Part 8 : Daniel

Aqila pulang ke apartemennya dengan keadaan yang berantakan, bahkan setelah masuk dirinya langsung membuang asal tasnya dan menangis tersedu-sedu di kamarnya.

Dirinya terus bergumam bahwa dirinya kotor, bahkan beberapa kali dia menggaruk tangannya karena merasa jijik dengan dirinya sendiri.

Aqila hanya lah korban, tapi dia membenci dirinya yang merasa kotor. Pria yang dulunya sangat dirinya cintai, bahkan dia selalu berharap bahwa suatu saat dia akan menikah dengan pria itu dan kini ... semua rasa untuk pria itu telah mati.

"Aku kotor hiks ... aku kotor!" isak Aqila.

Wanita itu kini memeluk dirinya sendiri, tak ada teman ataupun seseorang yang menenangkannya. Kesakitan itu dia rasakan sendiri, bahkan tak tau berapa banyak air mata yang keluar dari mata cantik nya.

Aqila pun bangkit menuju kamar mandi, dia membasuh tubuhnya dengan menggosoknya kasar.

Isakan Aqila sungguh menyayat hati, bahkan wanita itu tak henti-hentinya menggosok tubuhnya.

Aqila keluar dari dalam bathtub, dia berjalan menuju kapstok tempat handuknya. Tangan mulus nan putih itu mengambil sebuah bathrobe, dia memakainya dan berjalan menuju westafel.

"Kenapa? kenapa nasibku harus sama seperti mamah hiks ... KENAPA!" isak Aqila.

Aqila melihat pantulan dirinya, banyak sekali bercak merah yang Frans buat di dadanya. Aqila benci dirinya sendiri.

"Apa salahku? Kenapa semuanya tertimpa padaku hiks ... kenapa Frans begitu tega berbuat seperti ini dan malah menuduhku!" isak Aqila.

Tatapan Aqila terjatuh pada sebuah gunting yang berada di dekat samponya. Dengan gelap mata, Aqila mengambilnya dan mengarahkan gunting itu pada pergelangan tangannya.

Saat Aqila akan menggoreskannya, dia teringat akan ayahnya. Sang ayah hanya memiliki dirinya sang penguat satu-satunya.

Bagaimana perasaan Gio jika putrinya bunuh diri? Bagaimana jika sang ayah mengikuti hal sepertinya.

"Gak ... aku gak bodoh!" ujar Aqila dan membuang gunting itu.

Aqila menggelengkan kepalanya, dia keluar dari kamar mandi dan menuju lemari untuk mengambil pakaian nya.

Aqila pun memakai baju rumahan, dia tak ingin berangkat ke kantor hari ini. Dia sungguh lelah karena sehabis menangis.

***

Seorang pria paruh baya sedang tersenyum menatap sebuah foto yang anak buahnya kirimkan. Dia tertawa puas melihat wajah frustasi Frans yang terdapat di foto itu.

"Kau kira aku tak tau siapa wanita itu huh? terlambat ... kau terlambat membatalkan pertunaganmu karena aku telah tau siapa wanita itu untukmu,"

"Wanita itu telah hancur di tanganmu sendiri Frans, wanita yang kau jaga dariku malah hancur di tangan kekasihnya sendiri. Ah ... sungguh malang nasibmu Aqeela Lawrance,"

Pria itu adakah Daniel, dia merupakan paman Frans. Mafianya dan mafia Frans bersaing, terlebih Mafia Frans yang sangat unggul di bandingkan mafianya.

Daniel sangat ingin mafia Ateez, dia akan melakukan banyak cara agar mafia itu dia dapatkan.

"Ini akibatnya jika kau bermain-main denganku, Frans ... kau dan papahmu itu sama saja bodoh, bahkan dia rela kehilangan calon bayinya hanya demi mempertahankan Ateez," ujar Daniel.

Tok!

Tok!

Tok!

Daniel beranjak, dia membuka pintu untuk melihat siapa yang mengetuknya.

"Maaf bos, Ateez menyerang pasukan depan. Mereka telah masuk ke aula mansion," ujarnya.

Daniel mengangkat satu sudut bibirnya, dia beranjak dari sana menemui para Ateez yang berada di aula.

Sesampainya di sana, Daniel melihat Frans yang tengah melawan anak buahnya. Daniel pun bertepuk tangan agar Frans berhenti mengacau di mansionnya.

