"Tempelkan dulu bibirmu itu di sini!" Reza menunjuk pipinya.
...plaaak...
...plaaak...
...plaaak...
"Dasar Om-om mesuuuum!" Stella tiba-tiba muncul memukulkan tasnya pada Reza.
"La, aku pikir kamu udah cabut?" tanya Aura heran, tiba-tiba saja Stella menolong Aura.
"Aku tadi di toilet tauk! Yuk lah ... ini Om-om gak jelas kerjanya ngerusuh terus." Stella menarik Aura menjauh lalu masuk ke mobilnya.
"Ada-ada aja ya akhir-akhir ini. Macam-macam manusia aneh yang muncul di sekitar kita." ucap Aura.
"Ho-oh. Ada-ada aja. Sebenarnya kamu kenal dia dimana sih? Sampai diintilin muluk sama dia?"
Aura berpikir sejenak. "Hmmm ... kami rebutan mie instan. Waktu itu varian yang aku suka kebetulan tinggal satu biji kan? Aku ambil, eeeh ... dianya nyerobot bilang duluan. Padahal jelas-jelas aku yang duluan. Aneh banget tu orang, nggak mau ngalah sama perempuan." gerutu Aura.
"Oooh, gitu ... pantes aja dia manggil kamu Nona Mie Instan." Stella mengangguk sambil nyetir mobilnya.
"Sebenarny dia ganteng, tapi slengean. Jadi hilang deh, karisma orang tampannya. Bang Jay itu orangnya gimana?" tanya Stella.
"Bang Jay? Nggak tau juga. Aku bicaranya cuma bentar sama dia. Menanyakan lowongan jadi freelancer di kafe itu. Tapi Om-om tadi sering main ke sana. Jadi males kan?"
"Iya sih." Stella membenarkan. "Kamu udah makan?"
"Udah di kosan."
"Padahal tadi mau aku traktir, malah ditinggal sendiri." celetuk Stella.
"Hah? Jadi tadi mau traktir? Yeee ... kalau aku tau, aku bertahan aja duduk di sana sampai selesai."
"Salah sendiri main kabur aja?"
"Kamu lihat sendiri kan ada Om aneh yang terus mengganggu."
Ponsel Aura kembali bergetar. Pesan tersebut datang dari Sistem Kekayaan : Hacker.
*Selamat siang Nona Aurora Safitri. Sepertinya Anda kurang tertarik dengan penawaran dari Sistem kami. Kali ini kami akan memberi kesempatan terakhir kepada Anda.
Kami akan menawarkan harga misi level pertama akan kami naikan menjadi tiga kali lipat. DANA sebesar Rp15.000.000,- akan masuk secara otomatis pada akun bank yang Anda miliki jika misi yang dikerjakan kami anggap sukses.
Jika Anda tidak mengerjakan misi yang kami beri, maka semua dana yang kami beri akan kami tarik kembali*.
Aura tergidik membaca pesan tersebut lalu mencabik. 'Ambil aja sonoh, toh duitnya tidak ada lagi!' batinnya. Lalu Aura melanjutkan kembali membaca pesan yang panjang itu.
*Jika dana dalam akun bank Anda sudah kosong, maka dana tersebut akan ditarik saat ada dana lain yang masuk ke akun tersebut.
"Waduh, beasiswaku jadi taruhannya ini?" sungutnya sangat pelan.
Oleh sebab itu, kami sarankan agar Anda melaksanakan misi yang kami beri dengan sebaik mungkin. Jika tidak, kami akan terus memantau kegiatan Anda karena sudah terdaftar menjadi bagian kami.
Anda bisa mebalas pesan ini jika ingin berinteraksi dengan kami. Kami adalah sistem yang bisa diajak berkomunikasi dan memberi saran kepada Anda. Selamat mencoba.*
Aura tertegun membaca pesan yang dirasakan seperti memonopoli hidupnya. Dia melihat ke segala arah, banyak sekali CCTV yang bisa digunakan oleh para pemantau jarak jauh untuk menangkap dirinya.
'Sepertinya aku harus menanyakan bagaimana nasibku jika menjadi hacker bersama mereka. Aku tak mau jika menjadi buron gara-gara pekerjaan ini.'
Lalu Aura mengetik pesan balasan pada sistem tersebut.
Bagaimana nasib saya kedepannya jika saya bergabung dengan kalian? Jujur saya takut tertangkap! Karena misi ini adalah sebuah pekerjaan yang melanggar hukum bidang IT. Apa keamanan saya dijamin oleh pihak Sistem Kekayaan Hacker?
"Ra ... kita udah sampai sejak tadi lho? Kenapa wajahmu tegang begitu?" Stella membuyarkan lamunan Aura. Aura mulai merasa tidak aman, merasa terus diawasi seperti ini.
"Oh iya La ... aku hanya lagi memikirkan sesuatu."
"Mikirin apa emang? Berat amat kayaknya?"
"Oh, enggak ...," Aura bersiap keluar dari mobil Stella.
💖
💖
💖
"Nona mie instan, awas kamu ya? Kamu pasti akan bertekuk lutut di bawah sepatuku!" Reza masih menggerutu merasa mendapat kesialan setiap bertemu Nona Mie Instan.
...drrrttt...
...drrrttt...
...drrrttt...
Sebuah panggilan masuk ke dalam salah satu ponselnya. Lalu merogoh-rogoh kantong yang mendapat panggilan tersebut. Tertulis di layar ponselnya 1'st Klient
Dengan segera dia mengangkat panggilan itu, "Halo wanita paling cantik sedunia?"
"Mas, kamu lagi dimana ta?"
"Ini aku lagi di kafe Ma, ada apa?"
"Nanti malam kamu pulang ke sini ya? Papa kamu mau mengenalkanmu dengan anak rekan kerjanya."
