Bab 16 - Dukungan Vier

"Kenapa Rez?" tanya mami Nadine yang melihat mimik Reza berubah dalam sekejap.

"Nggak ada apa-apa Mi. Nggak penting, yuk! Kita berangkat," ajak Reza sambil menaruh amplop itu di laci nakasnya.

"Yakin nggak penting, Mas?" tanya Alisha nampak ragu sekaligus penasaran isi amplop tersebut.

"Iya, Sayang. Bukan hal penting."

Mami Nadine serta Alisha yang percaya bahwa tak ada apapun mengikuti langkah kaki Reza keluar dari kamar itu. Sedang Vier serta beberapa orang membantu memegang gaun Alisha.

***

Pasangan pengatin yang tengah berbahagia itu mulai berjalan memasuki ball room hotel, para wartawan yang memang di izinkan masuk tak menyianyiakan kesempatan untuk mengambil foto sang mempelai.

Gaun indah berwarna putih tulang itu menghiasi tubuh Alisha dan hari ini seperti kata Vier dia menjadikannya ciderella.

Denting piano mengiringi langkah Alisha dan Reza menuju ke pelaminan yang sudah di dekorasi oleh WO milik Vier sang sepupu. Bunga mawar juga terlihat bertembaran di vas-vas bunga di setiap sudut ruangan yang membuat kesan romantis bagi pasangan yang tengah berbahagia itu.

Tak ada hari yang bisa menggantikan hari ini. Hari dimana sepasang sejoli itu merasakan euforianya menjadi pengantin bahkan kini seluruh pasang mata tertuju pada mereka ratu dan raja sehari.

Nampak di samping kanan dan kiri keluarga Reza dan keluarga tuan Wisma hadir disana. Namun sayangnya, karena sang kakak memiliki bayi ia tak hadir di ballroom namun ia menunggu di kamar hotel.

"Kamu senang?" tanya Reza setelah keduanya duduk di kursi pelaminan.

"Tentu. Apalagi yang kita impikan berjalan dengan sangat baik. " Alisa mengapit lengan Reza erat-erat.

Tak lama dari kejauhan para karyawan dan sahabat sang mempelai wanita datang berbondong-bondong untuk mengucapkan selamat. Reza dan Alisha pun berdiri untuk menyambut mereka.

"Selamat ya, Pak," ucap Luna yang datang bersama dengan para karyawan lainnya.

"Terima kasih, " ucap Reza sambil menyalami para karyawannya.

"Selamat ya Babe," Luna memeluk erat sahabat setianya itu. "Langgeng ya, jangan lupa ceritain malam pertamanya," lanjut Luna berbisik.

" Rahasia. Pst!" Luna dan Alisha tertawa.

"Selamat, Pak Reza," ucap salah satu klien perusahaan besar Subrata.

" Terima kasih."

"Emm-- dia bukanya sekertaris, Pak Ryan?" Reza mengangguk.

"Saya kira nama di undangan hanya mirip, ternyata memamg sama," kekehnya.

"Selamat, Mba Alisha. Langgeng ya."

"Terimakasih, Pak Bastian."

.

.

"Banyak banget, Mas tamunya," keluh Alisha setelah hampir setengah jam dia berdiri.

"Yang banyak dari teman Papi dan Mami, Sayang. Temen kuliah, Mas hanya satu fakultas saja. Sama kolega bisnis perusahaan Ryan. Kamu juga hanya beberapa kan?" Alisha mengangguk.

"Cek cek."

"Selamat malam."

Reza dan Alisha menoleh ke arah panggung musik dan terkejut melihat siapa yang sedang berada disana.

"Mau kasih sedikit bait lagu untuk mereka yang ada disana," tujuk Vier dengan senyum khasnya.

