Part 6 : Kesalahan satu malam

"Bos kami telah mengikutinya," ujar seorang pria yang tengah berada di dalam mobil.

"Bagus ... ikuti perempuan itu, dan kau harus dapat! karena perempuan itu bisa menjadi alat kita untuk mengancam Frans,"

Pria tersebut mengangguk, dia mematikan ponselnya dan menatap temannya yang sedang menyetir.

"Jangan sampai kehilangan jejak," ujarnya.

Mereka pun mengikuti mobil yang ada di depannya, terlihat mobil itu adalah mobil Aqila. Mereka pun mengikutinya hingga mobil Aqila terhenti sendiri.

"Mengapa dia berhenti?" tanya pria yang menyetir.

"Itu bagus," ujarnya.

Pria itu keluar dari mobil, dia menyuruh temannya yang menyetir untuk bersiap.

Sedangkan Aqila, dia keluar dari mobilnya. Tiba-tiba saja mobilnya mogok. Dia mengeluarkan ponselnya, tetapi baru saja dirinya akan menghubungi Elbert seseorang membekapnya menggunakan sapu tangan yang sudah di semprotkan obat bius.

"HMPPP! HMMPPP!"

Pria itu terus membekap mulut Aqila hingga tak ada lagi gerakan dari Aqila karena ternyata dirinya pingsan.

Setelah memastikan Aqila pingsan, pria itu langsung membawanya ke mobil temannya yang sudah menghampirinya.

"Kita bawa kemana?" tanya pria yang menyupir.

"Ke hotel xx, karena yang lain sudah mengatur strategi disana!" titah nya.

Pria tersebut akhirnya melajukan mobilnya, sesekali dia melihat spion mobilnya yang mengarah pada Aqila.

"Cantik bro, kita pake aja gimana?" ujarnya.

Pria yang ada di sebelahnya menggeplak kepalanya.

"Yang ada kita mati beg0!" kesalnya.

Pria itu kembali fokus menyetir, walau sesekali dia meringis akibat kepalanya yang di pukul oleh temannya.

Tak lama mereka pun sampai di hotel, salah satu dari mereka mengeluarkan kusi roda yang ada di bagasi. Sedangkan yang lainnya menggendong Aqila keluar.

"Taruh disini biar mereka gak curiga," titahmya.

Pria itu menaruh Aqila di kursi roda, mereka memakaikan kaca mata kepada Aqila dan mendorong kursi roda tersebut masuk.

"Permisi, ada yang bisa saya bantu?" tajya resepsionis wanita itu pada kedua pria di depannya.

"Ehm ini kami ingin mengantar wanita ini, katanya dia teman dari Frans Gevonac kau kenal bukan? pelanggan hotel VVIP?" tanya pria itu.

Resepsionis tampak mengecek datanya, sedetik kemudian dia mengangguk dan menyerahkan kartu pada pria itu.

"Tadi tuan Frasn juga berpesan jika nanti ada temannya yang kesini, kalau begitu ini kunci nya yang tuan Frans titipkan," ujar resepsionis.

"Makasih mbak kalau gitu kami antar dulu," ujarnya.

Kedua pria itu pergi dari hadapan resepsionis, sedangkan wanita yang menjadi resepsionis itu mengernyit bingung.

"Aneh apa teman tuan Frans sakit? kok sampe pakai kursi roda begitu?" gumamnya.

Dia mengenyahkan pikirannya dan melanjutkan tugasnya. Tak lama ada seorang wanita tua yang menghampirinya, sehingga dia pun tersenyun ramah.

"Ada yang bisa saya bantu nyonya?" tanya wanita itu.

"Bisa bantu nenek? nenek lupa kamar nenek," ujarnya.

Wanita itu menoleh kesana dan kemari, dia tak mendapati temannya satu pun. Dirinya akan menelpon temannya tetapi tangannya di hentikan oleh nenek tersebut.

"Tolong cu hanya sebentar saja," ujarnya dengan nada memelas.

Wanita itu tampak kasihan, dia akhirnya mengangguk dan mengantarkan nenek tersebut.

Saat mereka telah pergi, terlihat sebuah mobil berhenti tepat di depan hotel. Pria itu adalah Frans, dia masuk ke dalam hotel dengan sempoyongan.

Penjaga hotel pun berniat akan membantunya, tapi Frans malah menepis tangannya dan berjalan masuk walau sesekali tertabrak.

