Part 10 : Gugurkan!

"Frans?" kaget Aqila.

Frans masuk ke ruang UGD dengan nafas memburu, dia segera mendekati brankar Aqila dan meremas tangan wanita itu hingga dia meringis kesakitan.

"Aws sakit Frans," ringis Aqila.

Frasn melepaskan cengkramannya, dia mengapit dagu Aqila dengan kasar.

"Gugurkan bayi itu!" titah Frans dengan suara dingin.

Aqila menggeleng brutal, dia berusaha melepas cengkraman Frans dari dagunya. Air matanya sedari tadi tak henti-hentinya jatuh, tangannya pun berusaha memukul Frans.

"GAK! AKU GAK MAU! KAMU HARUS TANGGUNG JAWAB FRANS!" Sentak Aqila ketika dirinya berhasil terlepas dari cengkraman Frans.

Frasn marah, dia membanting gelas yang ada di nakas. Seketika pecahan gelas itu berhamburan dan Aqila pun menjerit histeris.

PRANG!

"Terserah, gue gak mau nerima anak ini. Kalau gak mau nanggung malu, gugurin anak ini sekarang!" ucap Frans.

BRAK!

Tiba-tiba saja pintu terbuka keras, ternyata itu adalah Elbert. Netranya menatap Frans dengan tajam dan kemudian menoleh menatap Aqila.

BUGH!

Tanpa aba-aba, Elbert langsung memukul wajah pria yang bernama Frans itu hingga tersungkur.

" MAKSUD LU APA HAH?! LU APAIN KAKAK GUE!"

BUGH!

"ELBERT! udah hiks ... udah hiks," isak Aqila.

Elbert menghentikan pukulannya, dia menoleh menatap Aqila dan mendekati wanita itu.

"Lu di apain sama dia?! bilang ke gue!" bentak Elbert.

Aqila masih menangis, sehingga dia tak sanggup menjawab pertanyaan dari Elbert.

"Uhuk! uhuk! lu ... lu mau tau apa masalah gue sama perempuan murahan ini?" tanya Frans.

Elbert mengepalkan tangannya ketika Frans menyebut jika Aqila adalah perempuan murahan.

"Dia ... dia hamil dan gak tau anak siapa?"

"INI ANAK KAMU!" lanjut Aqila.

Elbert mematung, dia menatap Aqila tak percaya. Mata Elbert mengembun, dia sungguh tak percaya jika Aqila melakukan dosa yang begitu besar.

"Kak Qila ... Bilang kalau ini gak bener, bilang kalau ini cuma kebohongan Frans?" tanya Elbert dengan tubuh bergetar.

Aqila menggeleng, dia menangis. Apa yang dia katakan dan Frans barusan adalah kenyataannya. Dirinya hamil, dan itu adalah anaknya Frans.

"Lu udah rusakin kakak gue Frans! gue gak terima lu giniin kakak gue!" bentak Elbert.

"Ck, dia yang suka rela naik ke tempat tidur gue. Kenapa gue harus tanggung jawab?" acuh Frans.

Elbert akan memukuli Frans, tetapi pria itu tertawa sinis yang mana membuat Elbert bingung.

"Lu tau? buah jatuh tidak jauh dari pohonnya, ibunya seorang j4l4ng anaknya pun akan sama. Dia gak terima pisah dari gue, dan dia berbuat nekat dengan memasukkan obat tidur ke dalam minuman gue. Dia ingin tubuh gue, bukan cinta gue," terus terang Frans.

Elbert mematung, dia menoleh menatap Aqila tak percaya. Apakah perempuan itu merendahkan dirinya hanya demi seorang pria seperti Frans?

"Besok gue berangkat ke Belanda, kita udah gak ada hubungan apa-apa lagi." ujar Frans sambil menatap Aqila yang terisak.

Frans keluar dari ruangan Aqila, dia melojhat tak ada satupun anggotanya sehingga dia menelpon Kenan untuk menanyakan kemana keberadaan mereka.

"Halo,"

" Apa lu yang nyuruh mereka pulang?" tanya Frans sambil berjalan menjauh dari ruang UGD.

"Iya, gue suruh mereka jemput gue abisnya mobil gue mogok," enteng Kenan.

Frans berdecak sebal, pantas saja Elbert masuk dengan mudah ternyata para bawahannya di panggil oleh Kenan.

