Part 11 : Kecewa

Aqila sudah kembali ke apartemennya, setelah perdebatan dengan Elbert dan pria itu pulang dengan kekecewaan terhadap sang kakak.

"Maaf, maaf," begitulah lirihan Aqila.

Wanita yang memakai baju wol itu termenung, dia memeluk dirinya sendiri di ruang tengah. Raut wajahnya terlihat tak hidup seakan-akan dirinya seperti robot yang tak memiliki nyawa.

"Aku kecewa sama kakak,"

Ucapan Elbert terngiang di otaknya, dia semakin menangis dan memeluk dirinya erat.

"Aku hanya mengecewakan kalian hiks ... aku hanya mengecewakan kalian hiks," isak Aqila.

Aqila kembali teringat ucapan sang dokter tadi siang, tangannya menyentuh perutnya yang masih datar. Seketika sudut bibirnya terangkat membuat senyuman, tapi sedetik kemudian dia kembali menangis kala teringat jika dirinya hamil di luar nikah.

"Kenapa kamu datang di saat seperti ini hiks ... kamu datang di waktu yang tidak tepat hiks ...," isak Aqila.

Malam itu, Aqila tertidur dengan hanya memeluk dirinya sendiri bersaman dengan janin yang kini bersemayam di rahimnya.

Janin, calon anak dari sang King Ateez yang tak mengakui nya.

***

"Elbert ada apa denganmu? kenapa kau terlihat murung seperti itu?" tanya Amora pada sang putra yang kini bersandar di pembatas balkon kamarnya.

Elbert menoleh, dia tersenyum menatap Amora yang kini membelai rambutnya.

"Gak mom, cuma masalah kerjaan aja," ujar Elbert.

"Boong itu mommy, pacti ladi meliang dia," ujar Ravin yang baru saja masuk dengan botol susu yang setia di apitan tangannya.

Amora menatap Elbert khawatir, dia mengecek suhu anaknya karena takut sang anak meriang.

"Aduuuhh mommy ngapain sih, Ravin kok di denger," kesal Elbert.

"Kamu beneran sakit?" panik Amora

"Ih! butan cakit lahil mommy tapi cakit batin, meliang dia melindukan kacih cayang. Kacian domblo dali lahil," oceh Ravin.

Elbert menatap kesal ke arah Ravin, sedangkan Amora sudah tertawa hingga dia memegang perutnya karena sakit.

"Kau bocah nakal, kau pun sama jomblo nya!" kesal Elbert.

"Enak aja, Lavin tan punya Cia," bela Ravin.

"Sudah-sudah, ayo makan malam. Ravin segera ke kamar, kau sudah makan tadi kan. Habiskan susumu, jangan kau buang ingat!" titah Amora.

Ravin mengangguk, dia berjalan keluar sambil mengedot botol susunya. Langkahnya terhenti di ruang mainan, dia melangkahkan kaki mungilnya ke ruangan itu.

"Dali pada tidul, mending Lavin main," gumamnya.

Ravin pun memainkan legonya, dia menyusun lego tersebut dengan serius dan tak menyadari Jika seorang anak kecil perempuan tengah menatapnya kesal.

"LAVIIINNN!"

Lego yang Ravin susun sudah hancur karena terkejut, dia menoleh menatap seorang anak perempuan yang seumuran dengannya.

"Cia napa dicini?" heran Ravin.

Gracia seorang anak perempuan berusia 3 tahun yang merupakan anak angkat Alden dan Amora. Mereka mengadopsinya lantaran saat itu Cia telah kehilangan semua keluarganya di medan perang.

"Sehalusna Cia yang tanya, Lavin tenapa di cini. Tadi mommy kan culuh kita tidul, kebulu daddy pulang loh. Lavin mau di tunciin di kandang mbee lagi?" ancam Cia.

Ravin teringat kala Alden menguncinya di kanding kambing fan kambing tersebut malah mengotorinya dengan kotoran kambing yang mana membuat Ravin trauma.

"Iiihhh nggak! Lavin nda mau,"

"Yaudah! ayo tidul, tadi katana mau tidul di kamalna mommy cama daddy. Kalo Lavin nda mau tidul duga yaudah Cia tidul di kamalna kak Lola," ajak Cia.

