Part 4 : Elbert

Pagi ini Aqila akan berangkat menuju perusahaan Alden, dirinya memang menjadi direktur di perusahaan DE group.

"Syifa, kau sudah menghubungi perusahaan cabang wesley bukan kalau kita akan kesana?" tanya Aqila pada asistennya yang ada di sebelahnya.

"Sudah bu, mereka berkata jika semuanya sudah siap," ujarnya.

Aqila mengangguk, dia membuka ponselnya dan mengetikkan sesuatu pada sang ayah. Sementara mobil mereka kini sudah sampai di depan perusahaan Wesley.

"Sudah sampai nyonya," ujar sang supir.

Aqila mengangguk, dia keluar bersamaan dengan sekretarisnya. Aqila memakai kaca matanya, dia masuk dengan diikuti oleh asistennya itu.

"Selamat pagi, ada yang bisa kami bantu?" tanya wanita resepsionis.

Aqila membuka kaca matanya, dia mendekati meja resepsionis dan menatapnya dengan senyum ramah.

"Selamat pagi, apa tuan Elbert sudah datang?" tanya Aqila.

"Belum, mungkin sebentar lagi beliau akan datang. Apa ibu sudah memiliki janji sebelumnya?" tanya anita tersebut.

"Sudah, saya perwakilan dari perusahaan DE Group. Kami akan meeting sekitar jam 08.00 nanti," terang Aqila.

Wanita resepsianis itu melihat jadwal, dia mengangguk dan menatap Aqila dengan senyum.

"Baik, silahkan anda langsung naik ke lantai 3. Nanti disana ada meja sekretaris anda bisa memintanya untuk mengantar anda ke ruang meeting," ujarnya.

"Terima kasih," ujar Aqila.

Aqila kembali memakai kaca matanya, dia berjalan menuju lift bersama sekretarisnya. Lift pun membawa mereka ke lantai tiga sesuai yang resepsionis itu katakan.

Tring!

Pintu lift terbuka, segera Aqila keluar dengan asistennya yang mengikutinya.

"Maaf, ruang meeting diaman yah?" tanya Aqila di depan meja sekretaris

Pria yang sedang mengetik sesuatu segera mendongak, dia berdiri dan dengan sopan menunjuk ruangan Elbert.

"Silahkan sebelah sana nyonya," ujarnya.

"Terima kasih," ujar Aqila

Aqila pun oergi menuju ruang meeting, dengan perlahan dia membuka pintu tersebut.

Ruangan yang tampak elegant sangat nyaman menurut Aqila. Jujur, Elbert sangat pandai memimpin kantor, lihat saja para pegawainya yang sangat ramah dan membuat Aqila senang.

"Kita duduk disana," ajak Aqila.

Syifa pun hanya mengikuti atasannya, setelah memastikan sang atasan duduk dengan tenang Syifa pun duduk di sebelah Aqila.

Cklek!

Netra mereka teralih pada seorang pria yang baru saja masuk, seorang pria yang terlihat sanga wibawa dan tampan.

Pria itu membenarkan jasnya sebentar dan melanjutkan langkahnya mendekati Aqila dan Syifa.

"Selamat pagi direktur, maaf saya terlambat," ujar pria itu.

Aqila membuka kaca matanya, dia menatap pria itu dengan ramah.

"Tidak apa tuan Elbert, saya merasa senang karena bisa bekerja sama dengan perusahaan anda yang besar ini." ujarnya sembari tersenyum menatap pria yang bernama Elbert.

Elbert Leon Wesley yang merupakan anak sulung dari Alden Leon Wesley dan Arianha Amora Wesley.

"Baik, maaf sebelumnya. Bisa saya tau siapa nama anda?" tanya Elbert.

"Nama saya ... Aqeela Lawrance atau Aqila Wesley yah?" guraunya.

Terlihat Elbert membulatkan matanya, dia menatap penuh selidik pada wanita di hadapannya. Dia bahkan berdiri dan mendekati Aqila

"Kau! kak Qila? anaknya ayah Gio kan?" seru Elbert.

Aqila terkekeh, apakah adiknya ini lupa dengan wajahnya? bahkan wajahnya tak banyak berubah dari beberapa tahun lalu.

"Apa kabar kak? lama tak jumpa? dan sekarang kau berubah secara drastis!" ujar Elbert sembari terduduk kembali.

