Part 5 : Keluarga Wesley

"MOMMY! DADDY LIHAT! ELBERT BAWA SIAPA NIH!"

Teriakan Elbert menggema di mansion, dia datang bersama Aqila yang berjalan di belakangnya.

"Abang belicik deh, emangna abang kila ini hutan apa!"

Elbert dan Aqila menghentikan langkah mereka, tatapan mereka jatuh pada sosok mungil yang sedang bersedekap dada siapa lagi kalau bukan Ravin. Putra bungsu dari Alden dan Amora.

"Bocil, mommy sama daddy mana?" tabya Elbert.

"Nda tau, tadi katana Lavin culuh tunggu. Di kamal kali," ujarnya.

Elbert mengangguk, dia menoleh menatap Aqila. Seketika keningnya mengerut ketika melihat Aqila yang menggigit bibirnya.

"Kak kena ...,"

"Mommy dan papah dapet ni boneka dari mana? aku pengen beli juga," cicit Aqila.

Ravin menatap polos ke arah Aqila, dia tak pernah bertemu dengan Aqila sebelumnya begitu pun dengan Aqila.

"Gak tau, tanya daddy kan daddy yang buat," acuh Elbert.

Aqila tersadar, dia memukul pundak ELbert sehingga pria itu meringis pelan.

Aqila menjongkokkan dirinya di hadapan Ravin, dia mengelus pelan pipi gembul Ravin yang putih.

"Hei, namanya siapa?" tanya Aqila dengan lembut.

"Lavin, namana Lavin anakna mommy Amol cama daddy Alden yang danteng," ujar Ravin.

Aqila terkekeh, "Yang ganteng siapa?" jahil Aqila.

Ravin menunjuk dirinya sendiri. Dia menunjukkan cengiran khasnya sehingga Aqila tertawa melihatnya.

"Lavin yang danteng," ujarnya.

"Hahahaha, Elbert adikmu benar-benar lucu! aish ... aku juga pengen," ujar Aqila.

"Kalau pengen makanya nikah,"

Bukan, bukan Elbert yang bicara melainkan Alden yang datang bersama Amora. Dia tersenyum hangat menatap putrinya.

"Papah!" seru Aqila.

Alden tersenyum, dia memeluk sang anak begitu pun Aqila. Sementara Amora menggendong Ravin yang meminta gendong padanya.

"Bagaimana kabarmu?" tanya Alden.

"Aku baik, sangaaaatt baik!" seru Aqila.

Alden melepas pelukan mereka, dia mengajak Aqila untuk duduk di ruang keluarga. Yang lain pun mengikuti ayah dan anak itu dari belakang.

"Oh iya papah dengar dari ayahmu katanya dua minggu lagi kamu akan tunangan?" tanya Alden.

Pertanyaan Alden membuat senyum Aqila luntur, dia lupa fakta satu ini. Bahkan sang ayah tak mengetahui jika dia dan Frans telah membatalkan pertunangan itu. Apa yang harus Aqila katakan sekarang?

"Itu ... aku dan Frans ...,"

"Kak kau bilang jika kau akan menginap disini, mommy telah menyiapkan kamar untuk mu loh," sela Elbert.

Aqila menghela nafasnya, Elbert mengerti keadaannya sehingga pria itu mengganti topik mereka.

"Oh iya daddy sampai lupa," ujar Alden.

Ravin turun dari pangkuan Amora, dia mendekati Aqila dengan senyum manisnya.

"Tadi Lavin di kacih tau di mana kamalna kakak tantik, bial Lavin yang antelin aja yuk," ajak Ravin.

"Eh bocil, jangan sok ngerayu perempuan! gak baik," ujar Elbert.

Ravin mendelik menatap Elbert, tampaknya delikan Amora menurun pada sang putra.

"Tenapa? cilik aja! Lavin tan danteeeng, badan duga cuuubul,"

Elbert menatap Ravin tak percaya, sedangkan Amora dan Alden sudah tertawa karena ulah anaknya itu.

"Sudah-sudah, Ravin tunggu disini aja sama daddy. Aqila ikut mommy, kau pasti lelah dan butuh istirahat," ujar Amora.

Aqila menggeleng, dia belum merasa lelah sama sekali. Dia hanya ingin mengobrol dengan keluarganya ini.

