Ling Qing Zhu terlihat berjalan sendirian, dia baru saja menemui ibu dan neneknya untuk membahas kembali masalah menyegel kekuatan Wali Pelindungnya.
Keputusan ini berat dan sulit untuk dia terima meski sudah mendengar sendiri persetujuan dari Xiao Shuxiang.
Bukan Ling Qing Zhu yang akan melakukan penyegelan itu, tetapi justru dialah orang yang paling khawatir. Sementara untuk Xiao Shuxiang sendiri, dia malah nampak bersikap biasa saja.
Sebelumnya saat bersama dengan Wali Pelindungnya, Ling Qing Zhu bermaksud mengatakan tentang misinya yang harus pergi ke tempat yang jauh kepada Xiao Shuxiang. Namun karena pemuda itu terlihat memiliki masalah sendiri, dia pun mengurungkan niat membicarakannya.
Ling Chu Zhen yang bersama dengan Xiao Shuxiang sekarang ini juga tahu tentang misi Ling Qing Zhu. Tetapi dia belum memberi tahu pemuda di sampingnya karena merasa Xiao Shuxiang ini sudah mengetahuinya.
Misi itu terkait dengan kemunculan Alam Atas yang pernah Ling Chu Zhen bicarakan saat bersama Bocah Pengemis Gila. Alam itu masih bagian dari Dunia Manusia, namun terpisah oleh segel dan tempatnya sendiri merupakan sebuah Pulau Terapung.
Jika Sekte Pagoda Langit merupakan Sekte Terbesar di Benua Tengah, maka sekte yang berada di Alam Atas adalah yang paling besar. Kultivator yang hidup di sana----Bagi orang seperti Ling Chu Zhen akan mengatakannya sebagai 'Setengah Dewa'. Di tempat itulah kultivasi yang sebenarnya dimulai.
Penempatan sebuah Sekte sebenarnya lebih baik berada di wilayah pegunungan dan jauh dari masyarakat awam serta terputus dari kehidupan duniawi. Namun justru Sekte Pagoda Langit berdiri di tengah-tengah kehidupan masyarakat itu dan di sebuah Kota Besar. Satu alasan ini sudah cukup untuk menjadi kekurangan dari Sekte milik Ling Chu Zhen.
"......"
Ling Qing Zhu sudah berada di depan kamarnya. Dia menggeser pintu dan masuk menemui Wali Pelindungnya.
"Mn..?"
Ling Qing Zhu mencari keberadaan Xiao Shuxiang, termasuk berjalan ke arah sekat kayu. Hanya saja seperti yang dia duga, Wali Pelindungnya memang tidak bisa ditinggal sendirian lebih dari lima menit.
Ling Qing Zhu berjalan keluar kembali. Dia akan menemui ayahnya saat melihat Ling Chu Zhen melayang di udara dan menapak perlahan di tanah. Di belakang Ling Chu Zhen menyusul Xiao Shuxiang, dua orang itu entah bagaimana bisa bersama.
Ling Qing Zhu menarik napas dan menghentakkan kakinya pelan, dia mempunyai teknik meringankan tubuh yang hebat dan terlihat begitu anggun ketika mulai menapak lembut di tanah, tepat di depan ayahnya.
"......"
Ling Chu Zhen terdiam, binar matanya melembut. Walau sudah melihat Ling Qing Zhu tumbuh besar, namun tetap saja dia kesulitan mengatasi pesona dari putri kesayangannya ini.
"Kucing Putih," Xiao Shuxiang menyapa Ling Qing Zhu seperti biasa. Tindakannya membuat Ling Chu Zhen tersadar. Dia mendapat tatapan mata yang aneh dari Grand Elder Sekte Pagoda Langit itu.
"Xiao'Er, apa kau tidak melihatnya dengan baik? Yang sudah kita bicarakan tadi,"
Xiao Shuxiang mengerutkan keningnya, "Mn..? Tentang apa..?"
"Kau ini tidak peka atau bagaimana?" Ling Chu Zhen mengembuskan napas, "... Perhatikan baik-baik Qing Zhu'Er-ku. Coba perhatikan baik-baik..!"
"......"
Ling Qing Zhu tidak mengerti apa yang dimaksud oleh Ling Chu Zhen. Namun terlihat bahwa ayahnya nampak sedang serius dengan Wali Pelindungnya.
Xiao Shuxiang memperhatikan Ling Qing Zhu dari atas ke bawah, namun ekspresi wajahnya tidak banyak berubah. "Kucing Putih cantik, mempesona, penuh daya pikat dan aku bisa saja memasukkannya ke dalam karung sekarang, mengikatnya dan mengurungnya untuk diriku sendiri."
"Memalukan." Ling Qing Zhu begitu ketus. Dia tidak tahu ke arah mana pembicaraan kedua orang ini, namun ucapan Xiao Shuxiang barusan membuatnya kaget. Hanya saja ekspresi wajahnya tetap bagai gunung yang agung.
