Sistem Aura mengeluarkan peringatan. Banyak serangan balasan yang tengah mencoba menghancurkan barel pertahanannya. Aura menjadi kalut dan panik.
Sistem Kekayaan memberi pesan kepada Aura:
Anda terdeteksi melakukan pekerjaan di luar misi. Oleh karena itu, Anda akan kami denda dengan penarikan DANA sebesar Rp1.000.000,-. Terima kasih.
"Gila? Ternyata apa yang aku kerjakan terdeteksi oleh sistem? Dana belum masuk, malah dikurangi? Haiizz, alamat minus ini," celetuk Aura.
Aura menghapus semua rekam jejak. Sepertinya, sistem juga menolong membersihkan rekam segala aktifitas yang dilakukan. Tiba-tiba perangkat lunak ini mengulang operasi dengan sendirinya.
Aura membalas pesan dari sistem:
^^^[*Apakayh sistem yang merestart laptop saya?]^^^
[Sistem sengaja mengulang kembali sistem kerja pada perangkat lunak Anda. Agar penghapusan segala rekam jejak aktifitas yang Anda lakukan bisa lebih sempurna*.]
Sementara seseorang yang berseberangan dengan Aura tengah marah dan kesal. Kehilangan jejak pelaku yang mengacak pekerjaannya.
"Sssshhhiiit!" umpatnya. Dengan amarah dia memukul meja kerja, "Aaagh." Reza mengibaskan tangannya karena merasa kesakitan sendiri.
Abizar mengetuk pintu ruang kerja ini. Seperti biasa, tanpa perlu disuruh masuk, sang asisten telah masuk sendiri. Melihat wajah atasan yang sudah kacau, malah jadi semakin kacau
"Ada apa Boss?" Tanya Abizar dengan alis tertaut karena penasaran.
"Hmmm, saya baru saja melepas penjahat yang telah meretas perusahaan kita."
Mata Abizar membesar, "Tradding kena retas lagi?"
"Iya," Reza fokus menatap Abizar. "Lagi? Memangnya kita sudah pernah diretas oleh hacker?"
"Masa Anda lupa tadi malam saya sudah keringat dingin gara-gara grafik fluktuasi kita telah anjlok hingga hingga hampir menyentuh dasar? Akan tetapi, grafik itu dengan sendiri kembali ke pergerakan normal."
Rahang Reza mengeras, giginya bergemeletuk. "Kenapa tidak kau katakan sejak tadi?"
"Bukan kah sudah saya katakan sejak malam? Anda yang terlalu cuek dengan keadaan. Sibuk bersenang-senang dengan para ladies itu."
"Ladies?" Lalu ingatan Reza akan peristiwa tadi malam mulai terkumpul, sedikit demi sedikit.
"Waktu bangun tadi, saya tidak mengenakan busana sehelai pun. Apa mereka yang melakukannya?"
Dengan seketika, Abizar menahan ledakan tawanya. Dia teringat kembali pada peristiwa tadi malam saat Abizar mengantarkannya pulang ke mansion pribadi milik Reza.
Sampai di dalam rumah, Reza yang mabuk luar biasa sudah tidak kuat menahan kadar alkohol yang tinggi. Reza muntah, mengeluarkan semua isi dari dalam perutnya, tepat di hadapan Abizar.
Abizar melihat isi perut yang keluar itu, ikutan merasa mual nyaris muntah. Apalagi aroma yang dikeluarkan sangat lah tidak tidak sedap. Pakaian yang basah dah bau, membuat Reza refleks melepaskan semua yang dia kenakan hingga bagian terdalam.
Tanpa bicara apa-apa, Reza masuk ke kamarnya dengan keadaan polos. Menghempaskan dirinya ke atas kasur. Dia langsung terlelap. Abizar meminta asisten yang bekerja di rumah itu untuk segera membersihkan semuanya. Setelah itu dia memilih untuk kembali ke rumah di mana sang istri tengah menunggu.
"Bukan, Anda sendiri yang melakukannya," ucap Abizar. "Jika Anda tidak kuat minum, jangan minum lagi! Nanti keadaan jantung Anda malah makin lemah!"
"Kamu tak perlu mengatur hidup saya! Apa pun yang saya lakukan, cukup kamu lihat dari jauh seperti biasa. Kalau saya mabuk seperti tadi malam, kamu tinggal antarkan saya ke rumah. Tidak repot bukan?"
'Huuu, tak repot kate lu. Pekerjaan lu itu sangat merepotkan tauk,' batin Abizar menahan gondok.
"Terus bagaimana hacker-nya?" Tanya Abizar.
"Kabur tuh orang. Tak tahu dia, lawan siapa. Master dari para master masa dilawan." Kembali mengibas-ngibaskan kemejanya, membanggakan diri.
"Terserah lah Boss. Kayaknya perusahaan kita membutuhkan protektor yang tinggi. Resiko gede banget kalau hacker terus mengacak semua bisnis kita," sarannya.
"Benar juga, sepertinya saya harus membuat protektor yang tak gampang ditembus oleh siapa pun. Siapa tau nanti bisa dijual. Kita komersilkan dengan harga tinggi untuk perusahaan yang bekerja dalam bidang online seperti kita." Jelas Reza.
