Part 7 : pertukaran yang menjanjikan

Frans melaju mobilnya menuju markas Ateez, dia mengemudi mobilnya dengan kecepatan sedang. Pikirannya kembali terulang apa yang terjadi pada dirinya dan Aqila.

"ARGHH! SI4L!" kesal Frans sambil memukul stir mobilnya.

Tiba-tiba Frans teringat jika dirinya mabuk, dia hanya mengingat saat keluar dari lift dan pandangannya memburam.

"Iya gue semalam mabuk, tapi kemarin itu gue gak minum kok? tapi kenapa gue bisa mabuk? dan ... Kenapa Aqila ada di hotel gue? dari mana dia tahu kalau itu unit hotel gue?" gumam. Frans.

Frans melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, dia berniat akan pergi ke markas Ateez.

Ckiiit!

Frans menghentikan mobilnya di pelataran mansion yang menjadi markas Ateez. Semua mafioso berbaris dan menyambut kedatangan king mereka.

"Panggil Kenan untuk menemui ku," titah Frans dan berlalu dari sana.

Frans berjalan sambil melepas jasnya, dia menyampirkan jasnya pada lengannya tetapi indra penciumannya menangkap sesuatu.

Langkah Frans terhenti, dia mengendus jasnya yang berbau parfum pria.

"Bukannya semalem gue sama Aqila? kenapa malah bau parfum pria? apa Aqila nyuruh orang buat ngejebak kita?" gumam Frans.

"Menghadap King! ada apa kau memanggilku?" tanya kenan yang baru saja keluar dati lift.

Frans menoleh, dia menyerahkan jasnya pada Kenan yang di balas heran oleh Kenan.

"Kan di sini ada maid yang cuci, kenapa harus saya?" bingung Kenan.

Frans memutar bolat matanya, dia pergi dari hadapan Kenan sambil membuka ponselnya. Dia mengetikkan sesuatu dan mengirimkannya pada Kenan.

TRING!

Kenan melihat ponselnya, keningnya menyatu membentuk sebuah kerutan. Netranya beralih menatap jas yang ada di genggamannya.

"Suruh cari sidik jari?" gumam Kenan.

Kenan pun memasukkan kembali ponselnya ke dalam saku jaketnya, dia menggedikkan bahunya acuh dan beranjak dari sana.

Sedangkan Frans, dia berjalan menuju kamarnya. Dirinya berniat segera mandi dan berangkat ke kantor.

Setelah sampai di kamar, Frans langsung ke kamar mandi. Dia melucuti pakaian nya dan mengguyur tubuhnya di bawah shower.

"Bagaimana jika dia hamil? dan ternyata anak itu adalah anakku?"

"Kami baru memutuskan pertunangan secara pribadi, bagaimana jika mamah tau kalau pertunangan ku dengan Aqila batal?"

Pertanyaan itu muncul di benak Frans, hatinya menjadi serasa resah akibat kejadian tadi.

Frans pun buru-buru menyelesaikan mandinya, dia keluar dengan hanya memakai bathrobenya.

DERTT!

DERTT!

Saat Frans ingin memakai bajunya, ponselnya berdering dan terlihat nama sang mamah yang menelponnya.

"Halo mah," sapa Frans setelah mengangkatnya dan mengapit ponsel itu antar telinga dan pundaknya.

"Halo sayang, bagaimana kabarmu? kau pasti bahagia bukan karena sebentar lagi kau dan Aqila akan segera bertunangan?"

Frans yang sedang mengambil bajunya seketika menghentikan kegiatannya, dia terdiam mendengar betapa antusiasnya mamah terhadap pertunangannya.

"Kau tau mamah sangat senang sekali, Aqila wanita yang baik dan sangat cocok sekali denganmu," ujarnya.

"Mah aku dan Qila ...,"

"Oh iya akan saya lihat, Frans! maaf sekali mamah harus melihat gaun yang Aqila pakai disaat pertunangan kalian. Nanti mamah akan kembali menghubungi mu,"

Tuuut!

Jantung Frans seakan berhenti berdetak, sang mamah sangat antusias mengadakan pertunangan mereka. Lalu ... bagaimana jika mereka tahu jika Frans dan Aqila telah membatalkan pertunangan itu? Apakah Aqila belum berbicara pada keluarganya?