Ravin menurut, dia kembali memasukkan dot botolnya dan menggandeng lengan Cia ke kamar orang tua mereka.

Sedangkan kini di meja makan tampak Elbert tak bersemangat, dia bingung akan berbicara mengenai Aqila seperti apa dengan sang mommy.

"El kenapa sayang? makanannya gak enak?" khawatir Amora.

ELbert menggeleng, dia menyuapkan nasi tersebut walau seperti enggan menelannya.

"Oh iya tadi kata sekretaris kamu, siang tadi kamu ke kantor Aqila buat ngajak dia makan siang?" tanya Amora di sela makan mereka.

"Iya ... tapi gak jadi, kak Aqila mendadak ada urusan," ujar Elbert.

"Ooh begitu, besok kamu samperin ke apartemennya gih. Belakangan ini perasaan mommy gak enak, kamu cek dia yah disana," pinta Amora.

Elbert mengangguk, perasaan sang mommy pada Aqila memang benar bahwa Aqila kini tak baik-baik aja. Dirinya jadi khawatir pada kakaknya itu, apa yang sedang Aqila buat saat ini?

"Adikmu sudah menikah, lalu kamu kapan El?" tanya Amora.

Lia, adiknya telah menikah dengan seorang jendral beberapa waktu lalu.

"Mom, aku tak ingin membahas itu," ujar Elbert.

"Hahaha, mommy ingin juga cucu darimu El. Umur mommy akan semakin tua kau tau?" ujar Amora.

"Iya benar, tapi ku berharap umur mommy panjang hingga mendapati cucu dan cicit mommy," ujar Elbert.

Amora tersenyum dan mengangguk, itu adalah harapan dia dan suaminya. Dirinya ingin menghadiri semua pernikahan putra-putrinya, dirinya ingin menjadi saksi pernikahan mereka.

"SAYANG! AKU PULAANG!"

Amora langsung berdiri ketika suaminya masuk kedalam ruang makan, dia memeluk suaminya begitu pula dengan Alden.

Sementara para anak-anaknya hanya menatapnya karena hal itu sudah biasa bagi mereka.

BUGH!

"Hai bro, apa masa jomblo mu sudah tuntas?" ledek Alden setelah menepuk punggung ELbert dengan keras.

"Daddy, anaknya lagi makan loh," tegur Amora.

Alden pun hanya cengengesan, dia melepas jasnya dan duduk di bangkunya. Sang istri pun dengan cekatan mengambil suaminya makan.

"Oh iya bagaimana kabar Aqila?" tanya Alden.

"Ck, setiap hari aku kerja dan disini bersama kalian. Bagaimana aku tahu kabarnya," kesal Elbert.

"Santai saja, kau bilang bukan jika kau akan mengajaknya makan siang. Ku kira kau menemuinya," ujar Alden..

Elbert hanya menggeleng, melihat hal itu Alden pun langsung fokus pada makanannya.

"Tumben duo onar udah gak ada suaranya," ujar Alden di sela makannya.

"Udah tidur, tadi aku udah suapin makan berdua sama Cia. Terus aku kasih susu dan mereka ke kamar," terang Amora.

Alden mengangguk, dia kembali melanjutkan makannya. Namun baru beberapa saat Alden kembali membuka suara yang mana membuat yang lain kesal.

"Habis ini telfon Aqila sayang, aku ingin berbicara dengannya,"

"JANGAN!" sentak Elbert.

Tanggapan Elbert membuat mereka semua menatapnya dengan bingung, bahkan kini Elbert merasa jika dirinya salah bicara.

"Apa maksudmu? kenapa kamu malah menghalangi kita untuk menelpon Aqila?" heran Amira.

"Iya abang aneh banget, biasanya juga paling seneng kalo daddy nelpon kak Aqila," ujar Laskar.

Elbert tampak gugup, dia menggaruk leher belakangnya dan mengambil gelasnya.

"Ehm ... El sudah selesai makan, kalian bisa lanjutkan," ujar Elbert.

