"Jadi apa maksud kamu menggoda saya padahal kamu sudah menikah?" Anja mengucapkannya dengan nada yang sangat tinggi.
"Maaf Bu, sebenarnya dia--" Abizar sudah mulai merasa sangat tidak nyaman dan ingin mengatakan yang sebenarnya. Namun dicegat oleh Reza.
"Sepertinya saya akan mengajak pimpinan perusahaan kami, --ayah saya sendiri-- untuk memikirkan kembali rencana kerja sama dengan perusahaan aneh ini."
"Masa sudah tahu kelakuan dia, masih diangkat menjadi asisten dari Presiden Direktur? Kami pergi!" Anja dan Freea hendak pergi meninggalkan ruangan ini.
"Mari saya antar!" tawar Reza.
"Tidak usah!" ucap Anja dengan ketus, lalu pergi.
Reza menggerakan kedua alisnya naik turun tersenyum jahil di hadapan Abizar. "Apa tidak akan ada masalah setelah ini Boss?"
"Biar aja! Perusahaan yang mau bekerja sama dengan kita, bukan mereka saja. Masih banyak yang lain! Jangan diambil pusing!"
"Lagian sih, kenapa main drama sebagai saya segala?" celetuk Abizar.
"Saya hanya ingin tahu bagaimana rasanya berada dalam posisi kamu selama ini. Ternyata begini."
"Begini gimana Boss?" Wajah Abizar menatap sang pimpinan dengan heran.
"Enggak," Reza kembali melanjutkan pekerjaan mengecek semua jenis bisnisnya. "Masih stabil." Dia tersenyum puas.
"Oh ya, Abizar tolong bawa mobil saya ke bengkel langganan! Pinjam kunci mobilmu! Kamu urus mobil itu hingga semuanya beres! Untuk sementara aku menggunakan mobil bututmu."
Butut-butut kenapa masih dipinjem?
💖
💖
💖
Pesan dari Sistem Kekayaan Hacker masuk kembali.
Nona Aurora Safitri, saldo dalam rekening Anda sebelumnya Rp812.589,- kami tarik semua. Sisanya akan kami tarik setelah ada DANA berikutnya yang masuk. Terima kasih.
"Sial! Hilang seluruh keuanganku," dengusnya. Kembali mengecek isi dompet yang tinggal seribu, dua ribu, dan yang paling besarnya lima ribu sebanyak tiga lembar.
"Hiks, Ayah ... menyedihkan sekali nasib anak Ayah," ringisnya.
"Aku harus menjalankan misi kali ini dengan baik," tambahnya lagi.
Mengotak-atik kembali laptopnya. Mulai melihat list perusahaan yang akan dia retas saat ini. Aura yang merasa keuangannya terjepit, memaksa dia harus bekerja saat ini juga. Aura menjatuhkan pilihannya pada perusahaan yang bergerak pada industri rumah tangga. Industri itu sudah mulai memasarkan produknya dengan website yang dibuatnya sendiri.
"Mengacak-acak aja kan? Bukan mencuri kok," celetuknya mencoba mencari hal-hal penting berupa data yang dibutuhkan sistem.
Pesan kembali masuk dari Sistem Kekayaan Hacker:
*Selamat Aurora Safitri. Misi level 1 kedua Anda kami nyatakan sukses. Anda berhak mendapatkan DANA sebesar Rp15.000.000,- pada akun rekening bank Anda.
Nada pesan kembali berbunyi. Merupakan informasi transaksi dari Bank yang dia gunakan.
Nasabah a/n Aurora Safitri dengan nomor reg. 1234xxxxxxxxxxxx dana masuk sebesar Rp15.000.000. Terima kasih.
Nada pesan kembali berbunyi. Datang dari Sistem.
Nona Aurora Safitri, saldo dalam rekening Anda kami tarik sebesar Rp187.411,- Terima kasih*.
"Yeeeeiii!" Aura bersorak karena saldonya kembali terisi. "Semoga industri rumah tangga itu baik-baik saja. Maafkan aku. Aku terpaksa," ucapnya lirih.
Tak lama setelah menyelesaikan misi, datang pesan chat dari Bang Aksa.
*Malam Aura.]
Kamu lagi apa?]
^^^[Malam juga Bang Aksa.^^^
^^^[Tumben, ngechat*?]^^^
*Dih, ngomongnya kok gitu?]
^^^[Ya nggak apa sih^^^
^^^[Hanya merasa heran*^^^
*Kemarin tu tiba-tiba disuruh mengerjakan sesuatu sama temen.]
Jadinya udah lupa aja balas pesan yang terakhir.]
^^^[Nggak nanya tuh^^^
^^^[😴😴^^^
Kamu marah ya?]
^^^[Buat apa aku marah?^^^
^^^[Toh kita bukan siapa-siapa^^^
^^^Hmmm,]^^^
Kenapa bicara seperti itu?]
^^^[Ya nggak apa^^^
Udah jadi bikin rumus retasnya?]
