Gue mau membalas dia .... menyunggingkan senyum liciknya.
"Lu jangan aneh-aneh sama dia! Dia itu masih sangat muda buat lu mainin!" ucap Jay yang sudah sangat hapal akan tabiat bos yang dulu seniornya di kampus.
...drrrttt...
...drrrttt...
...drrrttt...
Reza kembali bingung mencari ponsel mana yang bergetar. Baru menemukan benda itu, sesaat panggilan telah usai. Dia baru sadar, ada sebuah pesan dari dari Klient19 yang belum sempat dibacanya.
Pesan dibuka dan dibaca, ternyata pacar yang ke sembilan belasnya itu menyuruh Reza datang ke sebuah kafe yang katanya 'tempat biasa' mereka berdua. Ini sudah lewat dari waktu yang diminta.
Ini gara-gara gadis mie instan sialan tadi. Gue sampai lupa ada pesan dari ... dari ... siapa ya Klient19? Ana, apa Vivi ya? Waduh, gue lupa ....
"Jay, gue cabut dulu!" Reza keluar dari ruangan melakukan panggilan kepada nona Klient19. Dia masih memikirkan nama pacarnya ini.
"Halo!" jawab yang di seberang dengan ketus.
"Maaf Sayang. Aku lagi ada rapat, jadi tidak tahu ada pesan dari kamu."
"Rapat ya? Hmmm ... buruan! Aku tunggu di tempat biasa!" suara di seberang terdengar sangat marah.
"Dimana?" Reza memiliki banyak tempat kencan. Beda pacar, beda lagi lokasinya.
"Masa Kamu lupa?" bentaknya.
"Katakan saja Kamu saat ini dimana!"
"Kafe 212!"
"Oh, Wiro Sableng ... Oke, aku akan segera ke sana!"
"Buruuuusaaan!" bentaknya membuat Reza menjauhkan ponsel dari kupingnya. Setelah itu, gadgetnya itu disusun kembali dengan sedemikian rupa, agar muat di antara desakan-desakan benda canggih yang lain.
Reza bergerak dengan langkah cepat menuju mobil kesayangannya. Melajukannya dengan kecepatan sedang menuju lokasi yang dibicarakan. Tak lama berkendara, dia telah sampai di lokasi tersebut.
Reza segera masuk ke dalam, sambil mengingat nama pacar yang tadi dia tinggal untuk nyalon.
...cup...
"Halo sayang ...." Reza mendaratkan sebuah kecupan pada pipi pacar yang dia sendiri lupa akan namanya.
Gadis itu bersedekap tangan di dada, wajahnya merah padam tak karuan. Lalu menunjuk arloji mahal yang dibelikan oleh Reza. "Kamu terlambat lebih dari satu jam."
"Maaf Sayang. Aku tadi sudah bilang kan? Aku ada rapat?"
"Oh, rapat ya? Rapat dengan pacarmu yang lain?"
"Apa maksudmu Ana?"
"Ana?"
"Cinta?" ralat Reza.
"Siapa lagi tuh?" Anggun kembali melipat tangannya di dada. "Coba sebutkan, siapa namaku!" ucapnya dingin.
"Cinta kan?" Anggun tak bergeming. "Laura?" Alis Anggun mulai menyatu karena marah.
Anggun mengambil gelas yang berisi es kopi. Lalu menyiramkan pada Reza.
...byuuurrrr...
Anggun berdiri, lalu menampar wajah laki-laki baru saja disiramnya itu.
...plaaakkk...
Pipi yang belum dapat jatah kena tampar oleh Rina, akhirnya dapat juga. "Loe gue end!!!" ucap wanita cantik berambut panjang itu.
Merasa masih gemas dan belum puas, Anggun memukul Reza dengan tas yang kulit yang ada di tangannya.
...dugh...
...dugh...
...dugh...
Reza melindungi diri dengan tangannya. "Udah! Udah!" gerutu Reza yang mulai KO.
Akhirnya Anggun memilih pergi meninggalkan laki-laki yang tidak mengingat namanya ini. Anggun menghentakan kakinya kesal. Lalu senyum licik muncul di bibirnya.
"Huuu ... ternyata dia pelaku KDRT! Untung ga ada rencana nikahi dia!" gerutunya mengelus pipi yang terasa masih perih.
Semua orang melihat ke arahnya sambil terkekeh. "Karma seorang playboy!" ucapnya.
"Wuuu, apa lu liat-liat?" ucap Reza dongkol hendak meninggalkan kafe ini.
"Mas ... Mas ...." Seorang wanita berpakaian pramusaji mencegat Reza.
"Ada apa?" ucapnya ketus, sembari mengeringkan tubuh dengan sapu tangan yang dia miliki.
"Mbak yang tadi belum bayar pesanannya!"
"Lalu apa urusannya dengan saya?" Reza membentak, perasaannya yang sudah kesal, menjadi semakin kesal.
"Dia pacarnya kan Mas?"
"Apa ada pacar yang diperlakulan seperti ini?" Pramusaji mengulum senyumnya. "Dah lah! Saya tak mau tau! Saya bukan pacarnya!"
Reza berlalu, namun kembali dicegatnya. "Mas, tolong lah saya? Mba itu sudah memesan makanan yang sangat banyak untuk dibawa pulang."
"Apaaaa?"
💖
💖
💖
Aura mencoba-coba meregistrasikan gadget barunya ini. Setelah itu, hal yang pertama dilakukannya adalah melanjutkan mengerjakan tugas yang tadi terbengkalai gara-gara keasikan menjalankan misi. Setelah selesai, dia menghubungi sahabatnya di kampus.