Frans pun mematikan ponselnya, dia sungguh kesal dan akan memaki Kenan.

Frans pun pulang dengan mobilnya, dia akan berniat mengemas barangnya agar bisa berangkat besok ke belanda dimana mafianya juga berdiri di sana.

Mobil Frans membelah jalan, pria itu mengemudi dengan kecepatan tinggi. Dia tak mampu untuk mengontrol emosinya apalagi saat mendengar jika Aqila tengah hamil.

Mobil pun kini telah samlai di depan mansion Gevonac, Frans pun turun dan langsung masuk.

"Frans!" panggil seorang pria paruh baya bernama Geovano Gevonac, dia merupakan ayah dari Frans.

Frans menghentikan langkahnya, dia membalikkan badan menatap sang ayah yang mendekatinya.

"Kamu yakin ingin kembali ke Belanda? bukankah pertunangan mu dengan Aqila sudah dekat?" tanya Geo.

"Batal!" jawab singkat Frans dan berlalu dari hadapan Geo.

"FRANS! PAPAH BELUM SELESAI BICARA!" teriak Geo.

Geo menghela nafasnya kasar, dia sungguh kesal dengan putra sulungnya yang seenaknya membatalkan pertunangannya.

Sedangkan Frans dirinya masuk ke dakam kamarnya, dengan cekatan dia mengambil koper dan memgemasi barang-barangnya.

Saat dirinya akan kemgambil dokumennya di nakas, netranya menatap foto dirinya dan Aqila yang tersenyum lebar ke arah kamera.

Tangan Frans terulur dan mengambil bingkai foto itu, dia membanting nya sehingga menimbulkan suara pecahan yang keras.

PRANG!

"YA AMPUN FRAAANNSS! Apa-apaan kamu huh? kenapa kamu memecahkan bingkai foto itu?!" sentak seorang wanita paruh baya yang tak lain adalah Aneisha Gevonac ibu dari Frasn.

Frans menoleh menatap sang mamah, dia langsung memeluk sang mamah dan menumpahkan tangisannya.

Saat ini dirinya hanya bisa di tenangkan oleh Ane, dia merupakan ibu sambung Frans yang menikah dengan sang papah 13 tahun lalu.

"Kamu kenapa hm?" bujuk Ame.

"Mah, Frans lelah. Frans mau membatalkan pertunangan ini, besok Frans akan berangkat ke belanda," ujar Frans.

Ane mendorong tubuh putranya, dia menatap putranya tajam dengan mata yang kini sudah berkaca-kaca.

"APA MAKSUDMU?! PERTUNANGAN MU DAN AQILA TINGGAL HITUNGAN HARI FRANS!" sentak Ane.

"Mah Frans ...,"

"GIMANA NANTI KATA AYAH AQILA, GIMANA NANTI KATA KELUARGA BESAR KITA?! teriak Ane.

Frans menggeleng, dia berusaha menarik lengan sang mamah. Tapi Ane malah menghindar dan menatap tajam Frans dengan air matanya.

"Mah, ini pilihan Frans dan lagi pula undangan belum di sebarkan?"

"Iya memang undangan itu belum di sebar, tapi kau telah melamar Aqila di depan Gio! bilang apa kami sama dia kalau pertunangan ini batal? kau tau bukan keluarga Gevonac dan Lawrance telah bersahabat sejak lama dan pernikahan kalian membuat tali persahabatan kita menjadi saudara. KAU TAHU ITU BUKAN?!" isak ane.

"Mah, ini keputusan Frans! Frans bukan alat untuk kalian mempererat persahabatan kalian. Frans punya kehidupan!"

Ane menatap tak percaya pada putranya, baru kali ini Frans membentaknya. Baru kali ini sang putra tak menuruti keinginannya, mengapa sang putra menjadi seperti ini?

Dengan sakit hati Ane pun keluar dari kamar Frans, sedangkan Frans dirinya mengacak rambutnya frustasi.

"Maaf ... maafin Frans," lirih Frans.

Frans melirik ponselnya yang betadacdi kasur, dia segera kengambilnya dan menelpon Keman.

"Halo, siapkan jet saya akan berangkat ke markas Ateez di Belanda,".

