Tidak terasa waktu begitu cepat berlalu . Saking sibuknya Lala meski di hari pertama kerja tidak menyurutkan rasa profesional nya sebagai seorang karyawan.
Lala sedang sibuk membereskan meja kerja sembari sesekali melirik ke layar ponselnya.
Klunting .
Satu pesan masuk , Lala bergegas meraih telfon genggam nya.
" La gue tunggu di cafe Abang ya, Lo udah tau kan kalau Abang pindah ". Isi pesan Nanda.
" Ok , tunggu gue di sana ya , ni gue udah mau turun " . Balas Lala pada sahabat nya .
" Ok ".
Lala pun kembali membereskan kertas-kertas yang berjejer rapi . Setelah selesai Lala bergegas berjalan menuju lobby.
Ting .
Pintu lift terbuka Lala pun berlari kecil sembari mengobrak-abrik isi tas nya.
" Nah ketemu". Ucapnya.
Namun saat Lala sudah menggunakan helm dan jaket kesayangan tiba-tiba .
" Nona Lala ".
" Pak Alex , ada apa pak? ". Ucap Lala merasa bingung .
" Bisa pinjam motornya sebentar , saya harus pergi mengantar berkas ini ke apartemen pak Daniel, jika menggunakan mobil sangat lama takut tidak terkejar , berkas ini sangat penting ". Kata Alex cepat.
" Boleh pak , ini pakai saja". Ucap Lala sembari menyerahkan kunci motor yang sudah ia cabut.
" Kamu saja yang mengantarnya , saya akan menyusul menggunakan mobil ".
" Tapi pak". Belum juga Lala selesai berbicara.
" Saya sudah mengirim alamat nya ke ponsel mu , kamu hanya perlu bertanya di mana lantainya". Ucap Alex sembari berjalan cepat memasuki gedung.
Dua jam yang lalu Daniel sudah dahulu kembali ke apartemen setelah mengadakan pertemuan dengan kliennya di luar kantor, dan sudah tidak balik lagi setelah itu .
Berkas yang harus di tandatangani tertinggal di kantor , mengingat berkas tersebut harus di antar kepada salah satu klien pentingnya jam delapan nanti.
" Hadehh , ini gimana sih ". Ucap Lala mau tidak mau dia harus segera mengantar berkas ini.
Dengan sedikit menambah kecepatan nya , tidak sampai dua puluh menit Lala sudah sampai di depan lobby GOLD APARTEMEN .
Klunting .
pesan masuk lagi dari nomor yang sama .
" Apa kamu sudah sampai ? ".
" Sudah pak , sebenarnya Lala tanya dulu resepsionis nya dulu ya pak". Balas Lala menggunakan pesan suara.
" Ok".
" Mba , atas nama Daniel Adipati Mahessa.
" Nona Lala bukan? ". Tanya nya kembali.
" Ah , iya mba benar, saya harus menemui pak Daniel'' . Ucap Lala.
" Nona masuk saja menggunakan lif sebelah kanan , lalu tekan angka dua puluh ".
" Terima kasih Mba ". Lala pun segera berlari dengan masih menggunakan helm nya.
_________
Ting.
Pintu lift terbuka , memang hanya ada satu pintu saja di sana , dan sudah di pastikan siapa pemilik nya.
Ting tong tong tong.
Suara bel apartemen terdengar.
Deg.
Jantung Lala seakan berhenti .
Tampilan Daniel dengan rambut basah masih menggunakan handuk yang menggantung di pinggangnya aroma shampo dengan bau sabun yang fresh menenangkan. Sudah di pastikan bahwa Daniel baru saja menikmati guyuran air yang shower menenangkan atau baru saja berendam yang menyisakan aroma yang khas . Lagi-lagi Lala terpesona, entahlah ini terpesona atau takut di terkam.
" Pak , ii..ni Lala mengantarkan berkas yang tuan minta , tadi pak Alex yang meminta saya mengantarnya , pak Alex bilang ini penting " . Ucap Lala dengan menundukkan kepalanya.
" masuk , letakkan di sana ". Ucap Daniel lalu meninggalkan Lala yang masih mematung.
" Huff, jantung gue mau copot, masuk engga ya". Ucap Lala ragu.
" Kamu tidak dengar , saya bilang masuk ". Ucap Daniel lebih dingin.
" Iya pak ". Lala berjalan masuk lalu duduk di atas sofa empuk di sudut ruang tamu.
" Jangan lupa helm nya di lepas , sudah seperti maling saja". Ucap Daniel tapi sudah tidak menunjukkan batang hidungnya.
" Astaga itu orang apa dinding es sih, ngeri amat".
Cukup lama Lala menunggu, dengan kondisi lapar dia menggerutu tidak jelas.
" Duh lama sekali sih pak tua itu, gue udah laper , ehh Nanda gimana ya ".
