Part 15 : Susu pemberian calon papa

"Loh bi, susu hamil aku mana yah? tadi kan aku suruh bibi taruh, terus di taruh mana?" bingung Aqila yang sedang mencari stok susunya di lemari persediaan.

Rani datang dan menatap Aqila dengan tatapan bersalah, ini semua karena Frans yang menyuruhnya untuk membuang susu tersebut.

"Itu non tadi ... tadi ternyata susunya kadaluarsa jadinya bibi buang, iya kadaluarsa," gugup Rani.

Aqilah terheran, apakah susu tersebut kadaluarsa? tapi dirinya juga tak melihat kapan Exp pada susu tersebut.

"Ooh gitu, Aqila emang gak lihat sih kalau itu kadaluarsa. Seharusnya jangan di buang bi, kita tuker aja ke kesana lagi biar gak rugi kalau begini kan jadinya ..."

TOK!

TOK!

TOK!

Ucapan Aqila terhenti karena ketukan pintu, dia segera berjalan ke arah pintu untuk membukanya.

Cklek!

Kening Aqila mengerut, dia melihat beberapa orang berpakaian hitam sedang membawa sebuah kardus.

" Maaf, kalian siapa yah?" bingung Aqila.

Mereka saling tatap, kemudian salah satu dari mereka mendekat ke arah Aqila dan mengangguk sopan.

"Maaf, kami ingin mengantar kan susu hamil untuk anda," ujarnya.

"Susu hamil?" beo Aqila.

"Oh iya mas masukin aja, iyah," sela Rani ketika mendengar kebingungan Aqila.

Rani meminta Aqila untuk bergeser, dia menyuruh mereka untuk memasukkan kardus tersebut ke dalam.

Aqila pun tak tinggal diam, dia menarik tangan Rani dan mengajaknya menjauh.

"Bi apaan sih kok bibi suruh mereka masuk?" heran Aqila.

"Itu non, tadi bibi sudah kesana dan mereka mengganti nya," ujar Rani mencari alasan.

Aqila tak percaya, dia segera kembali ke dapur dan melihat para pria itu malah memasukkan banyak kotak susu ke dalam lemari.

"Banyak banget, kalian mau ganti apa mau jualan?" kaget Aqila.

Mereka menghadap ke arah Aqila, salah satu dari mereka yang terlihat lebih besar dari yang lainnya mendekati Aqila.

"Maaf, kami hanya menjalankan perintah. Kalau begitu kami permisi," ujarnya.

"Hei gak bisa begitu! hei!" cegat Aqila. Namun, mereka malah pergi dan meninggalkan Aqila yang melongo menatap stok susu tersebut.

***

"Gimana? sudah kalian kirimkan?" tanya Frans pada anak buahnya.

Mereka mengangguk, Frans pun tersenyum senang. Akhirnya dia berhasil membawakan Aqila susu yang sangat mahal untuk wanita itu minum.

"Bagus,"

Frans pun meninggalkan anak buahnya, dia berjalan ke luar ruang kerjanya. Kaki jenjangnya melangkah menuju lift, dia akan berniat pulang karena hari sudah sore.

"Eh tunggu mas!"

Frans tersentak kaget, ada seorang ibu hamil tua yang menahan pintu liftnya. Dia mengerutkan keningnya bingung ketika melihat wanita itu masuk kedalam lift yang dibuatkan khusus untuknya.

"Maaf yah pak, lift lain penuh terus. Saya capek kalau nunggu, jadi boleh yah saya numpang," ujar wanita tersebut.

Frans pun mengangguk, dia juga kasihan dengan wanita tersebut.

"Makasih banyak pak!" serunya.

Lift yang mereka naiki turun, Frans pun hanya diam begitu pula dengan wanita itu. Sesekali Frans melirik wanita tersebut yang tampak kepayahan akibat perutnya yang besar.

"Anak pertama?" tanya Frans.

Ibu tersebut menggeleng, dia mengangkat jarinya dan menunjukkan angka tiga.

"Oh," gumam Frans.

"Apa istri tuan juga sedang hamil?" tanya nya.

Frans terkejut, baru kali ini ada orang yang menanyakan tentang istri karena kebanyakan mereka mengira dia belum menikah sama sekali.

"Aah itu iyah, istri saya sedang hamil," gugup Frans.

