menyusup dengan mudah dan mengambil barang yang diinginkannya. Sebuah suara mengintrupsi gerakannya. Suara itu berasal dari earphone yang terhubung dengan Mahlika yang sedang mengawasi lewat cctv yang sudah terhubung dengan komputer mahlika.

“Kamu tidak bisa memanjat pagar itu,Ternyata ada sensor yang terpasang. Bahkan saat kamu melewati dengan meloncatkan tubuhmu.” Jelas Mahlika.

“Benarkah? Berapa jarak sensor itu dapat mendeteksi benda?” tanya Auri dengan suara yang sangat pelan.

“Sekitar 3 meter dari titik puncak pagar.” Ucap mahlika sambil menatap sistem yang terhubung dengan layar komputer lainnya. Dia tidak bisa menyusup sistem pengaman karena akan membuat keberadaan Auri terdeteksi. Caranya mereka harus membuat seakan tidak terjadi sebuah penyusupan tanpa merusak sistem mereka.

“Kalau begitu aku bisa mengalihkannya. Kamu sudah menghubungkan cctv di arah selatan yang memiliki titik cctv tidak bisa mengambil gambarnyakan.” Ucap Auri.

“Seluruh cctv sudah dapat aku hubungkan. Apa yang ingin kamu lakukan?” tanya mahlika pada sahabatnya.

“Tentu saja melakukan sedikit trik murahan yang biasa kita lakukan.” Ucap Auri yang membuat mahlika kesal mendengarnya. Mungkin menurut Auri itu trik murah tapi melakukan hal itu sangat sulit untuk mahlika walaupun sudah sering dilakukan.

“Baiklah. Aku hanya bisa mengikuti keinginanmu kan.” Ucap mahlika lirih.

“Tenang tidak akan terjadi apa-apa. Aku sangat handal melakukannya. Dalam hitungan ke sepuluh kamu harus mengganti gambarku yang terdeteksi.” Ucap Auri.

Auri berlari menuju titik yang sudah di tentukannya. Dia menaiki pohon yang terlihat paling tinggi dari tempat lain. Sepertinya keberuntung sedang berpihak dengan Auri karena di sebrang pagar terdapat pohon yang membuat keberadaanya akan tersamarkan.

Dalam hitungan ketiga Auri meloncat melewati pagar dengan jarak ketinggiannya melebih dari 3 meter. Saat itu juga mahlika langsung melaksanakan pekerjaannya. Beruntungnya trik murahan itu berjalan dengan baik. Bahkan Auri dengan mudah mendarat dari dahan pohon lain.

“Sekarang kamu sudah mendeteksi dimana penyimpana berangkas itu.”

“Ruangan itu berada di lantai dua tidak jauh dari posisimu. Kamu harus hati-hati terdapat pengaman yang ketat di ruangan itu.” Peringatan mahlika pada Auri. Walaupun dia tidak begitu khawatir pada sang adik.

“Wow hari ini aku banyak mendapat hiburan.” Gumam Auri yang terdengar oleh mahlika.

Hiburan untukmu tapi tidak untukku. Aku seperti sedang menaiki rollercoster jika mengawasi kamu dalam mengerjakan tugas. Rasanya dia ingin mengundurkan diri saja.

Sebelum Auri turun dari pohon, dia melihat kondisi di sekitarnya. Rasanya sedikit aneh kalau tempat ini terlalu sepi kecuali sebuah sensor keberadaan terpasang di tempat ini.

Auri sudah berniat lebih dari 5 menit tapi tempat itu tidak seketat saat di depan pagar. Tentu saja tidak mungkin barang penting tidak ada penjagaan yang ketat. Sesuatu yang berbahaya berada di tempat ini sehingga orang itu tenang dengan keberadaan barang itu.

“Kamu coba deteksi sekitar tempatku. Rasanya sedikit aneh tempat ini terlalu sepi itu sebuah rumah yang menyimpan barang penting.” Ucap Auri pada mahlika.

Segera mahlika menyusupkan sistemnya ke dalam pertahanan rumah targetnya. Awalnya dia tidak berniat melakukan hal ini karena terlalu berisiko tinggi. Tapi setelah Auri memintanya apa daya, dia tidak bisa menolak permintaan sahabatnya itu.