"What? Lagi? Ma, ini saja pacar aku nggak habis-habis. Masa Mama menambah list baru lagi untukku?"
"Nah, sekarang kamu putusin semuanya! Usia kamu sudah cukup mapan untuk menikah! Kami selalu mengenalkan dengan keluarga yang pantas! Selalu sesuai kriteria bibit, bebet, dan bobotnya! Oleh karena itu, putuskan mereka semua! Kalau kamu masih berani membuat malu keluarga kita seperti sebelumnya, maka siap-siap lah kamu didepak dari keluarga ini!"
"Aku nggak takut. Aku sudah punya uang, harta, dan tahta sendiri. Kalau Papa dan Mama tidak mau lagi menganggapku anak, ya tidak apa. Nanti aku akan membuat anak yang banyak bersama pacar-pacarku yang lain."
"REZAAAAAA ... kamu masih mau membantah Mama yaaaa?"
"Mama, ancam-ancaman udah gak berlaku bagiku. Kecuali nasibku kayak nupel sebelah, jadi kere gara-gara dipecat jadi anak oleh bapaknya. Kalau aku, tentu tidak bisa .... Aku punya perusahaan sendiri. Usaha yang aku bangun dengan kaki tanganku tanpa bantuan Papa dan Mama. no ... no ... no .... Ancaman itu tentu tidak cocok buatku."
"REZAAAA ...," Reza menjauhkan ponsel dari kuping mendengar teriakan dari sang ibu.
"Apalagi Ma?"
"Apa salahny kamu patuh pada permintaan orang tuamu? Orang tuamu ini sudah greget pengen nimang cucu dari kamu! Kamu satu-satunya anak laki-laki kami!"
"Rini kan sudah punya anak Ma?" (*istri Yudhit, kakak Via *Detektif Muda)
"Mama juga mau dari kamu, anak laki-laki Mama satu-satunya."
"Ooh, Mama mau cucu dariku? Apa boleh tanpa nikah segala? Tunggu satu tahun lagi. Aku akan meniduri semua pacarku satu per satu hingga mereka semua hamil. Mama jangan protes ketika anak-anakku hadir ke rumah Mama manggil 'Eyang' pada kalian berdua. Tapi syaratnya, aku tak perlu menikah. Aku tak mau dikekang. Aku ingin hidup bebas menggauli siapa saja."
"REZAAAAAAAAAA." Kembali telepon genggam itu dijauhkan dari telinganya.
"Kamu mau membuat Mama mati berdiri apa? Mau ditaruh di mana muka Mama? Jika seluruh keluarga tahu perilaku bobrok kamu?"
"Makanya, Mama jangan pernah mencampuri urusan jodohku. Jika Mama masih mau mencoba menjodohkan aku dengan wanita yang tak aku kenal, maka jangan salah kan aku jika mengirimkan pasukan bocah hasil benih yang aku produksi."
"Kamu udah berani ngancam-ngancam orang tuamu ya?"
"Aku tidak mengancam, hanya saja aku tidak suka jika jalan hidupku diatur-atur sedemikian rupa. Memangnya Mama pikir ini masih zaman Siti Nurbaya?"
"Terserah kamu lah! Kamu membuat darah tinggi Mama menjadi kumat! Kalau begitu, Mama kutuk kamu menikah dengan gadis yang kamu benci! Biar kamu puas sekalian membuat orang tuamu pusing!" Telepon pun ditutup.
"Dih, Mama ... udah jadi Mak-nya Malin Kundang. Ngutuk jodoh sama yang dibenci lagi?" desisnya.
Begitulah, orang tuanya sudah gregetan atas kelakuan putra sulungnya ini. Sudah beberapa gadis baik-baik dijodohkan untuknya, namun dia dengan sengaja melakukan hal aneh pada wanita pilihan orang tuanya.
Contohnya dengan sengaja dibawa ke klub malam dan mabuk di hadapan salah satu wanita itu.
Cerita lainnya, sengaja membawa gadis pilihan ke hotel. Waktu diajak check in, si wanita pilihan langsung melepas sepatu dan memukul Reza dengan sepatu.
Cerita lain, sang wanita pilihan dikenalkan pada beberapa gigo**l* sehingga sang wanita pilihan pulang sambil menangis mengadu pada orang tuanya.
Orang tua Reza menjadi bulan-bulanan setelah kejadian-kejadian itu. Tidak ada yang mau dikenalkan sejak beberapa waktu ini. Entah kenapa, malah ada lagi yang mau dipertemukan dengannya.
Reza sengaja melakukan hal aneh tersebut, agar orang tuanya kapok untuk menjodoh-jodohkan dia lagi dengan siapa pun. Reza mau menikah dengan wanita pilihannya sendiri. Meski terkesan cassanova, ada rahasia yang dia sembunyikan.
Hingga saat ini dia masih perjaka. Setiap akan melakukan sesuatu dengan seorang wanita, degup jantungnya menjadi sangat kencang. Saat itu juga dia jatuh pingsan, karena sakit jantung bawaan yang tidak kuat saat menahan degupan jantung yang semakin tidak beraturan.
...*bersambung*...
...Jangan lupa menekan tanda Favorit, Like, Gift, Vote, dan Komentar ya!...
...Terima kasih!...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 202 Episodes
Comments
Qaisaa Nazarudin
Kalo.masih.perjaka bukan CASSANOVA namanya, Cuman Playboy cap cadal doang..Cassanova itu si TEH CELUP..Tanam benih sana sini..
2024-11-18
0
Entin
seru ketemu aura sama reza
2023-03-07
0
💕febhy ajah💕
buahahahaha hahaha casanova tp masih perjaka, aku kira udah masuk gawang.
2022-10-17
0