Part 14: Perkara susu

Aqila tengah keluar apartemennya, dia ingin mencari susu hamil untuk dirinya. Semenjak dirinya hamil, Aqila belum membeli susu hamil karena belum sempat.

Aqila telah sampai di supermarket, dia segera masuk dan berjalan ke rak susu.

"Susu hamil yang bagus yang mana yah." gumam Aqila sambil mengetuk dagunya.

Tatapan Aqila tertuju pada susu hamil rasa coklat, dengan senang hati dia mengambil susu kotak tersebut sampai beberapa.

"Rasa lain juga gak yah?" gumam Aqila.

Saat Aqila akan menyentuh susu dengan rasa pisang namun seseorang menyenggolnya yang mana membuat semua kotak susu yang ada di pegangannya terjatuh.

BRUGH!

Aqila menatap kotak susu tersebut, dia akan mengambilnya tapi terlebih dahulu di dahulukan oleh remaja yang menabraknya

"E-eh ... maaf-maaf, saya gak sengaja." ujarnya sambil memungut kotak tersebut.

Remaja itu kembali berdiri, dia memberikan susu kotak itu dan menatap Aqila tersebut dengan senyum manisnya.

Aqila tersentak kaget ketika melihat bahwa remaja tersebut adalah Aurora. Dia segera menerima kotak susu tersebut dan akan beranjak pergi.

"Gak papa kok, kalau begitu saya permisi," ujar Aqila dan pergi dari sana.

Aqila buru-buri ke kasir sambil sesekali melihat ke belakang. Dirinya takut Aurora mengejarnya.

"Udah bu ini aja?" tanya sang kasir.

"Iya." ujar Aqila sambil memberikan kartunya.

Setelah selesai membayar, Aqila pun langsung kembali ke apartemennya. Walau jarak antara apartemennya dan supermarket dekat tapi dirinya sudah merasa lelah mungkin akibat kehamilannya.

Aqila telah sampai di unit apartemennya, dia segera masuk dengan membawa belanjaan tersebut. Saat masuk dia langsung di sambut oleh pembantu nya yang dirinya sewa kemarin.

"Sini non belanjaannya biar bibi bawa ke dapur," ujar pembantu tersebut.

Aqila lun menyerahkan belanjaannya, dia berjalan ke arah dapur untuk mengambil minum.

"Tadi Aurora kan? apa dia ingat aku? dia curiga gak yah," lirih Aqila.

Aqila pun menepis pikirannya, dia menuangkan air di dalam gelas dan meneguknya.

"Ah, seger banget. Rasanya haus banget yah," gumam Aqila setelah minum.

"Memang non orang hamil itu pasti akan selalu merasa haus, bibi juga dulu gitu," sahut sang pembantu.

Aqila tersenyum, dia mengelus perutnya yang terlihat masih datar.

"Bi, apakah orang hamil harus minum obat penguat janin?" tanya Aqila sambil menatap maid tersebut.

"Tidak, tidak harus. Hanya saja jika saran dokter perlu ya kau harus meminumnya. Apa dokter tak memberitahumu?" tanya maid tersebut.

"Tidak, dia hanya berkata janinku sehat udah itu saja," ujar Aqila.

"Bagus itu, berarti bayi mu sehat." ucap Maid itu seraya tersenyum

Aqila mengangguk dan tersenyum, dia senang jika kandungannya sehat. BErdamai dengan keadaannya itu adalah pilihan terbaik dari pada dia tak menerimanya dan malah menyakiti nyawa yang tak bersalah.

"Yaudah bi kalau gitu saya ke kamar dulu," pamit Aqila.

Maid tersebut mengangguk, dia melihat punggung Aqila yang menjauh dari dapur. Tak lama telpon maid tersebut berdering, dia pun mengambilnya dan melihat nama yang tertera di kontak tersebut.

"Tuan?" gumamnya.

Maid tersebut mengangkatnya, "Halo tuan?"

"Hm, apa yang dia lakukan hari ini?"

"Nona pergi ke supermarket untuk belanja susu hamil, setelah itu nona pulang dan kini dia sedang istirahat di kamarnya," terang sang maid.

