Part 13 : Keanehan Frans

"King," panggil Kenan pada Frans yang sedang sibuk melihat para mafioso yang sedang latihan.

Frans tak menyaut, dia hanya menoleh menatap Frans sambil menaikkan satu alisnya.

"Hm ... tadi Aqila menghubungiku, dia menanyakan tentang anda," ujar Kenan.

"Benarkah?" ragu Frans.

Kenan mengangguk, dia mendekati Frans dan berdiri di sebelahnya.

"Dari nadanya dia sangat ingin kau kembali padanya, apakah kau tak bisa melupakan masa lalu Aqila? lagi pula Aqila hanyalah korban, dia juga merupakan perempuan baik-baik. Kau juga telah menemukan bukti bukan jika Aqila tak ada sangkut pautnya dengan Daniel," ucap Kenan.

"Tapi dia telah mengkhianatiku," sinis Frans.

Kenan mengerutkan keningnya, dia menatap Frans tak percaya.

"Kau tau bukan? Aqila telah lama menyukainya dan mana mungkin dia mengkhianatimu. Bahkan jika dirinya di ajak bicara pria mana pun, dia akan diam dan memandangnya sinis,"

"Tapi kenyataannya seperti itu!" jengah Frans.

"Okay, kenyataan apa yang anda maksud. Adakah alasan yang kuat membuat anda menuduhnya seperti itu?" geram Kenan.

"Ada, kehamilannya. Kehamilannya memasuki usia 1 bulan, aku dan dia melakukannya saat 2 minggu lalu. Apa kau tak berpikir mengapa bisa seperti itu huh?" kesal Frans.

Kenan tampak terdiam, Frans pun tersenyum remeh memandang Kenan yang tak berkutik sama sekali.

"Sudah ku duga kau akan ...,"

"BO-DOH!" sela Kenan.

Frans membulatkan matanya, dia menatap Kenan tak percaya. Apakah kenan baru saja mengatai dirinya bodoh? hei! dia ini seorang King, kau tau?

"KAU! AKU INI KING ATEEZ, APA KAU LUPA HAH?!" sentak Frans.

Bukannya takut, kenan malah tertawa kencang sehingga timbul pertanyaan bawahannya Frans yang berjaga dan jangan lupakan Frans yang melongo.

"Aku tak lupa jika kau King bodoh karena terjebak dengan rencana paman mu itu," ujar Kenan dan akan beranjak dari hadapan Frans.

"Apa maksudmu?" sentak Frans.

Langkah Kenan terhenti, dia membalikkan badannya dan menatap Frans yang kini tengah menatapnya bingung.

"Kandungan Aqila satu bulan ... apa kau tak tahu jika usia kandungan itu di hitung dari tanggal menstruasi terakhir. Dulu aku pernah mengantar kakakku periksa kandungan, dan dokter mengatakan hal tersebut. Makanya aku katakan, kau bodoh," ujar Kenan dan beranjak pergi dari sana.

Sedangkan Frans, pria itu merenungi kesalahannya.

"Benarkah? apa hitungannya seperti itu? apa aku salah?" lirih Frans.

***

Ternyata setelah kejadian tadi Frans langsung memerintahkan Kenan untuk menyiapkan jet pribadinya. Kenan pun hanya pasrah sebab baru kemarin sore mereka kesini dan sekarang mereka harus kembali.

"Kau hubungi beberapa mafioso untuk memantau Aqila." ujar Frans sambil memainkan Ipadnya.

Kenan mengangguk, dia segera mengubungi para bawahannya untuk memantau Aqila.

Tak berselang kama, Frans dan Kenan pun naik ke jet mereka. Jet tersebut berangkat menuju negara asal mereka, dan kini kedua pria itu tertidur dengan damai.

Beberapa saat kemudian, Frans terbangun. Perutnya sangat bergejolak serasa ingin memuntahkan sesuatu.

Dia pun bangkit dari duduknya dan berjalan ke kamar mandi, walau sempat oleng anggota nya yang berjaga segera membantunya.

"HWEK! HWEK!"

Tangan Frans menahan tubuhnya, dia berpegangan pada pinggiran westafel karena dirinya tak mampu menopang berat tubuhnya.

"Kenapa King? apa perlu kita mendarat dulu?" panik Kenan sepertinya pria itu terbangun akibat suara mual Frans.

