Frans melaju mobilnya menuju markas Ateez, dia mengemudi mobilnya dengan kecepatan sedang. Pikirannya kembali terulang apa yang terjadi pada dirinya dan Aqila.
"ARGHH! SI4L!" kesal Frans sambil memukul stir mobilnya.
Tiba-tiba Frans teringat jika dirinya mabuk, dia hanya mengingat saat keluar dari lift dan pandangannya memburam.
"Iya gue semalam mabuk, tapi kemarin itu gue gak minum kok? tapi kenapa gue bisa mabuk? dan ... Kenapa Aqila ada di hotel gue? dari mana dia tahu kalau itu unit hotel gue?" gumam. Frans.
Frans melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, dia berniat akan pergi ke markas Ateez.
Ckiiit!
Frans menghentikan mobilnya di pelataran mansion yang menjadi markas Ateez. Semua mafioso berbaris dan menyambut kedatangan king mereka.
"Panggil Kenan untuk menemui ku," titah Frans dan berlalu dari sana.
Frans berjalan sambil melepas jasnya, dia menyampirkan jasnya pada lengannya tetapi indra penciumannya menangkap sesuatu.
Langkah Frans terhenti, dia mengendus jasnya yang berbau parfum pria.
"Bukannya semalem gue sama Aqila? kenapa malah bau parfum pria? apa Aqila nyuruh orang buat ngejebak kita?" gumam Frans.
"Menghadap King! ada apa kau memanggilku?" tanya kenan yang baru saja keluar dati lift.
Frans menoleh, dia menyerahkan jasnya pada Kenan yang di balas heran oleh Kenan.
"Kan di sini ada maid yang cuci, kenapa harus saya?" bingung Kenan.
Frans memutar bolat matanya, dia pergi dari hadapan Kenan sambil membuka ponselnya. Dia mengetikkan sesuatu dan mengirimkannya pada Kenan.
TRING!
Kenan melihat ponselnya, keningnya menyatu membentuk sebuah kerutan. Netranya beralih menatap jas yang ada di genggamannya.
"Suruh cari sidik jari?" gumam Kenan.
Kenan pun memasukkan kembali ponselnya ke dalam saku jaketnya, dia menggedikkan bahunya acuh dan beranjak dari sana.
Sedangkan Frans, dia berjalan menuju kamarnya. Dirinya berniat segera mandi dan berangkat ke kantor.
Setelah sampai di kamar, Frans langsung ke kamar mandi. Dia melucuti pakaian nya dan mengguyur tubuhnya di bawah shower.
"Bagaimana jika dia hamil? dan ternyata anak itu adalah anakku?"
"Kami baru memutuskan pertunangan secara pribadi, bagaimana jika mamah tau kalau pertunangan ku dengan Aqila batal?"
Pertanyaan itu muncul di benak Frans, hatinya menjadi serasa resah akibat kejadian tadi.
Frans pun buru-buru menyelesaikan mandinya, dia keluar dengan hanya memakai bathrobenya.
DERTT!
DERTT!
Saat Frans ingin memakai bajunya, ponselnya berdering dan terlihat nama sang mamah yang menelponnya.
"Halo mah," sapa Frans setelah mengangkatnya dan mengapit ponsel itu antar telinga dan pundaknya.
"Halo sayang, bagaimana kabarmu? kau pasti bahagia bukan karena sebentar lagi kau dan Aqila akan segera bertunangan?"
Frans yang sedang mengambil bajunya seketika menghentikan kegiatannya, dia terdiam mendengar betapa antusiasnya mamah terhadap pertunangannya.
"Kau tau mamah sangat senang sekali, Aqila wanita yang baik dan sangat cocok sekali denganmu," ujarnya.
"Mah aku dan Qila ...,"
"Oh iya akan saya lihat, Frans! maaf sekali mamah harus melihat gaun yang Aqila pakai disaat pertunangan kalian. Nanti mamah akan kembali menghubungi mu,"
Tuuut!
Jantung Frans seakan berhenti berdetak, sang mamah sangat antusias mengadakan pertunangan mereka. Lalu ... bagaimana jika mereka tahu jika Frans dan Aqila telah membatalkan pertunangan itu? Apakah Aqila belum berbicara pada keluarganya?
"Mamah belum tau, apa Aqila belum memberitahu keluarganya juga?" gumam Frans.
Tok!
Tik!
Tok!
"Maaf King, tuan Killian datang mengunjungi anda,"
Frans mengerutkan keningnya, dia kembali mengingat siapa Killian itu.
"Killian? Killian ... Killian kusuma?" gumam Frans.
"King?"
"Saya akan segera kesana," seru Frans.
Frans memakai pakaian nya, dia memakai baju turtleneck coklat dengan celana yang berwarna putih.
Setelah rapih dengan penampilannya, Frans pun keluar. Dia menuju ruangan yang memang di khususkan sebagai tamu yang akan menemuinya.
