Part 17: Kepolosan Frans

"Frans, papah gak setuju kamu batal tunangan dengan Aqila," ujar Geo pada anaknya yang kini duduk di hadapannya.

"Iya bener, mamah juga gak setuju," ujar Ane.

"Abang gak bersyukur tuh gitu, udah di kasih yang cantik baik, sopan eh malah memilih jomblo kekal," sindir seorang remaja perempuan yang tak lain adakah Raisa yang merupakan adik dari Frans yang kini berumur 19 tahun.

Sebelumnya Raisa masuk ke akademi militer karena dirinya membantu tugas aparat negara, tapi kini tugas itu sidah selesai sehingga dirinya telah kembali.

Frans menghela nafasnya pelan, dirinya sangat ingin berkata jika dia dan Aqila bahkan sudah berbuat lebih dan kini wanita itu kini telah hamil.

"Pah aku dan Aqila ...,"

" Ekhm, maaf ... bisa minta waktunya sebentar? saya ingin berbicara pada King," ujar Kenan yang baru saja datang.

Frans mendengus kesal, ucapannya terpotong oleh Kenan yang muncul di sebelahnya. Dia meminta izin pada orang tuanya dan membawa Kenan keluar dari ruang keluarga.

"Lu ngapain disini hah? kan gue udah bilang pantau calon bini sama anak gue!" kesal Frans.

Kenan mendelik tajam, jika tidak ada di markas Frans akan memakai bahasa lu-gue. Dan apa ini? bukannya mendengarkan malah memarahinya.

"Bisa dengerin saya dulu King?" ujar KEnan

"Cepet!" sentak Frans.

"Tadi saya mengikuti Aqi ...,"

"NONA! INGAT NONA!" tekan Frans.

Kenan berdecak kesal, padahal Aqila adalah temannya tapi karena Aqila akan menjadi istri dari Kingnya maka dirinya harus menyebut Nona.

"Baiklah, NONA Aqila tak melakukan sesuatu yang mencurigakan. Namun, pergerakan kita telah tercium oleh Daniel terlebih dirinya tahu jika Aqila sedang hamil dan kau menjaganya dari jauh," terang Kenan.

"Ck, pak tua bau tanah itu ... untuk beberapa hari ke depan tak usah mengikuti Aqila, kita tampak biasa saja agar dia tak mencelakai Aqila," titah Frans.

Kenan mengangguk, kemudian dia kembali teringat sesuatu.

"Oh iya, tadi juga ada seorang pria yang sepertinya kenalan Aqila. Mereka begitu dekat, bahkan Aqila ke dokter kandungan di antar olehnya," ujar Kenan yang mana membuat Frans merasakan panas di dadanya. Dirinya terbakar api cemburu.

"Siapa pria itu?" tanya Frans dengan datar dan dingin bahkan Kenan sampai merinding di buatnya.

"Itu ... itu dia ... Masa gue bilang kalau itu Elvio, nanti perang mansion lagi. Gak deh, gue gak mau kena imbasnya,"

"KENAN!" sentak Frans.

Kenan tersadar dari lamunannya, dia menatap Frans dengan tatapan terkejut sekaligus takut.

"Gak tau, madep belakang soalnya. Yang penting gak kalah ganteng sama situ," ujar Kenan.

Frans melotot terkejut, dia segera pergi dari hadapan kenan yang kini tengah was-was.

"Waduh, si King mau kemana yah," gumam Kenan.

Saat dirinya akan beranjak, sebuah tepukan di bahunya membuatnya menoleh. Dia terkejut mendapati Ane yang menatapnya bingung.

"Tante?"

"Itu si Frans mau kemana? kok buru-buru gitu?" heran Ane.

Kenan menggaruk kepalanya, pertanyaan Ane membuatnya bingung. Bagaimana kah dirinya harus menjawab nya?

"Itu ada keadaan darurat di markas tante, jadinya King langsung kesana," ujar Kenan.

Ane membulatkan mulutnya, Kenan pun tersenyum canggung menatap ibu dari Kingnya tersebut.

"Terus kamu ngapain disini?" tanya Ane.

"Maksudnya tante?" bingung Kenan.

"Ck! kamu ini ajudan apa Ajudin huh? Bos mu mengurus masalah darurat itu dan kau malah diam menjadi patung disini?" kesal Ane.