"Mamah belum tau, apa Aqila belum memberitahu keluarganya juga?" gumam Frans.

Tok!

Tik!

Tok!

"Maaf King, tuan Killian datang mengunjungi anda,"

Frans mengerutkan keningnya, dia kembali mengingat siapa Killian itu.

"Killian? Killian ... Killian kusuma?" gumam Frans.

"King?"

"Saya akan segera kesana," seru Frans.

Frans memakai pakaian nya, dia memakai baju turtleneck coklat dengan celana yang berwarna putih.

Setelah rapih dengan penampilannya, Frans pun keluar. Dia menuju ruangan yang memang di khususkan sebagai tamu yang akan menemuinya.

"SELAMAT DATANG KING!"

Mafioso yang berjaga disana menyeru nama King karena sebagai tanda jika King sudah berada di tempat mereka.

Seorang pria yang bernama Killian menoleh, dia berdiri dan tersenyum hangat menatap Frans.

"Kau ... tuan Killian kusuma?" tanya Frans.

Killian mengangguk, dia mengulurkan tangannya pada Frans sehingga pria itu menyambutnya dengan sopan.

"Benar, saya yang mengirim pesan padamu untuk meminjam beberapa mafioso untuk mengawal saya beserta keluarga saya ke Eropa," ujarnya.

Frans mengangguk, dia melepaskan jabatan tangan mereka dan mengisyaratkan agar Killian duduk.

"Berapa mafioso yang kamu butuhkan?" tanya Frans.

"Hm ... belakangan ini keluarga kami sering di teror. Pelaku belum juga tertangkap, kami berniat ingin pindah negara untuk menghindari teror itu. Namun kami butuh pengawalan yang paling baik," ujarnya.

Frans tampak berpikir, kira-kira mafioso tingkat mana yang akan dia utus untuk membantu killian.

"Kau tahu bukan jika Mafia Ateez tak dapat di ragukan lagi pertahanannya?" tanya Frans.

"Benar sekali King, untuk itu saya kesini," ujarnya.

"Kami memiliki Mafioso dengan sepuluh tingkat, tingkat pertama yang sering di juluki sebagai sayap Ateez. Dan tentu saja bayarannya berbeda," ujar Frans sambil menaikkan satu sudut bibirnya.

Killian mengerti, dia menyuruh asistennya yang sedari tadi membawa koper besar untuk memberikannya pada Frans.

"Apa segini cukup? aku hanya butuh 3 orang tingkat satu, tak perlu banyak karena aku yakin kemampuan mereka tak dapat di ragukan," ujarnya.

Frans melihatnya, dia mendengus kesal karena jumlah yang Killian berikan tak sesuai dengan mafiosonya.

"Berikan aku hal yang lain, ini tak sesuai," ujar Frans.

"Apa kurang? apa perlu aku tambah 2 miliyar lagi?" bingung Killian.

Frans menjentikkan jarinya, dia menegakkan tubuhnya dan menatap Killian dengan datar.

"Kau punya buaya terlangka, dan itu yang menjadi incaran para teror. Benar bukan?"

Ucapan Frans tepat sasaran, Killian pun mengangguk ragu sedangkan Frans tersenyum puas.

"Kau memiliki dua, berikan satu untukku sebagai bayaran," ujar Frans.

"Tapi king buaya itu ...,"

"Kau ingin mempertahankan buaya itu apa keluargamu? para peneror itu berasal dari kelas gangster, dan tentu saja nyawamu dan keluargamu akan terancam. Jangan kau kira aku tak mengetahui apapun," tegas Frans.

Killian mengangguk, dia menyuruh asistennya untuk mendekat. Mereka mengobrol dan kembali menatap Frans yang menunggu mereka sambil tersenyum seram.

"Baik, saya setuju. Tapi bisakah anda menambah 2 orang lagi? karena saya akan menggunakan 2 jet," pinta Killian.

"Baik, kerja sama kita ini ... Deal," ujar Frans.

Killian tersenyum begitu pula dengan Frans. Mereka sama-sama berdiri dan mengulurkan tangan mereka untuk berjabat tangan.

