17. Denda lagi

Aura mengintip, seperti memantau keberadaan orang yang dirindukannya sedari jauh. Tiba-tiba, ada sebuah tangan yang telah mendarat di bahunya. Aura terkejut dan hampir terjatuh.

Tangan itu menahan tubuh Aura agar tidak sampai mendarat di lantai. "Aura, kenapa kamu sembunyi-sembunyi begitu?"

Mendengar suara 'seseorang' itu, perasaan sang gadis langsung berbunga-bunga. Dia melompat melihat lelaki yang selama ini dirindukannya.

"Bang, maaf ya ... tadi aku lagi ada kuliah. Hape aku ada di dalam tas."

Aksa mengangguk kalem. "Iya, nggak apa. Aku juga salah, tidak mengabari kamu terlebih dahulu saat akan ke sini."

Aura kembali mengedarkan pandangannya. Merasa sedikit was-was jika 'orang itu' juga ada di sini.

Oh iya, dia lagi sakit kayaknya. Mungkin tidak akan ke sini dalam beberapa waktu. Lagian dia aneh banget kayak gak punya kerjaan. Setiap saat nongkrong di sini kayak pengangguran.

"Ra? Aura?" Aksa kembali menyentuh pundak gadis itu. Dia kembali terkejut. "Apa yang kamu pikirkan?"

Aura teringat ada satu sosok yang sedari tadi menunggunya di parkiran. "Tunggu ya Bang. Aku ke sini bareng teman. Aku jemput dia terlebih dahulu yah?" Aksa hanya menjawab dengan sebuah anggukan.

Dengan langkah ringan, sembari bersenandung kecil, Aura menjemput Stella yang bersandar pada kendaraan roda empat miliknya. Stella berlari kecil mendekat pada temannya.

"Aziiieeehhh .... Kayaknya ada yang lagi seneng?" celetuk Stella.

"Ehehe, iyah. Aku juga nggak nyangka bisa sesenang ini saat ketemu dia. Sudah lama sekali gak lihat dia. Sepertinya dia terlihat semakin tampan saja." Lalu mereka kembali berjalan menuju tempat Aksa tengah berdiri.

"Aaawaaas!" Aksa berteriak memberi aba-aba ada sebuah mobil tengah mendekat.

......tiiin...ceekiiit......

"Aaaagh," pekik Aura. Mereka berdua nyaris tertabrak kendaraan yang hendak diparkir dengan sembrono.

"Boss, apa Anda tidak apa-apa?" tanya Abizar yang duduk di sebelah sang supir.

Reza memaksa mengendarai mobilnya. Namun, tiba-tiba detak jantungnya tiba-tiba berubah tak karuan. Hingga dia memarkirkan kendaraan tidak semulus biasanya. Ditambah lagi melihat gadis yang mengesalkan yang tiba-tiba muncul.

"Seharusnya Anda membiarkan saya yang mengendarai mobil tadi Boss." Ucap Abizar. Reza tidak mengizinkan Abizar mengendarai mobil sport mewah miliknya ini. Seharian kemarin, Abizar menunggu kendaraan ini yang dipaksa harus selesai pada hari yang sama. Jika tidak, Reza mengancam menurunkan gaji Abizar sebesar lima puluh persen.

"Abizar, nanti kamu saja yang nyamar menjadi saya! Sepertinya kondisi saya tidak memungkinkan untuk meeting hari ini," ucapnya. Matanya masih nanar menatap dua gadis yang hampir ditabrak tadi. Fokus pada salah satu orang yang dibencinya.

"Ta-tapi Pak?"

"Laksanakan saja! Saya akan memantau dari jauh. Lagian pakaian kamu lebih formal dibanding saya." Reza membuka pintu kendaraannya. Menengok keadaan dua gadis yang nyaris tertabrak itu.

Setelah itu, Reza memeriksa keadaan mobilnya sembari berkacak pinggang. "Bisa nggak ya, kalau jalan pakai mata?"

"Eeeh, Om penyakitan! Seharusnya kami yang mengatakannya! Bukan Anda! Jika kami keserimpet dikit aja awas yaaa?" Stella ikut berkacak pinggang. Namun, Aura menarik gadis itu untuk meninggalkan sang Tuan Muda.

