[Nasabah a/n Aurora Safitri dengan nomor reg. 1234xxxxxxxxxxxx dana keluar sebesar Rp 3.000.000. Terima kasih.]
".... ??? ...." Mata Aura membulat melihat angka yang ditarik oleh Sistem. Ini sama artinya dua bulan jatah beasiswaku.
Kembali Aura mematut-matutkan lagi angkanya dengan benar. Tidak salah lagi, memang segitu lah uangnya yang raib ditarik oleh Sistem.
"Ra, kamu kenapa sih? Sibuk sama hape mulu?"
Aura mengerjap-ngerjapkan matanya. Rasanya sungguh tak dapat dipercaya. "Tunggu La. Aku ada urusan sama si pencuri uangku! Aku mau membuat perhitungan!"
"Siapa yang mencuri uangmu?" Stella semakin heran.
"Tunggu, tunggu! Kamu lanjutkan aja makannya!" Aura mengetik pesan kepada Sistem.
^^^[Maaf Sistem, kenapa uang saya dipotong? Tadi itu saya sedang dalam perkuliahan. Apa tidak ada kompensasi?]^^^
Teng ... nong ... balasan dari Sistem
[Berikan jadwal Anda dengan baik kepada Sistem! Agar Anda tidak dihitung mangkir dalam Sistem.]
Aura membalas pesan tersebut.
^^^[Harus ya? Jadwal saya serahkan sampai segitunya?]^^^
teng ... nong ... balasan dari Sistem
[Iya, harus. Agar Anda tidak dihitung mangkir dalam memberi balasan terhadap Sistem. Lebih baik Anda patuhi saja apa yang kami sampaikan! Agar tidak terjadi lagi pengurangan saldo akibat kelalaian Anda.]
Aura membalas kembali.
^^^[Lalu bagaimana dengan uang saya yang sudah dipotong Sistem? Apa bisa dikembalikan?]^^^
teng ... nong ...
[Maaf, belum ada program dari Sistem untuk pengembalian DANA yang telah ditarik.]
Aura kembali membalas.
^^^[Terserah lah! Saya berhenti!]^^^
teng ... nong ...
[Jika Anda berhenti, semua DANA yang telah masuk kepada Anda akan ditarik kembali oleh Sistem.]
Aura membalas lagi.
^^^[Ambil saja sana ambil! Aku sudah bosan! Bukannya kaya malah jadi nelangsa!]^^^
teng ... nong ...
[Sistem mendeteksi anggota bernama Aurora Safitri sedang marah]
[Tidak mendapat jawaban, Sistem memastikan akurasi kemarahan sebesar 90%]
[Pesan masih belum dibalas, Sistem memastikan akurasi kemarahan sebesar 100%]
[Nona Aurora Safitri?]
Aura memilih tidak melanjutkan chat dengan Sistem. Dia tengah menahan perasaan marah. Menyesali dirinya yang telah mengikuti permainan Sistem Kekayaan: Hacker ini.
Boro-boro jadi kaya. Yang ada aku bisa ketangkap polisi online. Beeasiswa dan kuliahku bisa jadi terbengkalai. Orang tuaku pasti sangat kecewa.
Akhirnya dia makan dengan tidak lahap. Kembali Stella memperhatikan tingkah temannya yang tidak biasa ini. "Ra, kamu mau cerita sama aku nggak? Masalah apa yang tengah kamu alami?"
Namun, dia seolah tidak mendengar apa yang ditanyakan Stella. Aura masih merenungkan masa depannya kemudian hari nanti. Dengan tidak sabar, Stella mengguncang tubuh Aura.
"Raaaaa, jangan melamun!"
"A-a-aaagghh, ke-kenapa La?" Akhirnya Aura dapat ditarik kembali ke bumi.
"Sampai mana lamunannya?" Mata Stella menyipit. "Kamu bisa cerita padaku nggak, masalah apa yang telah kamu alami?"
"Oh, aku ngga apa-apa kok. Hanya saja aku mendapat masalah yang tidak bisa aku jelaskan padamu." Aura kembali menyuapkan makanan sendok demi sendok meski tidak terlalu berselera.
Makanan ini harus habis. Sesaat lagi aku kembali seperti dulu. Tidak memiliki segalanya, dan tidak bisa makan makanan seperti ini lagi.
Reza memperhatikan Aura makan kayak orang kesetanan. Dia terkekeh sendiri melihat wajah gadis itu terlihat datar, namun makan seperti dalam sebuah perlombaan.
Itu lapar apa doyan?
Jay memperhatikan tingkah Reza. Mencoba mengintip siapa yang sedang diperhatikan olehnya. Tampak Aura dan temannya tengah duduk santai usai makan.
"Kali ini dia?" Jay ikut memperhatikan. "Dia canti dan sederhana. Katanya dapat beasiswa, hingga bisa berkuliah di sini. Mau nyari kerjaan di sini, malah ngga jadi karena ada Om Mesum yang sering nongkrong."
Tiba-tiba Reza terkaget menyadari kehadiran Jay. "Eh, Jay. Ngapain lu?"
"Eh, sialan. Lu nggak denger apa yang gue bilang?" Menatap Reza yang kembali memperhatikan Aura.
"Kenapa liatin dia terus?"
"Bukan apa-apa," kembali memindahkan pandangannya. Melihat Aksa yang mempresentasikan hasil kerja kelompoknya. "Sebenarnya gue suka melihat anak-anak muda yang bersemangat seperti mereka," ucap Reza.