"Pasti kau akan menjadi suami yang siaga, menjadi wanita hamil itu tidak mudah sebab dia harus merasakan kepayahan berkali-kali lipat. Beruntung jika wanita hamil tersebut saat dia akan melahirkan dirinya di beri umur panjang," ujarnya.

Taj lama pintu lift terbuka, mereka sampai di lantai bawah. Frans pun hanya diam, dia merenungi apa yang wanita tadi katakan.

"Mari pak," ujar wanita itu dan keluar dari dalam lift.

Frans tersadar, dia segera keluar dari dalam lift menuju parkiran untuk mengambil mobilnya.

Saat dirinya telah sampai di mobil, yang tadinya dia akan membuka pintu seketika terhenti karena ucapan wanita itu teringat kembali olehnya.

"Hm ... kasihan Aqila pasti dia juga kesulitan, gue bakal bicarain tentang ini semua pada mamah dan papah sekarang juga. Untuk hukuman dan segala konsekuensinya gue sudah siap menanggung nya," gumam Frans.

Frans pun memasuki mobilnya, melajukan mobil tersebut menuju mansionnya. Hatinya kini sudah mantap ingin cepat mempertanggung jawabkan semuanya dan akan membantu Aqila menemani masa kehamilannya.

Tak terasa mobil Frans pun sampai di pelataran mansionnya, dia keluar dari mobilnya dan membuka kancing jasnya.

Dia melangkah masuk sambil melepas jasnya, kepalanya menengok untuk mencari dimana keberadaan orang tuanya.

Frans melihat maid mendekatinya, dia menyerahkan jasnya pada maid tersebut dan melangkah menuju lift untuk ke kamar orang tuanya.

Sesampainya di lantai dua, Frans langsung berjalan ke arah sebuah pintu coklat. Saat sampai di depan pintu, Frans mengangkat tangannya untuk mengetuk pintu tersebut. Namun sebuah isakan tangis memasuki gendang telinganya.

"Kamu harus selesaikan masalah kamu dengan Leon, saat ini Leon telah menikah dengan putri dari Alden Leon Wesley yang merupakan suami dari sahabat mu,"

"Aku tau mas, tapi aku belum siap. Aku belum siap berkata pada mereka jika aku masih hidup terlebih pada Leon dan sahabatku,"

Obrolan orang tuanya tak satu pun absen dari pendengarannya Frans. Dia kembali menarik tangannya dan menatap datar pintu tersebut.

Tanpa sepatah kata pun Frans menjauhi pintu itu dan berjalan menuju kamarnya.

Dengan lesu Frans membuka pintu kamarnya dan bergerak cepat menuju ranjang. Dia menjatuhkan tubuhnya dan menutup wajahnya dengan bantal bagaikan anak kecil yang sedang di marahi oleh sang mamah.

"Huh, gue lupa kalau mamah punya masa lalu dengan Elvish. Tapi gue gak tau kalau ternyata putranya itu malah menikah dengan anak sahabat mamah yang tak lain istri dari Alden. Aqila ... dia anak angkat Alden, aku lupa dengan hal itu. Jika aku menikahi Aqila, pasti mereka akan bertemu dan ... yap, bertengkar karena masa lalu yang gak jelas itu!" gerutu Frans.

Frans menduduki dirinya, dia berdiri untuk melepas rompi nya dan menaruhnya di kasur. Setelah itu dia melepas kemejanya terhingga tampaklah otot kekarnya.

Frans berjalan menuju meja rias setelah menaruh kemejanya tadi, dia melihat pantulan dirinya pada kaca tersebut.

"Mesti gue hapus kayaknya nih tato, Aqila gak pernah suka cowok bertato. Apa gue gosok aja yah buat hilangin ini," gumam Frans.

Tato tersebut bertuliskan nama Ateez di dadanya, dia membuatnya saat dirinya lulus sekolah.

Frans menyudahi kegiatannya, dia berjalan menuju lemari untuk berganti pakaian.

Berbeda dengan Frans, kini Aqila tengah menatap nanar kotak susu yang terlalu banyak tersebut sambil meminum susu yang sudah dirinya seduh.

"Bisa ngadain pesta ibu hamil ini mah," gumam Aqila.

"Sabar non, ini juga pasti habis kok," bujuk Rani.

