"King," panggil Kenan pada Frans yang sedang sibuk melihat para mafioso yang sedang latihan.
Frans tak menyaut, dia hanya menoleh menatap Frans sambil menaikkan satu alisnya.
"Hm ... tadi Aqila menghubungiku, dia menanyakan tentang anda," ujar Kenan.
"Benarkah?" ragu Frans.
Kenan mengangguk, dia mendekati Frans dan berdiri di sebelahnya.
"Dari nadanya dia sangat ingin kau kembali padanya, apakah kau tak bisa melupakan masa lalu Aqila? lagi pula Aqila hanyalah korban, dia juga merupakan perempuan baik-baik. Kau juga telah menemukan bukti bukan jika Aqila tak ada sangkut pautnya dengan Daniel," ucap Kenan.
"Tapi dia telah mengkhianatiku," sinis Frans.
Kenan mengerutkan keningnya, dia menatap Frans tak percaya.
"Kau tau bukan? Aqila telah lama menyukainya dan mana mungkin dia mengkhianatimu. Bahkan jika dirinya di ajak bicara pria mana pun, dia akan diam dan memandangnya sinis,"
"Tapi kenyataannya seperti itu!" jengah Frans.
"Okay, kenyataan apa yang anda maksud. Adakah alasan yang kuat membuat anda menuduhnya seperti itu?" geram Kenan.
"Ada, kehamilannya. Kehamilannya memasuki usia 1 bulan, aku dan dia melakukannya saat 2 minggu lalu. Apa kau tak berpikir mengapa bisa seperti itu huh?" kesal Frans.
Kenan tampak terdiam, Frans pun tersenyum remeh memandang Kenan yang tak berkutik sama sekali.
"Sudah ku duga kau akan ...,"
"BO-DOH!" sela Kenan.
Frans membulatkan matanya, dia menatap Kenan tak percaya. Apakah kenan baru saja mengatai dirinya bodoh? hei! dia ini seorang King, kau tau?
"KAU! AKU INI KING ATEEZ, APA KAU LUPA HAH?!" sentak Frans.
Bukannya takut, kenan malah tertawa kencang sehingga timbul pertanyaan bawahannya Frans yang berjaga dan jangan lupakan Frans yang melongo.
"Aku tak lupa jika kau King bodoh karena terjebak dengan rencana paman mu itu," ujar Kenan dan akan beranjak dari hadapan Frans.
"Apa maksudmu?" sentak Frans.
Langkah Kenan terhenti, dia membalikkan badannya dan menatap Frans yang kini tengah menatapnya bingung.
"Kandungan Aqila satu bulan ... apa kau tak tahu jika usia kandungan itu di hitung dari tanggal menstruasi terakhir. Dulu aku pernah mengantar kakakku periksa kandungan, dan dokter mengatakan hal tersebut. Makanya aku katakan, kau bodoh," ujar Kenan dan beranjak pergi dari sana.
Sedangkan Frans, pria itu merenungi kesalahannya.
"Benarkah? apa hitungannya seperti itu? apa aku salah?" lirih Frans.
***
Ternyata setelah kejadian tadi Frans langsung memerintahkan Kenan untuk menyiapkan jet pribadinya. Kenan pun hanya pasrah sebab baru kemarin sore mereka kesini dan sekarang mereka harus kembali.
"Kau hubungi beberapa mafioso untuk memantau Aqila." ujar Frans sambil memainkan Ipadnya.
Kenan mengangguk, dia segera mengubungi para bawahannya untuk memantau Aqila.
Tak berselang kama, Frans dan Kenan pun naik ke jet mereka. Jet tersebut berangkat menuju negara asal mereka, dan kini kedua pria itu tertidur dengan damai.
Beberapa saat kemudian, Frans terbangun. Perutnya sangat bergejolak serasa ingin memuntahkan sesuatu.
Dia pun bangkit dari duduknya dan berjalan ke kamar mandi, walau sempat oleng anggota nya yang berjaga segera membantunya.
"HWEK! HWEK!"
Tangan Frans menahan tubuhnya, dia berpegangan pada pinggiran westafel karena dirinya tak mampu menopang berat tubuhnya.
"Kenapa King? apa perlu kita mendarat dulu?" panik Kenan sepertinya pria itu terbangun akibat suara mual Frans.
"Tidak ... ini mungkin hanya masuk angin saja, sejak kemarin aku belum makan," lirih Frans.
Kenan meminta minyak kayu putih pada anggotanya yang ada di dekatnya. Segera anggotanya itu membawa minyak kayu putih untuk kingnya tersebut.
"Lu mau ngapain?" sinis Frans.
"Ya mau ngolesin biar anginnya keluar," bingung Kenan.
"GAK GUE GAK MAU, GAK ENAK BAUNYA!" sentak Frans.
Kenan melongo, dia memberikan minyak kayu putih tersebut kembali pada anggotanya.
"Santai aja kali King, gak usah ngegas juga," gumam Kenan.
"Udah ngedumelnya mending kamu cariin saya minyak telon." ujar Frans sambil memegang perutnya.
"Hah? minyak telon? emangnya King kira saya punya anak apa pake segala punya minyak telon," kesal Kenan.