Alat musik dimainkan ..🎶

So as long as I live I love you

Jadi selama aku hidup aku mencintaimu

Will have and hold you

Akan memiliki dan menahanmu

You look so beautiful in white

Kamu terlihat sangat cantik dengan pakaian putih

And from now 'til my very last breath

Dan mulai sekarang sampai nafas terakhirku

This day I'll cherish

Hari ini aku akan menghargai

You look so beautiful in white

Kamu terlihat sangat cantik dengan pakaian putih

Tonight

Malam ini

Bait lagu dari shane filan dinyanyikan Vier dengan merdu di atas panggung membuat Alisha sangat terharu namun tidak dengan Reza justru ia merasakan perasaan yang lain yang dia sendiri tak bisa menjelaskannya.

"Nggak bisa ngasih apa-apa. Selamat buat kalian. Dan-- Jangan rusak gaun putih itu ya Rez. Mahal, lepas pelan-pelan," ujarnya membuat semua tamu tertawa.

"Ish! Kak Vier apaan sih, malu!" cicit Al. Sedang Reza hanya tersenyum sumbang sambil menatap Vier yang berada di panggung itu. Entah sejak kejadian di pantai Reza merasa ada yang lain dengan Vier.

***

Malam semakin indah, para tamu silih berganti mengucapkan selamat dan membawa kado terbaik mereka. Sedang kedua sepasang suami dan istri ini kini tengah menarik nafas dalam untuk menetralkan rasa lelah mereka.

"Kenapa, Sayang?"

"Pegel juga ya, Mas. Padahal udah bilang, Kak Vier loh kalau jangan tinggi-tinggi sepatunya."

"Sabar, ya."

Bukan Reza melainkan Vier yang datang dari arah kiri sambil membawa sesuatu.

"Dasi mu miring, Rez," ujar Vier.

"Sabar setengah jam lagi. Oke!"

"Iya, Kak," jawab Alisha sembari tersenyum.

"Jangan senyum seperti itu, Sayang. Senyummu cukup untukku saja!"

Alisha pun menoleh menatap pria yang kini sudah sah menjadi suaminya itu sambil bergumam. "Posesif!"

"Karena aku mencintaimu," ucapnya di depan Vier. Sedang Vier hanya menggelengkan kepalanya saja tak terganggu sama sekali dengan adegan mesra pasangan halal di depannya itu.

.

.

Malam yang semakin dingin membuat Al yang tidur di sebelah Reza semakin meringkuk masuk ke dekapan sang suami. Reza yang merasakan gerakan sang istri langsung menaruh kepala Alisha di bawah lengannya dan memeluk pinggang sang istri posesif.

"Mas, nggak akan biarkan siapapun menghalangi kebahagian kita termasuk wanita licik itu!" batin Reza.

***

Percikan air yang sengaja Reza lakukan jatuh mengenai wajah Alisha. Dia yang merasakan sapuan dingin di wajahnya langsung membuka mata.

"Apa sih mas," rengek Alisha yang masih mengantuk.

"Mas!" pekik Alisha saat Reza menciumi seluruh wajah Alisha tanpa henti.

"Kapan selesainya sih?" Reza merengek seperti bayi yang telat di kasih asi.

Alisha yang paham kemana arah rengekan sang suami mengangkat tubuhnya dan bersandar. "Tiga hari mungkin, Mas. Maaf ya, Al memang biasanya lama kalo datang bulan," ucap Alisha sambil mengelus rahang kokoh milik Reza.

"Sabar, ya!" lanjut Alisha membuat Reza mau tidak mau mengangguk pasrah.

"Tadi Papi telepon, katanya dia sudah siapkan tiket untuk kita bulan madu ke Paris."

Alisha yang terlihat senang langsung menyibakkan selimutnya. "Yang benar, Mas?"

Reza mengangguk. "Mau berangkat besok atau setelah kamu selesai datang bulan?"

"Nunggu selesai aja ya?" Reza mengangguk-agukkan kepala tanda setuju.

***

Disebuah perumahan biasa seorang wanita tengah memuntahkan seluruh isi dalam perutnya sambil memaki dan menyesali keberadaan si dia yang bahkan belum terlahir.

"Untuk apa ia mengirimku kesini jika ia tak pernah datang! Atau jangan-jangan ini adalah salah satu langkah buat untuk membuang aku," benak nya terus bertanya.

