"Frans?" kaget Aqila.
Frans masuk ke ruang UGD dengan nafas memburu, dia segera mendekati brankar Aqila dan meremas tangan wanita itu hingga dia meringis kesakitan.
"Aws sakit Frans," ringis Aqila.
Frasn melepaskan cengkramannya, dia mengapit dagu Aqila dengan kasar.
"Gugurkan bayi itu!" titah Frans dengan suara dingin.
Aqila menggeleng brutal, dia berusaha melepas cengkraman Frans dari dagunya. Air matanya sedari tadi tak henti-hentinya jatuh, tangannya pun berusaha memukul Frans.
"GAK! AKU GAK MAU! KAMU HARUS TANGGUNG JAWAB FRANS!" Sentak Aqila ketika dirinya berhasil terlepas dari cengkraman Frans.
Frasn marah, dia membanting gelas yang ada di nakas. Seketika pecahan gelas itu berhamburan dan Aqila pun menjerit histeris.
PRANG!
"Terserah, gue gak mau nerima anak ini. Kalau gak mau nanggung malu, gugurin anak ini sekarang!" ucap Frans.
BRAK!
Tiba-tiba saja pintu terbuka keras, ternyata itu adalah Elbert. Netranya menatap Frans dengan tajam dan kemudian menoleh menatap Aqila.
BUGH!
Tanpa aba-aba, Elbert langsung memukul wajah pria yang bernama Frans itu hingga tersungkur.
" MAKSUD LU APA HAH?! LU APAIN KAKAK GUE!"
BUGH!
"ELBERT! udah hiks ... udah hiks," isak Aqila.
Elbert menghentikan pukulannya, dia menoleh menatap Aqila dan mendekati wanita itu.
"Lu di apain sama dia?! bilang ke gue!" bentak Elbert.
Aqila masih menangis, sehingga dia tak sanggup menjawab pertanyaan dari Elbert.
"Uhuk! uhuk! lu ... lu mau tau apa masalah gue sama perempuan murahan ini?" tanya Frans.
Elbert mengepalkan tangannya ketika Frans menyebut jika Aqila adalah perempuan murahan.
"Dia ... dia hamil dan gak tau anak siapa?"
"INI ANAK KAMU!" lanjut Aqila.
Elbert mematung, dia menatap Aqila tak percaya. Mata Elbert mengembun, dia sungguh tak percaya jika Aqila melakukan dosa yang begitu besar.
"Kak Qila ... Bilang kalau ini gak bener, bilang kalau ini cuma kebohongan Frans?" tanya Elbert dengan tubuh bergetar.
Aqila menggeleng, dia menangis. Apa yang dia katakan dan Frans barusan adalah kenyataannya. Dirinya hamil, dan itu adalah anaknya Frans.
"Lu udah rusakin kakak gue Frans! gue gak terima lu giniin kakak gue!" bentak Elbert.
"Ck, dia yang suka rela naik ke tempat tidur gue. Kenapa gue harus tanggung jawab?" acuh Frans.
Elbert akan memukuli Frans, tetapi pria itu tertawa sinis yang mana membuat Elbert bingung.
"Lu tau? buah jatuh tidak jauh dari pohonnya, ibunya seorang j4l4ng anaknya pun akan sama. Dia gak terima pisah dari gue, dan dia berbuat nekat dengan memasukkan obat tidur ke dalam minuman gue. Dia ingin tubuh gue, bukan cinta gue," terus terang Frans.
Elbert mematung, dia menoleh menatap Aqila tak percaya. Apakah perempuan itu merendahkan dirinya hanya demi seorang pria seperti Frans?
"Besok gue berangkat ke Belanda, kita udah gak ada hubungan apa-apa lagi." ujar Frans sambil menatap Aqila yang terisak.
Frans keluar dari ruangan Aqila, dia melojhat tak ada satupun anggotanya sehingga dia menelpon Kenan untuk menanyakan kemana keberadaan mereka.
"Halo,"
" Apa lu yang nyuruh mereka pulang?" tanya Frans sambil berjalan menjauh dari ruang UGD.
"Iya, gue suruh mereka jemput gue abisnya mobil gue mogok," enteng Kenan.
Frans berdecak sebal, pantas saja Elbert masuk dengan mudah ternyata para bawahannya di panggil oleh Kenan.
Frans pun mematikan ponselnya, dia sungguh kesal dan akan memaki Kenan.
Frans pun pulang dengan mobilnya, dia akan berniat mengemas barangnya agar bisa berangkat besok ke belanda dimana mafianya juga berdiri di sana.
Mobil Frans membelah jalan, pria itu mengemudi dengan kecepatan tinggi. Dia tak mampu untuk mengontrol emosinya apalagi saat mendengar jika Aqila tengah hamil.
Mobil pun kini telah samlai di depan mansion Gevonac, Frans pun turun dan langsung masuk.
"Frans!" panggil seorang pria paruh baya bernama Geovano Gevonac, dia merupakan ayah dari Frans.
Frans menghentikan langkahnya, dia membalikkan badan menatap sang ayah yang mendekatinya.