Ling Chu Zhen menatap menantunya, "Itulah yang kumaksud. Qing Zhu'Er-ku punya daya pikat yang kuat. Tapi kenapa kau masih terlihat sangat biasa-biasa saja? Apa kau tidak merasa... Wajahmu memanas atau dadamu sesak begitu?"
"Ayah," Ling Qing Zhu ingin mengatai Ling Chu Zhen tidak tahu malu.
Dia sudah biasa dengan perlakukan Xiao Shuxiang yang memperlakukannya seperti gadis biasa dan itu membuatnya nyaman bicara saat bersama Wali Pelindungnya. Tetapi Ayahnya ini justru ingin membuat Xiao Shuxiang memperhatikan dirinya dengan baik.
Ling Qing Zhu menyadari bahwa Wali Pelindungnya sedang menatapnya dalam diam. Dia sangat gugup sekarang dan tangannya mulai terulur meraih gagang pedangnya yang berada di pinggang.
'Baiyi' merupakan pedang lentur yang dapat dia gunakan sebagai sabuk. Dia bermaksud menghunuskannya bila kondisi ini membuatnya terancam.
"Ayah Mertua, aku sedang tidak berada dalam suasana hati untuk meneliti dan mengagumi kecantikan Kucing Putih-ku." Xiao Shuxiang tersenyum ramah, nada suaranya sama sekali tidak berubah.
Dia jelas mempunyai pengendalian diri yang kuat. Untuknya, perlakukan lembut dan baiklah yang selalu mampu membuatnya berdebar.
Ling Qing Zhu merasa lega karenanya, Wali Pelindungnya memang pemuda yang tidak biasa. Sulit menemukan orang seperti Xiao Shuxiang. Sosok yang tidak hanya mengagumkan, tetapi juga sulit ditebak.
Xiao Shuxiang menatap Ling Qing Zhu, "Bagaimana dengan penyegelannya? Apa kalian sudah selesai mempersiapkan semuanya?"
"Mn. Aku menemui ibu. Sekarang hanya perlu menunggu para tetua sekte yang lain hadir."
Ling Chu Zhen mengembuskan napas, istri dan ibunya memang dapat dikatakan orang yang paling bersemangat untuk menyarankan penyegelan akan kekuatan Xiao Shuxiang.
Ling Chu Zhen, "Xiao'Er... Apa tidak sebaiknya kau membicarakan ini pada ayah, ibu dan kakekmu, atau gurumu sebelum memutuskan? Aku tidak ingin mereka berpikir kau mendapat perlakuan tidak adil di tempat ini."
Kekhawatiran Ling Chu Zhen memang beralasan dan Xiao Shuxiang menyukai hal itu, "Ayah. Kau tenang saja. Kedua orang tuaku, termasuk kakek dan guruku sendiri sangat mempercayaiku. Yang kalian lakukan ini adalah hal baik, jadi tidak ada alasan untuk ragu lagi."
Xiao Shuxiang kemudian pamit, dia ingin kembali ke kamarnya. Dia berpesan pada Ling Qing Zhu untuk memanggilnya jika semua tetua sekte yang ditunggu sudah hadir.
Dia pun menyatukan kedua tangannya dan memberi hormat pada Ling Chu Zhen.
Ketika berada di dalam kamar dan akan menutup pintu----Xiao Shuxiang melihat bahwa Ling Chu Zhen dan Ling Qing Zhu terdiam dan seakan masih ingin bicara padanya. Hanya saja, dia sudah tidak mau membahas apa pun lagi.
Ekspresi wajah Xiao Shuxiang berubah menjadi dingin saat pintu kamarnya tertutup. Pemuda itu mengembuskan napas dan menegarkan dirinya sendiri.
"Hu Li..!"
Saat Xiao Shuxiang memanggil nama itu. Tiba-tiba saja kilatan cahaya muncul dan sosok berpakaian putih terlihat berlutut di belakangnya. Garis dan lekuk wajah yang putih cantik itu adalah milik seorang pemuda.
"Tuan Muda Xiao,"
Hu Li mempunyai rambut yang putih. Dia merupakan Demonic Beast berwujud rubah yang saat ini nampak seperti seseorang berusia 17 Tahun. Postur tubuh dan wajahnya masih sama seperti sebelumnya.
Xiao Shuxiang berbalik, dia melihat Hu Li berlutut. "Berdirilah dan ulurkan tangan kananmu,"
Hu Li menurut, dia hanya sendirian dan tidak bersama O Zhan. Adiknya itu tinggal bersama Lan Xiao di Sekte Pedang Langit yang ada di Benua Timur. Xiao Qing Yan pun tinggal di tempat itu dan belajar di bawah pengawasan Lan Guan Zhi.
Xiao Shuxiang meraih pergelangan tangan Hu Li. Sebuah ukiran kuno berwarna keemasan bergerak dari balik pakaian Xiao Shuxiang----terus ke punggung tangannya dan pindah ke tangah Hu Li dengan perlahan.