"Baik, bagaimana dengan saudaramu yang lain? ku dengar mommy kembali melahirkan 3 tahun lalu benar?" tanya Aqila sembari bersedekap dada.

Elbert mengangguk, jika dia sudah bertemu Aqila dia akan lupa dengan tujuannya yang sebenarnya. Bahkan kini asisten mereka berdua menatap heran para atasannya yang malah reunian itu.

"Benar, hais ... aku heran dengan daddy yang selalu membuat anak, bahkan yang seharusnya dia memiliki cucu malah memiliki anak kembali," jawab Elbert.

"Hahahaha, mungkin daddy merasa jika saudara sedikit akan terasa sepi. Kau tau kan kalau daddy tak memiliki saudara kecuali tante Angel," ujar Aqila.

Elbert mengangguk, mempunyai banyak saudara memang terlihat ramai. Tapi, membuat mansion tak terasa sepi lagi.

"Iya sih, kak ... gimana hubunganmu dengan kak Frans?" tanya Elbert antusias.

Tiba-tiba raut wajah Aqila sendu yang mana membuat Elbert merasa bingung. Dia menyentuh lengan Aqila yang mana membuat Aqila menatapnya.

"Sepertinya hubungan kami tidak bisa berlanjut, dia pria yang tidak bisa memberi kepastian. Selalu saja ada alasan ketika aku berkata kapan dia akan melamarku," ujar Aqila.

Aqila terpaksa bilang begitu, dia juga tak mungkin bilang yang sebenarnya dengan Elbert bahwa Frans memutuskan hubungan mereka karena sang mamah.

"Oh begitu, hm ... aku doakan semoga kakak mendapat yang terbaik," ujar Elbert.

"Lalu, kapan kau akan memiliki pasangan?" tanya Aqila yang mana membuat Elbert tersedak ludahnya sendiri.

"Uhuk! uhuk!"

Aqila puas tertawa, sementara Elbert membuang pandangannya karena dirinya sampai saat ini masih sendiri.

"Kenapa kau betah sekali dengan kejombloanmu itu El? apa kau tak ingin mendapat perhatian wanita?" tanya Aqila.

"Kan aku sudah di perhatikan kakak," ledek Elbert sambil mengedipkan satu matanya.

Aqila mendengus kesal, dia menoleh ketika sang asistennya menarik lengan bajunya.

"Maaf bu, ini reunian apa meeting yah?" tanya Syifa.

Aqila menepuk keningnya, dia lupa jika tujuan mereka untuk meeting. Dia segera membuka lembaran meeting begitu pun dengan Elbert.

"Baik kita mulai meetingnya," tegas Elbert.

***

Selang beberapa jam, mereka telah selesai meeting, Aqila dan Elbert pun kembali mengobrol menceritakan kehidupan mereka selama ini.

"Jadi Ravin sangat mirip denganmu?" tanya Aqila.

"Iya bisa di bilang begitu, mommy berkata dari adik-adikku yang paling mirip denganku adalah Ravin. Dari tingkah nya, lucunya, tampannya semua mengcopy ku," ujar Elbert.

Aqila terkekeh pelan, dia sungguh penasaran seperti apa Ravin. Jika dulu Elbert selalu membuat kelucuan apalagi Ravin diumurnya yang masih 3 tahun.

"Kita ke mansion, biar kau lihat Ravin dengan jelas seperti apa anak itu," ajak Elbert.

"Baiklah, oh iya kudengar si kembar latihan militer?" tanya Aqila.

Elbert mengangguk singkat, dia mengambil gelas kopinya dan meminumnya. Setelah menaruh kembali gelas itu dia menatap Aqila.

"Iya, aku gak tau kenapa Lio ngotot banget minta ke militer itu. Dan mereka pun hanya beberapa bulan saja disana karena Lio harus membantu mengurusi perusahaan opa," jawab Elbert.

"Baguslah, perusahaan keluargamu sangat banyak. Inilah kegunaannya punya anak banyak," ujar Aqila.

Elbert mengangguk. "Benar, tapi daddy tak pernah memaksa kami. Dia memberi pilihan karena baginya anak-anaknya bukan ladang uangnya melainkan sebuah titipan yang harus dia jaga,"

"Benar, Beruntunglah kau memiliki daddy sepertinya," ujar Aqila.

