ini adalah hari weekend, seperti biasa Aqila akan olahraga pagi di taman kota untuk menjaga kesehatan tubuhnya.
Hanya sekedar berlari kecil karena dirinya mengerti saat ini sedang hamil muda.
Aqila menyeka keringatnya, dia merasa sangat haus. Akhirnya dia memutuskan untuk mampir di penjual minuman.
"Pak airnya satu yah," pinta Aqila.
Setelah mendapat airnya, Aqila meminumnya baru setelah itu dia melanjutkan lari kecilnya.
Brugh!
Aqila menoleh, dia menatap seorang pria yang menyenggol pundaknya.
"Bisa hati-hati gak mas? kalau saya jatuh gimana hah?!" kesal Aqila.
Pria itu menatap Aqila garang, dia menunjuk tepat di depan wajah Aqila.
"Kamu yang gak lihat jalan, orang saya udah bener kok!" sentaknya.
Aqila menepisnya, dia menatap pria itu tajam. Pria tersebut semakin marah, dia mengeraskan rahangnya.
"Beraninya kamu!"
Saat Aqila akan menjawab, ada seorang pria berdiri di depannya. Tubuh tegapnya menutupi tubuh Aqila sehingga membuat Aqila bingung siapa pria di depannya ini.
"Maaf, wanita ini benar dan anda yang sengaja menabraknya tuan," ujarnya.
"Mau jadi pahlawan kesiangan kamu? minggir! biar saya yang bicara pada wanita itu, lebay sekali padahal hanya di senggol sedikit," kesal pria yang menabrak Aqila.
Pria yang ada di depan Aqila membalikkan badan, seketika raut wajah Aqila berubah menjadi terkejut. Pria itu adalah Elvio Keanu, pria yang dia temui di pesawat.
"Elvio?" ragu Aqila.
"Hm, lu minggir dulu," ujar ELvio.
Aqila menurut, Elvio kembali beradu argumen pada pria arogan itu. Tak lama pria tersebut pergi, sehingga Elvio mendekati Aqila yang berdiri tak jauh darinya.
"Lu gak papa?" tanya Aqila.
"Seharusnya gue yang tanya, lu gak papa?" tanya ELvio balik.
Aqila tersenyum tipis, dia mengangguk menandakan bahwa dirinya baik-baik saja.
"Syukur deh," ujar Elvio.
"Oh iya btw, lu ngapain ada disini?" heran Aqila.
"Masak," datar Elvio.
Aqila mengernyit heran, dia akan protes. Namun, Elvio sidah lebih dulu meninggalkannya.
"Dasar tuh cowok yah, aneh!" gerutu Aqila.
Aqila memutuskan untuk pulang, di tambah hari yabg sepertinya semakin siang.
Sesampainya di apartemen, Aqila teringat jika hari ini adalah jadwal dirinya kontrol kandungan. Dengan segera ia bersiap-siap untuk berangkat ke rumah sakit memeriksa kandungannya.
Lumayan lama waktu berselang, Aqila sudah siap dengan tasnya, dia akan berangkat ke rumah sakit mengecek kandungannya.
"Bi, Aqila ke rumah sakit dulu yah mau cek kandungan," ujar Aqila.
Rina mengangguk, dia tahu jika hari ini jadwal kontrol nyonya nya itu.
Aqila pun berangkat ke rumah sakit dengan menggunakan taksi, entah mengapa dirinya sangat malas menyetir sehingga menggunakan taksi.
"Macet banget ya pak?" tanya Aqila sambil melihat jalanan yang padat akan kendaraan.
Sang supir pun menoleh, dia mengangguk dan menyuruh Aqila untuk bersabar.
Aqila melihat jam yang melingkar di tangan kanannya, dia takut jika sampai terlalu siang dan membuat sang dokter lama menunggu apalagi dirinya sudah membuat janji.
"Pak saya turun disini aja deh." ujar Aqila sambil mengambil uangnya di dompet dan menyerahkannya pada supir tersebut.
Aqila keluar dari taksi, dia berjalan dan entah sampai mana dirinya harus berjalan.
TIN!
TIN!
Aqila menoleh, dia menatap sebuah motor yang berhenti di sebelahnya. Keningnya mengerut ketika orang tersebut membuka kaca helmnya.
"Elvio?" gumam Aqila.
"Lu mau kemana?" tanya Elvio.
"Oh, itu ... gue mau ke rumah sakit," ujar Aqila.
Elvio terdiam, dia menatap Aqila sekilas dan mengalihkan pandangannya ke arah jalanan yang macet.
"Rumah sakit Kasih?" tanya Elvio.
Aqila mengangguk pelan, sedangkan Elvio turun dari motornya dan mengambil helm yang dia gantung di jok belakang.
"Nih, pake!" titahnya sambil menyerahkan helm tersebut pada Aqila.
Aqila bingung, tapi Elvio sudah lebih dulu memakaikannya dan hal tersebut membuat Aqila merasa tak enak.
"Gu-gue bisa sendiri," gugup Aqila.
Aqila pun memakai helmnya, sementara Elvio menaiki motornya kembali dan menunggu Aqila naik.
"Tas lu taruh di tengah, terus jangan pegang pundak gue," ujar Elvio.
Aqila di buat tambah bingung dengan Elvio, bisa-bisanya pria ini menyamakannya dengan kuman.
"Jangan salah paham, gue anti sama wanita," ujarnya.
Aqila berdecak sebal, itu tandanya Elvio juga anti padanya. Dengan perlahan Aqila naik ke motor gede Elvio. Walau susah tetapi wanita itu tetap menaikinya dari pada dirinya berjalan kaki.