Kali ini dia menggunakan
panggilan menggunakan aplikasi sejuta umat. Tak perlu menunggu lama, Stela mengangkat panggilan dari Aura.
"Halo Ra? Kamu sudah punya android juga?"
"Iya ni La. Tiba-tiba aku dapat durian runtuh. Aku sekarang sudah punya telepon pintar dan laptop juga."
"Waaah ... hebaaat ... durian runtuh macam apa itu? Jangan bilang kamu jadi pencuri ... hahaha." ucap Stela ceplas-ceplos.
Seketika Aura sadar, teringat apa yang baru saja dia lakukan. "Apa maksudmu?"
"Hahaha, aku hanya bercanda. Barusan ada berita industri garmen mengalami kebocoran data. Sehingga mengalami kerugian puluhan juta rupiah."
Wajah Aura seketika menegang. Apa itu ulah aku? Bahkan sampai masuk berita? Namun, kenapa misi yang harganya cuma lima juta itu bisa merugikan mereka hingga puluhan juta?
"Kalau boleh tahu durian runtuh seperti apa yang kamu dapat? Dapat kiriman dari orang tua ya?"
"Eeehmm ... i-iya ... Ayahku baru saja mengirimkan uang. Ayah dapat upah lebih." ucapnya ragu-ragu karena berbohong.
"Ooh, syukur lah. Jadi sekarang kamu gak perlu ke warnet lagi kan? Kalau mau online tinggal aktifkan wifi aja. Kosan kamu ada wifi kan?"
"Iya, kosan aku ada wifi. Jadi kalau sudah punya laptop gini, semua terasa lebih mudah." jelas Aura kembali ceria, sejenak terlupa akan masalah yang dibuatnya.
"Nah, apa yang aku bilang? Sudah beli printernya sekalian?"
"Belum siih, duitnya sudah habis."
"Mana tugas kamu? Sini aku yang tolong print kan. Besok langsung aku bawakan ke kampus."
"Beneran nih?"
"Iyah, bener ...!"
"Oke, aku kirim via chat ya."
"Siiippp!"
Panggilan ditutup, Aura dengan segera mengirimkan tugasnya. Lalu berterima kasih.
Selanjutnya Aura mengaktifkan wifi, mencoba membuka dan mempelajari kembali sistem operasi DOS. Mencoba meramu rumusnya sendiri. Dia teringat apa yang dibicarakan dengan Stela tadi.
Sepertinya aku harus belajar menghapus jejak dulu. Untung saja tadi hanya menggunakan CP warnet. Kalau dengan PC sendiri, pasti langsung tertangkap
Setelah beberapa waktu, untuk sekedar uji coba rumusnya, Aura mencari informasi mengenai perusahaan yang berbasis teknologi. Pilihan latihan jatuh pada Tradding Online yang baru dirilis oleh Harmony Grup.
Di tempat lain, Reza dihubungi oleh Abizar. Sekretaris kepercayaan Reza. Orang yang mengurus segala pekerjaan Reza di saat dia melakulan hal lain. Kali ini mereka tengah berada di ruang VVIP Have Fun Night Club.
Reza sedang asik dengan beberapa wanita bayaran, sementara Abizar sibuk memegang laptop. Reza tengah bersandar pada satu gadis. Kedua kakinya bersilang dinaikkan ke atas sofa empuk. Beberapa kancing atas hem-nya terbuka, dan tengah dipeluk oleh gadis yang lain.
Di bagian depan ada yang menyuapkan potongan-potongan buah. Di sampingnya lagi ada yang memegang minuman memabukan milik tuan muda ini.
Abizar melirik Reza yang sedang asik suap-suapan dengan para ladies. Dia hanya bisa menggeleng kesal, namun apa daya. Reza adalah bos yang memberikan gaji yang besar atas semua pekerjaannya.
"Kak, aku kan udah menyuapi kamu. Mana uang buat aku?" Tanpa pikir panjang, Reza mengeluarkan secarik kertas bewarna merah.
Abizar kembali memperhatikan pergerakan Tradding Online yang belum lama mereka resmikan. Tiba-tiba, grafik pergerakan tradding itu mulai kacau. Hal itu merupakan ulah Aura. Aura sedang belajar ilmu hacking dan menghapus jejaknya.
Aura mencoba memasukkan rumus baru, membuat grafik tradding semakin turun dan turun. Aura yang melihat hasil latihannya yang sukses, merasa puas dan tertawa lepas penuh kemenangan.
"Pelajaran selanjutnya adalah, bagaimana cara merebut data-data agar berpindah menjadi milik kita." ucapnya semakin bersemangat untuk belajar.
"Masa iya sistem cuma ngirim lima juta padaku? Ini sitem-nya orang apa suatu mahkluk sih?" Lalu Aura mencoba menghubungi Bang Aksa.
Kembali pada Reza yang asik dengan kencannya bersama beberapa gadis. Abizar sedang dibanjiri keringat dingin melihat keadaan bisnis yang baru mereka bangun ini tiba-tiba saja anjlok.
"Boss ... Boss ... Gawat Boss!"
...*bersambung*...
...Jangan lupa menekan tanda Favorit, Like, Gift, Vote, dan Komentar ya!...
...Terima kasih...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 202 Episodes
Comments
Qaisaa Nazarudin
Mampos kau Reza.. Bersiap2 aja kamu untuk bangkrut,Biar kenak marah tuh ama Ortu,Kerjaannya ongkang2 doang dengan para jalangnya...ckk miris banget..
2024-11-18
0
Qaisaa Nazarudin
Nah ini pasti kerja Marvell,.
2024-11-18
0
Ainun Dunggio
hebat,kpn aq jdi bgtu ya ..
2022-09-22
0