Mendengar Dika yang berbicara cukup panjang untuk pertama kalinya untuk hal yang tidak penting membuat Amel melebarkan kedua matanya. Pandangan Amel terus tertuju pada Dika hingga pria itu menjatuhkan bokongnya di kursi paling depan yang masih kosong.
Sedangkan Hana, ia langsung mengambil kaca kecil yang selalu ia bawa di dalam tasnya untuk melihat kondisi wajahnya saat ini. Dan benar saja, di sebelah pipinya nampak menempel noda coklat yang cukup banyak.
"Ini sungguh memalukan!" Gerutu Hana dengan pelan lalu mengambil tisu basah di dalam tasnya dan mengelap noda coklat yang menempel di pipinya.
Setelah membersihkan wajahnya, Hana pun mengalihkan pandangannya pada Dika yang nampak duduk dengan tenang sambil memainkan ponselnya.
Berani sekali kulkas dua belas pintu itu mengejekku! Rutuk Hana pada pria tampan yang sudah tak tampan lagi di matanya.
"Apa kau mendengar suara emasnya tadi, Hana?" Tanya Amel setelah cukup memperhatikan Dika.
"Tidak. Aku tidak mendengarnya!" Ketus Hana merasa kesal.
Amel menggelengkan kepalanya. Merasa lucu dengan sikap Hana saat ini.
"Suara emasnya itu akhirnya keluar hanya untuk mengejekmu, Hana." Amel melipat bibirnya. Menatap wajah Hana yang masih nampak kesal karena cibiran Dika.
"Diamlah atau aku akan menyumpal mulutmu!" Ucap Hana.
"Ya, ya. Aku akan diam." Amel kembali melipat bibirnya. Semakin merasa lucu dengan sikap Hana.
*
Mood Hana yang sudah rusak sejak siang tadi karena Dika membuat wanita itu masih memasang wajah masamnya sampai pulang kuliah.
"Hana, kenapa dengan wajahmu? Kau semakin jelek saja jika seperti itu." Ucap Amel menatap wajah masam Hana.
"Diamlah. Aku sungguh tak berselera untuk berbicara." Balas Hana dengan malas.
Tidak berselera? Dia pikir makanan? Amel hanya bisa berucap dalam hati. Karena saat ini ia sangat paham mood sahabatnya itu tengah buruk.
Hana dan Amel terus berjalan beriringan menuju parkiran motor mereka. Saat sudah hampir sampai di parkiran motor, Amel menghentikan langkahnya yang membuat langkah Hana ikut terhenti.
"Hana, kau lihat itu? Dika membawa mobil baru." Ucap Amel sedikit keras.
Hana turut menatap ke arah pandangan Amel. Dan benar saja, Dika terlihat baru saja masuk ke dalam mobil barunya yang nampak mewah.
"Dika sungguh keren!" Puji Amel sambil menekan kedua pipinya.
Lidah Hana berdecak. "Kau itu sungguh berlebihan sekali. Di sekolah kita dulu juga banyak yang mempunyai mobil baru dan mewah." Cibir Hana lalu kembali melangkah.
Amel pun turut melangkah. "Memang banyak. Tapi tidak semewah mobil Dika. Aku sangat yakin harga mobilnya pasti sangat mahal." Ucap Amel lagi.
Hana tak lagi mendengarkan ucapan Amel dan lebih memilih melangkah ke arah motornya.
"Ck. Ada apa dengan mata dan hatinya? Kenapa dia tidak bisa melihat kelebihan yang sangat nyata pada diri Dika." Decak Amel tak habis pikir pada sahabat baiknya. Amel pun turut mengikuti langkah Hana mengambil motornya yang terparkir tidak jauh dari motor Hana.
Setelah mengambil motor masing-masing, motor Hana dan Amel pun mulai melaju meninggalkan pekarangan kampus.
"Sampai jumpa besok." Ucap Hana melambaikan tangannya pada Amel lalu menancap gas motornya dengan kencang saat mereka berpisah di persimpangan jalan.
Amel mengangguk lalu turut melambaikan tangan pada Hana yang sudah menjauh meninggalkannya.
Saat berhenti di lampu merah, motor Hana berhenti tepat di samping sebuah mobil baru yang nampak tidak asing di matanya.
"Kenapa aku seperti pernah melihatnya." Gumam Hana sambil menatap pada kaca mobil yang bewarna hitam hingga ia tidak dapat melihat siapakah gerangan orang di dalam sana.
***
Lanjut? Komen dulu yuk🤍🌹
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 261 Episodes
Comments
fifid dwi ariani
trus berusaha
2023-04-25
1
Mbah Edhok
Hana gedek banget, ya?
2023-01-27
1
Andika Pratama
y ampun kok namanya sama sih kyak anak.ku andika panggilanya dika 🤭🤭
2022-12-22
1