Selama jam pelajaran berlangsung, Hana nampak tidak fokus mendengarkan apa yang disampaikan dosen pengajarnya karena saat ini pandangannya terus terfokus menatap pada rambut hitam lebat Dika sambil mengucap dalam hati.
Kulkas dua belas pintu... aku harap kau tidak akan menjelma jadi siluman api setelah keluar kelas nanti.
Satu jam berlalu, akhirnya dosen pun menutup materi mereka hari itu. Setelah dosen berpamitan untuk keluar, jantung Hana pun mulai berdegup kencang karena ia akan melewati fase mengerikan sebentar lagi.
Dari kursi belakang Hana, seorang wanita yang sejak tadi sudah menantikan dosen mereka keluar pun segera melangkahkan kakinya ke kursi Hana.
"Hana, apa benar kau dan Dika memiliki sebuah hubungan?" Tanya wanita itu tanpa memperdulikan jika saat ini Dika masih berada di dalam kelas mereka.
Mendengar pertanyaan teman wanitanya, Dika pun menolehkan kepalanya kebelakang sejenak lalu kembali menatap layar ponselnya. Tanpa berniat menunggu jawaban Hana tentang hubungan mereka, Dika pun segera beranjak keluar dari dalam kelas.
Hana menatap kepergian Dika dengan menghembuskan nafas lega sambil mengelus dadanya sebab merasa terkejut karena kedatangan teman wanitanya itu secara tiba-tiba.
"Liza, kau ini mengagetkan aku saja!" Gerutu Hana masih mengelus dadanya.
"Hana benar. Kau ini mengagetkan kami saja!" Amel yang turut terkejut pun menatap sebal Liza.
Lidah Liza berdecak. "Sudahlah. Sekarang jawab pertanyaanku! Apa benar kau dan Dika menjalin sebuah hubungan?" Tanyanya lagi merasa tak sabar.
Kening Hana mengkerut. Menatap wanita di depannya saat ini yang nampak tengah menatap padanya dengan wajah berang. Hana dapat menebak jika Liza salah satu wanita yang mengidolakan Dika di angkatan mereka.
"Aku rasa telingamu masih berfungsi dengan baik dan kau dapat mendengar ucapanku tadi pagi yang mengatakan jika Dika adalah kekasihku." Ucap Hana dengan wajah tenang dan yakin akan ucapnnya.
"Ck. Kau jangan berbohong. Tidak mungkin Dika menyukai wanita sepertimu." Cibirnya memperhatikan penampilan Hana dari atas sampai bawah.
"Memangnya kenapa dengan Hana?!" Amel yang merasa tidak suka dengan ucapan Liza pun bangkit dari duduknya dan menggebrak meja kursinya. Sontak saja perbuatan Amel berhasil menarik perhatian teman-teman mereka yang lainnya yang masih berada di dalam kelas.
"Amel!" Hana memegang pergelangan tangan Amel agar sahabatnya itu menahan emosinya.
"Dia sungguh tidak sopan Hana!" Rutuk Amel menatap nyalang Liza.
"Sudahlah." Hana menggelengkan kepalanya pada Amel lalu menatap pada Liza. "Aku dan Dika adalah sepasang kekasih. Kami memang menyembunyikan hubungan kami karena tidak ingin diganggu oleh para dedemit yang menatap lapara pada kekasihku." Ucap Hana dengan santai namun penuh sindiran.
"Kau mengataiku dedemit?!" Amuk Liza merasa tersindir.
"Aku tidak mengatakan kau dedemit. Tapi jika kau merasa aku bisa apa?" Hana masih berucap dengan santai hingga membuat Liza mengggeram.
Aku baru tahu di kelas ini ada sosok seperti dirinya. Diam-diam mematikan. Batin Hana sambil menatap pada Liza.
"Jika kau dan Dika memang memiliki hubungan maka buktikan di acara ramah tamah angkatan kita malam minggu besok." Tantang Liza lalu pergi meninggalkan Hana dengan senyum meremehkan.
"Memangnya ada acara apa malam minggu besok?" Hana yang tidak terlalu mendengar ucapan Liza pun bertanya pada Amel.
"Kau belum membuka grup pagi ini?" Tanya Amel yang dibalas Hana dengan gelengan kepala.
"Malam minggu besok angkatan kita akan mengadakan acara ramah tamah di rumah Liza." Balas Amel.
"Lalu apa hubungannya dengan pembuktian hubungan aku dan Dika?" Tanya Hana merasa bingung.
***
Lanjut? Komen, vote dan likenya dulu yuk🌹
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 261 Episodes
Comments
Siti Sarfiah
aduh ada saja g bisa lihat orang senang
2023-02-07
0
Mbah Edhok
Mateng Han...
2023-01-27
0
Toxic Slayer
😁😁😁 siluman api
2022-09-23
0