"Nanti aja mom, oh iya Laskar sama Aurora mana?" tanya Aqila.

"Oh mereka masih ada kegiatan, paling bentar lagi pulang,"

"MOMMY, DADDY!"

"Tuh baru dibilang kan," ujar Amora.

Tampak dari arah pintu ada dua orang remaja berbeda jenis kelamin sedang menghampiri mereka. Mereka adalah anak keempat dan kelima Alden.

"Sini sayang, kenalin ini kakak Aqila anaknya ayah Gio," ajak Amora.

Aurora dan Laskar mendekat, mereka tersenyum sopan menatap Aqila. Begitu pun dengan Aqila.

"Halo kak, aku Aurora adik pas kak Laskar," ujarnya.

"Aku Laskar," cuek Laskar

Aurora tersenyum paksa, dia menyikut perut Laskar sehingga remaja laki-laki itu merasa tak terima.

"Apa sih!" bisik Laskar.

"Jangan batu begitu, ini tuh anak pertama daddy tau!"

Laskar memutar bola matanya malas, dia menatap Aqila dan memaksa senyumnya sehingga lesung pipinya terlihat membuat remaja itu terlihat manis.

"Mom aku ke kamar dulu." ujar Laskar sambil mendekat ke Amora dan mencium pipinya. Setelah itu beranjak meninggalkan ruang keluarga.

Ravin yang melihat sang abang mencium pipi sang mommy melototkan matanya, dia berlari kecil menghampiri sang mommy dan menarik tangan sang mommy.

"Kenapa sayang?" bingung Amora.

"Hiks ... apus ... apus ... ilelna kak Laskal nempel hiks ...," isak Ravin.

Amora terkekeh pelan, dia menduduki sang anak di pangkuannya sehingga Ravin menghapus bekas yang di cium Laskar di pipi kiri Amora dengan tangan mungilnya.

Aktifitas mereka tak luput dari tatapan Aqila dan yang lainnya, senyuman di wajah mereka tak luntur dan malah semakin lebar melihat tingkah Ravin.

"Apa kakak mau punya adik sepertinya?" tanya Aurora yang kini sudah duduk di sebelah Aqila.

"Mau banget," seru Aqila.

"Ambil aja kak, bawa pulang. Beban keluarga dia," ujar Aurora meledek Ravin yang kini tengah menatapnya tajam.

Aqila tertawa, memangnya jika dia mengambil Ravin Aurora akan menerimanya? Memang adik kaka seperti itu padahal jika jauh mereka akan saling merindukan.

"Rora," tegur Alden.

"Bercanda dad," ringis Aurora melihat tatapan Alden.

***

"Beneran gak mau nginep? nginep aja yah," bujuk Amora.

Aqila menggeleng, dia hanya ingin pulang ke apartemennya aja. Lagi pula besok dirinya harus ke kantor karena besok bukan hari libur.

"Gak mom, aku pulang aja," ujar Aqila.

"Yasudah, El antar kakakmu," titah Alden.

Aqila mengibas dua tangannya, dia tetap menolak kala Alden menawarkan Elbert mengantar nya.

"Gak usah dad, ini udah malam banget. Nanti kasihan Elbert pulangnya kemaleman, Apalagi kalau besok Elbert harus ke kantor" ujar Aqila.

"Ya maka dari itu bahaya keluar malam, mending nginep aja yah," bujuk Amora.

Aqila menghela nafasnya, dia sebenarnya juga mau menginap. Tapi semua berkas kantornya ada di apartemen tak mungkin dirinya bisa sampai tepat waktu ke kantor besok.

"Iya kak kalau gak mau biar El antar saja, gak baik perempuan keluar malem begini," bujuk Elbert.

"Kau lupa, aku tinggal di negara bebas. Dan sudah pasti aku terbiasa dengan suasana malam, sudahlah aku bisa jaga diriku sendiri. percaya padaku," bela Aqila.

Alden mengangguk, dia menatap Elbert yang merasa tak terima tapi dia tahu sifat putrinya yang tak akan pernah mau kalah jika dia sudah menekan tekadnya.

"Papah harap kamu jaga diri kamu baik-baik, jika ada apa-apa segera hubungi kami." ujar Alden sambil menatap Aqila.