Setibanya dia di lantai unit hotelnya, Frans sudah tak berdaya. Kedua pria tadi yang membawa Aqila melihatnya dan membantunya masuk.

"Ni orang mabuk? maksudnya gimana sih?" kesal pria itu.

"Mana gue tau, si bos yang ngatur semuanya. Udah kata si bos tadi kita suntikin ini ke leher nya Frans," ujarnya.

Mereka menaruh Frans tidur di sebelah Aqila, salah satu dari mereka mengeluarkan suntikan dan menyuntikannya pada leher Frans.

"Eunghh," lenguh Frans.

"Bangun cok!" seru yang lain.

Plak!

"Eh setan, kalau ngomong di filter dulu!" kesalnya.

"Ashh ... kepala gue perasaan di keplak mulu," ringisnya.

Setelah tugas mereka pastikan selesai, akhirnya mereka keluar dan mengunci pintu tersebut.

DERTT!

DERTT!

"Bentar si bos nelfon," ujarnya.

Pria itu mengangkat telfonnya, dia menjelaskan bahwa dirinya telah melakukan apa yang bosnya itu perintahkan.

"Baik bos, kami akan langsung ke markas," ujarnya.

Pria itu mematikan sambungan telfonnya, dia menatap temannya yang sedari tadi melihat pintu hotel Frans.

"Kenapa lu?" bingungnya.

"Kasihan gue ama tu cewe, padahal masalah si bos ama ponakannya tapi tu cewe malah jadi imbasnya," lirihnya

"Udah lah, kita balik sekarang,"

Mereka pun akhirnya pergi dari hotel menuju kembali ke markas.

***

"Eungh ...,"

Frans terbangun, dia merasakan tubuhnya yang sangat panas. Tak sadar dirinya melepas semua bajunya dia bahkan sudah kepanasan padahal AC telah menyala.

"Panas ...," lirihnya.

Frans menoleh ke samping, pandangannya masih buram sehingga dia tak tau jelas siapa wanita yang ada di depannya ini.

Entah dorongan dari mana, Frans menyentuh wanita itu.

Sehingga terjadilah mimpi buruk bagi Aqila, seorang wanita yang mengharap sebuah kebahagiaan. Namun malang nasibnya yang terjebak kesalahan satu malam dengan pria yang menjadi mantan calon tunangannya.

Pagi mendatang, sinar matahari pun masuk melalui celah jendela. Kedua pasangan itu terbangun akibat terusik oleh kicauan burung dan juga panas matahari.

Pagi harinya, Aqila terbangun dengan tubuh yang tak memakai sehelai benang pun. Dia menangis histeris, tetapi netranya menoleh menatap seorang pria yang masih tertidur dengan keadaan yang juga sama sepertinya.

"FRANS!" teriak Aqila.

Frans terbangun, dia mengerjapkan matanya pelan. Tak lama kemudian kesadarannya pun kembali, dia menduduki dirinya dan menatap Aqila dengan wajah terkejutnya.

"LU NGAPAIN DISINI HAH?! PASTI INI JEBAKAN LU KAN?! DASAR CEWEK MURAHAN! GUE BATALIN PERTUNANGAN KITA DAN LU BUAT NEKAT KAYAK GINI? LU KIRA GUE BAKAL NIKAHIN LU?! GAK! GUE GAK BAKAL NIKAHIN LU! GUE JIJIK SAMA LU! GUE JIJIK!" bentak Frans.

Frans sungguh terkejut dengan keadaan sekitar, dia tak percaya pada Aqila yang ada di kamar hotelnya yang dia pesan untuk meeting bersama temannya.

"KAMU YANG BERBUAT BEGINI SAMA AKU FRANS!"

Frans tak memperdulikan perkataan Aqila, dia bangkit dari ranjang dan memakai bajunya Setelah itu dia menatap Aqila dengan penuh kebencian.

"Gue yakin lu gak lebih dari sekedar j4l4ng! seharusnya dari awal memang kita tidak seharusnya bertemu, bersyukur gue tau sifat lu sebelum kita menikah!" sarkas Frans.

"Hiks ... hiks ... kamu jahat Frans! bagaimana jika aku hamil?" isak Aqila.

"Gugurin! karena gue yakin anak itu bukan anak gue! bisa aja kan lu main di luar sana dan meminta pertanggung jawaban gue?" ujar Frans.

Aqila yang tak tahan segera bangkit dari ranjang, dia memegangi selimut untuk menutupi tubuh polosnya.

PLAK!