Elvio melajukan motornya, dia tak melewati jalan besar melainkan ke gang kecil untuk mempersingkat waktu apalagi jalanan sangat padat.
Beberapa kali Elvio melewati jalanan rusak dan polisi tidur. Aqila khawatir dengan keadaan kandungannya, apalagi dirinya selalu terguncang.
"Elvio!" panggil Aqila.
"Apa?!" seru Elvio.
"Bisa gak lu hindarin lubang, perut gue nyeri," ujar Aqila.
Elvio awalnya bingung, tapi dia hanya menurut perkataan Aqila dan berusaha semaksimal mungkin menghindari lubang.
Tak lama mereka pun sampai ke rumah sakit, Aqila segera turun dan membuka helmnya.
"Makasih yah lu udah nganterin gue." ujar Aqila sambil menyerahkan helm tersebut.
Elvio mengangguk, dia menaruh helm yang Aqila pakai ke tempatnya semula.
"Kalau gitu gue duluan," ujar Aqila.
Elvio hanya menatap kepergian Aqila, tak lama dirinya mengikuti kemana aja wanita itu pergi.
Saat berjalan, entah mengapa Elvio semakin dibuat penasaran kala melihat Aqila yang sedang masuk ke dokter kandungan.
"Itu kan ruangan dokter Resti? dokter kandungan," gumam Elvio.
"Apa dia udah nikah? mungkin aja kali, secara cantik begitu ... eh,"
Elvio terkejut sendiri akibat ucapannya, dia merutuki dirinya yang telah memuji perempuan yang dia kira sudah menikah itu.
"Maaf dok, pasien atas nama abi tengah menunggu anda," ujar seorang suster yang baru tiba di hadapan Elvio.
"Baik, saya akan segera kesana." ujar Elvio dan segera beranjak dari sana.
Sementara itu, kini Aqila tengah melakukan USG. Dokter pun sedang menggerakkan alat tersebut di atas perut Aqila.
"Nah, ini janinnya bu," unjuk sang dokter pada sebuah titik.
Aqila tersenyum melihat itu, tapi tiba-tiba saja dirinya berubah sendu saat mengingat kembali jika Frans tak mungkin bisa melihat perkembangan anak mereka apalagi pria itu tak mengakuinya.
"Oh iya, dimana suami ibu? dukungan dari suami itu penting loh," ujar dokter tersebut.
Aqila terdiam, dirinya bingung bagaimana cara mengatakannya.
"Eh itu dok, suami ... suami saya sedang di luar kota," alasan Aqila.
"Oh gitu, pasti dia sangat senang sekali melihat foto janinnya nanti," ujar sang dokter.
Aqila hanya tersenyum paksa, andai yang dokter katakan itu benar pasti dirinya akan sangat bahagia. Berandai, hanya akan membuat dirinya sakit.
Setelah selesai pemeriksaan, Aqila pun pamit pulang tapi sebelum itu dirinya harus menebus obat vitamin untuk kandungannya.
"Ehm, saya ingin memberi resep obat yabg dokter kasih," ujar Aqila pada apoteker itu.
"Baik, silahkan tunggu," ujarnya.
Tak berselang lama, apoteker itu kembali dan menyerahkan beberapa jenis obat.
Aqila lun menerimanya dan berniat akan segera pulang, tapi karena kecerobohannya dirinya menjatuhkan obat tersebut saat akan memasukkannya ke dalam tas
"Pake segala jatuh lagi!" gerutu Aqila.
Saat ia akan mengambilnya, sebuah tangan besar terlebih dahulu mengambilnya. Aqila sontak saja terkejut dan menatap pria yang memakai jas dokter yang ternyata adalah Elvio. Pria itu kini sedang melihat obatnya dengan keningnya yang mengerut
"Penguat janin? wah, selamat!" seru Elvio sembari tersenyum tipis.
"Iya, siniin obatnya," ujar Aqila.
Elvio memberikan obat tersebut, Aqila pun mengambilnya dan menaruhnya di dalam tasnya.
"Pantas aja lu nyuruh gue untuk hindari lubang di jalan, ternyata karena ini. Eh, gue baru sadar ... suami lu mana? kok gak ngecek kandungan bareng dia?" tanya Elvio.
Aqila bingung harus jawab apa, dirinya menatap Elvio yang kini tengah bersedekap dada.
"Suami gue lakik sejati gak mungkin dia hamil terus periksa kandungan bareng gue, udah ah ... gue mau pulang!" sinis Aqila dan beranjak dari hadapan Elvio yang terlihat bingung.
"Susunan kata gue emangnya ada yang salah yah?" gumam Elvio.
Nt lagi kenapa yah? perasaan kalau review lama terus bahkan kemarin sore baru ke up siang ini😩😩😩.
Maaf gaes, belum bisa up banyak karena belakangan itu pekerjaan author numpuk terus. Tapi aku usahain buat up setiap hari untuk mengibur hari kalian🥳🥳🥳🥳.
Kalau Author senggang, aku bakal crazy up😉
**PENCET TOMBOL LIKE !
LIKE !
LIKE !
HADIAH DAN KOMENNYA JANGAN LUPA ... 🥳🥳🥳🥳🥳.
VOTENYA JUGA LOH ... LOVE UNTUK KALIAN😘😘😘😘😘😘**
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 87 Episodes
Comments
KaylaKesya
hahahahahaha🤣 kepintaran elvio teruji
2024-12-22
1
Leng Loy
Semangat Aqila
2024-03-20
0
Wardatus
jujur Thor aku masih bingung sama ayah Aqila yang kandungan yang mana ayah gio apa Alden??
2023-12-19
1