"Kau juga, kau memiliki ayah yang hebat," ujar Elbert.

Mereka sama-sama tertawa, sungguh lucu jika membahas tentang keluarga mereka.

"Sejak kapan dirimu tak cadel lagi?" ledek Aqila.

Elbert memutar bola matanya, dia mendengus kesal karena Aqila selalu saja menanyakan itu.

"Kau bukan tidak tau, tapi kau mengerjaiku!" kesal Elbert.

Aqila tertawa, mengerjai Elbert adalah hobynya sedari duku. Bahkan pas anak itu masih cadel dia mengerjainya dengan terus menyebut kata yang terdapat R.

"Terus ... bagaimana perasaan mu dengan kak Frans? aku tau kau pasti tak semudah itu untuk melepasnya, apalagi selama ini kau hanya mencintainya tanpa mendapat balasan," tanya Elbert.

"Haaah ... entahlah, jangan mencintai sebelum akad. Apalagi cinta bertepuk sebelah tangan, yah ... seperti ini lah jadinya. Ku harap kau simpan cintamu untuk istrimu kelak," ujar Aqila.

**PENCET TOMBOL LIKE !

LIKE !

LIKE !

HADIAH DAN KOMENNYA JANGAN LUPA ... 🥳🥳🥳🥳🥳.

VOTENYA JUGA LOH ... LOVE UNTUK KALIAN😘😘😘😘😘😘**

Terpopuler

Comments

Edah J

Edah J

Albert dan Aqila penuh kehangatan walaupun bukan saudara kandung👍👍👍

2024-10-15

0

Neulis Saja

Neulis Saja

ehm Aqila right

2024-06-28

0

Rani Ri

Rani Ri

Asli ngakak dgn tingkah aqila sama elbert🤭🤣

2024-05-14

1

lihat semua
Episodes
1 Part 1 : Pulang kembali
2 Part 2 : Menyakitkan
3 Part 3 : Ateez
4 Part 4 : Elbert
5 Part 5 : Keluarga Wesley
6 Part 6 : Kesalahan satu malam
7 Part 7 : pertukaran yang menjanjikan
8 Part 8 : Daniel
9 Part 9 : Hamil
10 Part 10 : Gugurkan!
11 Part 11 : Kecewa
12 Part 12 : Jangan lakukan itu kak!
13 Part 13 : Keanehan Frans
14 Part 14: Perkara susu
15 Part 15 : Susu pemberian calon papa
16 Part 16 : USG
17 Part 17: Kepolosan Frans
18 Part 18: Terbongkar
19 Part 19: Tanggung jawab
20 Part 20: Ikan cupang
21 Part 21: Elvio
22 part 22: Married
23 Part 23: Malam pertama
24 Part 24: Siapa?
25 Part 25: Cleo
26 Part 26: Aku tidak suka
27 Part 27: Curhatan dua suami
28 Part 28: ngidam ala calon bapak
29 Part 29: Nasi goreng buatan Elbert
30 Part 30: Keistimewaan Ravin
31 PERMISI BACA DULU SEBENTAR YAH
32 Part 31: Mateo
33 Part 32: Gangguan Frans
34 Part 33: Kenapa dia disini?
35 Part 34: lagi-lagi ulah Ravin
36 Part 35: Bawahan Daniel
37 Part 36: Konflik pasutri
38 Visual
39 Part 37: Ngidamnya kedua istri sultan
40 Part 38: Kebahagiaan Ane
41 Part 39: Kau kenal Elvio?
42 Part 40: Tentang Cleo
43 Part 41: Flashback Cleo
44 Part 42: Ravin sakit
45 Part 43: Gara-gara rujak
46 Part 44: Mencari bukti 1
47 Part 45: Hukuman Ravin
48 Part 46: Komplotan
49 Part 47: Action
50 Part 48: Frans
51 Part 49: Raffa
52 Part 50: Benda keramat
53 Part 51: Abang mungut ciapa?
54 Part 52: Raffa
55 Part 53: Sampai berapa bulan?
56 Part 54: Drama di rumah sakit
57 Part 55: Frans yang cengeng
58 Part 56: Ravin Keldil
59 Part 57: Dokter Andin
60 Part 58: Hak Frans
61 Part 59: Ada apa dengan Raffa?
62 Part 60: Hot money
63 Part 61: 9 bulan menanti
64 Part 62: Bayiku
65 Part 63: Baby twins Castillo
66 Part 64: Baby Bent
67 Part 65: Audrey
68 Part 66: Zidan dan Kirana
69 Part 67: Reunian trio cadel
70 Part 68: Black
71 Part 69: Sky
72 Part 70: wajan koleksi milik Aqila
73 Part 71: siapa yang membebaskan Daniel?
74 Part 72: Bukan Lavin
75 Part 73: menjemput Sky
76 Part 74: Perdebatan adik kakak
77 Part 75: Tentang Aurora
78 Part 76: Lavin di jahili telus
79 Part 77: Penyerangan
80 Part 78: penyekapan Frans
81 Part 79: Keterkejutan Ica
82 Part 80: Mansion di serang
83 Part 81: kerja sama
84 Part 82: keadaan Frans
85 Part 83
86 Part 84
87 Part 85
Episodes

