Tidak terasa tiga bulan sudah Lala bekerja di perusahaan DAM GROUP , dan selama itu juga, sikap dingin Daniel belum berubah . Sinta yang semakin menjadi-jadi kepada Lala karena Lala sering keluar masuk di ruangan Presdir.
Bukan hanya untuk mengantar laporan keuangan namum juga kopi setiap pagi , mengantar sarapan sekaligus makan siang jika dia sedang di kantor.
" Eh Kamu bocah ingusan, jangan harap kamu bisa deketin Presdir ya, kamu itu bukan tipe dia ". Ucap Sinta saat tahu posisi Lala mengancam dirinya entah di posisi pekerjaan dan juga perasaan.
Sinta terlalu terobsesi terhadap sosok Presdir DAM GROUP tidak jarang juga mereka sampai adu kekuatan rambut untuk menyelesaikan masalah.
Seperti sekarang Lala yang baru saja keluar dari ruangan Presdir sudah di hadang di depan pintu ruang kerjanya.
Dengan kasar Sinta menarik rambut Lala hingga rambutnya berjatuhan di atas lantai.
" Berani sekali kamu mengambil salinan kertas yang sudah susah payah aku buat ". Ucap Sinta dengan geram saat ketahuan ia sedang memanipulasi data keuangan kantor.
" Eh salah siapa Lo mau korupsi , enak aja , kalau mau duit banyak tu kerja yang bener jangan ngambil yang bukan punya Lo ". Ucap Lala tidak mau kalah dengan tangan yang juga menarik rambut Sinta.
" Awas kalau kamu berani melapor pada pak Daniel, gue gak bakal segan-segan membuat perhitungan dengan mu ". Ucap Sinta dengan mata melotot.
Masih dengan saling menjambak , Doni dan Heru datang , kebetulan jam maka siang baru saja berlangsung jadi tidak ada yang melihat perkelahian sengit mereka.
" Sinta Lala udah kalian kenapa sih , kaya anak kecil tahu". Ucap Doni sembari memegangi tangan Lala dan Heru memegangi tangan Sinta.
" Dia duluan yang mulai". Ucap Lala dan berusaha meraih rambut Sinta.
" Kamu , salah siapa ikut campur urusan orang". Sinta berucap dengan tangan yang ingin merai. wajah Lala.
Srakkk..
Aaaaa,,,
Teriak Lala kencang lalu memegangi wajahnya yang mengeluarkan darah,
" Kurang ajar Lo". Teriak Lala nyaring.
Daniel dan Alex yang baru saja keluar dari ruangan yang berada di sebelahnya langsung berlari.
" Ada apa ini". Ucap Daniel dengan kencang .
" Jawab". Teriaknya lagi.
" Dia pak , dia yang memulai duluan ". Tuduh Sinta .
" Enak aja, Lo yang mulai duluan". Lala tidak mau kalah .
" Cepat katakan , atau kalian berdua saya lempar dari sini". Daniel semakin geram.
" Sinta pak mengganti data keuangan kantor dan Lala mengetahuinya lalu Mba Sinta menarik rambut Lala tiba-tiba . Tunggu pak Lala ada bukti nya , Mba Sinta juga bilang kalau bapak calon suami nya , jadi Lala tidak boleh sering-sering masuk ke ruangan bapak ". Ucap Lala lalu menyodorkan kertas dengan angka-angka di dalamnya.
Amarah Daniel memuncak lalu melempar ke arah wajah cantik Sinta.
" Atas dasar apa kamu berani mengakui jika saya calon suami mu hah , lalu ini ". Ucap Daniel meremas kertas yang Lala berikan.
" Apa masih kurang gaji mu setiap bulan ?".
" Dengar baik-baik ini juga berlaku untuk kalian semua . Saya tidak akan segan-segan pada siapapun jika melakukan kesalahan apa lagi mengenai hidup saya. Kalian faham". Ucap Daniel lebih tegas.
" Faham pak" . Jawab semua nya yang berada di dalam ruangan.
Brrrakkk..
Daniel menggebrak meja yang ada di depannya.
" Urus surat pengunduran diri mu sekarang pada pihak HRD, pesangon mu akan di transfer setelahnya , kamu saya pecat". Teriak Daniel menggema di seluruh ruangan.
