"Gilak? Si Om Mesum? Film belum mulai, kita sudah bisa melihatnya secara live," ucap Stella terkekeh sembari menarik Aura segera masuk theatre 6.
"Kamu terlihat santai aja?" Aura menatap tak percaya. Baginya ini adalah pemandangan yang luar biasa. Bahkan kalau nonton drakor pun tidak melihat yang seperti itu. Kalau drakor tayang di TV, sudah banyak proses sensor.
"Hahaha, kamu belum pernah melihat itu ya? Nonton film nanti akan segera membuatmu menjadi dewasa!" Stella tersenyum jahil.
Tak lama, mereka sudah mulai menikmati tontonan yang mulai masuk pada alur yang menegangkan. Tiba-tiba ada sepasang orang yang baru saja masuk dan duduk di sebelahnya. Dia tidak bisa melihat siapa yang baru saja datang karena suasananya benar-benar gelap.
Aura mengambil popcorn yang ada di pangkuannya satu per satu. Lalu ada tangan yang ikut mengambil popcorn miliknya.
"Udah abis aja popcorn-mu La?" Tanya Aura, tetapi dia tidak terlihat sama sekali. Padahal Stella tengah fokus menonton dan tidak mendengar apa yang dikatakan oleh Aura.
Tangan orang yang tak terlihat terus mengambil popcorn milik Aura, namun gadis itu membiarkan karena menyangka itu tangan Stella. Saat tangan mereka bersamaan mengambil popcorn ukuran besar ini. Tangan itu meraba tangan Aura. Tangan itu sempat menggenggam jemari Aura.
"La, tanganmu kok besar banget? Kamu ganti sabun ya? Kasar banget?" Aura masih tidak menyadari bahwa temannya yang bernana Stella itu, sedari tadi terus fokus menatap layar lebar dalam ruangan besar ini.
Saat memasuki alur yang semakin mencekam, ditambah alunan musik latar yang mendukung, suara menggelegar, membuat suasana menjadi sangat menegangkan. Tangan besar itu menarik tangan Aura lalu menggenggamnya.
Aura merasakan tangan besar itu bergetar. "La, kamu takut ya?" Namun, masih belum ada jawaban.
"Aaaaagghhht," teriak seluruh penonton pada sebuah adegan yang penuh kejutan. Tiba-tiba ada kepala yang sudah menyandar pada pundak Aura. Gadis itu lupa posisi Stella ada di sisi mana. Masih membiarkan kepala orang yang tersandar di bahunya ini tak bergerak sama sekali.
Film sudah selesai, tetapi kepala yang sedari tadi tersandar itu masih belum bergerak juga. Lampu teather sudah dinyalakan.
"Ra? Siapa yang tidur di bahu kamu?" Mata Stella membesar melihat seorang pria telah tergeletak begitu saja tidak mau bangun meski lampu telah menyala dengan terang.
Sementara Aura tengah mendapat tatapan tajam dari seorang wanita yang berada di sebelah pria yang tidak mau bangun ini.
"La, aku pikir yang menyandarkan kepala di pundakku ini kamu," desisnya.
"Heh, cewek gatel! Lo sengaja godain pacar gue ya?" Semprot wanita cantik itu.
Tetapi yang tidur itu belum juga terbangun. "Bunny! Bunny! Bangun!"
Ditariknya tangan pria itu, dan pria itu jatuh terkulai.
"Aaaaggghhhtt! Bunny ...," Pekik wanita cantik itu. Ternyata, pria itu jatuh pingsan.
Aura dan Stella tercenung melihat apa yang terjadi. Beberapa karyawan bioskop tergopoh mengecek keadaan si pria. Lalu, dia dibawa entah kemana diiringi tangisan kawatir sang pacar.
"Siial banget gak sih?" Sungut Aura meninggalkan lokasi mereka nonton tadi. "Iiih, ternyata Om Mesum pingsan di pundakku!" Menyeka sisa-sisa debu yang ditinggalkan Reza di pundaknya.
"Hahaha, itu Om Mesum kenapa bisa pingsan gitu ya? Mendaratnya pas di bahumu lagi."
"Huh-huh, semoga bukan petanda burum?" Rutuk Aura, mendengus. Teringat tangannya tadi digenggam oleh pria itu. Setelah itu, mereka memilih segera meninggalkan tempat ini.
💖
💖
"Bagaimana keadaan pacar saya Dok?" tanya Angel, sang Klient ke-25.
"Apa kamu tahu, pria ini mengidap sakit jantung?" tanya dokter yang sengaja dipanggil oleh pihak bioskop.