"Ah!"

"jika bukan karena anak ini, sekarang aku masih bisa bahagia dengan kehidupanku!" pekiknya kesal.

"Brak!" suara pintu terbuka dengan keras membuat wanita ini terlonjak kaget.

"Wanita licik dimana kamu!" seru seorang pria yang datang bersama dengan beberapa orang di samping kiri dan kanannya.

"Baru datang!" tatapan tajam siap menerkam pria ini.

"Apa mau mu?" tanyanya.

"Akui anak ini!" teriaknya

"Cih! Apa kau yakin dia anak ku!" sarkas sang pria.

"Dia anakmu dan bantu aku keluarkan dia tanpa siapa pun tahu. Dan setelah itu aku akan pergi!"

"Calon Ibu macam apa kau!"

"Jika bukan karena teman sialan mu itu ini tidak akan terjadi! jika--

"Jika bukan karena hasrat mu bayi ini juga tidak akan ada!" Wanita ini mulai hilang kesabarannya.

Pria itu pun seketika diam. Benar karena hasratnya dia lepas kendali. Benar jika minuman terakhir yang di konsumsinya di beri obat, namun jika ia bisa mengendalikan diri semua masalah ini tidak akan terjadi. jika--

"Tapi kamu juga menyambut belaian ku! Dasar munafik!

"Semua laki laki memang brengsek! Aku akan buat istrimu itu tahu tentang ini, jika kau tak mau bertanggung jawab!" Kesalnya.

Brugh

Wanita itu tiba-tiba pingsan dan membuat si pria terkejut.

