Suasana ketika malam hari di Sekte Pagoda Langit sebenarnya begitu indah. Namun tidak ada dari keindahan itu yang saat ini mampu menarik perhatian Xiao Shuxiang.
Pemuda yang sekarang berpakaian putih itu sudah terlalu tegang untuk berani menikmati suasana malam hari yang tenang.
Meski dia sudah membulatkan tekad, tetapi tidak menafik fakta bahwa dirinya gugup dan jantungnya berdebar tidak karuan----rasanya bahkan lebih buruk daripada saat upacara pernikahannya dahulu.
"......"
Ling Qing Zhu berjalan di samping Xiao Shuxiang. Dia sejenak menoleh untuk memperhatikan Wali Pelindungnya.
Raut wajah pemuda ini tenang dan penuh aura berwibawa. Dia merasa pemuda yang berjalan di sampingnya sudah berubah menjadi semakin dewasa.
"Shuxiang..."
!!
Xiao Shuxiang merasa jantungnya sudah melompat keluar dari telinganya. Suara gadis di sampingnya memang halus dan lembut, tetapi karena Ling Qing Zhu tiba-tiba bicara... Itu menjadi sangat mengejutkan.
"Mn?" Xiao Shuxiang berusaha tenang. Sebagai pria sejati, pantang untuk memperlihatkan kelemahan apa pun.
"Boleh kutanya sesuatu...?"
"Tentu. Katakan saja," Xiao Shuxiang heran dengan Kucing Putihnya. Tidak biasanya Ling Qing Zhu berinisiatif bicara seperti ini.
"Sebenarnya berapa usiamu?"
"......"
Xiao Shuxiang mengembuskan napas dan lalu menggeleng. "Ditanya seperti itu aku tidak tahu bagaimana menjawabmu," dia menyilangkan tangan dan terlihat berpikir.
Xiao Shuxiang kemudian bertanya, "Kau bertanya tentang usia yang mana?"
"Yang sebenarnya. Usiamu yang sebenarnya."
"......"
Entah kenapa Ling Qing Zhu mengungkit ini. Xiao Shuxiang sendiri tidak mau ingat hal yang tidak begitu penting. "Mm... Kau bertanya, tentu aku suka. Tapi kalau masalah ini... Aku tidak yakin bisa memberimu jawaban pasti.
"......" Ling Qing Zhu mendengarkan.
"Kalau usia di kehidupan ini... Kurasa 23. Tapi kalau untuk berapa lama aku tinggal di Dunia Manusia... Mm.. Kurasa seribu lebih. Entahlah, aku tidak terlalu ingat kehidupanku yang sebelumnya."
"Mn, anggap kau berusia lebih dari seribu tahun. Apa sebelum ini kau sudah pernah menikah?"
Xiao Shuxiang berkedip, dia jadi penasaran dengan isi kepala Kucing Putihnya ini. "Aku bisa pastikan yang satu itu padamu. Tidak pernah bahkan dalam mimpi sekali pun aku memikirkan gadis-gadis atau sejenis pernikahan dan lain sebagainya. Usia 7 Tahun, yang terpikir olehku adalah menjadi kuat. Usia 14 Tahun, yang terpikir adalah cara meratakan satu desa. Usia 17 Tahun, aku memikirkan tentang cara membunuh selain menebas leher. Usia 18 Tahun, aku mulai tertarik pada organ dalam dan suara jeritan. Kemudian selanjutnya adalah cara memporak-porandakan dunia. Sama sekali tidak ada tentang pernikahan atau membina rumah tangga di dalamnya. Haah.. Aku ini luar biasa."
"......" Ling Qing Zhu tertegun. Dia benar-benar terkesan karena Wali Pelindungnya sangat terus terang mengatakan semua hal itu.
"Jadi, kau tenang saja..." Xiao Shuxiang tersenyum dan menepuk pelan punggung Kucing Putihnya, "... Dalam kehidupan yang selama ini kujalani.. Memang bukan kau gadis pertama yang kusuka. Tapi kau adalah gadis pertama yang menikah denganku."