Updated 87 Episodes

1
Part 1 : Pulang kembali
2
Part 2 : Menyakitkan
3
Part 3 : Ateez
4
Part 4 : Elbert
5
Part 5 : Keluarga Wesley
6
Part 6 : Kesalahan satu malam
7
Part 7 : pertukaran yang menjanjikan
8
Part 8 : Daniel
9
Part 9 : Hamil
10
Part 10 : Gugurkan!
11
Part 11 : Kecewa
12
Part 12 : Jangan lakukan itu kak!
13
Part 13 : Keanehan Frans
14
Part 14: Perkara susu
15
Part 15 : Susu pemberian calon papa
16
Part 16 : USG
17
Part 17: Kepolosan Frans
18
Part 18: Terbongkar
19
Part 19: Tanggung jawab
20
Part 20: Ikan cupang
21
Part 21: Elvio
22
part 22: Married
23
Part 23: Malam pertama
24
Part 24: Siapa?
25
Part 25: Cleo
26
Part 26: Aku tidak suka
27
Part 27: Curhatan dua suami
28
Part 28: ngidam ala calon bapak
29
Part 29: Nasi goreng buatan Elbert
30
Part 30: Keistimewaan Ravin
31
PERMISI BACA DULU SEBENTAR YAH
32
Part 31: Mateo
33
Part 32: Gangguan Frans
34
Part 33: Kenapa dia disini?
35
Part 34: lagi-lagi ulah Ravin
36
Part 35: Bawahan Daniel
37
Part 36: Konflik pasutri
38
Visual
39
Part 37: Ngidamnya kedua istri sultan
40
Part 38: Kebahagiaan Ane
41
Part 39: Kau kenal Elvio?
42
Part 40: Tentang Cleo
43
Part 41: Flashback Cleo
44
Part 42: Ravin sakit
45
Part 43: Gara-gara rujak
46
Part 44: Mencari bukti 1
47
Part 45: Hukuman Ravin
48
Part 46: Komplotan
49
Part 47: Action
50
Part 48: Frans
51
Part 49: Raffa
52
Part 50: Benda keramat
53
Part 51: Abang mungut ciapa?
54
Part 52: Raffa
55
Part 53: Sampai berapa bulan?
56
Part 54: Drama di rumah sakit
57
Part 55: Frans yang cengeng
58
Part 56: Ravin Keldil
59
Part 57: Dokter Andin
60
Part 58: Hak Frans
61
Part 59: Ada apa dengan Raffa?
62
Part 60: Hot money
63
Part 61: 9 bulan menanti
64
Part 62: Bayiku
65
Part 63: Baby twins Castillo
66
Part 64: Baby Bent
67
Part 65: Audrey
68
Part 66: Zidan dan Kirana
69
Part 67: Reunian trio cadel
70
Part 68: Black
71
Part 69: Sky
72
Part 70: wajan koleksi milik Aqila
73
Part 71: siapa yang membebaskan Daniel?
74
Part 72: Bukan Lavin
75
Part 73: menjemput Sky
76
Part 74: Perdebatan adik kakak
77
Part 75: Tentang Aurora
78
Part 76: Lavin di jahili telus
79
Part 77: Penyerangan
80
Part 78: penyekapan Frans
81
Part 79: Keterkejutan Ica
82
Part 80: Mansion di serang
83
Part 81: kerja sama
84
Part 82: keadaan Frans
85
Part 83
86
Part 84
87
Part 85

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!