"Kamu yakin ingin kembali ke Belanda? bukankah pertunangan mu dengan Aqila sudah dekat?" tanya Geo.
"Batal!" jawab singkat Frans dan berlalu dari hadapan Geo.
"FRANS! PAPAH BELUM SELESAI BICARA!" teriak Geo.
Geo menghela nafasnya kasar, dia sungguh kesal dengan putra sulungnya yang seenaknya membatalkan pertunangannya.
Sedangkan Frans dirinya masuk ke dakam kamarnya, dengan cekatan dia mengambil koper dan memgemasi barang-barangnya.
Saat dirinya akan kemgambil dokumennya di nakas, netranya menatap foto dirinya dan Aqila yang tersenyum lebar ke arah kamera.
Tangan Frans terulur dan mengambil bingkai foto itu, dia membanting nya sehingga menimbulkan suara pecahan yang keras.
PRANG!
"YA AMPUN FRAAANNSS! Apa-apaan kamu huh? kenapa kamu memecahkan bingkai foto itu?!" sentak seorang wanita paruh baya yang tak lain adalah Aneisha Gevonac ibu dari Frasn.
Frans menoleh menatap sang mamah, dia langsung memeluk sang mamah dan menumpahkan tangisannya.
Saat ini dirinya hanya bisa di tenangkan oleh Ane, dia merupakan ibu sambung Frans yang menikah dengan sang papah 13 tahun lalu.
"Kamu kenapa hm?" bujuk Ame.
"Mah, Frans lelah. Frans mau membatalkan pertunangan ini, besok Frans akan berangkat ke belanda," ujar Frans.
Ane mendorong tubuh putranya, dia menatap putranya tajam dengan mata yang kini sudah berkaca-kaca.
"APA MAKSUDMU?! PERTUNANGAN MU DAN AQILA TINGGAL HITUNGAN HARI FRANS!" sentak Ane.
"Mah Frans ...,"
"GIMANA NANTI KATA AYAH AQILA, GIMANA NANTI KATA KELUARGA BESAR KITA?! teriak Ane.
Frans menggeleng, dia berusaha menarik lengan sang mamah. Tapi Ane malah menghindar dan menatap tajam Frans dengan air matanya.
"Mah, ini pilihan Frans dan lagi pula undangan belum di sebarkan?"
"Iya memang undangan itu belum di sebar, tapi kau telah melamar Aqila di depan Gio! bilang apa kami sama dia kalau pertunangan ini batal? kau tau bukan keluarga Gevonac dan Lawrance telah bersahabat sejak lama dan pernikahan kalian membuat tali persahabatan kita menjadi saudara. KAU TAHU ITU BUKAN?!" isak ane.
"Mah, ini keputusan Frans! Frans bukan alat untuk kalian mempererat persahabatan kalian. Frans punya kehidupan!"
Ane menatap tak percaya pada putranya, baru kali ini Frans membentaknya. Baru kali ini sang putra tak menuruti keinginannya, mengapa sang putra menjadi seperti ini?
Dengan sakit hati Ane pun keluar dari kamar Frans, sedangkan Frans dirinya mengacak rambutnya frustasi.
"Maaf ... maafin Frans," lirih Frans.
Frans melirik ponselnya yang betadacdi kasur, dia segera kengambilnya dan menelpon Keman.
"Halo, siapkan jet saya akan berangkat ke markas Ateez di Belanda,".
Frans mematikan sambungan tanpa menunggu jawaban Kenan. Dirinya tak jadi pergi besok pagi, tapi sore ini.
"Gue harus pergi sekarang, gue harus cari bukti apakah ini rencana Daniel dengan Aqila ataukah Aqila hanya korban? Dengan gue ke belanda Daniel akan merasa aman sehingga dia melonggarkan pertahanannya," gumam Frans.
"Tapi ... jika benar Aqila korban, apa itu anak gue? gak! gak mungkin, dokter bilang kehamilannya satu bulan. Sedangkan pada malam itu kejadiannya 2 minggu yang lalu," lirih Frans.
Seharusnya pria itu bertanya bukan menghakimi. Ketakutan dan kecurigaan menjadi satu sehingga pria itu tak berpikir jernih dan melampiaskan semuanya pada Aqila.
**PENCET TOMBOL LIKE !
LIKE !
LIKE !
HADIAH DAN KOMENNYA JANGAN LUPA ... 🥳🥳🥳🥳🥳.
VOTENYA JUGA LOH ... LOVE UNTUK KALIAN😘😘😘😘😘😘**
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 87 Episodes
Comments
Sita Sit
ya ampun benci bgt aku sama Frans,kasian Aqila ,dihina segitunya,dihamilin ,ditinggalin gitu aja,meski alasannya untuk ngelindungi Aqila,tp aku ngerasain nyeseknya jd aqila
2024-11-12
0
Vera Wilda
Pergi ya Frans gak usah balik2 lagi, jahat kamu 😡😡
2025-02-04
0
Icha Arlita
Frans tolol bnget 😡😡
2024-11-21
0