"Jadi supir aja, belagu sekali Anda Om Mesum." Aura melirik di ujung matanya. Lalu segera meninggalkan tempat itu.

"A-apa? Su-supir?" ulang Reza tak terima. Dia kembali memperhatikan pakaian yang dikenakannya dari atas hingga ke bawah.

Sialan, gue dikatain supir.

Beberapa saat kemudian, Abizar ikut keluar. Merapikan jas kerja dan ikut melihat apa yang tengah terjadi. Tampak olehnya dua gadis yang menolong atasannya tadi malam, berlalu meninggalkan Reza.

Abizar mendekat, melihat Reza dengan wajah panik mode. "Kenapa Boss?"

"Ah, sialan? Masa saya dikatakan supir oleh mereka? Emangnya mobil kayak gini butuh supir apa?" Mereka berdua kembali melihat mobil yang hanya muat dua penumpang itu.

"Pffftt," tawa Abizar hampir meledak. Teringat bermacam profesi sang big boss berubah dalam beberapa waktu terakhir. Sudah dikira sebagai asisten oleh Anja, sekarang malah disangka sebagai supir.

"Tapi Boss, mereka itu anak-anak baik lho? Mereka itu yang--"

"Apa? Anak-anak baik? Para bocah tengil itu?" sela Reza kembali berkacak pinggang melihat dua remaja dewasa tengah bertemu dan bersalaman dengan cowok. Pria itu juga terlihat masih muda.

Reza kembali melihat jam tangannya. "Jam tangan segini mahal, masih aja disangka supir," desisnya masih tak percaya.

"Apa Boss? Coba ulangi?"

"Udah Ah, Kamu duluan saja! Nanti saya nyusul!" Cetusnya, dengan mata yang masih menerawang menuju salah satu dari dua gadis yang terlihat ceria tengah berbicara dengan laki-laki muda yang tampan.

"Oh itu, jadi laki-laki seperti itu kesukaan Nona Mie Instan?" Kembali memperhatikan postur dan pakaiannya sendiri. "Saya tak kalah muda kok." Memperbaiki lipatan kerah p*lo tshirt-nya. Setelah itu melangkah perlahan masuk area kafe.

Aura, Stella, dah Aksa melihat seseorang berpakaian rapi memasuki kafe yang terkesan cozzy itu. "La, bukan kah itu--"

"Iya." Stella menyela ucapan yang belum selesai diucap Aura.

"Hai!" Abizar mengulurkan tangannya dengan ramah. Aura, Stella, dan Aksa menyambut uluran tangan itu. "Terima kasih ya atas bantuan kalian kemarin," tambahnya.

"Sama-sama Om," ucap Stella berbinar-binar.

"Mari masuk. Menikmati makanan di dalam!" ajak Abizar.

"Oh, kami bukan mau makan di sini. Kami hanya bertemu dengan kakak yang datang dari Bandung," terang Aura.

"Dari Bandung? Waah, jangan-jangan kamu dari tim perusahaan rintisan yang mengirim proposal pada Harmony Grup?" tanya Abizar untuk memastikan.

"Benar sekali Pak. Kami datang untuk bertemu dengan pimpinan Harmony Grup. Kami ingin mempresentasikan rencana usaha rintisan yang kami usung."

"Ini kami lakukan untuk memohon bantuan dana dari Harmony Grup. Kami berharap rancangan ini bisa berlanjut dan dapat dibuat menjadi sebuah aplikasi di telepon pintar," jelas Aksa.

"Waaah, sepertinya ini sangat menarik. Ayo masuk dulu ke dalam. Saya ingin melihat kawan-kawan dari Bandung mempresentasikannya dengan segera! Saya merasa sangat penasaran."

Wajah Aksa berbinar, "Apakah Anda pimpinan Harmony Grup?"

Mata Aura yang sedari tadi berbinar memperhatikan penjelasan dari laki-laki ini. Kini beralih kagum pada Om-om tamvan yang ternyata seorang pimpinan perusahaan sebesar Harmony Grup. Stella pun ikut kagum melihat itu semua.

Reza dengan tatapan nanar melewati mereka. Kedua gadis itu tidak menyadari Reza telah lewat di belakang mereka. Reza segera menuju ruang kerja Jay.