Tuan yang di maksud maid tersebut tampak diam, sedangkan maid itu justru bingung dengan tuannya itu.

"Merek apa yang dia beli? dan berapa harganya?"

Maid tersebut memeriksa kotak susu tersebut, dia membaca merek yang ada di kardus susu tersebut.

"Pregnantxx, harganya kisaran 89.000," ujar maid tersebut.

"Buang!" titahnya.

Maid tersebut melongo, apakah tuannya itu baru saja menyuruhnya membuang susu sang nona?

"Tapi tuan Frans kenapa harus ...,"

"BU-ANG, AKU YANG MEMBAYARMU JADI BUANG SEKARANG!" sentak Frans.

Frans dia telah membayar maid bernama Rani itu untuk mengawasi Aqila dan memantau pergerakannya entah apa yang ada di pikiran pria itu hingga berbuat seperti itu.

"Tapi tuan susu hamil bagus untuk janin," bujuk Rani.

"Ck, apa namamu itu akan meminum susu dengan harga murah? susu itu juga akan memberi nutrisi untuk anakku bukan? ayolah ... keturunan Gevonac tak bisa mendapat nutrisi dari susu murah," decak Frans.

Rani membulatkan matanya, dia menatap nanar kotak susu tersebut.

"Menurutku ini sudah harga mahal dengan berat 200 gr. Apa yang membuat tuan mengatakan murah? apa tuan ingin nona Aqila meminum susu buaya miliknya?hm" gumam maid tersebut.

"HEI KAU DENGAR AKU?!" sentak Frans.

"E-eh, dengar tuan. Baik saya akan membuangnya," ujar maid itu dengan pasrah.

Sambungan telpon pun langsung Frans matikan, sedangkan maid itu menghela nafasnya pelan dan menatap kasihan susu tersebut.

***

"Lavin! kok buahna gak di habic kan? tadikan mommy culuh kita habisin buahna!" sentak Cia sambil membawa piring buah ke hadapan Ravin yanga sik menonton.

"LAVIN DENGEL CIA GAK SIH?!" sentak Cia karena merasa Ravin tak menggubrisnya.

Cia mengambil Ipad Ravin, dia membantingnya dan menatap Ravin tajam.

"Tonge telingana huh?!" kesal Cia.

"APAAN CIH! TADI LAVIN CUDAH MAKAN, CEKALANG WAKTUNA MINUM CUCU TAPI MOMMY BELUM KACIH!" sentak Ravin.

"Ya makana buahna di makan dulu," ujar Cia dengan sabar.

Ravin tak menggubris Cia, dia beranjak meninggalkan Cia dengan tangan yang saling menggenggam di belakang tubuhnya.

"MOMMY! CUCU!" teriak Ravin sambil mencari sang mommy.

Ravin celingak celinguk, netranya menatap botol susu yang ada di meja dapur.

"Waahhh, cucu ...," gumam Ravin.

Ravin mengambil kursi, dia menaikinya dan mengambil susu tersebut.

Setelah mendapatkan apa yang dia maksud, Ravin segera keluar menuju ruang keluarga. Dengan keadaan hati gembira Ravin bersenandung.

"Halta yang paling belhalga adalah cucu mommy,"

Para bodyguard yang berjaga tertawa melihat tingkah Ravin yang begitu menggemaskan. Mereka terpesona dengan wajah tampan Ravin bak pangeran.

Langkah Ravin terhenti, dia menatap seseorang yang berdiri di hadapannya. Seketika dirinya mendongak dan menatap pria sebut.

"Om capa?" tanya Ravin.

Pria tersebut hanya menatap Ravin dengan datar, dia mensejajarkan wajahnya pada wajah Ravin dan mencubit hidung anak itu dengan keras.

"AWWWW CAKIIITTT HUAAAA!"

Teriakan Ravin mengundang Aurora, Laksar Amora dan Alden buru-buru melihat Ravin.

"Ravin kenapa sayang?" panik AMora.

Ravin menunjuk pria yang mencubitnya, seketika tatapan Amora terjatuh pada sosok pria tersebut yang tak lain adalah Erwin.