Ling Qing Zhu menatap Xiao Shuxiang, tangan pemuda itu mulai mengusap punggungnya dengan pelan. Dia terus menatap dan mulai merasa aneh, dia pun akhirnya tidak tahan lagi dan lantas bersuara, "Shuxiang. Kau bebas bicara, tapi tanganmu jangan menaruhnya di tempat sembarangan."
"Ah! Dasar tangan nakal," Xiao Shuxiang menepuk tangannya dan memandang ke arah lain. Dia mendapat dengusan dari gadis bercadar tipis di sampingnya.
Ling Qing Zhu terus berjalan di samping Wali Pelindungnya. Keduanya pun sampai pada sebuah ruangan beratap terbuka. Di dalam ruangan itu sudah tergambar sebuah lingkaran merah dengan cahaya bulan yang meneranginya.
Ruangan itu tidak terlihat menakutkan, tapi suasana yang ada sangatlah dingin dan berakhir menegangkan ketika Xiao Shuxiang melangkah masuk.
Ada sekitar 12 orang dalam ruangan itu, mereka merupakan tetua dari setiap sekte menengah dan besar dari ketiga aliran.
Ke-12 kultivator itu berada dalam posisi yang mengelilingi lingkaran berukiran kuno tersebut.
Xiao Shuxiang mengedarkan pandangan ke sekeliling.
Dia bisa melihat seorang pria besar berpakaian hitam dengan aura yang penuh wibawa, seorang pria tua berpakaian putih dan memegang tongkat kayu.
Dia juga melihat ada wanita dengan mata tertutup yang mengingatkan dirinya pada salah satu Patriarch Sekte Pedang Langit.
Ling Chu Zhen juga berada di antara ke-12 kultivator tersebut. Pandangan matanya melembut ketika dia memanggil Xiao Shuxiang mendekat.
"Xiao'Er, kemarilah."
"......"
Xiao Shuxiang mengembuskan napas dan mulai berjalan menghampiri Ling Chu Zhen. Sementara itu, Kucing Putihnya pergi ke tempat di mana Ling Lang Tian dan para Patriarch dari berbagai sekte berada.
Sebenarnya, Koki Alkemis itu tahu bahwa selain ke-12 Tetua... Di ruangan ini juga turut hadir para patriarch dari berbagai Sekte Ketiga Aliran. Hanya saja, dia lebih menaruh perhatian pada para tetua dan juga lingkaran aneh yang dilihatnya itu.
"Jadi ini Xiao Shuxiang? Dia terlihat lebih muda dari yang kubayangkan," seorang pria berjanggut dan berkumis tebal nampak berbicara, suaranya ramah. Dia memberi hormat pada Xiao Shuxiang yang dibalas juga dengan perlakuan yang sama oleh Koki Alkemis itu.
Jujur saja bagi para tetua sekte ketiga aliran----ini adalah kedua kalinya mereka bekerja sama. Kejadian pertama ialah saat membentuk aliansi demi melawan Partai Pedang Tengkorak dan Scarlet Darah.
"Xiao Shuxiang..." salah seorang tetua berujar pelan, "... Aku banyak mendengar tentangmu. Kau benar-benar membuatku terkesan,"
"......"
Ling Lang Tian memperhatikan setiap tetua yang bicara dengan Xiao Shuxiang.
Tidak ada seorang pun dari mereka yang memperkenalkan diri atau sektenya lebih dahulu sebelum berbicara pada Wali Pelindung adiknya itu. Ling Chu Zhen pun tidak memperkenalkan para tetua dari setiap Sekte Ketiga Aliran tersebut.
Ling Qing Zhu, "Kakak..."
"Kau juga menyadarinya?"