PROK!

PROK!

PROK!

"Ada apa gerangan seorang King Ateez repot-repot ke mansion black hold yang kecil ini," sindir Daniel.

Frans yang melihat Daniel langsung saja menyerang Daniel, mereka berduel sedangkan yang lain hanya menonton karena mereka belum mendapat perintah dari atasan mereka.

Bugh!

Bugh!

SREK!

Frans langsung menghentikan serangan Daniel dengan pisaunya, dia mengangkat satu sudut bibirnya ketika Daniel tak lagi berkutik sebab pisau tersebut sudah menggores sedikit lehernya.

"Waw, kau semakin lincah anak muda," puji Daniel.

"Dan kau semakin lambat pak tua," ledek Frans.

Mereka saling menatap tajam, bahkan suasana pun semakin dingin akibat aura mereka yang mencekam.

"Katakan padaku, kau yang telah menjebakku dengan wanita itu bukan?" tekan Frans.

"Wanita siapa yang kau maksud?" tanya Daniel dengan wajah di buat bingung.

"Ck, jangan mengelak! kau yang merencanakan ini semua bukan? tapi sayang sekali, wanita itu bukan yang menjadi prioritasku untuk saat ini. Kau salah mengambil tameng tuan!" ujar Frans.

Tampak Daniel sangat kesal, dia mengepalkan tangannya hingga kuku-kukunya memutih. Netranya menatap tajam Frans, apakah dirinya memang salah mengambil tameng?

"Kau?!"

SREK!

Frans kembali menarik pisaunya, dia menatap pisaunya yang terdapat luka goresan Daniel. Dia menempelkan pisau itu pada jaket yang Kenan pakai. Kebetulan pria itu ada di sebelah Frans.

"E-eh," bingung Kenan.

"Kuman," enteng Frans.

Frans kembali memasukkan pisaunya ke dalam jasnya, dia mendekati Daniel yang meringis pelan karena goresan tersebut. Padahal goresan itu seperti cakaran kucing, tapi pria itu sudah meringis.

"Dia ... aku sudah memutuskan pertunangan dengannya, karena apa? karena dia bukan tipeku, wanita yang sama seperti kebanyakan lainnya yaitu mu-ra-han. Jadi ... untuk apa kau jadikan dia tameng? jika pun dia nanti hamil, aku tak yakin jika itu anakku. Bisa saja kan dia bekerja sama denganmu, mainan mu tak jauh dari J4l4ng,"

Ucapan Frans membuat Daniel geram, Frans berhasil memancing emosi pria itu. Dia mengeluarkan pistol dari saku celananya dan mengarahkan nya pada Frans.

Anak buah Frans tak tinggal diam, mereka mengarahkan senjata mereka pada Daniel. Daniel akhirnya menurunkan senjatanya karena dirinya kalah jumlah dan kekuatan dengan pasukan Frans.

"Jika kau ingin menjatuhkan ku, gunakan cara pintar. Kau sudah tua pasti memiliki banyak pengalaman dari pada aku," ujar Frans.

"Eh iya ... aku lupa, kau kan selalu sembunyi ... bagaimana bisa memiliki banyak pengalaman hahahaha," ledek Frans dan beranjak dari hadapan Daniel.

Semua para bawahan Frans mengikuti king mereka, tinggallah Daniel dan para anak buahnya.

"ARGHH!!! KENAPA RENCANAKU SELALU GAGAL!"

Daniel kembali ke ruangannya, sepertinya dia akan melampiaskan amarahnya disana.

Sementara Frans, dia pulang dengan Kenan yang menyupirinya. Wajahnya sudah datar dan dingin kembali seperti asalnya .

"Maaf king, emang bener yah semalem king dan ...," ragu Kenan.

"Yah," singkat Frans.

Kenan menutup mulutnya dengan satu tangan, sedangkan tangan yang lain masih dirinya gunakan untuk menyetir.

"Oh my good," gumam Kenan.

"Semalam saya tidak tahu mengapa saya mabuk, memang kita meeting di bar ... tapi saya tak memesan voodka atau semacamnya yang membuat mabuk. Kau tau bukan aku telah berhenti minum semenjak ...,"

"Semenjak kau berencana untuk bertunangan bukan? bukankah kau bilang tunanganmu batal, bisa saja kau tak sadar dan meminumnya," ujar Kenan.