"Eh, iya tant ... kalau gitu saya pamit dulu!" ujar Kenan dan berlari mengikuti Frans.

Sedangkan Ane hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Kenan.

***

Frans sedang dalam perjalanan menuju apartemen Aqila, baru saja dirinya di telpon oleh orang suruhannya yang menjaga Aqila yang tak lain adalah Rani yang berkata jika Aqila sedari tadi tak mau makan.

Mobil Frans telah terparkir rapih di parkiran apartemen. Dengan segera Frans keluar dari mobilnya dan berjalan masuk menuju unit Aqila.

Sesampainya di depan apartemen Aqila, Frans langsung membuka pintunya tanpa mengetuknya.

Netranya melihat Aqila yang sedang tertidur di sofa sambil memeluk bantal. Wajah polosnya tanpa make up membuat Frans tertegun sejenak.

"Tuan telah sampai?" tanya Rani yang haru saja tiba sehabis dari dapur.

Frans tersadar, dia mengangguk singkat dan mendekati Aqila. Dirinya berjongkok di depan Aqila dan membenarkan letak tidur wanita itu.

Namun sayang sekali, Aqila malah terbangun dan membulatkan matanya ketika terkejut melihat Frans.

BRUK!

DUGH!

Aqila tak sengaja menendang wajah Frans sehingga pria itu terjengkang dan tubuhnya terpentuk meja.

"Aws ...," ringis Frans.

"BR3NGS3K GILA! PLAYBOY! CASANOVA KAMPUNGAN! NGAPAIN LO DI APART GUEEEE!!" sentak Aqila.

Frans bangun dari duduknya, dia memegang bahunya yang terasa sakit. Bisa dia pastikan jika bahunya pasti sudah membiru.

"Sakit Love," ringis Frans.

Deghh!!

Aqila mematung, Panggilan itu ... panggilan itu yang Aqila sematkan pada Frans saat mereka kuliah. Mengapa Frans malah memanggilnya seperti itu yang membuat Aqila menjadi teringat kembali kenangan mereka.

"Kau belum makan kan? aku akan memesankan makanan untukmu," ujar Frans dengan lembut.

Aqila tersadar dari lamunannya, dia menatap Frans dengan bingung. Bagaimana pria ini tau jika dirinya belum makan sedari pagi? apakah dia cenayang?

"Dari mana kau tahu huh? kau bukan valak ataupun setan, tapi kau jin yang menjelma sebagai pria yang tak punya hati!" sentak Aqila.

"Baiklah, terserah kau saja Love. AKu hanya ingin memastikan kamu makan, sebab ... kau mengandung anakku," ujar Frans.

"NDASMU!" gerutu Aqila.

Frans mengerutkan keningnya, dia tak mengerti bahasa yang Aqila pakai. Sementara Rani hanya tertawa geli ketika Aqila menggunakan bahasa itu untuk merutuki Frans.

"Apa itu das apa tadi?" heran Frans.

"Ck, itu artinya kau pintar!" ujar Aqila sembari tersenyum miring.

"Oh begitu, kau bilang aku pintar? apa kau memujiku? benar! aku orang yang pintar, aku akan memesankanmu makanan agar kau makan. Sebentar," ujar Frans dan beranjak dari hadapan Aqila dan Rina yang cengo melihatnya.

Sedangkan Frans, dia memesan makanan dengan menu banyak. Setelah itu dirinya menunggu di depan apartemen Aqila.

Seoang setengah jam, makanan sampai. Bahkan butuh beberapa orang yang mengantar nya.

Frans pun menyuruh mereka untuk membawa makanan itu masuk.

"KAU MEMESAN MAKANAN APA MAU NGAJAK TAHLILAN HAH?!" kesal Aqila.

"Kan kamu gak bilang mau makan apa, jadinya aku beli semua menu di resto langganan kamu," enteng Frans.

Aqila tertawa sumbang sembari menepuk keningnya. Dia sudah menahan kesal, bisa-bisa dirinya berada di rumah sakit jiwa akibat ulah Frans.

"Tuan kami sudah menaruhnya," ujar kurir.

"Bagus, Ndas kalian," ujar Frans.

Mereka semua melongo mendengar ucapan Frans, terlebih beberapa kurir itu mengerti arti kata itu.

