"Apa-apaan ini!" Bentak Hana lalu memegang telunjuk wanita di depannya yang sedang menunjuk wajahnya lalu meremas*nya kuat. "Beraninya kau menyiram wajahku!" Hana pun mendorong tubuh wanita itu dengan kedua tangannya hingga mundur ke belakang.
"Kau..." wanita itu menggeram lalu maju kembali menghadap Hana. "Kau memang pantas mendapatkannya!" Makinya lalu kembali menunjuk wajah Hana tanpa rasa takut. "Kau masih bertanya apa kesalahanmu?" Tanyanya lalu berdecih.
"Memangnya apa kesalahanku!" Bentak Hana merasa berang.
Wanita itu menatap remeh pada Hana. "Dasar pelakor! Jika tidak karena kau kegatalan mendekati Hans, Hans tidak akan memutuskanku begitu saja!" Semburnya.
Hana terbelalak. "Hans?" Ucap Hana dengan suara meninggi. Untung saja suasana kelasnya pagi itu masih cukup sepi hingga keribuatan yang wanita itu buat tidak banyak terdengar oleh teman-temannya yang lain.
"Ya. Hans. Pria yang sedang dekat denganmu itu adalah Hans kekasihku. Aku ralat, mantan kekasihku karena dia memutuskanku begitu saja karena dirimu!" Semburnya lagi.
"Karena aku?" Hana menunjuk wajahnya.
"Dasar pelakor! Kau masih saja ingin mengelak!" Wanita yang Hana perkirakan adalah kakak tingkatnya itu kini menatapnya dengan nyalang seolah mengajak perang. "Mahasiswa baru seperti dirimu dengan kegatalan berani mengambil kekasihku begitu saja!" Makinya.
"Hana..." Amel yang baru saja datang dibuat tercengang melihat sahabatnya tengah bersitegang dengan Kakak tingkatnya.
"Kau diam di sana, Amel!" Titah Hana saat Amel hendak maju ke arahnya. Jika dalam hal seperti ini Amel pastilah tidak akan tinggal diam dan akan membantunya untuk perang.
"Kau bilang apa? Aku kegatalan?" Ucap Hana dengan tatapan tak kalah nyalang.
"Ya. Jika tidak kegatalan lalu panggilan apa yang pantas untuk wanita seperti dirimu!" Semburnya.
Kedua tangan Hana terkepal. Jika tidak mengingat jika saat ini ia baru menjadi mahasiswa baru di fakultas favorit ia tidak akan segan melayangkan pukulan di wajah kakak tingkat yang belum ia ketahui namanya itu.
"Punya bukti apa kau menuduhku seperti itu?" Tantang Hana sambil menahan emosi di dadanya.
Wanita itu berdecih lalu mengeluarkan ponsel di saku celananya. Tangannya bergerak cepat berselancar di atas ponselnya lalu menunjukkan beberapa foto yang membuat Hana tercengang.
"Apa bukti-bukti ini tidak cukup? Wanita seperti apa dirimu yang dengan tidak malunya mau diajak jalan dengan pria yang sudah memiliki seorang kekasih!" Tanyanya dengan sinis setelah menunjukkan beberapa foto yang memperlihatkan Hana nampak berduaan dengan Hans.
Hana tak gentar. Tatapannya pun membalas menatap remeh kakak tingkatnya. "Jika kau ingin menuduhku yang bukan-bukan, lebih baik kau cari tahu kebenaran dari foto yang kau ambil." Balas Hana.
"Benarinya kau masih mengelak!" Berangnya.
"Lebih baik kau ralat perkataanmu itu karena aku bukan hanya pergi berudaan dengan kekasihmu, melainkan berempat!" Balas Hana.
"Kau..." wanita itu nampak tak terima dengan perkataan Hana yang seolah tidak mengakui kesalahannya. Langkahnya pun semakin maju mendekati Hana. Saat tangannya hendak melayang menjambak rambut Hana, pergerakannya pun harus terhenti saat mendengar suara seorang pria di belakang Hana.
"Apa-apaan ini!" Tanya Dika yang baru saja masuk ke dalam kelas.
Mendengar suara Dika, Hana pun sontak menbalikkan tubuhnya ke belakang.
"Sayang... lihatlah kakak kelas ini menuduhku mengambil pacarnya." Ucap Hana tiba-taba lalu bergelayut manja di lengan Dika.
***
Lanjut?
Berikan dukungnnya dalam bentuk vote, komen dan likenya dulu yuk.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 261 Episodes
Comments
Yohana Woleka
He he he bagus juga cara Hanna menghentikan kegeraman si perempuan galak dan bodoh.Malah langsung menuduh Hanna yang belum jelas.
2023-06-21
1
Khuriatul Ikrimah
akting Hana dan Dika pun di mulai
2023-06-06
0
Mbah Edhok
Jiaan ... Hana ... sat sit sut ... drama
2023-01-27
0