"Mn,"
"Mereka mencurigai Shuxiang adalah dalang dibalik pembantaian yang terjadi. Dan kenyataan yang kita ketahui bahwa dia merupakan keturunan monster Iblis, tentu saja mereka akan memberinya pandangan yang rendah. Terlalu rendah, bahkan tidak layak untuk mengetahui nama mereka."
"Kakak, tapi Shuxiang bukan keturunan monster iblis."
"Tapi itu yang mereka percayai."
!!
Ling Qing Zhu mengepalkan erat kedua tangannya. Dia menatap dingin ke arah Ling Lang Tian. Nada suaranya bergetar ketika dia berujar, "Kakak... Penyegelan ini bukan siasat kalian untuk membunuh... Wali Pelindungku, bukan?"
"Kau lihat tempat para Tetua itu berdiri? Aku yang membantu membuat segelnya. Jika salah satu di antara mereka memiliki niatan jahat kepada Shuxiang... Maka tanpa ragu aku akan membunuhnya. Bahkan bila itu mengancam sekte kita harus diratakan,"
"Kakak..."
"Biar bagaimanapun Shuxiang adalah adik iparku. Jadi selama dia berada di sekte ini, tidak akan kubiarkan hal buruk terjadi padanya."
Ling Qing Zhu mengangguk pelan. Meski Ling Lang Tian terlihat dingin dan ketus, namun dia adalah pria yang selalu memegang kata-katanya. Dia percaya sepenuhnya pada kakaknya ini.
Pandangan Ling Qing Zhu kini terarah pada Wali Pelindungnya. Xiao Shuxiang sudah berdiri di tengah lingkaran dan proses penyegelan kekuatan pemuda itu pun dimulai.
Suasana di sekelilingnya juga ikut mengalami perubahan.
Xiao Shuxiang sebelumnya diminta untuk melepaskan pakaiannya. Dia mempunyai kulit sehalus teratai, namun dengan bahu kuat, liar dan mengandung kekuatan tersembunyi. Dia tidak terlalu berotot, tetapi bentuk tubuhnya terpahat merata dan terlihat bagai giok putih dalam selimut cahaya bulan.
Ling Lang Tian tanpa menoleh----dia mengulurkan tangan dan menutup mata adiknya, "Aku tidak tahu jika proses penyegelan ini harus membuatnya membuka pakaian. Tapi meski hanya bagian atas, kau tetap tidak boleh menatapnya lama."
"Kakak..." Ling Qing Zhu meski terkejut dengan tindakan Ling Lang Tian, tetapi tidak berusaha menyingkirkan tangan yang menutupi pandangannya ini.
Ke-12 Tetua mulai mengeluarkan sebuah segel tangan. Seorang tetua yang lebih dahulu melesatkan energi spiritualnya yang berunsur air dan mulai mengelilingi tubuh Xiao Shuxiang.
"Fokuslah, Nak! Kau jangan melawan!"
Xiao Shuxiang mengangguk pelan dan mengembuskan napas. Dia perlahan menutup matanya dengan terus berusaha berkonsentrasi. Dia bisa merasakan aliran air yang seperti menembus kulitnya.
Dua tetua yang lain juga telah selesai dengan segel tangan mereka dan mulai melesatkan energi spiritual ke arah Xiao Shuxiang. Energi keduanya sama-sama berunsur api, hanya saja dengan warna yang berbeda. Itu sejenis api hijau dan merah.
!!
Xiao Shuxiang kali ini merasakan darah di dalam tubuhnya seperti mendidih dan tulangnya bagaikan sedang dibakar.
Titik keringat terbentuk dan mengucur pada pipi dan lehernya, namun dia masih sanggup menahan rasa sakit ini.
******
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 457 Episodes
Comments
kang baca
ini istri atau apa sih 🤭🤣🤣🤔
2024-08-15
1
Ayahnya Putra Fajar
disegel perawan lagi dong wkwkwkwkwkwk
2023-05-31
2
Heru Sugiarto
Keren
2023-05-13
1