Aqila mengangguk, dia berjalan menuju mobilnya. Sementara keluarga Wesley hanya melihat kepergian Aqila hingga mobil itu keluar dari gerbang mansion mereka.

"Mas," panggil Amora

Alden menoleh, dia mengangkat satu alisnya.

"Perasaan aku gak enak," lirih Amora.

"Hah ... percaya, dia bisa membela diri. Kau tak perlu khawatir," ujar Alden.

"Tapi aku khawatir, kamu kirim anak buah gih buat pantau Aqila. Aku takut, apalagi dia perempuan mas!" tegas Amora.

Alden menghela nafasnya pelan, dia mengambil ponselnya dan mencoba menghubungi anak buahnya

"Percuma dad, pasti mereka akan kehilangan jejak kak Aqila karena pastinya kak Aqila pikir dia diikuti jadinya dia akan ngebut di jalan dan itu akan berbahaya," ujar Elbert.

"Benar juga," gumam Alden.

**PENCET TOMBOL LIKE !

LIKE !

LIKE !

HADIAH DAN KOMENNYA JANGAN LUPA ... 🥳🥳🥳🥳🥳.

VOTENYA JUGA LOH ... LOVE UNTUK KALIAN😘😘😘😘😘😘**

Terpopuler

Comments

Vera Wilda

Vera Wilda

Firasat ibu selalu benar

2025-02-03

0

Ririn

Ririn

mommy amora.. amol wkkkk

2024-12-08

0

flowers city

flowers city

🥰😍😍😍😍😄😄😄😄😄😄😄

2024-12-07

0

lihat semua
Episodes
1 Part 1 : Pulang kembali
2 Part 2 : Menyakitkan
3 Part 3 : Ateez
4 Part 4 : Elbert
5 Part 5 : Keluarga Wesley
6 Part 6 : Kesalahan satu malam
7 Part 7 : pertukaran yang menjanjikan
8 Part 8 : Daniel
9 Part 9 : Hamil
10 Part 10 : Gugurkan!
11 Part 11 : Kecewa
12 Part 12 : Jangan lakukan itu kak!
13 Part 13 : Keanehan Frans
14 Part 14: Perkara susu
15 Part 15 : Susu pemberian calon papa
16 Part 16 : USG
17 Part 17: Kepolosan Frans
18 Part 18: Terbongkar
19 Part 19: Tanggung jawab
20 Part 20: Ikan cupang
21 Part 21: Elvio
22 part 22: Married
23 Part 23: Malam pertama
24 Part 24: Siapa?
25 Part 25: Cleo
26 Part 26: Aku tidak suka
27 Part 27: Curhatan dua suami
28 Part 28: ngidam ala calon bapak
29 Part 29: Nasi goreng buatan Elbert
30 Part 30: Keistimewaan Ravin
31 PERMISI BACA DULU SEBENTAR YAH
32 Part 31: Mateo
33 Part 32: Gangguan Frans
34 Part 33: Kenapa dia disini?
35 Part 34: lagi-lagi ulah Ravin
36 Part 35: Bawahan Daniel
37 Part 36: Konflik pasutri
38 Visual
39 Part 37: Ngidamnya kedua istri sultan
40 Part 38: Kebahagiaan Ane
41 Part 39: Kau kenal Elvio?
42 Part 40: Tentang Cleo
43 Part 41: Flashback Cleo
44 Part 42: Ravin sakit
45 Part 43: Gara-gara rujak
46 Part 44: Mencari bukti 1
47 Part 45: Hukuman Ravin
48 Part 46: Komplotan
49 Part 47: Action
50 Part 48: Frans
51 Part 49: Raffa
52 Part 50: Benda keramat
53 Part 51: Abang mungut ciapa?
54 Part 52: Raffa
55 Part 53: Sampai berapa bulan?
56 Part 54: Drama di rumah sakit
57 Part 55: Frans yang cengeng
58 Part 56: Ravin Keldil
59 Part 57: Dokter Andin
60 Part 58: Hak Frans
61 Part 59: Ada apa dengan Raffa?
62 Part 60: Hot money
63 Part 61: 9 bulan menanti
64 Part 62: Bayiku
65 Part 63: Baby twins Castillo
66 Part 64: Baby Bent
67 Part 65: Audrey
68 Part 66: Zidan dan Kirana
69 Part 67: Reunian trio cadel
70 Part 68: Black
71 Part 69: Sky
72 Part 70: wajan koleksi milik Aqila
73 Part 71: siapa yang membebaskan Daniel?
74 Part 72: Bukan Lavin
75 Part 73: menjemput Sky
76 Part 74: Perdebatan adik kakak
77 Part 75: Tentang Aurora
78 Part 76: Lavin di jahili telus
79 Part 77: Penyerangan
80 Part 78: penyekapan Frans
81 Part 79: Keterkejutan Ica
82 Part 80: Mansion di serang
83 Part 81: kerja sama
84 Part 82: keadaan Frans
85 Part 83
86 Part 84
87 Part 85
Episodes