Angel hanya menggeleng. Dia hanya mengetahui bahwa Reza ini sebagai crazy rich yang menjadi pacar kesekiannya. "Bukan kah dia masih muda Dok? Masa udah sakit jantung? Yang sakit jantung kan biasanya orang-orang yang sudah tua?" cetus pacar ke-25 itu.
"Dia ini mengidap sakit jantung bawaan. Mungkin ada masalah ketika dalam kandungan, hingga terlahir dengan kelainan jantung."
'Sakit jantung sejak lahir? Iiih, enggak banget ni orang? Yang tua aja sehat walfiat aja?' batin Angel. Dia sudah membayangkan ke depannya menjadi seperti apa jika terus bersama.
"Terima kasih ya Dok atas bantuannya?" Ucap Angel menatap kepergian sang dokter.
"Dari pada terus merepotkan seperti ini, mending kita putus!" Angel meletakan resep obat-obat yang diberikan oleh dokter di dalam kantong jins yang dipakai Reza. Dengan tergopoh-gopoh Angel pergi meninggalkan pria malang yang masih belum sadarkan diri.
"Sayang, jemput aku sekarang!" Ucapnya menempelkan ponselnya di telinga. "Oke, buruan ya!"
"Tadi Om-om itu kenapa ya?" Tanya Stella. Aura hanya mengedikan bahunya.
"Minggir!" Angel mendorong Aura, membuat gadis itu hampir jatuh. Namun, Stella dengan sigap menarik tangan Aura. Aura kembali berdiri dengan baik.
"Dia mau kemana? Kenapa terburu-buru gitu? Terus Om Mesum tadi mana?" tanya Aura heran. Mereka berdua melihat Angel dengan heran. Aura dan Stella menuju parkiran mobil. Tampak pacar Om Mesum tadi mendekat ke pintu kemudi. Sang supir keluar dari mobil-- terlihat seorang pria yang agak berumur. Mereka cipika, cipiki, dan mendarat di bibir. Setelah itu berpelukan dengan mesra. Si pacar Om Mesum malah naik ke sebuah mobil lalu pergi meninggalkan tempat ini.
"Lho? Om Mesum tadi ditinggal begitu aja?" Tanya Aura heran, lalu dia membuka pintu mobil.
"Mau kemana?" tanya Stella.
"Mau melihat Om Mesum. Dia sudah baikan belum? Masa ditinggal begitu saja? Tunggu ya? Aku cek dulu ke sana."
Stella keluar dari mobilnya. "Aku ikut!" Dengan segera mereka mencari Reza kembali ke bioskop. Menanyakan pria pingsan pada karyawan yang ada di sana. Lalu segera menuju tempat yang dimaksud. Ternyata Reza masih belum sadarkan diri.
"Diiih, pacarnya. Padahal tadi udah mesra gitu kayak mau kawin esok, giliran pacar sakit malah ditinggal begitu saja." Celetuk Stella.
"Kasian ya?" Sela Aura. Matanya menatap ada secarik kertas sedikit nongol di kantong celananya. Diperiksa dan keningnya berkerut.
"Ini kayak resep dokter deh?"
Stella mendekat ikut mengintip, "Eh iya. Dia emang lagi sakit kok malah nonton bioskop malam-malam gini? Terus ditinggal sama pacarnya yang selingkuh lagi?"
Terdengar sebuah getaran ponsel. Stella dan Aura mengecek, ternyata bukan panggilan untuk mereka. Aura memeriksa kantong kumpulan ponsel milik Reza. Mata Stella terbelak.
"Gilak ni Om-om? Banyak banget hapenya? Kita ambil satu bakalan sadar nggak sih?" celetuk Stella.
"Untung saja aku udah beli. Kalau masih pakai hape odong-odong, mungkin aku ambil satu." Lalu dia mengangkat panggilan itu.
"Boss, mobilnya sudah beres. Sekarang ada di mana?" Ucap yang di seberang panggilan.
"Ma-maaf Om," ucap Aura gugup.
"Siapa ini? Kamu pencuri ponsel milik Pak Reza ya?"
...*bersambung*...
...Jangan lupa menekan tanda Favorit, Like, Gift, Vote, dan Komentar ya!...
...Terima kasih!...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 202 Episodes
Comments
Ainun Dunggio
hmmm
2022-09-22
0
Susi Hendra
ah kasian reza..😥😥😥😥
2022-04-25
0
Itarohmawati Rohmawati
ngakak astaga😅😅😅
2022-04-08
0