"Terus?" sela Jay.
"Hanya saja dia dekat dengan bocah tengil itu!" Menunjuk ke arah Aura yang sibuk kembali dengan ponselnya.
"Jadi lu berencana tidak menerima proposal mereka hanya karena dia dekat dengan gadis itu? Ternyata, Anda bukan seorang yang profesional!" Jay kabur secepatnya meninggalkan Reza, sebelum kena lemparan kotak tissue yang ada di atas meja.
Aura kembali mendapat pesan berturut-turut dari sistem.
[Nona Aurora Safitri, kenapa Anda tidak membalas pesan dari Sistem? Sistem mendeteksi kemarahan Anda dengan kadar 200%]
'Huuuu, kalau Sistem ini seseorang, udah aku gulingkan ke sana ke mari dia!' batin Aura.
[Nona Aurora Safitri, pesan Sistem yang tidak dibalas mendekati waktu satu jam! Jika Anda tidak membalas dengan segera, maka Sistem secara Otomatis menarik DANA sebesar Rp1.000.000,- dari akun Anda!]
Akhirnya Aura tergidik untuk membalas lagi.
^^^[Ambil sanah! Ambil saja semua! Jangan ganggu saya lagi!]^^^
teng ... nong ...
[Kadar kemarahan yang terdeteksi oleh Sistem sebesar 300%]
[Bagaimana cara agar Sistem bisa mengembalikan mood dan gairah Anda?]
'Enyah kau, enyah!' batinnya.
teng ... nong ...
[Jika Sistem mengembalikan dana yang telah ditarik, apa Anda tidak akan marah lagi?]
'Bodo.'
teng ... nong ...
[Ditambah DANA lain apakah kadar kemarahan Anda akan berkurang?]
[Sistem akan menggenapkan DANA di dalam rekening Anda menjadi Rp20.000.000,- sudah cukup mengurangi kadar kemarahan Anda?]
[Jika digenapkan menjadi Rp25.000.000,- sudah mau bekerja lagi?]
[Kesempatan terakhir! Sistem menawarkan penggenapan pada akun bank Anda menjadi Rp.35.000.000,- Jika Anda benar-benar tidak mau bergabung lagi, maka semua saldo Anda akan kami tarik! Data Anda akan kami sebarluaskan!]
"Ssssiaalaaan!" umpat Aura marah-marah pada ponselnya.
"Dasar gila!" celetuk Reza yang terus memperhatikan Aura dari jauh. "Marah-marah sama hape. Marah itu sama orangnya!" Dia berbicara sendiri, membuat pengunjung lain melihat ke arahnya dengan heran. Lalu Reza pura-pura bicara dengan ponselnya, meletakan benda itu di telinganya. "Ya, ya, jangan jadi gila sama hape! Kamu tu orang!" Berlalu masuk ke dalam kantor Jay.
"Kamu kalau begitu membuat aku makin heran tau nggak sih?" Sungut Stella.
"Eh, iya, iya! Maaf. Ada orang ngeselin banget."
"Dari tadi aku tanya kenapa, kamu bilang nggak apa. Marah sama siapa, nggak bisa kutanya juga. Bisa nggak sih, jika nggak mau cerita, marah-marahnya di dalam hati aja? Biar aku nggak makin pemasaran." Stella memasang mimik muka marah.
"Kenapa kamu marah La?"
"Aku berasa nggak dianggap sebagai teman tau nggak? Percuma saja kita sebagai teman dekat, tapi masih banyak hal yang tak kamu bagi!" Sungutnya.
"Tetapi kan ada hal yang tak bisa aku ceritakan La. Sesuatu yang aku sendiri tak bisa bagi pada orang tuaku. Kamu sendiri pasti punya hal yang tidak kamu ceritakan pada orang lain, termasuk padaku. Jadi aku mohon, kamu memaklumi aja."
Stella berpikir sejenak, dan membenarkan apa yang dikatakan Aura. "Bener juga sih, maaf." Stella menunduk.
"Aku juga minta maaf. Jika nanti aku siap mengatakannya, aku pasti cerita. Namun aku nggak janji ya?"
"Ya, terserah kamu."
teng ... nong ... Pesan dari sistem, masuk kembali.
[Bagaimana Nona Aurora Safitri? Sudah menentukan pilihan? Lanjut atau mundur? Jika lanjut, DANA dalam rekening Anda akan kami genapkan menjadi Rp35.000.000,- Akan tetapi jika Anda memilih mundur, semua DANA yang diberikan akan kami tarik kembali.]
[Jika saldo tidak mencukupi, maka setiap DANA yang masuk akan ditarik secara otomatis oleh Sistem. Data Anda akan kami sebarluaskan. Sistem akan lepas tangan atas apa pun yang terjadi pada Anda di kemudian hari. Terima kasih.]
"Kita lihat, apa pilihan yang akan diambil oleh Nona cerdas ini?" Ucap Marcell, orang yang berada di balik Sistem Kekayaan: Hacker.
...*bersambung*...
...Jangan lupa menekan tanda Favorit, Like, Gift, Vote, dan Komentar ya!...
...Terima kasih!...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 202 Episodes
Comments
Debbie Teguh
ada ya sistem bisa rayu hacker nya wkwkwk rayuan maut lg
2022-06-09
0
FieAme
kena rayuan sistem Raaaa
2022-03-23
0
Mak e Bila
kakak covievy maaf emak baru nongol 😁
2022-03-22
0