ELbert keluar dari ruang makan dengan membawa gelasnya meninggalkan semua orang yang menatapnya bingung.

"Kenapa dia?" tanya Alden.

"Aku gak tau, tadi pulang juga udah begitu anehnya," acuh Amora.

Sedangkan Elbert, dia ke dapur untuk mengambil soda. Dirinya sangat tak tenang memikirkan Aqila apalagi dirinya sudah berbicara kasar padanya tadi.

"Kak Aqila gak berbuat nekat kan yah? kalau kak Aqila bunuh ...,".

"Gak! gak! positif thinking El, kak Qila gak mungkin setega itu apalagi darah dagingnya sendiri," tepis Elbert.

**PENCET TOMBOL LIKE !

LIKE !

LIKE !

HADIAH DAN KOMENNYA JANGAN LUPA ... 🥳🥳🥳🥳🥳.

VOTENYA JUGA LOH ... LOVE UNTUK KALIAN😘😘😘😘😘😘**

Terpopuler

Comments

flowers city

flowers city

😀😀😀😀😀🤣😄😄bocil sok tau

2024-12-07

1

Nanik Kusno

Nanik Kusno

Aqila sendirian memeluk dukanya....😭😭😭

2024-10-10

1

Leng Loy

Leng Loy

Elbert kok malah galakin Aqila, kasian tau Aqila itu korban

2024-03-20

0

lihat semua
Episodes
1 Part 1 : Pulang kembali
2 Part 2 : Menyakitkan
3 Part 3 : Ateez
4 Part 4 : Elbert
5 Part 5 : Keluarga Wesley
6 Part 6 : Kesalahan satu malam
7 Part 7 : pertukaran yang menjanjikan
8 Part 8 : Daniel
9 Part 9 : Hamil
10 Part 10 : Gugurkan!
11 Part 11 : Kecewa
12 Part 12 : Jangan lakukan itu kak!
13 Part 13 : Keanehan Frans
14 Part 14: Perkara susu
15 Part 15 : Susu pemberian calon papa
16 Part 16 : USG
17 Part 17: Kepolosan Frans
18 Part 18: Terbongkar
19 Part 19: Tanggung jawab
20 Part 20: Ikan cupang
21 Part 21: Elvio
22 part 22: Married
23 Part 23: Malam pertama
24 Part 24: Siapa?
25 Part 25: Cleo
26 Part 26: Aku tidak suka
27 Part 27: Curhatan dua suami
28 Part 28: ngidam ala calon bapak
29 Part 29: Nasi goreng buatan Elbert
30 Part 30: Keistimewaan Ravin
31 PERMISI BACA DULU SEBENTAR YAH
32 Part 31: Mateo
33 Part 32: Gangguan Frans
34 Part 33: Kenapa dia disini?
35 Part 34: lagi-lagi ulah Ravin
36 Part 35: Bawahan Daniel
37 Part 36: Konflik pasutri
38 Visual
39 Part 37: Ngidamnya kedua istri sultan
40 Part 38: Kebahagiaan Ane
41 Part 39: Kau kenal Elvio?
42 Part 40: Tentang Cleo
43 Part 41: Flashback Cleo
44 Part 42: Ravin sakit
45 Part 43: Gara-gara rujak
46 Part 44: Mencari bukti 1
47 Part 45: Hukuman Ravin
48 Part 46: Komplotan
49 Part 47: Action
50 Part 48: Frans
51 Part 49: Raffa
52 Part 50: Benda keramat
53 Part 51: Abang mungut ciapa?
54 Part 52: Raffa
55 Part 53: Sampai berapa bulan?
56 Part 54: Drama di rumah sakit
57 Part 55: Frans yang cengeng
58 Part 56: Ravin Keldil
59 Part 57: Dokter Andin
60 Part 58: Hak Frans
61 Part 59: Ada apa dengan Raffa?
62 Part 60: Hot money
63 Part 61: 9 bulan menanti
64 Part 62: Bayiku
65 Part 63: Baby twins Castillo
66 Part 64: Baby Bent
67 Part 65: Audrey
68 Part 66: Zidan dan Kirana
69 Part 67: Reunian trio cadel
70 Part 68: Black
71 Part 69: Sky
72 Part 70: wajan koleksi milik Aqila
73 Part 71: siapa yang membebaskan Daniel?
74 Part 72: Bukan Lavin
75 Part 73: menjemput Sky
76 Part 74: Perdebatan adik kakak
77 Part 75: Tentang Aurora
78 Part 76: Lavin di jahili telus
79 Part 77: Penyerangan
80 Part 78: penyekapan Frans
81 Part 79: Keterkejutan Ica
82 Part 80: Mansion di serang
83 Part 81: kerja sama
84 Part 82: keadaan Frans
85 Part 83
86 Part 84
87 Part 85
Episodes

