Pria itu... Hana membatin. Menatap teman-teman seangkatannya yang kini mulai tebar pesona saat sosok yang menjadi sorotan tengah berjalan melewati meja mereka. Dan terlebih lagi, kakak tingkat mereka yang sedang berada di kantin pun turut melakukan hal yang sama.
"Kau cabut perkataanmu itu karena dia benar-benar tidak tampan!" seru Hana menolak kenyataan yang ada.
"Kau berbicara apa, Hana? Aku rasa matamu masih berfungsi dengan baik." Cetus Amel saat pria yang menjadi objek keributan itu telah duduk di kursi yang masih kosong seorang diri.
"Dia itu bukanlah pria tampan! Tapi dia adalah pria yang menyebalkan!" Gerutu Hana mengingat pertemuan mereka untuk pertama kalinya.
Amel tak lagi mendengarkan ucapan Hana. Karena saat ini matanya nyaris saja keluar dari dalam wadahnya saat pria tampan itu sedang menyisir rambutnya ke belakang dengan kelima jemarinya.
"Oh astaga... aku rasa dia adalah raja yang turun dari kayangan." Ucap Amel sambil mencubit kedua pipinya sendiri. "Ganteng banget..." lanjutnya sambil menendang kaki Hana.
"Amel..." Hana benar-benar dibuat kesal. "Kau sudah tiga kali menendang kakiku karena pria tidak penting itu!" Sembur Hana.
"Kau ini pemarah sekali. Aku kan tidak sengaja." Kilah Amel lalu kembali menatap pada sosok yang membuat detak jantungnya tidak stabil.
Hana yang hendak kembali melayangkan protes pun menghentikan niatnya saat pesanan makanannya datang.
"Cepat makan makananmu. Kita masih ada kuliah setelah ini!" Titah Hana pada Amel yang masih terlihat mencuri pandang pada pria idamannya.
"Ck. Kau itu tidak asik sekali." Sungut Amel.
Hana mengangkat kedua bahunya acuh. Tidak peduli dengan sahabatnya yang nampak sebal karena sikapnya.
*
Hari ini adalah hari ke tiga Hana mengikuti perkuliahan sebagai mahasiswa kedokteran. Selama dua hari tidak pernah satu kelas dengan pria dingin yang menjadi idola kampusnya, di hari ini pria dingin yang sudah membuatnya kesal di hari pertamanya kuliah pun nampak masuk ke ruangan kelas yang sama dengannya.
"Hana, kau lihat itu? Si tampan satu kelas dengan kita hari ini!" Seru Amel sambil menunjuk seorang pria yang baru saja masuk ke dalam kelasnya dengan wajah datar dan dinginnya.
Hana yang sejak tadi sudah melihat kedatangan pria itu hanya acuh lalu kembali memainkan ponsel di tangannya.
Suasana kelas pun mulai berisik dengan sapaan para wanita pada pria yang menjadi idola baru mereka.
"Selamat pagi, Dika." Sapa seorang wanita yang paling centil diangkatan mereka pada Dika yang lewat di depannya.
Ternyata namanya Dika? Batin Hana sambil turut memperhatikan langkah pria itu.
Dika hanya mengangguk membalas sapaan wanita yang menyapanya tanpa bersuara.
"Kau lihat itu Hana? Dia benar-benar tampan dan keren." Bisik Amel di telinga Hana karena saat ini Dika sudah duduk di kursi yang berada tidak jauh dari mereka.
"Kau bilang keren? Apa pria pura-pura bisu sepertinya itu keren?" Cetus Hana dengan menggeleng.
"Hana... kau ini bicara apa?!" Amel yang merasa tak setuju dengan ucapan Hana pun memukul pelan lengan Hana.
"Apa kau tidak melihat dia tidak bersuara saat disapa? Apa mulutnya itu sudah tidak berfungsi dengan benar hingga tak bisa membalas sapaan orang lain?" Sindir Hana dengan suara sedikit keras agar pria yang disindirnya mendengar ucapannya.
***
Komen dulu yuk baru lanjut🌹
Jangan lupa vote, like dan giftnya juga ya🌹
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 261 Episodes
Comments
Kairos Iros
Hati2 dngn.pandangan
kita.akan.menjadi Bu
mereeang.bagi.hati.kita
sendiri
2023-08-18
1
fifid dwi ariani
trus bahagia
2023-04-25
0
Fajar Ayu Kurniawati
.
2023-04-19
0