"Anak kalian sangat lucu, aku jadi gemas," ujar Erwin dengan wajah datar andalannya.

"Boleh gue beli anak lu?" tanya Erwin pada Alden yang menahan kesal.

"BELI AJA, ITUPUN KALAU LU SANGGUP RAWAT BEBAN SUSU SEPERTI DIA," kesal Alden.

Ravin merasa tersinggung, dia menatap Alden dengan tajam.

"Beban begini bica ngacilin duit dali inctaglam TAU!"

Amora tertawa geli sedangkan Alden mendengus kesal dan menatap Erwin yang hanya menatapnya datar.

#Sorry gaes telat up, banyak kerjaan banget ini baru santai🤧🤧🤧.

**PENCET TOMBOL LIKE !

LIKE !

LIKE !

HADIAH DAN KOMENNYA JANGAN LUPA ... 🥳🥳🥳🥳🥳.

VOTENYA JUGA LOH ... LOVE UNTUK KALIAN😘😘😘😘😘😘**

Terpopuler

Comments

Edah J

Edah J

Suka dengan Novelmnya kan author Ken

2024-10-15

1

Nanik Kusno

Nanik Kusno

Ravin.... gemesin....

2024-10-11

0

Leng Loy

Leng Loy

Frans udah mulai kepo

2024-03-20

1

lihat semua
Episodes
1 Part 1 : Pulang kembali
2 Part 2 : Menyakitkan
3 Part 3 : Ateez
4 Part 4 : Elbert
5 Part 5 : Keluarga Wesley
6 Part 6 : Kesalahan satu malam
7 Part 7 : pertukaran yang menjanjikan
8 Part 8 : Daniel
9 Part 9 : Hamil
10 Part 10 : Gugurkan!
11 Part 11 : Kecewa
12 Part 12 : Jangan lakukan itu kak!
13 Part 13 : Keanehan Frans
14 Part 14: Perkara susu
15 Part 15 : Susu pemberian calon papa
16 Part 16 : USG
17 Part 17: Kepolosan Frans
18 Part 18: Terbongkar
19 Part 19: Tanggung jawab
20 Part 20: Ikan cupang
21 Part 21: Elvio
22 part 22: Married
23 Part 23: Malam pertama
24 Part 24: Siapa?
25 Part 25: Cleo
26 Part 26: Aku tidak suka
27 Part 27: Curhatan dua suami
28 Part 28: ngidam ala calon bapak
29 Part 29: Nasi goreng buatan Elbert
30 Part 30: Keistimewaan Ravin
31 PERMISI BACA DULU SEBENTAR YAH
32 Part 31: Mateo
33 Part 32: Gangguan Frans
34 Part 33: Kenapa dia disini?
35 Part 34: lagi-lagi ulah Ravin
36 Part 35: Bawahan Daniel
37 Part 36: Konflik pasutri
38 Visual
39 Part 37: Ngidamnya kedua istri sultan
40 Part 38: Kebahagiaan Ane
41 Part 39: Kau kenal Elvio?
42 Part 40: Tentang Cleo
43 Part 41: Flashback Cleo
44 Part 42: Ravin sakit
45 Part 43: Gara-gara rujak
46 Part 44: Mencari bukti 1
47 Part 45: Hukuman Ravin
48 Part 46: Komplotan
49 Part 47: Action
50 Part 48: Frans
51 Part 49: Raffa
52 Part 50: Benda keramat
53 Part 51: Abang mungut ciapa?
54 Part 52: Raffa
55 Part 53: Sampai berapa bulan?
56 Part 54: Drama di rumah sakit
57 Part 55: Frans yang cengeng
58 Part 56: Ravin Keldil
59 Part 57: Dokter Andin
60 Part 58: Hak Frans
61 Part 59: Ada apa dengan Raffa?
62 Part 60: Hot money
63 Part 61: 9 bulan menanti
64 Part 62: Bayiku
65 Part 63: Baby twins Castillo
66 Part 64: Baby Bent
67 Part 65: Audrey
68 Part 66: Zidan dan Kirana
69 Part 67: Reunian trio cadel
70 Part 68: Black
71 Part 69: Sky
72 Part 70: wajan koleksi milik Aqila
73 Part 71: siapa yang membebaskan Daniel?
74 Part 72: Bukan Lavin
75 Part 73: menjemput Sky
76 Part 74: Perdebatan adik kakak
77 Part 75: Tentang Aurora
78 Part 76: Lavin di jahili telus
79 Part 77: Penyerangan
80 Part 78: penyekapan Frans
81 Part 79: Keterkejutan Ica
82 Part 80: Mansion di serang
83 Part 81: kerja sama
84 Part 82: keadaan Frans
85 Part 83
86 Part 84
87 Part 85
Episodes