Aqila menampar Frans dengan keras, dia bahkan menatap tajam Frans yang kini wajahnya tertoleh ke samping.

"Iya ... aku yang menjebak kita! AKU YANG MELAKUKAN SEMUANYA!" marah Aqila.

Aqila sungguh marah ketika Frans berkata seperti tadi, sehingga dia berkata jika dirinya lah yang menjebak mereka. Emosi Aqila kini sedang tidak stabil.

"Hahahah ... buah jatuh tidak jauh dari pohonnya, ibumu seorang ja ...,"

"TUTUP MULUTMU FRANS! SEENGGAKNYA AYAHKU TAK SEBEJ4T DIRIMU!" emosi Aqila.

Frans langsung keluar dari hotel, dia bahkan meninggalkan Aqila yang menangis tersedu-sedu.

Aqila terduduk di kasur, dia meremas selimut yang menutupi tubuhnya. Dirinya kini sudah kotor, mahkota yang dirinya jaga terenggut oleh pria yang menghancurkan hidupnya.

"Aku membencimu Frans!" lirih Aqila dengan matanya menyorot tajam.

**PENCET TOMBOL LIKE !

LIKE !

LIKE !

HADIAH DAN KOMENNYA JANGAN LUPA ... 🥳🥳🥳🥳🥳.

VOTENYA JUGA LOH ... LOVE UNTUK KALIAN😘😘😘😘😘😘**

Terpopuler

Comments

Vera Wilda

Vera Wilda

Frans jahat mulut spt cabe level 50, tp kenapa Thor nikah tetep sm Frans ?

2025-02-03

0

Edah J

Edah J

Untuk saat ini karakter Frans dibikin rese dulul😁✌️✌️✌️
yakin selalu dibikin penasaran supaya terus lanjut baca ini mh👍👍👍

2024-10-15

1

Nanik Kusno

Nanik Kusno

Aduh..... kasihan Aqila.... gimana kedepannya....hancur sudah ..😥😥😥

2024-10-10

0

lihat semua
Episodes
1 Part 1 : Pulang kembali
2 Part 2 : Menyakitkan
3 Part 3 : Ateez
4 Part 4 : Elbert
5 Part 5 : Keluarga Wesley
6 Part 6 : Kesalahan satu malam
7 Part 7 : pertukaran yang menjanjikan
8 Part 8 : Daniel
9 Part 9 : Hamil
10 Part 10 : Gugurkan!
11 Part 11 : Kecewa
12 Part 12 : Jangan lakukan itu kak!
13 Part 13 : Keanehan Frans
14 Part 14: Perkara susu
15 Part 15 : Susu pemberian calon papa
16 Part 16 : USG
17 Part 17: Kepolosan Frans
18 Part 18: Terbongkar
19 Part 19: Tanggung jawab
20 Part 20: Ikan cupang
21 Part 21: Elvio
22 part 22: Married
23 Part 23: Malam pertama
24 Part 24: Siapa?
25 Part 25: Cleo
26 Part 26: Aku tidak suka
27 Part 27: Curhatan dua suami
28 Part 28: ngidam ala calon bapak
29 Part 29: Nasi goreng buatan Elbert
30 Part 30: Keistimewaan Ravin
31 PERMISI BACA DULU SEBENTAR YAH
32 Part 31: Mateo
33 Part 32: Gangguan Frans
34 Part 33: Kenapa dia disini?
35 Part 34: lagi-lagi ulah Ravin
36 Part 35: Bawahan Daniel
37 Part 36: Konflik pasutri
38 Visual
39 Part 37: Ngidamnya kedua istri sultan
40 Part 38: Kebahagiaan Ane
41 Part 39: Kau kenal Elvio?
42 Part 40: Tentang Cleo
43 Part 41: Flashback Cleo
44 Part 42: Ravin sakit
45 Part 43: Gara-gara rujak
46 Part 44: Mencari bukti 1
47 Part 45: Hukuman Ravin
48 Part 46: Komplotan
49 Part 47: Action
50 Part 48: Frans
51 Part 49: Raffa
52 Part 50: Benda keramat
53 Part 51: Abang mungut ciapa?
54 Part 52: Raffa
55 Part 53: Sampai berapa bulan?
56 Part 54: Drama di rumah sakit
57 Part 55: Frans yang cengeng
58 Part 56: Ravin Keldil
59 Part 57: Dokter Andin
60 Part 58: Hak Frans
61 Part 59: Ada apa dengan Raffa?
62 Part 60: Hot money
63 Part 61: 9 bulan menanti
64 Part 62: Bayiku
65 Part 63: Baby twins Castillo
66 Part 64: Baby Bent
67 Part 65: Audrey
68 Part 66: Zidan dan Kirana
69 Part 67: Reunian trio cadel
70 Part 68: Black
71 Part 69: Sky
72 Part 70: wajan koleksi milik Aqila
73 Part 71: siapa yang membebaskan Daniel?
74 Part 72: Bukan Lavin
75 Part 73: menjemput Sky
76 Part 74: Perdebatan adik kakak
77 Part 75: Tentang Aurora
78 Part 76: Lavin di jahili telus
79 Part 77: Penyerangan
80 Part 78: penyekapan Frans
81 Part 79: Keterkejutan Ica
82 Part 80: Mansion di serang
83 Part 81: kerja sama
84 Part 82: keadaan Frans
85 Part 83
86 Part 84
87 Part 85
Episodes