" Lex urus dia, Lala kamu ikut saya ". Ucap Daniel lalu berjalan menuju lif.
" Baik tuan".
" Awas kamu , lihat apa yang aku buat untuk mu". Ancam Sinta lalu berlalu dari hadapan Lala.
Lala melotot lalu berjalan mengekor Daniel. jujur saja dia sedikit takut pada ancaman Sinta, entah apa yang akan ia hadapi setelah ini.
Daniel membuka pintu ruangannya lalu mencari kotak obat yang ada di dalam ruangan nya.
" Pak " . Ucap Lala takut sembari menundukkan kepalanya.
" Hemm, duduk ". Ucap Daniel menahan kesal.
" I..iya pak". Lala tergagap .
Daniel berjalan mendekat ke arah sofa, lalu duduk bersebelahan dengan Lala lalu menghadap ke arah tubuh mungil itu .
Lala duduk dengan diam , dengan menundukkan kepalanya.
" Angkat kepala mu " . Ucap Daniel sembari tangannya sibuk membuka kotak obat yang ia bawa .
" Apa tidak ada cara lain selain berkelahi seperti anak kecil". Ucap Daniel sembari mengoleskan alkohol.
Ssttttt..
Desis Lala menahan sakit dan perih di wajahnya.
" Sudah pak , biar Lala saja". Ucap Lala hendak mengambil alih kapas yang berada di tangan Daniel.
" Duduk diam , atau saya akan menuang ini di luka mu". Ucap Daniel sedikit memaksa .
Melihat ekspresi Lala yang menahan perih dengan tangan yang saling meremas dan mata yang ia pejamkan , Daniel meniup luka tepat di pipi cabi milik Lala lalu melanjutkan kegiatannya membersih kan luka bekas cakaran yang sedikit berdarah.
" Cantik". Ucap Daniel dalam hati.
Daniel tersadar lalu mengedipkan matanya cepat .
'' Apa yang kau pikirkan Daniel". Ucapnya lagi mengingatkan diri sendiri.
Daniel menggelengkan kepalanya.
" Pak, bapak tidak apa-apa ?". Tanya Lala heran melihat atasannya .
" Hmmm". Daniel hanya berdehem lalu membuang muka takut tertangkap basah bahwa dia sedang mengagumi .
______
Tok tok tokkk
" Masuk".
" Sorry Nil lama". Ucap Alex.
" Hmmm".
" La , kamu tidak apa-apa?". Tanya Alex pada Lala.
" Iya pak Lala tidak apa-apa". Jawab Lala sembari memegang pipinya yang sudah di bersihkan.
" Jangan di sentuh, jari mu penuh kuman". Bentak Daniel tiba-tiba.
" Nil, jangan terlalu kasar". Alex mengingatkan.
" Tidak apa-apa pak, bos bapak memang suka marah-marah". Jawab Lala cemberut.
" Apa kamu sadar saya juga bos kamu". Tanya Daniel lalu menyentil dahi Lala pelan.
" Sakit pak". Keluh Lala.
" Makanya kalau bicara lihat-lihat orang nya ada atau tidak". Daniel sengaja menekan kata nya agar Lala takut.
Bukannya takut Lala malah mencibir kecil lalu mengerucutkan bibir mungilnya sembari tangannya mengusap dahinya.
Alex sedikit heran, tidak biasanya Daniel bersikap seperti itu. Tapi ini juga sebuah kemajuan untuk Daniel.
_______
Happy reading semua 🤗
Salam sayang dari Mama kecil ❤️
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 84 Episodes
Comments
Trisnawati Ilyas
Lala kayaknya bukan karyawan kantor deh tp kurir🤭😂😂😂kan kerjanya ngantar² klo bukan ngantar berkas keuangan kadang ngantar kopi dan makanan buat Bosnya😊🤭
2022-10-17
0
Natha
Ayo Sinta..
semangat 69.. Perang dimulai..
Jangan menyerah sebelum masuk Penjara, RSJ atau liang kubur 🤣🤣🤣
2022-09-28
6
Nury Wiardja
aq suka sekali kalau ceritanya gadis bar bar dan pemberani apalagi yg somplak wkwkwkwk
2022-09-23
0