"Tidak ... ini mungkin hanya masuk angin saja, sejak kemarin aku belum makan," lirih Frans.

Kenan meminta minyak kayu putih pada anggotanya yang ada di dekatnya. Segera anggotanya itu membawa minyak kayu putih untuk kingnya tersebut.

"Lu mau ngapain?" sinis Frans.

"Ya mau ngolesin biar anginnya keluar," bingung Kenan.

"GAK GUE GAK MAU, GAK ENAK BAUNYA!" sentak Frans.

Kenan melongo, dia memberikan minyak kayu putih tersebut kembali pada anggotanya.

"Santai aja kali King, gak usah ngegas juga," gumam Kenan.

"Udah ngedumelnya mending kamu cariin saya minyak telon." ujar Frans sambil memegang perutnya.

"Hah? minyak telon? emangnya King kira saya punya anak apa pake segala punya minyak telon," kesal Kenan.

"CARIIN MAKANYA! PAKEK NANYA LAGI!" bentak Frans.

"AH ELAH EMANGNYA SITU KIRA DI LANGIT ADA SUPERMARKET HUH? JANGANKAN SUPERMARKET WARUNG BENSIN AJA KAGAK ADA DISINI KIIIINNGG!" kesal Kenan dengan nafas memburu.

Frans menatap Kenan bingung, dia keluar dari kamar mandi dengan perlahan. Dirinya mendekati jendela dan kelakuannya tersebut tak lepas dari para anggotanya dan juga Kenan.

"Ngapain?" bingung Kenan.

"Cari warung, siapa tau ada," ujar Frans.

Ingin rasanya Kenan melompat sekarang juga dari jet ini, dirinya tak mengerti mengapa Frans menjadi seperti ini bahkan para anggota mafioso pun dibuat bingung akibat ulahnya.

"Mau sampe lebaran gajah juga gak ada King,," gerutu Kenan.

"Kenapa sih kamu sewot terus, kan saya cuma nyari kalau gak ada ya udah selesaikan?!" kesal Frans.

Kenan mencak-mencak kesal, bahkan kini dirinya lupa jika mereka ada di jet. Yang lain pun memperingati Kenan agar diam dan kembali duduk.

"Terserah dah, terserah. Lama-lama gue punya riwayat emosi kronis juga ini mah." gerutu Kenan sambil berjalan ke bangkunya.

"Eh tolong dong, disini ada pelayannya kan yah. Bikinin saya teh, dingin yah tapi pake air panas," ujar Frans pada seorang wanita yang melayani di jet tersebut.

Wanita tersebut pun tampak bingung, dirinya melihat ke arah teman lainnya.

"Gimana maksudnya" bingungnya.

"Gak tau coba dulu aja teh dingin di panasin mau gak," ujar yang lain.

Akhirnya mereka berdua menurutinya dan membuatkan untuk Frans. Sedangkan pria itu kini sudah duduk kembali di hadapan Kenan yang sedang memijat pelipisnya.

"Kenapa kamu?" heran Frans.

"Gak, saya yakin ini doanya orang tersakiti untuk anda," ujar Kenan.

"Maksudnya?" bingung Frans.

"Ck, anda telah menyakiti Aqila. Bisa saja dia berdoa dan mengatakan bahwa semua ngidam mual dan penderitaan hamilnya berpindah pada anda," terang Kenan.

Kenan pun beranjak untuk ke kamar mandi meninggalkan Frans yang melotot kaget.

Frans terkejut, benarkah apa yang di ucapkan Kenan bahwa dirinya mengidam dan mual karena Aqila yang hamil? tapi bagaimana bisa?

"Aku ... aku harus ke rumah sakit, apa mungkin bayinya juga akan pindah kepadaku?" gumam Frans sambil menatap perut sixpack nya yang berbalut kemeja.

"Oh no, aku tidak mau. Tidak, perut ku akan menjadi bulat dan tidak lagi kotak. Bagaimana jika Aqila yang pergi meninggalkan ku dan anak kami?" gumam Frans.

Gumaman Frans terdengar oleh Kenan, bahkan kini dirinya sedang menahan tawanya akibat mendengar ucapan Kingnya itu.

"Kenapa kau disitu?" heran Frans yang menyadari kehadiran Kenan.

Kenan pun tampak kembali normal, dia berjalan mendekati Frans dan membisikkan sesuatu.

"Tidak, teh mu sudah jadi. Mereka akan membawakannya kesini," ujar Kenan.