" Ni pak Alex kemana juga , ga nyampe - nyampe ". Keluh Lala , lalu mengeluarkan ponselnya menekan-nekan angka yang tertera disana.
Tutt, tuuttt.
" Hallo La , Lo dimana ". Ucap Nanda di sebrang sana.
" Duh Ndut sorry banget ya , gue tadi ada kerjaan mendadak ". Ucap Lala.
" Masih lama enggak , gue udah laper ni , minuman gue juga udah tinggal dikit ".
" Udah Lo makan dulu aja, gue entar gampang nyari disini".
" Bener ya, jangan malem-malem pulangnya".
" Iya iya, bawel banget sih".
" Udah dulu ya " . Lala menekan tombol merah pada layar ponselnya.
Lalu tiba-tiba saja Daniel sudah ada di depannya , Lala pun kaget bukan kepalang. Posisi Lala memang sedang menghadap ke arah jendela kaca yang memiliki pemandangan perkotaan , dengan cahaya lampu kendaraan yang masih berdiam di tempat karena macet mungkin dengan suara klakson mobil saling bersahutan . Sudah menjadi kebiasaan atau menjadi rutinitas jalanan ibu kota, macet di mana-mana, kebetulan hari ini malam Minggu menjadikan jalanan semakin sesak.
Aaaaa...
Teriak Lala kencang saking kagetnya.
Dengan gerakan spontan tangan besar Daniel membekap mulut kecil milik Lala.
" Bisa kau kecilkan suara mu, atau jika tidak akan ku sumpal mulut kecil mu dengan tisu '' . Seru Daniel lalu menyingkirkan tangan nya ke semula.
" Maaf pak , saya kaget ". Ucapnya lalu menunduk .
" Kau lapar , Alex masih terjebak macet di luar , kemungkinan sampai disini masih satu jam lagi". Ucap Daniel .
" Apa kamu bisa masak ? ". Tanya Daniel pada Lala , lalu mengangguk .
" Bisa pak , tapi yang sederhana saja". Jawab Lala.
" Kamu bisa memakai dapur yang ada di sana , bahan makanan bisa kau cari d lemari pendingin di sebelah nya setelah selesai makan kamu boleh pulang ''. Ucap Daniel lalu beranjak memasuki ruangan kerjanya.
Lala mengikuti instruksi atasannya. Karena memang sudah sangat lapar Lala pun mengobrak-abrik semua yang ada di dalam kulkas .
" Ada ayam juga brokoli , tempa dan ini ,ini apa ? oh ini wortel , kenapa lucu sekali bentuknya ''. Ucap Lala memandang wortel yang begitu mungil "
" Sudah lah aku buat sup saja". Lala pun berjalan mengitari dapur, lalu memulai aksinya sebagai chef dadakan . Tidak lupa Lala memasak nasi nya terlebih dahulu menggunakan rice cooker mungil berwarna biru.
" Selesai ". Ucapnya setelah semu hidangan tertata rapi di atas meja.
" Sup ayam , dengan tempe goreng tidak lupa sambal goreng yang begitu menggugah selera.
Aroma masakan tercium ke seluruh ruangan , Daniel yang sedang sibuk dengan laptopnya segera beranjak ke arah aroma masakan itu.
" Bau nya enak sekali, masak apa anak sekecil itu, kenapa terasa menggugah selera sekali".
Baru saja Lala hendak mencari sang tuan rumah , Daniel sudah berada di dekat pintu dapur.
" Maaf pak saya cuma masak ini , karena di kulkas hanya bisa untuk membuat ini saja". Ucap Lala menunduk .
" Hemm , duduk kita makan dulu " . Ucap Daniel sedikit dengan nada bersahabat.
Dengan gerakan sigap Lala meletakkan nasi di atas piring Daniel lalu meletakkan lauk dan juga sup yang sudah ia siapkan .
" Jangan terlalu banyak ". Ucap Daniel menghentikan gerakan Lala.
" Segini cukup pak ? ". Tanya Lala hati-hati.
" Hemm, terima kasih".
Lala menyodorkan piring yang sudah terisi lalu kembali ke tempat duduk dan menaruh makanan di atas piringnya.
" bisa berterima kasih juga rupanya". Ucap Lala dalam hati sembari menahan tawa.
Mereka melanjutkan makan malamnya dengan diam , hanya denting sendok dan garpu yang mengisi ruangan yang terasa sedikit canggung.
______
Selamat menikmati .
Semoga suka ya , beri saran jika ada kata yang kurang baik.
Salam sayang 💌 semoga harimu menyenangkan 🥰
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 84 Episodes
Comments
Kisti
udah kayak pngantin baru thor 😀smg jodohh 🤲🙏aamiin
2022-10-15
0
Natha
Dari urusan perut pindah ke urusan hati😁 berasa keluarga keci aja si ku_Daniel🤣🤭
2022-09-28
7
Romi Yati
dah mulai agak cair ni kulkas daniel🤣🤣🤣
2022-09-18
1