"Emangnya bibi mau ikut minum?" heran Aqila.

Rani tampak salah tingkah, dia menggaruk belakang lehernya dan tersenyum paksa.

"Ya gak lah non, saya ini udah tua gak minum susu begituan. Lagian itu susu bagus loh non, apalagi susunya paling mahal lagi!" ujar Rani.

Aqila tampak bingung, dia menatap kotak susu tersebut dan mengambilnya.

"Mahal? memangnya berapa harganya?" bingung Aqila.

"Sekitaran satu juta non," ujar Rani.

"Semuanya?" tanya Aqila sambil menatap Rani.

Rani menggeleng. "Gak non, satu kotaknya," ujarnya.

Aqila menjatuhkan rahangnya, dia menatap susu tersebut tak percaya. Mengapa begitu mahal padahal hanya susu.

"Tunggu bi, kok bisa? kenapa mereka gak ganti dengan merek yang sama? bukankah seharusnya di ganti dengan merek yang sama?" heran Aqila.

"Eh?"

**PENCET TOMBOL LIKE !

LIKE !

LIKE !

HADIAH DAN KOMENNYA JANGAN LUPA ... 🥳🥳🥳🥳🥳.

VOTENYA JUGA LOH ... LOVE UNTUK KALIAN😘😘😘😘😘😘**

Terpopuler

Comments

LENY

LENY

Frans sombong tadi nya skrg kena batunya lu

2024-01-22

0

Ciciajadeh Ciciajadeh

Ciciajadeh Ciciajadeh

keceplosan kan..🤣🤣🤣🤣🤣

2023-12-02

0

Ciciajadeh Ciciajadeh

Ciciajadeh Ciciajadeh

😂😂😂😂😂

2023-12-02

0

lihat semua
Episodes
1 Part 1 : Pulang kembali
2 Part 2 : Menyakitkan
3 Part 3 : Ateez
4 Part 4 : Elbert
5 Part 5 : Keluarga Wesley
6 Part 6 : Kesalahan satu malam
7 Part 7 : pertukaran yang menjanjikan
8 Part 8 : Daniel
9 Part 9 : Hamil
10 Part 10 : Gugurkan!
11 Part 11 : Kecewa
12 Part 12 : Jangan lakukan itu kak!
13 Part 13 : Keanehan Frans
14 Part 14: Perkara susu
15 Part 15 : Susu pemberian calon papa
16 Part 16 : USG
17 Part 17: Kepolosan Frans
18 Part 18: Terbongkar
19 Part 19: Tanggung jawab
20 Part 20: Ikan cupang
21 Part 21: Elvio
22 part 22: Married
23 Part 23: Malam pertama
24 Part 24: Siapa?
25 Part 25: Cleo
26 Part 26: Aku tidak suka
27 Part 27: Curhatan dua suami
28 Part 28: ngidam ala calon bapak
29 Part 29: Nasi goreng buatan Elbert
30 Part 30: Keistimewaan Ravin
31 PERMISI BACA DULU SEBENTAR YAH
32 Part 31: Mateo
33 Part 32: Gangguan Frans
34 Part 33: Kenapa dia disini?
35 Part 34: lagi-lagi ulah Ravin
36 Part 35: Bawahan Daniel
37 Part 36: Konflik pasutri
38 Visual
39 Part 37: Ngidamnya kedua istri sultan
40 Part 38: Kebahagiaan Ane
41 Part 39: Kau kenal Elvio?
42 Part 40: Tentang Cleo
43 Part 41: Flashback Cleo
44 Part 42: Ravin sakit
45 Part 43: Gara-gara rujak
46 Part 44: Mencari bukti 1
47 Part 45: Hukuman Ravin
48 Part 46: Komplotan
49 Part 47: Action
50 Part 48: Frans
51 Part 49: Raffa
52 Part 50: Benda keramat
53 Part 51: Abang mungut ciapa?
54 Part 52: Raffa
55 Part 53: Sampai berapa bulan?
56 Part 54: Drama di rumah sakit
57 Part 55: Frans yang cengeng
58 Part 56: Ravin Keldil
59 Part 57: Dokter Andin
60 Part 58: Hak Frans
61 Part 59: Ada apa dengan Raffa?
62 Part 60: Hot money
63 Part 61: 9 bulan menanti
64 Part 62: Bayiku
65 Part 63: Baby twins Castillo
66 Part 64: Baby Bent
67 Part 65: Audrey
68 Part 66: Zidan dan Kirana
69 Part 67: Reunian trio cadel
70 Part 68: Black
71 Part 69: Sky
72 Part 70: wajan koleksi milik Aqila
73 Part 71: siapa yang membebaskan Daniel?
74 Part 72: Bukan Lavin
75 Part 73: menjemput Sky
76 Part 74: Perdebatan adik kakak
77 Part 75: Tentang Aurora
78 Part 76: Lavin di jahili telus
79 Part 77: Penyerangan
80 Part 78: penyekapan Frans
81 Part 79: Keterkejutan Ica
82 Part 80: Mansion di serang
83 Part 81: kerja sama
84 Part 82: keadaan Frans
85 Part 83
86 Part 84
87 Part 85
Episodes