Tak lama teh pesanan Frans datang, dia segera mengambilnya dan menatap teh itu tanpa berniat meminumnya.

"Ada apa? apa tak sesuai?" heran Kenan.

Frans menaikkan bahunya acuh, dia mengembalikan cangkir itu pada nampan yang pelayan jet itu bawa.

"Kenapa kau kembalikan?" kaget Kenan.

"Memangnya aku harus apa? aku hanya ingin melihatnya itu saja," ujar Frans.

Kenan menjatuhkan rahangnya, dia sudah tak mengerti lagi mengapa Kingnya bisa jadi seperti ini.

"Tadi kan saya hanya minta di buatkan teh, bukan berarti harus meminumnya kan?" enteng Frans.

Kenan rasanya akan turun dari jet sekarang juga, sudah cukup dirinya lelah menghadapi sifat bosnya ini.

"Aqila, ku harap kau tak lahiran cepat jika nantinya kau dan pria ini menikah," batin Kenan meratapi nasib Aqila nanti.

**PENCET TOMBOL LIKE !

LIKE !

LIKE !

KOMENNYA JANGAN LUPA ... 🥳🥳🥳🥳🥳.

VOTENYA JUGA LOH ... LOVE UNTUK KALIAN😘😘😘😘😘😘**

Terpopuler

Comments

Ririn

Ririn

mknya tanya ke dokter kandungan

2024-12-08

0

Icha Arlita

Icha Arlita

sabar kenan sabar iku karma buat Frans 🤣🤣🤣🤣

2024-11-21

0

𝙵𝚑𝚊𝚗𝚒𝚊 🦂🦂 🦂

𝙵𝚑𝚊𝚗𝚒𝚊 🦂🦂 🦂

gubraaaak... ya salaaaam.. nggak gitu konsepnya Kiiiiiiing😂😂😂😃

2024-12-10

1

lihat semua
Episodes
1 Part 1 : Pulang kembali
2 Part 2 : Menyakitkan
3 Part 3 : Ateez
4 Part 4 : Elbert
5 Part 5 : Keluarga Wesley
6 Part 6 : Kesalahan satu malam
7 Part 7 : pertukaran yang menjanjikan
8 Part 8 : Daniel
9 Part 9 : Hamil
10 Part 10 : Gugurkan!
11 Part 11 : Kecewa
12 Part 12 : Jangan lakukan itu kak!
13 Part 13 : Keanehan Frans
14 Part 14: Perkara susu
15 Part 15 : Susu pemberian calon papa
16 Part 16 : USG
17 Part 17: Kepolosan Frans
18 Part 18: Terbongkar
19 Part 19: Tanggung jawab
20 Part 20: Ikan cupang
21 Part 21: Elvio
22 part 22: Married
23 Part 23: Malam pertama
24 Part 24: Siapa?
25 Part 25: Cleo
26 Part 26: Aku tidak suka
27 Part 27: Curhatan dua suami
28 Part 28: ngidam ala calon bapak
29 Part 29: Nasi goreng buatan Elbert
30 Part 30: Keistimewaan Ravin
31 PERMISI BACA DULU SEBENTAR YAH
32 Part 31: Mateo
33 Part 32: Gangguan Frans
34 Part 33: Kenapa dia disini?
35 Part 34: lagi-lagi ulah Ravin
36 Part 35: Bawahan Daniel
37 Part 36: Konflik pasutri
38 Visual
39 Part 37: Ngidamnya kedua istri sultan
40 Part 38: Kebahagiaan Ane
41 Part 39: Kau kenal Elvio?
42 Part 40: Tentang Cleo
43 Part 41: Flashback Cleo
44 Part 42: Ravin sakit
45 Part 43: Gara-gara rujak
46 Part 44: Mencari bukti 1
47 Part 45: Hukuman Ravin
48 Part 46: Komplotan
49 Part 47: Action
50 Part 48: Frans
51 Part 49: Raffa
52 Part 50: Benda keramat
53 Part 51: Abang mungut ciapa?
54 Part 52: Raffa
55 Part 53: Sampai berapa bulan?
56 Part 54: Drama di rumah sakit
57 Part 55: Frans yang cengeng
58 Part 56: Ravin Keldil
59 Part 57: Dokter Andin
60 Part 58: Hak Frans
61 Part 59: Ada apa dengan Raffa?
62 Part 60: Hot money
63 Part 61: 9 bulan menanti
64 Part 62: Bayiku
65 Part 63: Baby twins Castillo
66 Part 64: Baby Bent
67 Part 65: Audrey
68 Part 66: Zidan dan Kirana
69 Part 67: Reunian trio cadel
70 Part 68: Black
71 Part 69: Sky
72 Part 70: wajan koleksi milik Aqila
73 Part 71: siapa yang membebaskan Daniel?
74 Part 72: Bukan Lavin
75 Part 73: menjemput Sky
76 Part 74: Perdebatan adik kakak
77 Part 75: Tentang Aurora
78 Part 76: Lavin di jahili telus
79 Part 77: Penyerangan
80 Part 78: penyekapan Frans
81 Part 79: Keterkejutan Ica
82 Part 80: Mansion di serang
83 Part 81: kerja sama
84 Part 82: keadaan Frans
85 Part 83
86 Part 84
87 Part 85
Episodes