"CARIIN MAKANYA! PAKEK NANYA LAGI!" bentak Frans.
"AH ELAH EMANGNYA SITU KIRA DI LANGIT ADA SUPERMARKET HUH? JANGANKAN SUPERMARKET WARUNG BENSIN AJA KAGAK ADA DISINI KIIIINNGG!" kesal Kenan dengan nafas memburu.
Frans menatap Kenan bingung, dia keluar dari kamar mandi dengan perlahan. Dirinya mendekati jendela dan kelakuannya tersebut tak lepas dari para anggotanya dan juga Kenan.
"Ngapain?" bingung Kenan.
"Cari warung, siapa tau ada," ujar Frans.
Ingin rasanya Kenan melompat sekarang juga dari jet ini, dirinya tak mengerti mengapa Frans menjadi seperti ini bahkan para anggota mafioso pun dibuat bingung akibat ulahnya.
"Mau sampe lebaran gajah juga gak ada King,," gerutu Kenan.
"Kenapa sih kamu sewot terus, kan saya cuma nyari kalau gak ada ya udah selesaikan?!" kesal Frans.
Kenan mencak-mencak kesal, bahkan kini dirinya lupa jika mereka ada di jet. Yang lain pun memperingati Kenan agar diam dan kembali duduk.
"Terserah dah, terserah. Lama-lama gue punya riwayat emosi kronis juga ini mah." gerutu Kenan sambil berjalan ke bangkunya.
"Eh tolong dong, disini ada pelayannya kan yah. Bikinin saya teh, dingin yah tapi pake air panas," ujar Frans pada seorang wanita yang melayani di jet tersebut.
Wanita tersebut pun tampak bingung, dirinya melihat ke arah teman lainnya.
"Gimana maksudnya" bingungnya.
"Gak tau coba dulu aja teh dingin di panasin mau gak," ujar yang lain.
Akhirnya mereka berdua menurutinya dan membuatkan untuk Frans. Sedangkan pria itu kini sudah duduk kembali di hadapan Kenan yang sedang memijat pelipisnya.
"Kenapa kamu?" heran Frans.
"Gak, saya yakin ini doanya orang tersakiti untuk anda," ujar Kenan.
"Maksudnya?" bingung Frans.
"Ck, anda telah menyakiti Aqila. Bisa saja dia berdoa dan mengatakan bahwa semua ngidam mual dan penderitaan hamilnya berpindah pada anda," terang Kenan.
Kenan pun beranjak untuk ke kamar mandi meninggalkan Frans yang melotot kaget.
Frans terkejut, benarkah apa yang di ucapkan Kenan bahwa dirinya mengidam dan mual karena Aqila yang hamil? tapi bagaimana bisa?
"Aku ... aku harus ke rumah sakit, apa mungkin bayinya juga akan pindah kepadaku?" gumam Frans sambil menatap perut sixpack nya yang berbalut kemeja.
"Oh no, aku tidak mau. Tidak, perut ku akan menjadi bulat dan tidak lagi kotak. Bagaimana jika Aqila yang pergi meninggalkan ku dan anak kami?" gumam Frans.
Gumaman Frans terdengar oleh Kenan, bahkan kini dirinya sedang menahan tawanya akibat mendengar ucapan Kingnya itu.
"Kenapa kau disitu?" heran Frans yang menyadari kehadiran Kenan.
Kenan pun tampak kembali normal, dia berjalan mendekati Frans dan membisikkan sesuatu.
"Tidak, teh mu sudah jadi. Mereka akan membawakannya kesini," ujar Kenan.
Tak lama teh pesanan Frans datang, dia segera mengambilnya dan menatap teh itu tanpa berniat meminumnya.
"Ada apa? apa tak sesuai?" heran Kenan.
Frans menaikkan bahunya acuh, dia mengembalikan cangkir itu pada nampan yang pelayan jet itu bawa.
"Kenapa kau kembalikan?" kaget Kenan.
"Memangnya aku harus apa? aku hanya ingin melihatnya itu saja," ujar Frans.
Kenan menjatuhkan rahangnya, dia sudah tak mengerti lagi mengapa Kingnya bisa jadi seperti ini.
"Tadi kan saya hanya minta di buatkan teh, bukan berarti harus meminumnya kan?" enteng Frans.
Kenan rasanya akan turun dari jet sekarang juga, sudah cukup dirinya lelah menghadapi sifat bosnya ini.
"Aqila, ku harap kau tak lahiran cepat jika nantinya kau dan pria ini menikah," batin Kenan meratapi nasib Aqila nanti.
**PENCET TOMBOL LIKE !
LIKE !
LIKE !
KOMENNYA JANGAN LUPA ... 🥳🥳🥳🥳🥳.
VOTENYA JUGA LOH ... LOVE UNTUK KALIAN😘😘😘😘😘😘**
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 87 Episodes
Comments
Ririn
mknya tanya ke dokter kandungan
2024-12-08
0
Icha Arlita
sabar kenan sabar iku karma buat Frans 🤣🤣🤣🤣
2024-11-21
0
𝙵𝚑𝚊𝚗𝚒𝚊 🦂🦂 🦂
gubraaaak... ya salaaaam.. nggak gitu konsepnya Kiiiiiiing😂😂😂😃
2024-12-10
1