Xiao Shuxiang mulai berbicara, "Sejak perang dengan Partai Tengkorak Darah dan menghadapi Qian Kun... Aku belum menyelesaikan misi pemberian Penatua Da Lin. Dia ingin dimakamkan di tanah kelahirannya. Kucing Hitam pun masih belum pulang ke rumahnya.."
Hu Li tahu bahwa tulisan kuno yang bergerak ini merupakan wujud dari Gelang Semesta milik Tuan Muda Xiao-nya. Sebuah dunia yang luas dan harta paling berharga hingga sangat tidak ternilai.
"Tuan Muda, sebelumnya Anda sudah mempunyai Segel Pengekang Jiwa dan segel pemberian dari Bocah Pengemis Gila. Jika anda setuju dengan penyegelan ini, saya tidak dapat membayangkan penurunan dari kekuatan Anda."
"Hu Li. Itulah sebabnya aku menitipkan Gelang Semestaku padamu. Kau adalah pengikutku yang paling setia. Aku tidak tahu apa masih dapat memasuki Gelang Semesta ini atau mengeluarkan benda apa pun di dalamnya setelah penyegelan. Dan untuk berjaga-jaga pada kejadian yang mungkin saja terjadi, kau sangat kubutuhkan."
"Saya mengerti."
"Meski aku tahu bahwa belum saatnya bagi Kucing Hitam untuk kembali ke tanah kelahirannya, tapi masih ada kemungkinan anak itu ingin pulang. Jadi jika dia meminta, maka kau harus membantunya."
"Apa ini juga tentang mengubur peti mayat Penatua Da Lin?"
"Sebenarnya aku baru ingat belum pernah memberi tahu padanya bahwa peti mayat itu adalah milik kakeknya..."
!!
Gelang Semesta sudah berpindah tangan.
Lengan kanan Hu Li terasa hangat, tapi tidak demikian dengan ekspresi wajahnya yang mengandung keterkejutan. "Tuan Muda Xiao? Jadi sampai sekarang Nona Qing Yan... Belum tahu?"
"Yaah. Aku sebenarnya berat melepaskan peti mayat itu," Xiao Shuxiang mengusap-usap dagunya. "Mayat Tua Bangka itu terlalu sayang untuk dikuburkan. Dan lagi, tanah di Benua Selatan walau sudah berubah----tetapi kita tahu bahwa itu masih menyegel iblis yang tertidur. Aku sangat tidak rela melepaskannya,"
"Tuan Muda Xiao, Anda tidak berpikir untuk membangkitkan mayat Penatua Da Lin dan menjadikannya pengikutmu, kan?" Hu Li menaruh curiga.
"Tenang saja, Hu Li. Saat ini aku tidak berminat. Masalah yang lebih penting sudah datang menghampiri. Kita hanya perlu fokus untuk yang satu itu..."
Xiao Shuxiang tetap tenang, "... Setelah penyegelan itu kekuatanku akan melemah, jadi untuk selanjutnya penjagaan nyawaku adalah tugasmu."
"Tuan Muda Xiao, bukankah segel buatan manusia tidak mempan padamu?"
"Aku tidak tahu tentang segel yang dibicarakan Kucing Putih dan aku juga tidak berusaha menggali informasi terlalu dalam. Lagipula, orang yang akan sangat frustrasi ketika tahu kekuatanku disegel bukan aku----tetapi Qian Kun. Dia makhluk yang paling terobsesi untuk menjadikanku semakin kuat. Bahkan tidak perlu kucari pun, Dia pasti akan berusaha melepaskan segel itu. Hmph, aku jadi penasaran akan bagaimana reaksinya nanti,"
!!
Hu Li terkejut, "Risiko yang Anda ambil ini terlalu besar, Tuan Muda.."
"Mn. Aku tahu. Tapi kekuatan yang tidak terkendali juga tidak baik. Dahulu aku ingin menjadi kuat untuk memporak-porandakan dunia. Sekarang... Aku ingin menjadi lemah untuk bermain-main dengan manusia. Lihat saja, kekacauan apa yang akan kutimbulkan."
"Tuan Muda? Sekarang...?"
"Mm.. Bagaimana menurutmu, Hu Li? Saat aku menjadi lemah, menurutmu apa yang dapat kuperbuat?"
"Ehm... Kebaikan?"
"Ha ha ha, pergilah. Saat kubutuhkan, aku akan memanggilmu nanti." Xiao Shuxiang menggeleng, dia terlalu memandang tinggi Hu Li.
Demonic Beast Rubah Putih itu meski sudah menjalani hidup lama bersamanya di masa lalu, namun Hu Li masih saja sangat polos dan naif. Dia jadi merasa kasihan pada temannya itu.
******
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 457 Episodes
Comments
Ayahnya Putra Fajar
wkwkwkwkwkwk dasar koplak
2023-05-31
2
Heru Sugiarto
Mantap
2023-05-13
1
Melanie Dewi
up up up
2023-04-17
2