Terpopuler

Comments

Sil-Vi

Sil-Vi

next

2022-03-17

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1- Tidak Sengaja
2 Bab 2 - Posesifnya Sang Wakil CEO
3 Bab 3 - Takdir Atau Kebetulan
4 Bab 4 - Mulai Merasa Kacau
5 Bab 5 - Obrolan Pasangan
6 Bab 6 - Hubungan Terlarang
7 Bab 7 - Bantuan Si Pria cantik
8 Bab 8 - Rencana Pertunangan
9 Bab 9 - Pertunangan Reza dan Alisha
10 Bab 10 - Desas Desus Sang Desainer
11 Bab 11- Foto Selembar Kertas Medis
12 Bab 12 - Menuju Sah
13 Bab 13 - SAH
14 Bab 14 - Tamu yang Tak Di undang
15 Bab 15 - Acara Resepsi
16 Bab 16 - Dukungan Vier
17 Bab 17 - Kenyataan dalam amplop
18 Bab 18 - Kebohongan Yang Kejam
19 Bab 19 - Flashback Kota Pelajar
20 Bab 20 - Menemui ibu dari calon anak suamiku
21 Bab 21 - Alisha Jatuh Sakit
22 Bab 22 - Semua tahu
23 Bab 23 - Bukan Reza,Namun Vier
24 Bab 24 - Mencoba Menjalani nya Perlahan
25 Bab 25 - Ruang Baru untuk Alisha
26 Bab 26 - Menuju 7 bulanan Kehamilan Davina
27 Bab 27 - Tentang Davina dan Acara tujuh bulanan
28 Bab 28 - Kekalutan Reza
29 Bab 29 - Alisha memilih pilihannya
30 Bab 30 - Takdir Memang tak Berpihak Pada Kita
31 Bab 31 - Perjanjian
32 Bab 32 - Mengalir Bagai Air
33 Bab 33 - Lahirnya Penerus Pratama
34 Bab 34 - Keinginan Yang Tak Sesuai
35 Bab 35 - Kejujuran memang selalu menyakitkan
36 Bab 36 - Sampai Pada Ujungnya
37 Bab 37 - Memulai dai Awal Lagi
38 Bab 38 - Acara Fashion Tahunan
39 Bab 39 - Kilometer 0 Kota Pelajar
40 Bab 40 - Mencoba Keberuntungan
41 Bab 41 - Bertemu Seseorang
42 Bab 42 - Takdir membawa ku Padamu
43 Bab 43 - Galau nya Alisha,Gembiranya Vier
44 Bab 44 - Menuju Kota Kembang
45 Bab 45 - Menjelaskan Maksud Pria Cantik itu Kepada sang Kakak
46 Bab 46 - Menyambut belahan Jiwa
47 Bab 47 - Jodoh Alisha
48 Bab 48 - Malam Pertama Versi Vier dan Alisha
49 VISUAL PEMAIN
50 Bab 50 - Menyelami Bahtera itu Bersama
51 Bab 51- Wanita dalam mobil Vier
52 Bab 52 - Tulusnya sebuah rasa cinta
53 Bab 53 - Gosip Pernikahan Sang Desainer
54 Bab 54 - Hampir Saja
55 Bab 55 - Mengumumkan Pernikahan
56 Bab 56 - Tamparan Menggema
57 Bab 57 - Pembelaan Alisha
58 Bab 58 - Manjanya Vier,Reza Pantang Menyerah
59 Bab 59 - Kedatangan Ryan
60 Bab 60 - Menjalankan misi
61 Bab 61 - Jumpa pers
62 Bab 62 - Gosip tentang Alisha
63 Bab 63 - Reza sang Penolong
64 Bab 64 - Mencari titik Terang
65 Bab 65 - Bantuan Besar
66 Bab 66 - Berjalan dua Arah
67 Bab 67 - Namun Satu Tujuan
68 Bab 68 - Kedatangan Anisa dan Keluarga
69 Bab 69 - Calon Ayah
70 Bab 70 - Vier sang Perisai
71 Bab 71 - Kebenaran yang sesungguhnya
72 Bab 72 - Balasan dari sifat egoisnya
73 Bab 73 - Menyelesaikan masalah Reza
74 Bab 74 - Cinta itu tak mungkin bersemi kembali
75 Bab 75 - Ngidam di trimester kedua
76 Bab 76 - Balada Buah Sirsak
77 Bab 77 - Kedatangan Ibu Kandung Ghaisan
78 Bab 78 - Insiden di Surabaya
79 Bab 79 - Tangisan manja istri Xavier
80 Bab 80 - Rindu yang terhalang cindera lengan
81 Bab 81 - Keputusan demi keadaan masa depan
82 Bab 82 - Undangan pesta ulang tahun
83 Bab 83 - Mencoba menghasut
84 Bab 84 - Ruang Operasi dan Kedatangan Polisi
85 Bab 85 - Baby D
86 Bab 86 - Lelaki cantik itu Jodoh ku
87 Bab 87 - Ekstra part 1
88 Bab 88 - Ekstra part 2
89 PENGUMUMAN
90 Bab 90 - Ekstra Part 3
91 Ekstra Part 4 - Cinta Gila Seorang Vier
92 Promo Karya Baru
Episodes