"SELAMAT DATANG KING!"
Mafioso yang berjaga disana menyeru nama King karena sebagai tanda jika King sudah berada di tempat mereka.
Seorang pria yang bernama Killian menoleh, dia berdiri dan tersenyum hangat menatap Frans.
"Kau ... tuan Killian kusuma?" tanya Frans.
Killian mengangguk, dia mengulurkan tangannya pada Frans sehingga pria itu menyambutnya dengan sopan.
"Benar, saya yang mengirim pesan padamu untuk meminjam beberapa mafioso untuk mengawal saya beserta keluarga saya ke Eropa," ujarnya.
Frans mengangguk, dia melepaskan jabatan tangan mereka dan mengisyaratkan agar Killian duduk.
"Berapa mafioso yang kamu butuhkan?" tanya Frans.
"Hm ... belakangan ini keluarga kami sering di teror. Pelaku belum juga tertangkap, kami berniat ingin pindah negara untuk menghindari teror itu. Namun kami butuh pengawalan yang paling baik," ujarnya.
Frans tampak berpikir, kira-kira mafioso tingkat mana yang akan dia utus untuk membantu killian.
"Kau tahu bukan jika Mafia Ateez tak dapat di ragukan lagi pertahanannya?" tanya Frans.
"Benar sekali King, untuk itu saya kesini," ujarnya.
"Kami memiliki Mafioso dengan sepuluh tingkat, tingkat pertama yang sering di juluki sebagai sayap Ateez. Dan tentu saja bayarannya berbeda," ujar Frans sambil menaikkan satu sudut bibirnya.
Killian mengerti, dia menyuruh asistennya yang sedari tadi membawa koper besar untuk memberikannya pada Frans.
"Apa segini cukup? aku hanya butuh 3 orang tingkat satu, tak perlu banyak karena aku yakin kemampuan mereka tak dapat di ragukan," ujarnya.
Frans melihatnya, dia mendengus kesal karena jumlah yang Killian berikan tak sesuai dengan mafiosonya.
"Berikan aku hal yang lain, ini tak sesuai," ujar Frans.
"Apa kurang? apa perlu aku tambah 2 miliyar lagi?" bingung Killian.
Frans menjentikkan jarinya, dia menegakkan tubuhnya dan menatap Killian dengan datar.
"Kau punya buaya terlangka, dan itu yang menjadi incaran para teror. Benar bukan?"
Ucapan Frans tepat sasaran, Killian pun mengangguk ragu sedangkan Frans tersenyum puas.
"Kau memiliki dua, berikan satu untukku sebagai bayaran," ujar Frans.
"Tapi king buaya itu ...,"
"Kau ingin mempertahankan buaya itu apa keluargamu? para peneror itu berasal dari kelas gangster, dan tentu saja nyawamu dan keluargamu akan terancam. Jangan kau kira aku tak mengetahui apapun," tegas Frans.
Killian mengangguk, dia menyuruh asistennya untuk mendekat. Mereka mengobrol dan kembali menatap Frans yang menunggu mereka sambil tersenyum seram.
"Baik, saya setuju. Tapi bisakah anda menambah 2 orang lagi? karena saya akan menggunakan 2 jet," pinta Killian.
"Baik, kerja sama kita ini ... Deal," ujar Frans.
Killian tersenyum begitu pula dengan Frans. Mereka sama-sama berdiri dan mengulurkan tangan mereka untuk berjabat tangan.
"Senang bekerja sama dengan anda," ujar Killian.
"Hm ... besok ... aku mau besok buaya itu harus ada disini," ujar Frans.
Killian menghela nafasnya, buaya yang langka akan terambil alih oleh Frans. Memang King mafia Ateez tak dapat di ragukan lagi.
"Baiklah," pasrah Killian.
Killian dan asistennya kembali pulang dengan koper tersebut, Sedangkan Frans ... dia kembali duduk dan memperhatikan mafiosonya yang berjaga.
"Apa kalian tak pulang? wajah kalian sangat membosankan," ujar Frans.
Para mafioso yang berjaga di sana melongo mendengarkan ucapan ketua mereka.
"Bukankah rumah kami disini king?" bingungnya.
Frans tertawa, dia menepuk pahanya karena sangking lucunya.
"Aku lupa kalian jomblo," kekeh Frans.
Tampak mereka menekuk wajahnya kesal, kalau saja Frans bukan ketua mereka bisa saja mereka mengangkat senjata pada Frans.
"Apa king tak sadar diri?" batin mereka kesal
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 87 Episodes
Comments
Lina RA
tp kok bisa dijebak.. 😀
2024-11-29
0
flowers city
😄😄😄😄😄😄😄😄
2024-12-07
0
Edah J
Katanya King mafia tp bisa kecolongan ya???....
Ohh bisa donggg seorang king juga manusia pasti ada apesnya😁😁😁✌️
2024-10-15
1