'Jadi begitu? Cowok itu salah satu dari mahasiswa itu? Huh, menarik.' Reza melirik mereka dengan ujung matanya. Dia terus berjalan menuju ke tempat Jay yang tengah berjibaku menulis laporan untuknya.

"Bang, kira-kira pukul berapa beres meeting-nya?" tanya Aura.

"Hmmm, kurang tahu juga. Kamu dan Stella masih ada kuliah?"

"Iya nih, abis istirahat siang kami masih ada kuliah," jelas Aura dengan wajah tak rela harus berpisah dengan segera.

"Ya udah, kalian istirahat dan makan siang dulu gih! Bagaimana kalau makan di sini saja, hingga kami selesai?" tanya Aksa.

"Gimana La? Kita makan siang di sini?" Aura memastikan pendapat Stella terlebih dahulu.

"Aku sih oke. Biasanya kamu yang nggak oke," tukas Stella.

"Aku juga oke," ucap Aura. Keuangannya sedang terisi penuh di dalam pundi-pundinya. Saat ini dia merasa lebih percaya diri

Mereka memilih duduk dekat taman sembari menikmati makan siang. Dari posisi itu, mereka juga bisa melihat kelompok kerja Aksa yang tengah meeting bersama pimpinan Harmony Grup.

Aura teringat akan sesuatu. Tadi ada sebuah pesan yang datang dari Sistem. Ternyata ada beberapa pesan yang masuk dari Sistem.

[Selamat pagi Nona Aurora Safitri. Sistem berharap hari ini Anda tidak melupakan misi yang masih berlanjut hingga delapan hari depan.]

[Apakah sudah memilih perusahaan mana yang akan Anda retas untuk hari ini?]

[Sistem harap Anda segera membalas pesan dari kami!]

[Karena Anda tidak membalas pesan dari Sistem, maka Anda kami anggap mangkir!]

Membaca pesan yang sudah banyak itu membuat kening Aura berkerut. Dia melanjutkan membaca pesan berikutnya.

[Anda sudah mengabaikan pesan dari Sistem lebih dari dua jam. Oleh sebab itu, Anda kami kenakan denda pemotongan DANA sebesara Rp2.000.000,-]

"Apa?" rutuk Aura, membuat Stella kaget.

"Ada apa Ra?" tanya Stella.

"Oh, oh, bukan," jawab Aura gugup. Lalu dia melanjutkan untuk membaca pesan dari Sistem.

[Anda masih belum membalas pesan dari Sistem. Setiap satu jam keterlambatan membalas pesan dari Sistem, maka DANA Anda akan kami tarik sebesar Rp1.000.000,-]

"Oooh, Noo!" teriak Aura.

"Kenapa sih?" Stella semakin penasaran.

"Oh, ini. Aku dapat kabar buruk," desisnya.

Lalu dilihat pesan notifikasi dari bank yang dia gunakan.

[Nasabah a/n Aurora Safitri dengan nomor reg. 1234xxxxxxxxxxxx dana keluar sebesar Rp 3.000.000. Terima kasih.]

"...???????..."

...*bersambung*...

...Jangan lupa menekan tanda Favorit, Like, Gift, Vote, dan Komentar ya!...

...Terima kasih!...

Terpopuler

Comments

raziq

raziq

d lanjut thor....

2022-03-16

1

Anonymous

Anonymous

aura harus lebih waspada n hati2 ni.....