Updated 87 Episodes

1
Part 1 : Pulang kembali
2
Part 2 : Menyakitkan
3
Part 3 : Ateez
4
Part 4 : Elbert
5
Part 5 : Keluarga Wesley
6
Part 6 : Kesalahan satu malam
7
Part 7 : pertukaran yang menjanjikan
8
Part 8 : Daniel
9
Part 9 : Hamil
10
Part 10 : Gugurkan!
11
Part 11 : Kecewa
12
Part 12 : Jangan lakukan itu kak!
13
Part 13 : Keanehan Frans
14
Part 14: Perkara susu
15
Part 15 : Susu pemberian calon papa
16
Part 16 : USG
17
Part 17: Kepolosan Frans
18
Part 18: Terbongkar
19
Part 19: Tanggung jawab
20
Part 20: Ikan cupang
21
Part 21: Elvio
22
part 22: Married
23
Part 23: Malam pertama
24
Part 24: Siapa?
25
Part 25: Cleo
26
Part 26: Aku tidak suka
27
Part 27: Curhatan dua suami
28
Part 28: ngidam ala calon bapak
29
Part 29: Nasi goreng buatan Elbert
30
Part 30: Keistimewaan Ravin
31
PERMISI BACA DULU SEBENTAR YAH
32
Part 31: Mateo
33
Part 32: Gangguan Frans
34
Part 33: Kenapa dia disini?
35
Part 34: lagi-lagi ulah Ravin
36
Part 35: Bawahan Daniel
37
Part 36: Konflik pasutri
38
Visual
39
Part 37: Ngidamnya kedua istri sultan
40
Part 38: Kebahagiaan Ane
41
Part 39: Kau kenal Elvio?
42
Part 40: Tentang Cleo
43
Part 41: Flashback Cleo
44
Part 42: Ravin sakit
45
Part 43: Gara-gara rujak
46
Part 44: Mencari bukti 1
47
Part 45: Hukuman Ravin
48
Part 46: Komplotan
49
Part 47: Action
50
Part 48: Frans
51
Part 49: Raffa
52
Part 50: Benda keramat
53
Part 51: Abang mungut ciapa?
54
Part 52: Raffa
55
Part 53: Sampai berapa bulan?
56
Part 54: Drama di rumah sakit
57
Part 55: Frans yang cengeng
58
Part 56: Ravin Keldil
59
Part 57: Dokter Andin
60
Part 58: Hak Frans
61
Part 59: Ada apa dengan Raffa?
62
Part 60: Hot money
63
Part 61: 9 bulan menanti
64
Part 62: Bayiku
65
Part 63: Baby twins Castillo
66
Part 64: Baby Bent
67
Part 65: Audrey
68
Part 66: Zidan dan Kirana
69
Part 67: Reunian trio cadel
70
Part 68: Black
71
Part 69: Sky
72
Part 70: wajan koleksi milik Aqila
73
Part 71: siapa yang membebaskan Daniel?
74
Part 72: Bukan Lavin
75
Part 73: menjemput Sky
76
Part 74: Perdebatan adik kakak
77
Part 75: Tentang Aurora
78
Part 76: Lavin di jahili telus
79
Part 77: Penyerangan
80
Part 78: penyekapan Frans
81
Part 79: Keterkejutan Ica
82
Part 80: Mansion di serang
83
Part 81: kerja sama
84
Part 82: keadaan Frans
85
Part 83
86
Part 84
87
Part 85

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!