"Senang bekerja sama dengan anda," ujar Killian.

"Hm ... besok ... aku mau besok buaya itu harus ada disini," ujar Frans.

Killian menghela nafasnya, buaya yang langka akan terambil alih oleh Frans. Memang King mafia Ateez tak dapat di ragukan lagi.

"Baiklah," pasrah Killian.

Killian dan asistennya kembali pulang dengan koper tersebut, Sedangkan Frans ... dia kembali duduk dan memperhatikan mafiosonya yang berjaga.

"Apa kalian tak pulang? wajah kalian sangat membosankan," ujar Frans.

Para mafioso yang berjaga di sana melongo mendengarkan ucapan ketua mereka.

"Bukankah rumah kami disini king?" bingungnya.

Frans tertawa, dia menepuk pahanya karena sangking lucunya.

"Aku lupa kalian jomblo," kekeh Frans.

Tampak mereka menekuk wajahnya kesal, kalau saja Frans bukan ketua mereka bisa saja mereka mengangkat senjata pada Frans.

"Apa king tak sadar diri?" batin mereka kesal

Terpopuler

Comments

Lina RA

Lina RA

tp kok bisa dijebak.. 😀

2024-11-29

0

flowers city

flowers city

😄😄😄😄😄😄😄😄

2024-12-07

0

Edah J

Edah J

Katanya King mafia tp bisa kecolongan ya???....
Ohh bisa donggg seorang king juga manusia pasti ada apesnya😁😁😁✌️

2024-10-15

1

lihat semua
Episodes
1 Part 1 : Pulang kembali
2 Part 2 : Menyakitkan
3 Part 3 : Ateez
4 Part 4 : Elbert
5 Part 5 : Keluarga Wesley
6 Part 6 : Kesalahan satu malam
7 Part 7 : pertukaran yang menjanjikan
8 Part 8 : Daniel
9 Part 9 : Hamil
10 Part 10 : Gugurkan!
11 Part 11 : Kecewa
12 Part 12 : Jangan lakukan itu kak!
13 Part 13 : Keanehan Frans
14 Part 14: Perkara susu
15 Part 15 : Susu pemberian calon papa
16 Part 16 : USG
17 Part 17: Kepolosan Frans
18 Part 18: Terbongkar
19 Part 19: Tanggung jawab
20 Part 20: Ikan cupang
21 Part 21: Elvio
22 part 22: Married
23 Part 23: Malam pertama
24 Part 24: Siapa?
25 Part 25: Cleo
26 Part 26: Aku tidak suka
27 Part 27: Curhatan dua suami
28 Part 28: ngidam ala calon bapak
29 Part 29: Nasi goreng buatan Elbert
30 Part 30: Keistimewaan Ravin
31 PERMISI BACA DULU SEBENTAR YAH
32 Part 31: Mateo
33 Part 32: Gangguan Frans
34 Part 33: Kenapa dia disini?
35 Part 34: lagi-lagi ulah Ravin
36 Part 35: Bawahan Daniel
37 Part 36: Konflik pasutri
38 Visual
39 Part 37: Ngidamnya kedua istri sultan
40 Part 38: Kebahagiaan Ane
41 Part 39: Kau kenal Elvio?
42 Part 40: Tentang Cleo
43 Part 41: Flashback Cleo
44 Part 42: Ravin sakit
45 Part 43: Gara-gara rujak
46 Part 44: Mencari bukti 1
47 Part 45: Hukuman Ravin
48 Part 46: Komplotan
49 Part 47: Action
50 Part 48: Frans
51 Part 49: Raffa
52 Part 50: Benda keramat
53 Part 51: Abang mungut ciapa?
54 Part 52: Raffa
55 Part 53: Sampai berapa bulan?
56 Part 54: Drama di rumah sakit
57 Part 55: Frans yang cengeng
58 Part 56: Ravin Keldil
59 Part 57: Dokter Andin
60 Part 58: Hak Frans
61 Part 59: Ada apa dengan Raffa?
62 Part 60: Hot money
63 Part 61: 9 bulan menanti
64 Part 62: Bayiku
65 Part 63: Baby twins Castillo
66 Part 64: Baby Bent
67 Part 65: Audrey
68 Part 66: Zidan dan Kirana
69 Part 67: Reunian trio cadel
70 Part 68: Black
71 Part 69: Sky
72 Part 70: wajan koleksi milik Aqila
73 Part 71: siapa yang membebaskan Daniel?
74 Part 72: Bukan Lavin
75 Part 73: menjemput Sky
76 Part 74: Perdebatan adik kakak
77 Part 75: Tentang Aurora
78 Part 76: Lavin di jahili telus
79 Part 77: Penyerangan
80 Part 78: penyekapan Frans
81 Part 79: Keterkejutan Ica
82 Part 80: Mansion di serang
83 Part 81: kerja sama
84 Part 82: keadaan Frans
85 Part 83
86 Part 84
87 Part 85
Episodes