"Wahaha, Boss memang orang terdepan dalam memikirkan ide bisnis online yang terbaru seperti ini. Jika berhasil menciptakan software hebat seperti itu, perusahaan kita bakalan jadi kaya raya Boss."
"Segala hal sudah tersedia secara online dan mudah mendapatkannya. Bahkan, novel pun sudah banyak dipublikasikan secara online. Berapa platform yang akan membeli protektor tersebut kepada kita kan Boss." Menggosokan kedua telapak tangannya dengan penuh semangat.
Terdengar suara ketukan pintu yang tidak tertutup. "Ekheem," deheman itu datang dari wanita cantik yang sudah terlalu lama menunggu Abizar di ruang rapat. Kening Anja berkerut melihat Reza duduk di singgasana Presiden Direktur.
"Oh, Bu Anja. Maafkan saya membuat Anda menunggu terlalu lama," ucap Abizar.
"Maaf saya menyela obrolan kalian berdua. Hanya saja Pak Reza terlalu baik kepada seorang sekretaris." Matanya menyipit melihat Reza masih duduk dengan santai di kursi panas itu.
"Oh iya, maaf Pak Reza. Saya terlalu lancang duduk di kursi penting ini." Reza langsung berdiri memaksa Abizar duduk di sana. Dia menyadari sikap Anja semakin dingin padanya. Menurutnya itu terlihat sangat se*si.
Sementara seorang gadis yang tampak lebih muda berdiri di belakangnya, tengah tersenyum melihat tingkah Reza yang sangat kocak.
Nanti minta kontaknya aah, lucu banget ni cowok.
"Pak Reza," Anja menatap Abizar dengan mata berbinar. "Boleh kah kita bersilaturahmi di luar masalah bisnis?" Anja mengembangkan senyuman termanisnya.
Sementara Abizar terlihat panik melihat reaksi Anja. Dia sudah menikah, dan istrinya tengah hamil muda saat ini. "Saya sudah--"
"Jangan katakan bahwa Anda sudah menikah! Saya mendengar kabar bahwa Pak Reza itu masih single," sela Freea sang sekretaris.
"Terus apa Bu sekre--"
"Freea Pak, nama saya Freaa," sela gadis itu.
"Oh iya, apa Saudari Freea juga melihat poto dari pimpinan perusahaan ini?" Abizar melirik Reza yang tengah menatap Anja, dia terus menggoda Anja dengan memainkan mata dan bibirnya.
"Nah, itu lah Pak. Saya kurang tahu juga. Saya tidak bisa menemukan poto wajah Pak Reza di profilnya. Menurut kami orang yang terlihat rapih, berwibawa, dan tenang -- biasanya menjadi orang yang memiliki jabatan tertinggi." Jelas Freea sesekali melirik Reza yang asli. Dia masih merasa lucu melihat aksi konyol menggoda Anja yang terkenal sebagai wanita dingin.
"Kenapa Saudari Freea berpikir begitu?" Abizar masih melirik Reza, Anja terlihat mulai salah tingkah oleh godaan mata Reza. Wajah Anja terlihat mulai merah padam, nafasnya mendengus kesal.
"Biasanya orang hebat itu tenang dan kalem bukannya ya Pak?" ceketuk Freea.
"Tidak semua orang begitu. Kamu pernah melihat temanmu di sekolah? Dia begajulan, tetapi dia meraih peringkat tertinggi di kelas." Abizar masih melirik Reza. Mencoba memberi kode kepada mereka.
"Saya tidak pernah," sela Anja dengan nada kesal. Dia merasa marah karena terus dikedip oleh Reza.
"Ini kenapa dia tidak menghargai saya sebagai rekan bisnis atasannya?" Anja membuang muka sembari menggerutu.
"Kalau saya dulu pernah sih Pak. Punya temen lucu dan urakan. Eh, taunya dia juara umum di sekolah. Kelakuannya sama persis kayak sekretaris Pak Reza ini. Siapa namanya tadi? Abi-zar kan?"
Reza terperangah. Dia menangkap signal bahwasanya sekretaris Anja seperti menyukai dia. Dia mengedipkan mata pada Freea.
"Ekhem, Abizar! Jaga image-nya. Kamu seperti akan memakannya saja? Ingat! Sebentar lagi kamu mau menjadi seorang Ayah!" ucap Abizar yang asli.
"Ja-jadi Saudara Abizar udah menikah?" tanya Freea kecewa.
"Iya, Abizar sudah menikah." Reza yang asli membesarkan matanya pada Abizar.
Freea terlihat kecewa, terdiam seribu bahasa lalu mundur berdiri di balik Anja. Anja terlihat semakin marah dan nafasnya memburu cepat.
"Jadi apa maksud kamu menggoda saya padahal kamu sudah menikah?"
...*bersambung*...
...Jangan lupa menekan tanda Favorit, Like, Gift, Vote, dan Komentar ya!...
...Terima kasih!...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 202 Episodes
Comments
Itarohmawati Rohmawati
ya itulah buaya 😅😅😅😅
2022-04-08
0
Ig : @smiling_srn27 🎀
Dia terjebak dalam permainannya sendiri 🤭
2022-03-13
1
Ig : @smiling_srn27 🎀
mampus kau reza 🤣🤣🤣
2022-03-13
1