Frans menggeleng, dirinya sangat yakin jik adia tak minum. Tapi bisa saja ada yang mengganti minumannya sehingga dirinya mabuk dan ... bagaimana bisa dia ada di kamar hotelnya?

"Tunggu ... seingatku aku sempat terbangun di tempat tidur, hanya saja badanku sangat panas seperti ...," ujar Frans sambil memikirkan ucapan selanjutnya

"Seperti seseorang yang sangat kehausan dan ingin menuntaskan sesuatu, dan saat itu aku tak sadar jika di sampingku adalah Aqila dan kemudian ...

"Kau memperkosanya," sela Kenan.

Frans membulatkan matanya, apakah benar yang Kenan katakan? jika benar ini hanyalah murni jebakan Daniel dan Aqila tak ikut campur dengan masalahnya lalu bagaimana?

"Sebaiknya King selidiki dulu, sebelumnya kau orang yang sangat berhati-hati dalam mengambil keputusan bukan? jangan menghakimi Aqila seperti ini," usul Kenan.

**PENCET TOMBOL LIKE !

LIKE !

LIKE !

HADIAH DAN KOMENNYA JANGAN LUPA ... 🥳🥳🥳🥳🥳.

VOTENYA JUGA LOH ... LOVE UNTUK KALIAN😘😘😘😘😘

Terpopuler

Comments

Edah J

Edah J

Kenan bijak👍👍👍

2024-10-15

0

Nanik Kusno

Nanik Kusno

Frans....kau akan menyesal dengan apa yang kau tuduhkan ke Aqila....😠😠😠

2024-10-10

0

Neulis Saja

Neulis Saja

ehm next

2024-07-02

0

lihat semua
Episodes
1 Part 1 : Pulang kembali
2 Part 2 : Menyakitkan
3 Part 3 : Ateez
4 Part 4 : Elbert
5 Part 5 : Keluarga Wesley
6 Part 6 : Kesalahan satu malam
7 Part 7 : pertukaran yang menjanjikan
8 Part 8 : Daniel
9 Part 9 : Hamil
10 Part 10 : Gugurkan!
11 Part 11 : Kecewa
12 Part 12 : Jangan lakukan itu kak!
13 Part 13 : Keanehan Frans
14 Part 14: Perkara susu
15 Part 15 : Susu pemberian calon papa
16 Part 16 : USG
17 Part 17: Kepolosan Frans
18 Part 18: Terbongkar
19 Part 19: Tanggung jawab
20 Part 20: Ikan cupang
21 Part 21: Elvio
22 part 22: Married
23 Part 23: Malam pertama
24 Part 24: Siapa?
25 Part 25: Cleo
26 Part 26: Aku tidak suka
27 Part 27: Curhatan dua suami
28 Part 28: ngidam ala calon bapak
29 Part 29: Nasi goreng buatan Elbert
30 Part 30: Keistimewaan Ravin
31 PERMISI BACA DULU SEBENTAR YAH
32 Part 31: Mateo
33 Part 32: Gangguan Frans
34 Part 33: Kenapa dia disini?
35 Part 34: lagi-lagi ulah Ravin
36 Part 35: Bawahan Daniel
37 Part 36: Konflik pasutri
38 Visual
39 Part 37: Ngidamnya kedua istri sultan
40 Part 38: Kebahagiaan Ane
41 Part 39: Kau kenal Elvio?
42 Part 40: Tentang Cleo
43 Part 41: Flashback Cleo
44 Part 42: Ravin sakit
45 Part 43: Gara-gara rujak
46 Part 44: Mencari bukti 1
47 Part 45: Hukuman Ravin
48 Part 46: Komplotan
49 Part 47: Action
50 Part 48: Frans
51 Part 49: Raffa
52 Part 50: Benda keramat
53 Part 51: Abang mungut ciapa?
54 Part 52: Raffa
55 Part 53: Sampai berapa bulan?
56 Part 54: Drama di rumah sakit
57 Part 55: Frans yang cengeng
58 Part 56: Ravin Keldil
59 Part 57: Dokter Andin
60 Part 58: Hak Frans
61 Part 59: Ada apa dengan Raffa?
62 Part 60: Hot money
63 Part 61: 9 bulan menanti
64 Part 62: Bayiku
65 Part 63: Baby twins Castillo
66 Part 64: Baby Bent
67 Part 65: Audrey
68 Part 66: Zidan dan Kirana
69 Part 67: Reunian trio cadel
70 Part 68: Black
71 Part 69: Sky
72 Part 70: wajan koleksi milik Aqila
73 Part 71: siapa yang membebaskan Daniel?
74 Part 72: Bukan Lavin
75 Part 73: menjemput Sky
76 Part 74: Perdebatan adik kakak
77 Part 75: Tentang Aurora
78 Part 76: Lavin di jahili telus
79 Part 77: Penyerangan
80 Part 78: penyekapan Frans
81 Part 79: Keterkejutan Ica
82 Part 80: Mansion di serang
83 Part 81: kerja sama
84 Part 82: keadaan Frans
85 Part 83
86 Part 84
87 Part 85
Episodes