Updated 87 Episodes

1
Part 1 : Pulang kembali
2
Part 2 : Menyakitkan
3
Part 3 : Ateez
4
Part 4 : Elbert
5
Part 5 : Keluarga Wesley
6
Part 6 : Kesalahan satu malam
7
Part 7 : pertukaran yang menjanjikan
8
Part 8 : Daniel
9
Part 9 : Hamil
10
Part 10 : Gugurkan!
11
Part 11 : Kecewa
12
Part 12 : Jangan lakukan itu kak!
13
Part 13 : Keanehan Frans
14
Part 14: Perkara susu
15
Part 15 : Susu pemberian calon papa
16
Part 16 : USG
17
Part 17: Kepolosan Frans
18
Part 18: Terbongkar
19
Part 19: Tanggung jawab
20
Part 20: Ikan cupang
21
Part 21: Elvio
22
part 22: Married
23
Part 23: Malam pertama
24
Part 24: Siapa?
25
Part 25: Cleo
26
Part 26: Aku tidak suka
27
Part 27: Curhatan dua suami
28
Part 28: ngidam ala calon bapak
29
Part 29: Nasi goreng buatan Elbert
30
Part 30: Keistimewaan Ravin
31
PERMISI BACA DULU SEBENTAR YAH
32
Part 31: Mateo
33
Part 32: Gangguan Frans
34
Part 33: Kenapa dia disini?
35
Part 34: lagi-lagi ulah Ravin
36
Part 35: Bawahan Daniel
37
Part 36: Konflik pasutri
38
Visual
39
Part 37: Ngidamnya kedua istri sultan
40
Part 38: Kebahagiaan Ane
41
Part 39: Kau kenal Elvio?
42
Part 40: Tentang Cleo
43
Part 41: Flashback Cleo
44
Part 42: Ravin sakit
45
Part 43: Gara-gara rujak
46
Part 44: Mencari bukti 1
47
Part 45: Hukuman Ravin
48
Part 46: Komplotan
49
Part 47: Action
50
Part 48: Frans
51
Part 49: Raffa
52
Part 50: Benda keramat
53
Part 51: Abang mungut ciapa?
54
Part 52: Raffa
55
Part 53: Sampai berapa bulan?
56
Part 54: Drama di rumah sakit
57
Part 55: Frans yang cengeng
58
Part 56: Ravin Keldil
59
Part 57: Dokter Andin
60
Part 58: Hak Frans
61
Part 59: Ada apa dengan Raffa?
62
Part 60: Hot money
63
Part 61: 9 bulan menanti
64
Part 62: Bayiku
65
Part 63: Baby twins Castillo
66
Part 64: Baby Bent
67
Part 65: Audrey
68
Part 66: Zidan dan Kirana
69
Part 67: Reunian trio cadel
70
Part 68: Black
71
Part 69: Sky
72
Part 70: wajan koleksi milik Aqila
73
Part 71: siapa yang membebaskan Daniel?
74
Part 72: Bukan Lavin
75
Part 73: menjemput Sky
76
Part 74: Perdebatan adik kakak
77
Part 75: Tentang Aurora
78
Part 76: Lavin di jahili telus
79
Part 77: Penyerangan
80
Part 78: penyekapan Frans
81
Part 79: Keterkejutan Ica
82
Part 80: Mansion di serang
83
Part 81: kerja sama
84
Part 82: keadaan Frans
85
Part 83
86
Part 84
87
Part 85

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!