Updated 87 Episodes

1
Part 1 : Pulang kembali
2
Part 2 : Menyakitkan
3
Part 3 : Ateez
4
Part 4 : Elbert
5
Part 5 : Keluarga Wesley
6
Part 6 : Kesalahan satu malam
7
Part 7 : pertukaran yang menjanjikan
8
Part 8 : Daniel
9
Part 9 : Hamil
10
Part 10 : Gugurkan!
11
Part 11 : Kecewa
12
Part 12 : Jangan lakukan itu kak!
13
Part 13 : Keanehan Frans
14
Part 14: Perkara susu
15
Part 15 : Susu pemberian calon papa
16
Part 16 : USG
17
Part 17: Kepolosan Frans
18
Part 18: Terbongkar
19
Part 19: Tanggung jawab
20
Part 20: Ikan cupang
21
Part 21: Elvio
22
part 22: Married
23
Part 23: Malam pertama
24
Part 24: Siapa?
25
Part 25: Cleo
26
Part 26: Aku tidak suka
27
Part 27: Curhatan dua suami
28
Part 28: ngidam ala calon bapak
29
Part 29: Nasi goreng buatan Elbert
30
Part 30: Keistimewaan Ravin
31
PERMISI BACA DULU SEBENTAR YAH
32
Part 31: Mateo
33
Part 32: Gangguan Frans
34
Part 33: Kenapa dia disini?
35
Part 34: lagi-lagi ulah Ravin
36
Part 35: Bawahan Daniel
37
Part 36: Konflik pasutri
38
Visual
39
Part 37: Ngidamnya kedua istri sultan
40
Part 38: Kebahagiaan Ane
41
Part 39: Kau kenal Elvio?
42
Part 40: Tentang Cleo
43
Part 41: Flashback Cleo
44
Part 42: Ravin sakit
45
Part 43: Gara-gara rujak
46
Part 44: Mencari bukti 1
47
Part 45: Hukuman Ravin
48
Part 46: Komplotan
49
Part 47: Action
50
Part 48: Frans
51
Part 49: Raffa
52
Part 50: Benda keramat
53
Part 51: Abang mungut ciapa?
54
Part 52: Raffa
55
Part 53: Sampai berapa bulan?
56
Part 54: Drama di rumah sakit
57
Part 55: Frans yang cengeng
58
Part 56: Ravin Keldil
59
Part 57: Dokter Andin
60
Part 58: Hak Frans
61
Part 59: Ada apa dengan Raffa?
62
Part 60: Hot money
63
Part 61: 9 bulan menanti
64
Part 62: Bayiku
65
Part 63: Baby twins Castillo
66
Part 64: Baby Bent
67
Part 65: Audrey
68
Part 66: Zidan dan Kirana
69
Part 67: Reunian trio cadel
70
Part 68: Black
71
Part 69: Sky
72
Part 70: wajan koleksi milik Aqila
73
Part 71: siapa yang membebaskan Daniel?
74
Part 72: Bukan Lavin
75
Part 73: menjemput Sky
76
Part 74: Perdebatan adik kakak
77
Part 75: Tentang Aurora
78
Part 76: Lavin di jahili telus
79
Part 77: Penyerangan
80
Part 78: penyekapan Frans
81
Part 79: Keterkejutan Ica
82
Part 80: Mansion di serang
83
Part 81: kerja sama
84
Part 82: keadaan Frans
85
Part 83
86
Part 84
87
Part 85

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!