"Tuan kami ...,"

"Oh iya saya telah memberi kalian tip bukan tadi? sudahkan? kalian keluar sana, istri saya mau kakan kasihan anak kami kelaparan," sela Frans.

Ingin rasanya Aqila memukul Frans dengan panci, bahkan dia telah berancang-ancang untuk memukul kepala Frans dari belakang. Tapi Rina menahannya dengan cara memeluknya.

"Jangan non, nanti tuan marah," peringat Rani.

"Kenapa?" ujar Frans yang bari membalikkan badan dan melihat Aqila yang sedang di tahan oleh Rani.

"Stres gara-gara ada buaya nyasar di mari!" kesal Aqila.

Frans hanya tertawa kecil, dia mendekatkan dirinya dan Aqila hingga jarak dia antara keduanya hanya selisih beberapa cm saja.

"Jangan terlalu membenciku, ku dengar jika seorang wanita hamil membenci seseorang maka bayinya akan sangat mirip dengan orang yang di bencinya," jahil Frans.

"Mau di kuburan apa di kali?" tanya Aqila dengan senyum terpaksa.

Frans mengernyit heran. "Maksudnya?"

"MATINYA!" teriak Aqila di depan wajah Frans hingga pria itu harus memejamkan matanya.

LIKE JANGAN LUPA YAH🤩

Terpopuler

Comments

Fareza Gmail.Com

Fareza Gmail.Com

kompori terus sampe meleduk noh 😂😂😂

2024-12-01

0

Zea Rahmat

Zea Rahmat

bhahahahahahahaha ngakakakkkkkkk

2025-02-06

0

Icha Arlita

Icha Arlita

mulai 🤣

2024-11-22

0

lihat semua
Episodes
1 Part 1 : Pulang kembali
2 Part 2 : Menyakitkan
3 Part 3 : Ateez
4 Part 4 : Elbert
5 Part 5 : Keluarga Wesley
6 Part 6 : Kesalahan satu malam
7 Part 7 : pertukaran yang menjanjikan
8 Part 8 : Daniel
9 Part 9 : Hamil
10 Part 10 : Gugurkan!
11 Part 11 : Kecewa
12 Part 12 : Jangan lakukan itu kak!
13 Part 13 : Keanehan Frans
14 Part 14: Perkara susu
15 Part 15 : Susu pemberian calon papa
16 Part 16 : USG
17 Part 17: Kepolosan Frans
18 Part 18: Terbongkar
19 Part 19: Tanggung jawab
20 Part 20: Ikan cupang
21 Part 21: Elvio
22 part 22: Married
23 Part 23: Malam pertama
24 Part 24: Siapa?
25 Part 25: Cleo
26 Part 26: Aku tidak suka
27 Part 27: Curhatan dua suami
28 Part 28: ngidam ala calon bapak
29 Part 29: Nasi goreng buatan Elbert
30 Part 30: Keistimewaan Ravin
31 PERMISI BACA DULU SEBENTAR YAH
32 Part 31: Mateo
33 Part 32: Gangguan Frans
34 Part 33: Kenapa dia disini?
35 Part 34: lagi-lagi ulah Ravin
36 Part 35: Bawahan Daniel
37 Part 36: Konflik pasutri
38 Visual
39 Part 37: Ngidamnya kedua istri sultan
40 Part 38: Kebahagiaan Ane
41 Part 39: Kau kenal Elvio?
42 Part 40: Tentang Cleo
43 Part 41: Flashback Cleo
44 Part 42: Ravin sakit
45 Part 43: Gara-gara rujak
46 Part 44: Mencari bukti 1
47 Part 45: Hukuman Ravin
48 Part 46: Komplotan
49 Part 47: Action
50 Part 48: Frans
51 Part 49: Raffa
52 Part 50: Benda keramat
53 Part 51: Abang mungut ciapa?
54 Part 52: Raffa
55 Part 53: Sampai berapa bulan?
56 Part 54: Drama di rumah sakit
57 Part 55: Frans yang cengeng
58 Part 56: Ravin Keldil
59 Part 57: Dokter Andin
60 Part 58: Hak Frans
61 Part 59: Ada apa dengan Raffa?
62 Part 60: Hot money
63 Part 61: 9 bulan menanti
64 Part 62: Bayiku
65 Part 63: Baby twins Castillo
66 Part 64: Baby Bent
67 Part 65: Audrey
68 Part 66: Zidan dan Kirana
69 Part 67: Reunian trio cadel
70 Part 68: Black
71 Part 69: Sky
72 Part 70: wajan koleksi milik Aqila
73 Part 71: siapa yang membebaskan Daniel?
74 Part 72: Bukan Lavin
75 Part 73: menjemput Sky
76 Part 74: Perdebatan adik kakak
77 Part 75: Tentang Aurora
78 Part 76: Lavin di jahili telus
79 Part 77: Penyerangan
80 Part 78: penyekapan Frans
81 Part 79: Keterkejutan Ica
82 Part 80: Mansion di serang
83 Part 81: kerja sama
84 Part 82: keadaan Frans
85 Part 83
86 Part 84
87 Part 85
Episodes