Updated 87 Episodes

1
Part 1 : Pulang kembali
2
Part 2 : Menyakitkan
3
Part 3 : Ateez
4
Part 4 : Elbert
5
Part 5 : Keluarga Wesley
6
Part 6 : Kesalahan satu malam
7
Part 7 : pertukaran yang menjanjikan
8
Part 8 : Daniel
9
Part 9 : Hamil
10
Part 10 : Gugurkan!
11
Part 11 : Kecewa
12
Part 12 : Jangan lakukan itu kak!
13
Part 13 : Keanehan Frans
14
Part 14: Perkara susu
15
Part 15 : Susu pemberian calon papa
16
Part 16 : USG
17
Part 17: Kepolosan Frans
18
Part 18: Terbongkar
19
Part 19: Tanggung jawab
20
Part 20: Ikan cupang
21
Part 21: Elvio
22
part 22: Married
23
Part 23: Malam pertama
24
Part 24: Siapa?
25
Part 25: Cleo
26
Part 26: Aku tidak suka
27
Part 27: Curhatan dua suami
28
Part 28: ngidam ala calon bapak
29
Part 29: Nasi goreng buatan Elbert
30
Part 30: Keistimewaan Ravin
31
PERMISI BACA DULU SEBENTAR YAH
32
Part 31: Mateo
33
Part 32: Gangguan Frans
34
Part 33: Kenapa dia disini?
35
Part 34: lagi-lagi ulah Ravin
36
Part 35: Bawahan Daniel
37
Part 36: Konflik pasutri
38
Visual
39
Part 37: Ngidamnya kedua istri sultan
40
Part 38: Kebahagiaan Ane
41
Part 39: Kau kenal Elvio?
42
Part 40: Tentang Cleo
43
Part 41: Flashback Cleo
44
Part 42: Ravin sakit
45
Part 43: Gara-gara rujak
46
Part 44: Mencari bukti 1
47
Part 45: Hukuman Ravin
48
Part 46: Komplotan
49
Part 47: Action
50
Part 48: Frans
51
Part 49: Raffa
52
Part 50: Benda keramat
53
Part 51: Abang mungut ciapa?
54
Part 52: Raffa
55
Part 53: Sampai berapa bulan?
56
Part 54: Drama di rumah sakit
57
Part 55: Frans yang cengeng
58
Part 56: Ravin Keldil
59
Part 57: Dokter Andin
60
Part 58: Hak Frans
61
Part 59: Ada apa dengan Raffa?
62
Part 60: Hot money
63
Part 61: 9 bulan menanti
64
Part 62: Bayiku
65
Part 63: Baby twins Castillo
66
Part 64: Baby Bent
67
Part 65: Audrey
68
Part 66: Zidan dan Kirana
69
Part 67: Reunian trio cadel
70
Part 68: Black
71
Part 69: Sky
72
Part 70: wajan koleksi milik Aqila
73
Part 71: siapa yang membebaskan Daniel?
74
Part 72: Bukan Lavin
75
Part 73: menjemput Sky
76
Part 74: Perdebatan adik kakak
77
Part 75: Tentang Aurora
78
Part 76: Lavin di jahili telus
79
Part 77: Penyerangan
80
Part 78: penyekapan Frans
81
Part 79: Keterkejutan Ica
82
Part 80: Mansion di serang
83
Part 81: kerja sama
84
Part 82: keadaan Frans
85
Part 83
86
Part 84
87
Part 85

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!