Frans mematikan sambungan tanpa menunggu jawaban Kenan. Dirinya tak jadi pergi besok pagi, tapi sore ini.

"Gue harus pergi sekarang, gue harus cari bukti apakah ini rencana Daniel dengan Aqila ataukah Aqila hanya korban? Dengan gue ke belanda Daniel akan merasa aman sehingga dia melonggarkan pertahanannya," gumam Frans.

"Tapi ... jika benar Aqila korban, apa itu anak gue? gak! gak mungkin, dokter bilang kehamilannya satu bulan. Sedangkan pada malam itu kejadiannya 2 minggu yang lalu," lirih Frans.

Seharusnya pria itu bertanya bukan menghakimi. Ketakutan dan kecurigaan menjadi satu sehingga pria itu tak berpikir jernih dan melampiaskan semuanya pada Aqila.

**PENCET TOMBOL LIKE !

LIKE !

LIKE !

HADIAH DAN KOMENNYA JANGAN LUPA ... 🥳🥳🥳🥳🥳.

VOTENYA JUGA LOH ... LOVE UNTUK KALIAN😘😘😘😘😘😘**

Terpopuler

Comments

Sita Sit

Sita Sit

ya ampun benci bgt aku sama Frans,kasian Aqila ,dihina segitunya,dihamilin ,ditinggalin gitu aja,meski alasannya untuk ngelindungi Aqila,tp aku ngerasain nyeseknya jd aqila

2024-11-12

0

Vera Wilda

Vera Wilda

Pergi ya Frans gak usah balik2 lagi, jahat kamu 😡😡

2025-02-04

0

Icha Arlita

Icha Arlita

Frans tolol bnget 😡😡

2024-11-21

0

lihat semua
Episodes
1 Part 1 : Pulang kembali
2 Part 2 : Menyakitkan
3 Part 3 : Ateez
4 Part 4 : Elbert
5 Part 5 : Keluarga Wesley
6 Part 6 : Kesalahan satu malam
7 Part 7 : pertukaran yang menjanjikan
8 Part 8 : Daniel
9 Part 9 : Hamil
10 Part 10 : Gugurkan!
11 Part 11 : Kecewa
12 Part 12 : Jangan lakukan itu kak!
13 Part 13 : Keanehan Frans
14 Part 14: Perkara susu
15 Part 15 : Susu pemberian calon papa
16 Part 16 : USG
17 Part 17: Kepolosan Frans
18 Part 18: Terbongkar
19 Part 19: Tanggung jawab
20 Part 20: Ikan cupang
21 Part 21: Elvio
22 part 22: Married
23 Part 23: Malam pertama
24 Part 24: Siapa?
25 Part 25: Cleo
26 Part 26: Aku tidak suka
27 Part 27: Curhatan dua suami
28 Part 28: ngidam ala calon bapak
29 Part 29: Nasi goreng buatan Elbert
30 Part 30: Keistimewaan Ravin
31 PERMISI BACA DULU SEBENTAR YAH
32 Part 31: Mateo
33 Part 32: Gangguan Frans
34 Part 33: Kenapa dia disini?
35 Part 34: lagi-lagi ulah Ravin
36 Part 35: Bawahan Daniel
37 Part 36: Konflik pasutri
38 Visual
39 Part 37: Ngidamnya kedua istri sultan
40 Part 38: Kebahagiaan Ane
41 Part 39: Kau kenal Elvio?
42 Part 40: Tentang Cleo
43 Part 41: Flashback Cleo
44 Part 42: Ravin sakit
45 Part 43: Gara-gara rujak
46 Part 44: Mencari bukti 1
47 Part 45: Hukuman Ravin
48 Part 46: Komplotan
49 Part 47: Action
50 Part 48: Frans
51 Part 49: Raffa
52 Part 50: Benda keramat
53 Part 51: Abang mungut ciapa?
54 Part 52: Raffa
55 Part 53: Sampai berapa bulan?
56 Part 54: Drama di rumah sakit
57 Part 55: Frans yang cengeng
58 Part 56: Ravin Keldil
59 Part 57: Dokter Andin
60 Part 58: Hak Frans
61 Part 59: Ada apa dengan Raffa?
62 Part 60: Hot money
63 Part 61: 9 bulan menanti
64 Part 62: Bayiku
65 Part 63: Baby twins Castillo
66 Part 64: Baby Bent
67 Part 65: Audrey
68 Part 66: Zidan dan Kirana
69 Part 67: Reunian trio cadel
70 Part 68: Black
71 Part 69: Sky
72 Part 70: wajan koleksi milik Aqila
73 Part 71: siapa yang membebaskan Daniel?
74 Part 72: Bukan Lavin
75 Part 73: menjemput Sky
76 Part 74: Perdebatan adik kakak
77 Part 75: Tentang Aurora
78 Part 76: Lavin di jahili telus
79 Part 77: Penyerangan
80 Part 78: penyekapan Frans
81 Part 79: Keterkejutan Ica
82 Part 80: Mansion di serang
83 Part 81: kerja sama
84 Part 82: keadaan Frans
85 Part 83
86 Part 84
87 Part 85
Episodes