Mahlika terdiam saat melihat sistem penagamanan yang sangat rumit. Dia sedikit kesulitan untuk melakukannya. Auriyang sadar mahlika terlalu lama untuk memasukkan sistemnya ke dalam rumah ini.

“Aku akan membantumu.” Ucap Auri yang mengambil hpnya yang berada di saku celananya. Hp yang sudah dia ubah menjadi alat yang sangat canggih. Dia jarang menggunakanya ketika keadaan tidak segenting sekarang.

Auri dengan mudah menerobos pertahanan sistem rumah. Seperti dugaan Auri terdapat beberapa sensor yang dapat mendeteksi keberadaan orang. Alat  itu akan menemukan seluruh file mengenai orang yang melewati sensor itu.

“Ternyata karena ini kalian tidak begitu takut jika ada yang menyusup. Karena secara cepat kalian tahu siapa orangnya dan senjata yang tertanam di halaman ini akan langsung menyerang. Sangat menarik. Mahlika kamu cari rute penyelamatan. Mungkin malam ini akan menjadi misi yang menegangkan.” Ucap Auri sebelum memutuskan panggilannya.

“Please jangan lagi Auri. Kamu sudah membuat nyawaku terancam dalam satu tahun ini.” Ucap mahlika. Dia sudah menduga hal ini akan terjadi. Auri pasti tidak akan berdiskusi untuk kedua kali dalam memilih langkah selanjutnya saat sudah bertekad.

Dengan terpaksa mahlika mencari rute paling aman untuk sahabatnya kabur. Tentu saja dia memiliki banyak rute penyelamatan untuk Auri kabur. Mereka memang dua wanita yang sangat jenius walaupun Auri yang paling pintar dari keduanya. Sedangkan mahlika hanya jago untuk melarikan diri saja.

Auri sudah membuat data palsu di data base sistem pengaman. Dia tidak akan dinggap sebagai penyusup oleh sistem pengaman. Dia turun dari pohon dan berlari dengan sangat cepat  ke sisi lain. Setelah melihat tidak ada orang yang melihatnya. Dia memanjat bangunan itu dengan sangat muda. Tidak membutuhkan waktu lama untu Auri sampai ke tempat yang dituju.

Dia membuka jendela itu dengan sangat muda. Rasanya pencurian hari ini terlaru mudah untuknya. Sebenarnya belum sampai di situ saja pengamanan yang terpasang. Auri sudah mendapatkan tempat di mana benda itu tersembunyi. Bukan di sebuah brangkas yang akan mengaktifkan seluruh alarm di rumah ini.

Dia menonaktifkan sistem pengaman ruangan ini. Setelah itu dia berjalan ke sisi tergelap di ruangan ini. Sebuah lemari yang tersusun rapih tapi bukan itu yang menjadi perhatiannya.

Salah satu dari buku itu akan membuka pintu rahasia untuk membuka ruangan penyimpana di tempat ini. Dia melihat setiap sudut buku yang ada di lemari itu. Lensanya membantu untuk menemukan buku yang dicari oleh Auri.

Sekali tarikan buku itu membuat lemari bergeser dan menunjukkan sebuah ruangan yang berisi sebuah brangkas. Tapi flashdisk itu bukan berada di brangkas. Tapi di sebuah buku yang diambil Auri di atas meja yang ada di ruangan itu.

Benar saja sebuah flashdisk berada di dalam buku. Setelah mendapatkanya Auri keluar. Tapi keberuntungannya ternyata saat itu tidak memihaknya untuk kedua kalinya. Saat baru saja keluar. Seorang pria sudah berdiri di pojok ruangan sambil menatapnya. Sebuah tepukan tangan dari pria itu.

“Anda sangat luar biasa karena sudah bisa menemukan benda itu. Tapi anda tidak akan bisa keluar dari tempat ini.” Ucap pria itu. Tapi Auri sama sekali tidak takut dengan keberadaan pria itu.