Updated 87 Episodes

1
Part 1 : Pulang kembali
2
Part 2 : Menyakitkan
3
Part 3 : Ateez
4
Part 4 : Elbert
5
Part 5 : Keluarga Wesley
6
Part 6 : Kesalahan satu malam
7
Part 7 : pertukaran yang menjanjikan
8
Part 8 : Daniel
9
Part 9 : Hamil
10
Part 10 : Gugurkan!
11
Part 11 : Kecewa
12
Part 12 : Jangan lakukan itu kak!
13
Part 13 : Keanehan Frans
14
Part 14: Perkara susu
15
Part 15 : Susu pemberian calon papa
16
Part 16 : USG
17
Part 17: Kepolosan Frans
18
Part 18: Terbongkar
19
Part 19: Tanggung jawab
20
Part 20: Ikan cupang
21
Part 21: Elvio
22
part 22: Married
23
Part 23: Malam pertama
24
Part 24: Siapa?
25
Part 25: Cleo
26
Part 26: Aku tidak suka
27
Part 27: Curhatan dua suami
28
Part 28: ngidam ala calon bapak
29
Part 29: Nasi goreng buatan Elbert
30
Part 30: Keistimewaan Ravin
31
PERMISI BACA DULU SEBENTAR YAH
32
Part 31: Mateo
33
Part 32: Gangguan Frans
34
Part 33: Kenapa dia disini?
35
Part 34: lagi-lagi ulah Ravin
36
Part 35: Bawahan Daniel
37
Part 36: Konflik pasutri
38
Visual
39
Part 37: Ngidamnya kedua istri sultan
40
Part 38: Kebahagiaan Ane
41
Part 39: Kau kenal Elvio?
42
Part 40: Tentang Cleo
43
Part 41: Flashback Cleo
44
Part 42: Ravin sakit
45
Part 43: Gara-gara rujak
46
Part 44: Mencari bukti 1
47
Part 45: Hukuman Ravin
48
Part 46: Komplotan
49
Part 47: Action
50
Part 48: Frans
51
Part 49: Raffa
52
Part 50: Benda keramat
53
Part 51: Abang mungut ciapa?
54
Part 52: Raffa
55
Part 53: Sampai berapa bulan?
56
Part 54: Drama di rumah sakit
57
Part 55: Frans yang cengeng
58
Part 56: Ravin Keldil
59
Part 57: Dokter Andin
60
Part 58: Hak Frans
61
Part 59: Ada apa dengan Raffa?
62
Part 60: Hot money
63
Part 61: 9 bulan menanti
64
Part 62: Bayiku
65
Part 63: Baby twins Castillo
66
Part 64: Baby Bent
67
Part 65: Audrey
68
Part 66: Zidan dan Kirana
69
Part 67: Reunian trio cadel
70
Part 68: Black
71
Part 69: Sky
72
Part 70: wajan koleksi milik Aqila
73
Part 71: siapa yang membebaskan Daniel?
74
Part 72: Bukan Lavin
75
Part 73: menjemput Sky
76
Part 74: Perdebatan adik kakak
77
Part 75: Tentang Aurora
78
Part 76: Lavin di jahili telus
79
Part 77: Penyerangan
80
Part 78: penyekapan Frans
81
Part 79: Keterkejutan Ica
82
Part 80: Mansion di serang
83
Part 81: kerja sama
84
Part 82: keadaan Frans
85
Part 83
86
Part 84
87
Part 85

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!