Updated 87 Episodes

1
Part 1 : Pulang kembali
2
Part 2 : Menyakitkan
3
Part 3 : Ateez
4
Part 4 : Elbert
5
Part 5 : Keluarga Wesley
6
Part 6 : Kesalahan satu malam
7
Part 7 : pertukaran yang menjanjikan
8
Part 8 : Daniel
9
Part 9 : Hamil
10
Part 10 : Gugurkan!
11
Part 11 : Kecewa
12
Part 12 : Jangan lakukan itu kak!
13
Part 13 : Keanehan Frans
14
Part 14: Perkara susu
15
Part 15 : Susu pemberian calon papa
16
Part 16 : USG
17
Part 17: Kepolosan Frans
18
Part 18: Terbongkar
19
Part 19: Tanggung jawab
20
Part 20: Ikan cupang
21
Part 21: Elvio
22
part 22: Married
23
Part 23: Malam pertama
24
Part 24: Siapa?
25
Part 25: Cleo
26
Part 26: Aku tidak suka
27
Part 27: Curhatan dua suami
28
Part 28: ngidam ala calon bapak
29
Part 29: Nasi goreng buatan Elbert
30
Part 30: Keistimewaan Ravin
31
PERMISI BACA DULU SEBENTAR YAH
32
Part 31: Mateo
33
Part 32: Gangguan Frans
34
Part 33: Kenapa dia disini?
35
Part 34: lagi-lagi ulah Ravin
36
Part 35: Bawahan Daniel
37
Part 36: Konflik pasutri
38
Visual
39
Part 37: Ngidamnya kedua istri sultan
40
Part 38: Kebahagiaan Ane
41
Part 39: Kau kenal Elvio?
42
Part 40: Tentang Cleo
43
Part 41: Flashback Cleo
44
Part 42: Ravin sakit
45
Part 43: Gara-gara rujak
46
Part 44: Mencari bukti 1
47
Part 45: Hukuman Ravin
48
Part 46: Komplotan
49
Part 47: Action
50
Part 48: Frans
51
Part 49: Raffa
52
Part 50: Benda keramat
53
Part 51: Abang mungut ciapa?
54
Part 52: Raffa
55
Part 53: Sampai berapa bulan?
56
Part 54: Drama di rumah sakit
57
Part 55: Frans yang cengeng
58
Part 56: Ravin Keldil
59
Part 57: Dokter Andin
60
Part 58: Hak Frans
61
Part 59: Ada apa dengan Raffa?
62
Part 60: Hot money
63
Part 61: 9 bulan menanti
64
Part 62: Bayiku
65
Part 63: Baby twins Castillo
66
Part 64: Baby Bent
67
Part 65: Audrey
68
Part 66: Zidan dan Kirana
69
Part 67: Reunian trio cadel
70
Part 68: Black
71
Part 69: Sky
72
Part 70: wajan koleksi milik Aqila
73
Part 71: siapa yang membebaskan Daniel?
74
Part 72: Bukan Lavin
75
Part 73: menjemput Sky
76
Part 74: Perdebatan adik kakak
77
Part 75: Tentang Aurora
78
Part 76: Lavin di jahili telus
79
Part 77: Penyerangan
80
Part 78: penyekapan Frans
81
Part 79: Keterkejutan Ica
82
Part 80: Mansion di serang
83
Part 81: kerja sama
84
Part 82: keadaan Frans
85
Part 83
86
Part 84
87
Part 85

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!