Episodes
1 Chapter 1: Anak kembar Alaksana
2 Chapter 2:Auri diculik
3 Chapter 3: Sang Kembar berpisah
4 Chapter 4: Kunjungan Auri
5 Chapter 5: Aura punya pacar
6 Chapter 6: Hari 2
7 Chapter 7 : Hari Ulang tahun
8 Chapter 8: Kepergian Aura
9 Chapter 9: Negara penuh kenangan
10 Chapter 10: Awal
11 chapter 11: Bekerja di toko bunga
12 Chapter 12: Mengunjungi Aura
13 Chapter 13: Misi pencurian
14 Chapter 14: Mainan baru
15 Chapter 15: Misi gagal
16 Chapter 16 : Mencari sang pencuri
17 Chapter 17 : Surat dari kakak
18 Chapter 18: Amarah ketua mafia
19 Chapter 19 : Mahlika menjadi Florist
20 Chapter 20: Menemukanmu
21 Chapter 21 : Identitas gadis pencuri
22 Chapter 22 : Menemukanmu pencuri kecil
23 Chapter 23: Auri vs Edgar
24 Chapter 24 :Auri diculik
25 Chapter 25 : Auri terluka
26 Chapter 26 :Takut Suntikan
27 Chapter 27 : Suapan berasa hukuman
28 Chapter 28:Rencana pelarian Auri
29 Chapter 29: Menghubungi sahabat
30 Chapter 30 : Pacar Aura
31 Chapter 31: Amarah Auri
32 Chapter 32 :Bayaran untuk kesalahan
33 Chapter 33 : Serangan
34 Chapter 34: Bekerja sama
35 Chapter 35 : Auri kembali
36 Chapter 36 : Kamu gila?
37 Chapter 37 :
38 Chapter 38
39 Chapter 39
40 Chapter 40
41 Chapter 41
42 Chapter 42
43 Chapter 43
44 Chapter 44 : Tergila-gila
45 Chapter 45 : Hasrat Mahlika
46 Chapter 46
47 Chapter 47
48 Chapter 48 : Pernyataan Marcello
49 Chapter 49 : Kesurupan?
50 Chapter 50
51 Chapter 51
52 Chapter 52
53 Chapter 53
54 Chapter 54
55 Chapter 55
56 Chapter 56
57 Chapter 57
58 Chapter 58
59 Chapter 59
60 Chapter 60
61 Chapter 61
62 Chapter 62
63 Chapter 63
64 Chapter 64
65 Chapter 65
66 Chapter 66
67 Chapter 67
68 Chapter 68
69 Chapter 69
70 Chapter 70
71 Chapter 71
72 Chapter 72
73 Chapter 73
74 Chapter 74
75 Chapter 75
76 Chapter 76
77 Chapter 77
78 Chapter 78
79 Chapter 79
80 Chapter 80
81 Chapter 81
82 Chapter 82
83 Chapter 83
84 Chapter 84
85 Chapter 85
86 Chapter 86
87 Chapter 87
88 Chapter 88
89 Chapter 89
90 Chapter 90
91 Chapter 91
92 Chapter 92
93 Chapter 93
94 Chapter 94
95 Chapter 95
96 Chapter 96
97 Chapter 97
98 Chapter 98
99 Chapter 99
100 Chapter 100
101 Chapter 101
102 Chapter 102
103 Chapter 103
104 Chapter 104
105 105
106 Chapter 106
107 Chapter 107
108 Chapter 108
109 Chapter 109
110 Chapter 110
111 Chapter 111
112 Chapter 112
113 Chapter 113
114 Chapter 114
115 Chapter 115
116 Chapter 116
117 Chapter 117
118 Chapter 118
119 Chapter 119
120 Chapter 120
121 Chapter 121
122 Chapter 122
123 Chapter 123
124 Chapter 124 (18+)
125 Chapter 125
126 Chapter 126
127 Chapter 127
128 Chapter 128
129 Chapter 129
130 Chapter 130
131 Chapter 131
132 Chapter 132
133 Chapter 133
134 Chapter 134
135 Chapter 135
136 Chapter 136
137 Chapter 137
138 Chapter 138
139 Chapter 139
140 Chapter 140
141 Chapter 141
142 Chapter 142
143 Chapter 143
144 Chapter 144
Episodes