2022-03-16

1

Anonymous

Anonymous

ok d lanjut 👍

2022-03-16

1

lihat semua
Episodes
1 1. Prolog
2 2. Mendapat Sistem: Hacker
3 3. Resmi menjadi Hacker
4 4. Part time
5 5. Belajar
6 6. Mabuk
7 7. Ragu
8 8. Kenaikan 2x lipat
9 9. Kenaikan 3x lipat
10 10. Rekan bisnis cantik
11 Visual
12 11. Virus vs Virus
13 12. Master dari Para Master
14 13. Bioskop
15 14. Pingsan
16 15. Tak kuat
17 16. Bibit, bebet, dan bobot
18 17. Denda lagi
19 18. Bujukan Sistem
20 19. Terpaksa menerima
21 20. Tak terdeteksi
22 21. Mahasiswa vs Pekerja
23 22. Cemburu
24 23. Savety Detector
25 24. Jadian
26 25. Misqueen
27 26. BunDir
28 27. Pacar
29 28. Sugar baby
30 29. Menjodohkan Reza
31 30. Ketika pacar merajuk
32 31. Misi hari ke-4
33 32. Mendapat Lawan
34 33. Kejutan
35 34. Semalam bersama
36 35. Check out
37 36. Denda 24 jam
38 37. Perpisahan
39 38. Menyusup
40 39. Semoga baik-baik saja
41 40. Misi kedua level 2
42 41. Misi sukses
43 42. Membezuk
44 43. Apa hubungan kalian?
45 44. Pembalasan seorang hacker
46 45. Calon sekretaris baru
47 46. Sistem durjana
48 47. Menyusup bg.2
49 48. Kembalinya dana yang ditarik
50 49. Menjadi penjahat perang
51 50. Penyelidikan oleh Detektif Devan
52 51. Hukuman
53 52. Menjadi tahanan
54 53. Barang sitaan
55 54. Tak bisa membencinya
56 55. Pasangan penipu
57 56. Terbongkarnya Tuan Sistem
58 57. Maling teriak maling
59 58. Korban bucin
60 59. Hacking Tuan Sistem
61 60. The God of war (dewa perang)
62 61. Kontrak Nikah bukan Nikah Kontrak
63 62. Meminta restu
64 63. Isi kontrak calon suami
65 64. Blokir
66 65. Bertemu klient
67 66. Proses mengakhiri
68 67. Jadi bahan gibah
69 68. Mimpi
70 69. Rahasia
71 70. Terjerat cinta Nona Hacker
72 71. Mertua Mana? Mana Mertua
73 72. Nyicil
74 73. Keputusan tepat
75 74. Bibirmu Penyemangatku
76 75. Selamat tinggal anak-anakku
77 76. Menghubungi Aura
78 77. Saling mengenal
79 78. Hampir Mati
80 79. Kemunculan Reza versi perempuan
81 80. Kembalinya barang sitaan
82 81. Jalan-jalan
83 82. Skinship
84 83. Kutunggu jandamu
85 84. Preman bersarung
86 85. Calon menantu
87 86. Siap tak siap, harus siap
88 87. PDKT sama adik ipar
89 88. Tuan Sistem yang terlupakan
90 89. Sekali lafaz
91 90. Suami yang tak dicintai
92 91. Kiss shoot
93 92. Mendadak bayi
94 93. Hamil duluan
95 94. Kembali ke kota
96 95. Alat-alat lagi
97 96. Misteri di balik Tuan Sistem
98 97. Curhatan suami
99 98. Jantung
100 99. Akan bertahan