Updated 87 Episodes

1
Part 1 : Pulang kembali
2
Part 2 : Menyakitkan
3
Part 3 : Ateez
4
Part 4 : Elbert
5
Part 5 : Keluarga Wesley
6
Part 6 : Kesalahan satu malam
7
Part 7 : pertukaran yang menjanjikan
8
Part 8 : Daniel
9
Part 9 : Hamil
10
Part 10 : Gugurkan!
11
Part 11 : Kecewa
12
Part 12 : Jangan lakukan itu kak!
13
Part 13 : Keanehan Frans
14
Part 14: Perkara susu
15
Part 15 : Susu pemberian calon papa
16
Part 16 : USG
17
Part 17: Kepolosan Frans
18
Part 18: Terbongkar
19
Part 19: Tanggung jawab
20
Part 20: Ikan cupang
21
Part 21: Elvio
22
part 22: Married
23
Part 23: Malam pertama
24
Part 24: Siapa?
25
Part 25: Cleo
26
Part 26: Aku tidak suka
27
Part 27: Curhatan dua suami
28
Part 28: ngidam ala calon bapak
29
Part 29: Nasi goreng buatan Elbert
30
Part 30: Keistimewaan Ravin
31
PERMISI BACA DULU SEBENTAR YAH
32
Part 31: Mateo
33
Part 32: Gangguan Frans
34
Part 33: Kenapa dia disini?
35
Part 34: lagi-lagi ulah Ravin
36
Part 35: Bawahan Daniel
37
Part 36: Konflik pasutri
38
Visual
39
Part 37: Ngidamnya kedua istri sultan
40
Part 38: Kebahagiaan Ane
41
Part 39: Kau kenal Elvio?
42
Part 40: Tentang Cleo
43
Part 41: Flashback Cleo
44
Part 42: Ravin sakit
45
Part 43: Gara-gara rujak
46
Part 44: Mencari bukti 1
47
Part 45: Hukuman Ravin
48
Part 46: Komplotan
49
Part 47: Action
50
Part 48: Frans
51
Part 49: Raffa
52
Part 50: Benda keramat
53
Part 51: Abang mungut ciapa?
54
Part 52: Raffa
55
Part 53: Sampai berapa bulan?
56
Part 54: Drama di rumah sakit
57
Part 55: Frans yang cengeng
58
Part 56: Ravin Keldil
59
Part 57: Dokter Andin
60
Part 58: Hak Frans
61
Part 59: Ada apa dengan Raffa?
62
Part 60: Hot money
63
Part 61: 9 bulan menanti
64
Part 62: Bayiku
65
Part 63: Baby twins Castillo
66
Part 64: Baby Bent
67
Part 65: Audrey
68
Part 66: Zidan dan Kirana
69
Part 67: Reunian trio cadel
70
Part 68: Black
71
Part 69: Sky
72
Part 70: wajan koleksi milik Aqila
73
Part 71: siapa yang membebaskan Daniel?
74
Part 72: Bukan Lavin
75
Part 73: menjemput Sky
76
Part 74: Perdebatan adik kakak
77
Part 75: Tentang Aurora
78
Part 76: Lavin di jahili telus
79
Part 77: Penyerangan
80
Part 78: penyekapan Frans
81
Part 79: Keterkejutan Ica
82
Part 80: Mansion di serang
83
Part 81: kerja sama
84
Part 82: keadaan Frans
85
Part 83
86
Part 84
87
Part 85

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!