Updated 87 Episodes

1
Part 1 : Pulang kembali
2
Part 2 : Menyakitkan
3
Part 3 : Ateez
4
Part 4 : Elbert
5
Part 5 : Keluarga Wesley
6
Part 6 : Kesalahan satu malam
7
Part 7 : pertukaran yang menjanjikan
8
Part 8 : Daniel
9
Part 9 : Hamil
10
Part 10 : Gugurkan!
11
Part 11 : Kecewa
12
Part 12 : Jangan lakukan itu kak!
13
Part 13 : Keanehan Frans
14
Part 14: Perkara susu
15
Part 15 : Susu pemberian calon papa
16
Part 16 : USG
17
Part 17: Kepolosan Frans
18
Part 18: Terbongkar
19
Part 19: Tanggung jawab
20
Part 20: Ikan cupang
21
Part 21: Elvio
22
part 22: Married
23
Part 23: Malam pertama
24
Part 24: Siapa?
25
Part 25: Cleo
26
Part 26: Aku tidak suka
27
Part 27: Curhatan dua suami
28
Part 28: ngidam ala calon bapak
29
Part 29: Nasi goreng buatan Elbert
30
Part 30: Keistimewaan Ravin
31
PERMISI BACA DULU SEBENTAR YAH
32
Part 31: Mateo
33
Part 32: Gangguan Frans
34
Part 33: Kenapa dia disini?
35
Part 34: lagi-lagi ulah Ravin
36
Part 35: Bawahan Daniel
37
Part 36: Konflik pasutri
38
Visual
39
Part 37: Ngidamnya kedua istri sultan
40
Part 38: Kebahagiaan Ane
41
Part 39: Kau kenal Elvio?
42
Part 40: Tentang Cleo
43
Part 41: Flashback Cleo
44
Part 42: Ravin sakit
45
Part 43: Gara-gara rujak
46
Part 44: Mencari bukti 1
47
Part 45: Hukuman Ravin
48
Part 46: Komplotan
49
Part 47: Action
50
Part 48: Frans
51
Part 49: Raffa
52
Part 50: Benda keramat
53
Part 51: Abang mungut ciapa?
54
Part 52: Raffa
55
Part 53: Sampai berapa bulan?
56
Part 54: Drama di rumah sakit
57
Part 55: Frans yang cengeng
58
Part 56: Ravin Keldil
59
Part 57: Dokter Andin
60
Part 58: Hak Frans
61
Part 59: Ada apa dengan Raffa?
62
Part 60: Hot money
63
Part 61: 9 bulan menanti
64
Part 62: Bayiku
65
Part 63: Baby twins Castillo
66
Part 64: Baby Bent
67
Part 65: Audrey
68
Part 66: Zidan dan Kirana
69
Part 67: Reunian trio cadel
70
Part 68: Black
71
Part 69: Sky
72
Part 70: wajan koleksi milik Aqila
73
Part 71: siapa yang membebaskan Daniel?
74
Part 72: Bukan Lavin
75
Part 73: menjemput Sky
76
Part 74: Perdebatan adik kakak
77
Part 75: Tentang Aurora
78
Part 76: Lavin di jahili telus
79
Part 77: Penyerangan
80
Part 78: penyekapan Frans
81
Part 79: Keterkejutan Ica
82
Part 80: Mansion di serang
83
Part 81: kerja sama
84
Part 82: keadaan Frans
85
Part 83
86
Part 84
87
Part 85

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!