101 100. Hukuman
102 101. Aku cemburu
103 102. Rencana
104 103. Objek pamer
105 104. Pahlawan
106 105. Ditemukan
107 106. Bulan
108 107. Kolaborasi
109 108. Buatan istriku
110 109. Pergi tanpa pamit
111 110. Cincin
112 111. Kehilangan
113 112. Apakah Kamu sudah mencintaiku?
114 113. Sampai usia memisahkan kita
115 114. Target utama
116 115. Hari pertama masuk kantor
117 116. Tertangkap
118 117. Tuan Sistem bertopeng
119 118. Nona Hacker kesayangan
120 119. Melarikan diri
121 120. Terima kasih
122 121. Ujian perasaan
123 122. Menangkap umpan
124 123. H*kuman
125 124. Surat kaleng
126 125. Misi penyelamatan
127 126. Buronan
128 127. Sembunyi di villa
129 128. Pelarian berasa Honeymoon
130 129. Membuka segel
131 130. Roti tawar
132 131. Tunggu bulan depan
133 132. Melindungimu
134 133. Cocok_tanam_berhasil
135 134. Hadiah dari istriku
136 135. Istri simpanan
137 136. Istriku, Bocah
138 137. Drama salah paham
139 138. Jadi begitu?
140 139. Kembali menjadi anak kos
141 140. Menantinya setiap pagi
142 141. Penyamaran
143 142. Aku menjemputmu pulang
144 143. Anggap saja ini bulan madu
145 144. Buka puasa dengan yang manis
146 145. Diculik
147 146. Istimewa
148 147. Meretas kembali
149 148. Seperti di hotel bintang 5
150 149. Terbongkarnya dewa perang
151 150. Menghapus Sistem Kekayaan Hacker
152 151. Penyelidikan lanjut
153 152. Obat rindu pada Detektif Muda
154 153. Taruhan
155 154. Misi penangkapan
156 155. Hacker gila
157 156. Cameo= figuran
158 157. Perkara pizza
159 158. Ngidam
160 159. Ngidam aneh
161 160. Cukup pandang aku saja
162 161. Pedekate sama mertua
163 162. Gemoy
164 163. de Javu
165 164. Wanita paling beruntung
166 165. Jantung untuk suamiku
167 166. Jantungku untuknya
168 167. Pengorbanan
169 168. Ingatan yang datang
170 169. Aksara yang kedua
171 170. Kepiluan hati orang tua
172 171. Cemburu pada Aksa
173 172. Ganteng
174 173. Minta adik
175 174. Ending
176 Promo
177 Ex.P 1
178 Ex. P2
179 Ex. P3
180 Ex. P4
181 Ex. P5
182 Ex. P6
183 Ex. P7
184 Ex. 8
185 Ex. P9
186 Ex. P10
187 Ex. P11
188 Ex. P12
189 Ex. P13
190 Ex. P14
191 Ex. P15
192 Ex. P16
193 Ex. P17
194 Ex. P18
195 Ex. P19 --- ENDING beneran
196 promo Sistem: Antagonis Kejam
197 Promo lomba Rumah Tangga
198 Buat pecinta SUPER SYSTEM
199 Ditinggal Menjelang Nikah
200 Fie Ame : Kehamilan Istri Amnesiaku
201 SISTEM KEKAYAAN PRIA SOLEH
202 HANYA AKU YANG MENCINTA
Episodes