Updated 87 Episodes

1
Part 1 : Pulang kembali
2
Part 2 : Menyakitkan
3
Part 3 : Ateez
4
Part 4 : Elbert
5
Part 5 : Keluarga Wesley
6
Part 6 : Kesalahan satu malam
7
Part 7 : pertukaran yang menjanjikan
8
Part 8 : Daniel
9
Part 9 : Hamil
10
Part 10 : Gugurkan!
11
Part 11 : Kecewa
12
Part 12 : Jangan lakukan itu kak!
13
Part 13 : Keanehan Frans
14
Part 14: Perkara susu
15
Part 15 : Susu pemberian calon papa
16
Part 16 : USG
17
Part 17: Kepolosan Frans
18
Part 18: Terbongkar
19
Part 19: Tanggung jawab
20
Part 20: Ikan cupang
21
Part 21: Elvio
22
part 22: Married
23
Part 23: Malam pertama
24
Part 24: Siapa?
25
Part 25: Cleo
26
Part 26: Aku tidak suka
27
Part 27: Curhatan dua suami
28
Part 28: ngidam ala calon bapak
29
Part 29: Nasi goreng buatan Elbert
30
Part 30: Keistimewaan Ravin
31
PERMISI BACA DULU SEBENTAR YAH
32
Part 31: Mateo
33
Part 32: Gangguan Frans
34
Part 33: Kenapa dia disini?
35
Part 34: lagi-lagi ulah Ravin
36
Part 35: Bawahan Daniel
37
Part 36: Konflik pasutri
38
Visual
39
Part 37: Ngidamnya kedua istri sultan
40
Part 38: Kebahagiaan Ane
41
Part 39: Kau kenal Elvio?
42
Part 40: Tentang Cleo
43
Part 41: Flashback Cleo
44
Part 42: Ravin sakit
45
Part 43: Gara-gara rujak
46
Part 44: Mencari bukti 1
47
Part 45: Hukuman Ravin
48
Part 46: Komplotan
49
Part 47: Action
50
Part 48: Frans
51
Part 49: Raffa
52
Part 50: Benda keramat
53
Part 51: Abang mungut ciapa?
54
Part 52: Raffa
55
Part 53: Sampai berapa bulan?
56
Part 54: Drama di rumah sakit
57
Part 55: Frans yang cengeng
58
Part 56: Ravin Keldil
59
Part 57: Dokter Andin
60
Part 58: Hak Frans
61
Part 59: Ada apa dengan Raffa?
62
Part 60: Hot money
63
Part 61: 9 bulan menanti
64
Part 62: Bayiku
65
Part 63: Baby twins Castillo
66
Part 64: Baby Bent
67
Part 65: Audrey
68
Part 66: Zidan dan Kirana
69
Part 67: Reunian trio cadel
70
Part 68: Black
71
Part 69: Sky
72
Part 70: wajan koleksi milik Aqila
73
Part 71: siapa yang membebaskan Daniel?
74
Part 72: Bukan Lavin
75
Part 73: menjemput Sky
76
Part 74: Perdebatan adik kakak
77
Part 75: Tentang Aurora
78
Part 76: Lavin di jahili telus
79
Part 77: Penyerangan
80
Part 78: penyekapan Frans
81
Part 79: Keterkejutan Ica
82
Part 80: Mansion di serang
83
Part 81: kerja sama
84
Part 82: keadaan Frans
85
Part 83
86
Part 84
87
Part 85

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!