Updated 92 Episodes

1
Bab 1- Tidak Sengaja
2
Bab 2 - Posesifnya Sang Wakil CEO
3
Bab 3 - Takdir Atau Kebetulan
4
Bab 4 - Mulai Merasa Kacau
5
Bab 5 - Obrolan Pasangan
6
Bab 6 - Hubungan Terlarang
7
Bab 7 - Bantuan Si Pria cantik
8
Bab 8 - Rencana Pertunangan
9
Bab 9 - Pertunangan Reza dan Alisha
10
Bab 10 - Desas Desus Sang Desainer
11
Bab 11- Foto Selembar Kertas Medis
12
Bab 12 - Menuju Sah
13
Bab 13 - SAH
14
Bab 14 - Tamu yang Tak Di undang
15
Bab 15 - Acara Resepsi
16
Bab 16 - Dukungan Vier
17
Bab 17 - Kenyataan dalam amplop
18
Bab 18 - Kebohongan Yang Kejam
19
Bab 19 - Flashback Kota Pelajar
20
Bab 20 - Menemui ibu dari calon anak suamiku
21
Bab 21 - Alisha Jatuh Sakit
22
Bab 22 - Semua tahu
23
Bab 23 - Bukan Reza,Namun Vier
24
Bab 24 - Mencoba Menjalani nya Perlahan
25
Bab 25 - Ruang Baru untuk Alisha
26
Bab 26 - Menuju 7 bulanan Kehamilan Davina
27
Bab 27 - Tentang Davina dan Acara tujuh bulanan
28
Bab 28 - Kekalutan Reza
29
Bab 29 - Alisha memilih pilihannya
30
Bab 30 - Takdir Memang tak Berpihak Pada Kita
31
Bab 31 - Perjanjian
32
Bab 32 - Mengalir Bagai Air
33
Bab 33 - Lahirnya Penerus Pratama
34
Bab 34 - Keinginan Yang Tak Sesuai
35
Bab 35 - Kejujuran memang selalu menyakitkan
36
Bab 36 - Sampai Pada Ujungnya
37
Bab 37 - Memulai dai Awal Lagi
38
Bab 38 - Acara Fashion Tahunan
39
Bab 39 - Kilometer 0 Kota Pelajar
40
Bab 40 - Mencoba Keberuntungan
41
Bab 41 - Bertemu Seseorang
42
Bab 42 - Takdir membawa ku Padamu
43
Bab 43 - Galau nya Alisha,Gembiranya Vier
44
Bab 44 - Menuju Kota Kembang
45
Bab 45 - Menjelaskan Maksud Pria Cantik itu Kepada sang Kakak
46
Bab 46 - Menyambut belahan Jiwa
47
Bab 47 - Jodoh Alisha
48
Bab 48 - Malam Pertama Versi Vier dan Alisha
49
VISUAL PEMAIN
50
Bab 50 - Menyelami Bahtera itu Bersama
51
Bab 51- Wanita dalam mobil Vier
52
Bab 52 - Tulusnya sebuah rasa cinta
53
Bab 53 - Gosip Pernikahan Sang Desainer
54
Bab 54 - Hampir Saja
55
Bab 55 - Mengumumkan Pernikahan
56
Bab 56 - Tamparan Menggema
57
Bab 57 - Pembelaan Alisha
58
Bab 58 - Manjanya Vier,Reza Pantang Menyerah
59
Bab 59 - Kedatangan Ryan
60
Bab 60 - Menjalankan misi
61
Bab 61 - Jumpa pers
62
Bab 62 - Gosip tentang Alisha
63
Bab 63 - Reza sang Penolong
64
Bab 64 - Mencari titik Terang
65
Bab 65 - Bantuan Besar
66
Bab 66 - Berjalan dua Arah
67
Bab 67 - Namun Satu Tujuan
68
Bab 68 - Kedatangan Anisa dan Keluarga
69
Bab 69 - Calon Ayah
70
Bab 70 - Vier sang Perisai
71
Bab 71 - Kebenaran yang sesungguhnya
72
Bab 72 - Balasan dari sifat egoisnya
73
Bab 73 - Menyelesaikan masalah Reza
74
Bab 74 - Cinta itu tak mungkin bersemi kembali
75
Bab 75 - Ngidam di trimester kedua
76
Bab 76 - Balada Buah Sirsak
77
Bab 77 - Kedatangan Ibu Kandung Ghaisan
78
Bab 78 - Insiden di Surabaya
79
Bab 79 - Tangisan manja istri Xavier
80
Bab 80 - Rindu yang terhalang cindera lengan
81
Bab 81 - Keputusan demi keadaan masa depan
82
Bab 82 - Undangan pesta ulang tahun
83
Bab 83 - Mencoba menghasut
84
Bab 84 - Ruang Operasi dan Kedatangan Polisi
85
Bab 85 - Baby D
86
Bab 86 - Lelaki cantik itu Jodoh ku
87
Bab 87 - Ekstra part 1
88
Bab 88 - Ekstra part 2
89
PENGUMUMAN
90
Bab 90 - Ekstra Part 3
91
Ekstra Part 4 - Cinta Gila Seorang Vier
92
Promo Karya Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!