Updated 202 Episodes

1
1. Prolog
2
2. Mendapat Sistem: Hacker
3
3. Resmi menjadi Hacker
4
4. Part time
5
5. Belajar
6
6. Mabuk
7
7. Ragu
8
8. Kenaikan 2x lipat
9
9. Kenaikan 3x lipat
10
10. Rekan bisnis cantik
11
Visual
12
11. Virus vs Virus
13
12. Master dari Para Master
14
13. Bioskop
15
14. Pingsan
16
15. Tak kuat
17
16. Bibit, bebet, dan bobot
18
17. Denda lagi
19
18. Bujukan Sistem
20
19. Terpaksa menerima
21
20. Tak terdeteksi
22
21. Mahasiswa vs Pekerja
23
22. Cemburu
24
23. Savety Detector
25
24. Jadian
26
25. Misqueen
27
26. BunDir
28
27. Pacar
29
28. Sugar baby
30
29. Menjodohkan Reza
31
30. Ketika pacar merajuk
32
31. Misi hari ke-4
33
32. Mendapat Lawan
34
33. Kejutan
35
34. Semalam bersama
36
35. Check out
37
36. Denda 24 jam
38
37. Perpisahan
39
38. Menyusup
40
39. Semoga baik-baik saja
41
40. Misi kedua level 2
42
41. Misi sukses
43
42. Membezuk
44
43. Apa hubungan kalian?
45
44. Pembalasan seorang hacker
46
45. Calon sekretaris baru
47
46. Sistem durjana
48
47. Menyusup bg.2
49
48. Kembalinya dana yang ditarik
50
49. Menjadi penjahat perang
51
50. Penyelidikan oleh Detektif Devan
52
51. Hukuman
53
52. Menjadi tahanan
54
53. Barang sitaan
55
54. Tak bisa membencinya
56
55. Pasangan penipu
57
56. Terbongkarnya Tuan Sistem
58
57. Maling teriak maling
59
58. Korban bucin
60
59. Hacking Tuan Sistem
61
60. The God of war (dewa perang)
62
61. Kontrak Nikah bukan Nikah Kontrak
63
62. Meminta restu
64
63. Isi kontrak calon suami
65
64. Blokir
66
65. Bertemu klient
67
66. Proses mengakhiri
68
67. Jadi bahan gibah
69
68. Mimpi
70
69. Rahasia
71
70. Terjerat cinta Nona Hacker
72
71. Mertua Mana? Mana Mertua
73
72. Nyicil
74
73. Keputusan tepat
75
74. Bibirmu Penyemangatku
76
75. Selamat tinggal anak-anakku
77
76. Menghubungi Aura
78
77. Saling mengenal
79
78. Hampir Mati
80
79. Kemunculan Reza versi perempuan
81
80. Kembalinya barang sitaan
82
81. Jalan-jalan
83
82. Skinship
84
83. Kutunggu jandamu
85
84. Preman bersarung
86
85. Calon menantu
87
86. Siap tak siap, harus siap
88
87. PDKT sama adik ipar
89
88. Tuan Sistem yang terlupakan
90
89. Sekali lafaz
91
90. Suami yang tak dicintai
92
91. Kiss shoot
93
92. Mendadak bayi
94
93. Hamil duluan
95
94. Kembali ke kota
96
95. Alat-alat lagi
97
96. Misteri di balik Tuan Sistem
98
97. Curhatan suami
99
98. Jantung
100
99. Akan bertahan
101
100. Hukuman
102
101. Aku cemburu
103
102. Rencana
104
103. Objek pamer
105
104. Pahlawan
106
105. Ditemukan
107
106. Bulan
108
107. Kolaborasi
109
108. Buatan istriku
110
109. Pergi tanpa pamit
111
110. Cincin
112
111. Kehilangan
113
112. Apakah Kamu sudah mencintaiku?
114
113. Sampai usia memisahkan kita
115
114. Target utama
116
115. Hari pertama masuk kantor
117
116. Tertangkap
118
117. Tuan Sistem bertopeng
119
118. Nona Hacker kesayangan
120
119. Melarikan diri
121
120. Terima kasih
122
121. Ujian perasaan
123
122. Menangkap umpan
124
123. H*kuman
125
124. Surat kaleng
126
125. Misi penyelamatan
127
126. Buronan
128
127. Sembunyi di villa
129
128. Pelarian berasa Honeymoon
130
129. Membuka segel
131
130. Roti tawar
132
131. Tunggu bulan depan
133
132. Melindungimu
134
133. Cocok_tanam_berhasil
135
134. Hadiah dari istriku
136
135. Istri simpanan
137
136. Istriku, Bocah
138
137. Drama salah paham
139
138. Jadi begitu?
140
139. Kembali menjadi anak kos
141
140. Menantinya setiap pagi
142
141. Penyamaran
143
142. Aku menjemputmu pulang
144
143. Anggap saja ini bulan madu
145
144. Buka puasa dengan yang manis
146
145. Diculik
147
146. Istimewa
148
147. Meretas kembali
149
148. Seperti di hotel bintang 5
150
149. Terbongkarnya dewa perang
151
150. Menghapus Sistem Kekayaan Hacker
152
151. Penyelidikan lanjut
153
152. Obat rindu pada Detektif Muda
154
153. Taruhan
155
154. Misi penangkapan
156
155. Hacker gila
157
156. Cameo= figuran
158
157. Perkara pizza
159
158. Ngidam
160
159. Ngidam aneh
161
160. Cukup pandang aku saja
162
161. Pedekate sama mertua
163
162. Gemoy
164
163. de Javu
165
164. Wanita paling beruntung
166
165. Jantung untuk suamiku
167
166. Jantungku untuknya
168
167. Pengorbanan
169
168. Ingatan yang datang
170
169. Aksara yang kedua
171
170. Kepiluan hati orang tua
172
171. Cemburu pada Aksa
173
172. Ganteng
174
173. Minta adik
175
174. Ending
176
Promo
177
Ex.P 1
178
Ex. P2
179
Ex. P3
180
Ex. P4
181
Ex. P5
182
Ex. P6
183
Ex. P7
184
Ex. 8
185
Ex. P9
186
Ex. P10
187
Ex. P11
188
Ex. P12
189
Ex. P13
190
Ex. P14
191
Ex. P15
192
Ex. P16
193
Ex. P17
194
Ex. P18
195
Ex. P19 --- ENDING beneran
196
promo Sistem: Antagonis Kejam
197
Promo lomba Rumah Tangga
198
Buat pecinta SUPER SYSTEM
199
Ditinggal Menjelang Nikah
200
Fie Ame : Kehamilan Istri Amnesiaku
201
SISTEM KEKAYAAN PRIA SOLEH
202
HANYA AKU YANG MENCINTA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!