Mendengar ucapan Hana sontak membuat Amel dan teman-teman mereka yang sudah berada di dalam kelas membulatkan kedua mereka bersamaan.
"Hana..." Amel yang hendak angkat bicara kembali menghentikan niatnya saat mendengar Hana kembali berbicara.
"Kau lihat pria di sampingku saat ini? Dia adalah Dika kekasihku!" Ucap Hana saat melihat Dika nampak terkejut karena tindakannya.
"Cih. Kau tidak usah mengada-ngada. Mana mungkin Dika kekasihmu!" Ucap wanita itu meremehkan. Apa lagi ia cukup mengenal Dika setelah Dika diangkat menjadi ketua tingkat di angkatan Hana.
"Tentu saja dia mungkin kekasihku! Apa penglihatanmu tidak bekerja dengan baik hingga tidak bisa melihat kedekatan kami saat ini!" Ucap Hana merasa menang. Untung saja keterkejutan Dika membuatnya merasa untung sebab pria itu hanya diam namun tatapannya nampak tajam menatap kepadanya.
Wanita itu dibuat terdiam. Ia dapat melihat jika Dika tak menolak sentuhan Hana saat ini bahkan menatap Hana tanpa berkedip.
"Lagi pula yang benar saja, aku memilih menggoda pria yang bagaikan batu kerikil dan meninggalkan kekasihku yang seperti mutiara ini." Cibir Hana. Tangan Hana pun semakin erat memeluk lengan Dika dengan tubuh yang mulai bergetar saat menyadari tatapan dingin dan tajam Dika kepadanya saat ini.
"Kau jangan terus mengelak wanita penggoda! Sudah jelas di foto itu kau pergi bersama Hans makan di sebuah restoran!" Mantan kekasih Hans itu masih merasa tidak terima.
"Ck. Bukankah sudah aku katakan jika aku pergi bukan hanya berdua dengan Kak Hans? Kami pergi berempat bahkan kekasihku ini juga ada di sana dengan temannya. Bukan begitu sayang?" Tanya Hana menatap wajah Dika penuh permohonan.
Dika hanya diam namun tatapannya kini menatap wanita yang sudah ia tebak adalah mantan kekasih Hans yang sedang melabrak Hana. Tatapan Dika kini terhunus tajam pada wanita itu seakan ingin mengulitinya.
"Lagi pula kekasihku ini jauh lebih tampan dari Kak Hans. Mana mungkin aku tergoda dengan pria yang levelny jauh dari kekasihku." Hana masih saja melanjutkan sandiwaranya.
"Monika, apa yang kau lakukan di sini!" Mendengar suara Hans dari ambang pintu membuat wanita mantan kekasih Hans yang ternyata bernama Monika itu pun menatap pada Hans.
"Hans." Ucapnya dengan suara pelan.
Hans pun berjalan dengan langkah lebar ke arah Monika lalu memegang lengan wanita itu.
"Apa yang kau lakukan di sini?" Tanyanya lagi dengan suara sedikit meninggi. Hans benar-benar merasa malu dan marah saat mendapatkan kabar dari teman-temannya jika Monika mantan kekasihnya saat ini tengah menyerang Hana di kelasnya.
"Kau masih bertanya apa yang aku lakukan di sini?" Monika menggelengkan kepalanya. "Aku datang ke sini untuk memberi pelajaran pada wanita penggoda yang menjadi penyebab kau memutuskanku begitu saja!" Ucap Monika dengan suara yang sudah meninggi.
Hans menggeram. "Ayo ikut aku!" Ucapnya lalu menarik tangan Monika keluar dari dalam kelas Hana. Sebelum keluar dari dalam kelas Hana, Hans menatap Hana dengan tatapan tak terbaca setelah melihat tangan Hana nampak bergelayut di lengan Dika.
Suasana di dalam kelas Hana pun mulai hening setelah kepergian Hans dan mantan kekasihnya yang sudah membuat onar di dalam kelas mereka.
"Hana..." Amel yang sejak tadi berusaha untuk diam pun kembali angkat bicara.
Hana mengangkat dagunya. Seolah bertanya ada apa pada Amel.
Amel pun mengarahkan pandangannya pada tangan Hana yang masih bergelayut di lengan Dika lalu menatap wajah dingin Dika yang menunjukkan ketidakramahan saat ini.
***
Lanjut?
Berikan dukungannya dalam bentuk vote, komen dan likenya dulu yuk.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 261 Episodes
Comments
Nur Qomariyah
seru deh, perangnggak ya?
2023-07-13
1
Khuriatul Ikrimah
makin seru Thor😄
2023-06-06
0
Mutmainnah
hahahaha
2023-05-17
0