^^^[Udah coba dikit^^^
Coba kamu retas PC aku!]
^^^[Menarik juga 🤔*^^^
^^^[*Dapat duit nggak?^^^
Emang kamu pernah dapat uang karena meretas*?]
💖
💖
💖
Sebuah pesan dari Klient 25 masuk ke salah satu ponsel milik Reza.
[Sayang, dah seminggu nih kita tidak ketemu. Kita nonton yuk?]
Reza berpikir sejenak, tak lama dia langsung membalas.
^^^[*oke]^^^
[Miis u bunny]
^^^[Miss u too beb]^^^
[Lhoh? Kok manggil aku Beb?]
[Biasanya bukan itu]
^^^[Miss u too sayang 😘]^^^
[Huh, kamu melupakan panggilan kesayangan antara kita]
[🥺🤧]
^^^[Apa saja boleh kan?]^^^
^^^[Asalkan maknanya sama]^^^
[Udah pulang kerja belom?]
^^^[Belum beib, masih di kantor]^^^
^^^[Aku jemput kamu ya?]^^^
^^^[Kamu lagi di mana?]^^^
[Aku di rumah.]
[Aku siap-siap dulu]
"Hmmm, Klient 25 ini yang mana ya? Di mana rumahnya?" Reza kembali merasa bingung.
^^^[Sayang, rumahnya dimana?]^^^
[Masa kamu udah lupa aja?]
[Baru seminggu yang lalu nganter aku juga?]
^^^[Bilang aja!]^^^
^^^[Alamatmu di mana?]^^^
[Jn. Kenangan yang tak pernah pudar]
^^^[Oh, itu. Deket WH Medical Centre?]^^^
[Iya. Masa lupa aja?]
🥺😩
^^^[Tunggu aku ya?]^^^
^^^[Dandan yang cantik!]^^^
^^^[Biar enak nanti pas nontonya]^^^
[Enak apa?]
^^^[Biasa lah kalau gelap-gelapan]^^^
^^^😘😘😘😘^^^
Reza segera merapikan kembali peralatan yang berada di atas meja. Masih beres-beres, pesan pun masuk pada beberapa ponsel yang lain. Pesan dari para klient yang mengajak untuk bertemu untuk nge-date.
'Hari ini jatah Klient25. Bilang aja lagi sibuk meeting dengan klient bisnis,' batinnya.
💖
💖
💖
"La, kita nonton bioskop yuk?" ucap Aura kepada seseorang di ujung panggilan.
"Oke, mau nonton apa?" tanya Stella.
"Aku kurang tau juga enaknya nonton apa. Tetapi, aku suka horor atau misteri gitu," jelas Aura.
"Waah, aku juga suka ni. Ada horor pa**na*s yang lagi booming ni di bioskop," ucap Stella bersemangat.
"Ya nanti kamu aja yang pesan ya? Biar aku yang bayarkan. Aku belum pernah nonton di bioskop. Kebetulan beasiswaku cair nih. Aku penasaran pengen mencoba bagaimana rasanya nonton di bioskop juga."
"Diiih? Hari gini belum pernah ke bioskop?" Stella terkekeh.
"Iya, belum pernah. Jangan kan bioskop, untuk makan aja dulu susah banget."
"Beneran kamu yang bayarin? Aku saja yang bayarin deh. Nanti beasiswamu habis kalau digunakan pada hal yang nggak penting macam itu?" celetuk Stella.
"Tidak apa. Kamu udah baik banget padaku selama ini. Sekali-kali gantian kan gak apa?"
"Oh, ya udah. Aku jemput ya?" Stella segera bersiap. Aura pun segera bersiap.
Setengah jam kemudian, mereka sudah berada di bioskop. Stella mengajarkan bagaimana cara memesan tiket di bioskop 212 ini.
"Ooh, gampang ya? Aku pikir susah. Aku takut malah malu-maluin jika aku pesan sendiri."
"Iya, gampang kok. Tinggal bilang judul, dan posisi bangku yang kita mau. Kalau aku suka bangku agak di belakang," jelas Stella menarik Aura menuju stand penjualan makanan dan minuman ringan.
"Kalau ini biar aku yang traktir," ucap Stella memesan popcorn extra large size rasa karamel. Aura hanya mengangguk mengedarkan pandangan pada seluruh bagian aula biskop itu.
Matanya tertuju pada dua sosok yang tengah asik berc*uman di pojok yang agak remang. Salah satu pelakunya adalah orang yang selalu dia hindari, yakni Om Mesum.
"La, liat itu!" Tunjuk Aura pada dua sosok yang tengah asik menikmati indahnya dunia milik berdua.
...*bersambung*...
...Jangan lupa menekan tanda Favorit, Like, Gift, Vote, dan Komentar ya!...
...Terima kasih!...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 202 Episodes
Comments
Ainun Dunggio
lnjut say
2022-09-22
0
Itarohmawati Rohmawati
pacar reza ada berapa tuh 😅😅
2022-04-08
0
FieAme
aduh, ternodai
2022-03-15
0