Updated 87 Episodes

1
Part 1 : Pulang kembali
2
Part 2 : Menyakitkan
3
Part 3 : Ateez
4
Part 4 : Elbert
5
Part 5 : Keluarga Wesley
6
Part 6 : Kesalahan satu malam
7
Part 7 : pertukaran yang menjanjikan
8
Part 8 : Daniel
9
Part 9 : Hamil
10
Part 10 : Gugurkan!
11
Part 11 : Kecewa
12
Part 12 : Jangan lakukan itu kak!
13
Part 13 : Keanehan Frans
14
Part 14: Perkara susu
15
Part 15 : Susu pemberian calon papa
16
Part 16 : USG
17
Part 17: Kepolosan Frans
18
Part 18: Terbongkar
19
Part 19: Tanggung jawab
20
Part 20: Ikan cupang
21
Part 21: Elvio
22
part 22: Married
23
Part 23: Malam pertama
24
Part 24: Siapa?
25
Part 25: Cleo
26
Part 26: Aku tidak suka
27
Part 27: Curhatan dua suami
28
Part 28: ngidam ala calon bapak
29
Part 29: Nasi goreng buatan Elbert
30
Part 30: Keistimewaan Ravin
31
PERMISI BACA DULU SEBENTAR YAH
32
Part 31: Mateo
33
Part 32: Gangguan Frans
34
Part 33: Kenapa dia disini?
35
Part 34: lagi-lagi ulah Ravin
36
Part 35: Bawahan Daniel
37
Part 36: Konflik pasutri
38
Visual
39
Part 37: Ngidamnya kedua istri sultan
40
Part 38: Kebahagiaan Ane
41
Part 39: Kau kenal Elvio?
42
Part 40: Tentang Cleo
43
Part 41: Flashback Cleo
44
Part 42: Ravin sakit
45
Part 43: Gara-gara rujak
46
Part 44: Mencari bukti 1
47
Part 45: Hukuman Ravin
48
Part 46: Komplotan
49
Part 47: Action
50
Part 48: Frans
51
Part 49: Raffa
52
Part 50: Benda keramat
53
Part 51: Abang mungut ciapa?
54
Part 52: Raffa
55
Part 53: Sampai berapa bulan?
56
Part 54: Drama di rumah sakit
57
Part 55: Frans yang cengeng
58
Part 56: Ravin Keldil
59
Part 57: Dokter Andin
60
Part 58: Hak Frans
61
Part 59: Ada apa dengan Raffa?
62
Part 60: Hot money
63
Part 61: 9 bulan menanti
64
Part 62: Bayiku
65
Part 63: Baby twins Castillo
66
Part 64: Baby Bent
67
Part 65: Audrey
68
Part 66: Zidan dan Kirana
69
Part 67: Reunian trio cadel
70
Part 68: Black
71
Part 69: Sky
72
Part 70: wajan koleksi milik Aqila
73
Part 71: siapa yang membebaskan Daniel?
74
Part 72: Bukan Lavin
75
Part 73: menjemput Sky
76
Part 74: Perdebatan adik kakak
77
Part 75: Tentang Aurora
78
Part 76: Lavin di jahili telus
79
Part 77: Penyerangan
80
Part 78: penyekapan Frans
81
Part 79: Keterkejutan Ica
82
Part 80: Mansion di serang
83
Part 81: kerja sama
84
Part 82: keadaan Frans
85
Part 83
86
Part 84
87
Part 85

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!