Updated 144 Episodes

1
Chapter 1: Anak kembar Alaksana
2
Chapter 2:Auri diculik
3
Chapter 3: Sang Kembar berpisah
4
Chapter 4: Kunjungan Auri
5
Chapter 5: Aura punya pacar
6
Chapter 6: Hari 2
7
Chapter 7 : Hari Ulang tahun
8
Chapter 8: Kepergian Aura
9
Chapter 9: Negara penuh kenangan
10
Chapter 10: Awal
11
chapter 11: Bekerja di toko bunga
12
Chapter 12: Mengunjungi Aura
13
Chapter 13: Misi pencurian
14
Chapter 14: Mainan baru
15
Chapter 15: Misi gagal
16
Chapter 16 : Mencari sang pencuri
17
Chapter 17 : Surat dari kakak
18
Chapter 18: Amarah ketua mafia
19
Chapter 19 : Mahlika menjadi Florist
20
Chapter 20: Menemukanmu
21
Chapter 21 : Identitas gadis pencuri
22
Chapter 22 : Menemukanmu pencuri kecil
23
Chapter 23: Auri vs Edgar
24
Chapter 24 :Auri diculik
25
Chapter 25 : Auri terluka
26
Chapter 26 :Takut Suntikan
27
Chapter 27 : Suapan berasa hukuman
28
Chapter 28:Rencana pelarian Auri
29
Chapter 29: Menghubungi sahabat
30
Chapter 30 : Pacar Aura
31
Chapter 31: Amarah Auri
32
Chapter 32 :Bayaran untuk kesalahan
33
Chapter 33 : Serangan
34
Chapter 34: Bekerja sama
35
Chapter 35 : Auri kembali
36
Chapter 36 : Kamu gila?
37
Chapter 37 :
38
Chapter 38
39
Chapter 39
40
Chapter 40
41
Chapter 41
42
Chapter 42
43
Chapter 43
44
Chapter 44 : Tergila-gila
45
Chapter 45 : Hasrat Mahlika
46
Chapter 46
47
Chapter 47
48
Chapter 48 : Pernyataan Marcello
49
Chapter 49 : Kesurupan?
50
Chapter 50
51
Chapter 51
52
Chapter 52
53
Chapter 53
54
Chapter 54
55
Chapter 55
56
Chapter 56
57
Chapter 57
58
Chapter 58
59
Chapter 59
60
Chapter 60
61
Chapter 61
62
Chapter 62
63
Chapter 63
64
Chapter 64
65
Chapter 65
66
Chapter 66
67
Chapter 67
68
Chapter 68
69
Chapter 69
70
Chapter 70
71
Chapter 71
72
Chapter 72
73
Chapter 73
74
Chapter 74
75
Chapter 75
76
Chapter 76
77
Chapter 77
78
Chapter 78
79
Chapter 79
80
Chapter 80
81
Chapter 81
82
Chapter 82
83
Chapter 83
84
Chapter 84
85
Chapter 85
86
Chapter 86
87
Chapter 87
88
Chapter 88
89
Chapter 89
90
Chapter 90
91
Chapter 91
92
Chapter 92
93
Chapter 93
94
Chapter 94
95
Chapter 95
96
Chapter 96
97
Chapter 97
98
Chapter 98
99
Chapter 99
100
Chapter 100
101
Chapter 101
102
Chapter 102
103
Chapter 103
104
Chapter 104
105
105
106
Chapter 106
107
Chapter 107
108
Chapter 108
109
Chapter 109
110
Chapter 110
111
Chapter 111
112
Chapter 112
113
Chapter 113
114
Chapter 114
115
Chapter 115
116
Chapter 116
117
Chapter 117
118
Chapter 118
119
Chapter 119
120
Chapter 120
121
Chapter 121
122
Chapter 122
123
Chapter 123
124
Chapter 124 (18+)
125
Chapter 125
126
Chapter 126
127
Chapter 127
128
Chapter 128
129
Chapter 129
130
Chapter 130
131
Chapter 131
132
Chapter 132
133
Chapter 133
134
Chapter 134
135
Chapter 135
136
Chapter 136
137
Chapter 137
138
Chapter 138
139
Chapter 139
140
Chapter 140
141
Chapter 141
142
Chapter 142
143
Chapter 143
144
Chapter 144

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!