Cukup lama Xiao Shuxiang berada di dalam ruangan tersebut. Dia menunggu Kucing Putihnya sambil memfokuskan diri membuka sedikit segel yang pernah diberikan Bocah Pengemis Gila padanya.
Segel itu terlukis di dahi Xiao Shuxiang, berbentuk layaknya bunga teratai dan mengunci sekitar 70 persen dari kekuatannya yang sekarang.
Meski dikatakan segel, tetapi sebenarnya Bocah Pengemis Gila pernah memberi penjelasan bahwa Xiao Shuxiang dapat sesuka hati melepaskannya. Hanya saja, ada peringatan kepada Xiao Shuxiang untuk berhati-hati melakukannya.
Koki Alkemis itu mempunyai kekuatan yang tidak terkendali. Jadi bila dia nekat melepaskan segelnya secara sekaligus, maka tidak bisa dibayangkan bencana yang akan dirinya timbulkan.
!!
Hanya mengeluarkan sedikit dari kekuatan yang tersegel itu saja----keringat dingin sudah mengucur deras pada pipi dan leher Xiao Shuxiang.
Urat tipis kehitaman terbentuk jelas pada punggung tangan, leher dan merambat hingga wajahnya. Ekspresinya itu seperti sedang menahan ledakan di dalam diri sendiri----terlihat amat menyakitkan.
Xiao Shuxiang menghentikan pembukaan segelnya. Dia membuka mata dan terlihat terengah-engah, mata kirinya berwarna hijau dengan pupil tajam layaknya hewan buas. Dia memang kultivator yang paling lambat mempelajari sesuatu, tetapi jika sudah menguasainya----maka dia akan benar-benar mahir melakukannya.
"Tuan..?" kupu-kupu berwarna putih keperakan itu terbang perlahan di hadapan Xiao Shuxiang.
"Aku merasa dapat melepaskan seluruh segelnya, tapi tidak bisa jika hanya melepaskannya sedikit. Ini benar-benar aneh dan menyebalkan,"
"Tuan. Kitab Kuno itu... Ayo pergi mencarinya,"
"Kau juga berpikir dengan kitab itu bisa membantuku?" Xiao Shuxiang melihat serangga terbang itu melayang naik-turun seperti memberinya anggukan.
Dia pun mengembuskan napas, "Tidak perlu mencarinya, Teman Kecil. Aku yakin masalah yang terjadi akan menuntun kita mendapatkannya. Kau harus bersabar,"
"Tuan..."
Berbicara tentang kesabaran, memang selama tiga bulan terakhir ini Xiao Shuxiang memfokuskan pada pengendalian diri tersebut. Dia juga sudah sangat jarang terlibat perkelahian berdarah, bisa dibilang----kehidupannya berjalan normal belakangan ini.
Keseharian Xiao Shuxiang selama tiga bulan terakhir sebenarnya biasa, namun untuk orang lain sangat mengagumkan.
Dia pergi ke Dunia Siren dan menghabiskan tiga hari di sana bersama Nenek Angkat yang selalu mengakuinya sebagai 'Suami'. Kemudian dia pergi ke Dunia Demon dan tinggal selama seminggu di tempat paman angkatnya Wu Yu hanya untuk bermain-main.
Arak Anak Linglung miliknya habis tak bersisa di dunia itu. Wu Yu dan Lui Me Tian memperebutkan minuman tersebut bahkan sampai meminta Arak Kaisar Naga darinya. Untunglah Xiao Shuxiang tidak pernah membawa arak paling berharganya itu.
Setelah puas mengunjungi paman dan bibi angkatnya, Xiao Shuxiang mulai menyibukkan diri pada pekerjaannya sebagai 'Kaisar' di dunia para Elf. Dia menghabiskan waktu membaca gunungan laporan hingga menolak setiap lamaran yang ditujukan untuknya.
Jujur, hatinya pernah nyaris goyah ketika melihat gadis dari jenis Elf Bulan----suara makhluk bersayap itu sangat indah dan kecantikan mereka menyejukkan hati. Syukurlah sifat dingin dan ketus dari Kucing Putihnya tidak pernah menghilang dari ingatannya.
Tidak hanya menghabiskan waktu di Dunia Elf, Xiao Shuxiang juga pergi mengunjungi Lai Kuan Ye, Grand Elder Sekte Tengkorak Darah, kemudian bersenang-senang di bordil terbesar Kekaisaran Matahari Tengah----tempat Shuai Niao berada.
Dia juga menghabiskan waktu memperdalam kemampuan alkemisnya di tempat Zhou Yan, walau saat dirinya datang----saudara seperguruannya, yakni Feng Ying yang juga belajar alkemis dari Patriarch Ketiga Sekte Pedang Langit itu selalu saja pergi. Mereka pun sangat jarang bertemu.
Kesibukan harian Xiao Shuxiang memang sangat luar biasa. Dia dapat pergi ke tempat jauh hanya dalam sekali melangkah. Jarak antara Benua Timur dengan Benua Utara yang harusnya ditempuh selama 6 bulan lebih-----dapat Xiao Shuxiang persingkat hanya dalam sekali tarikan napas.
Akhir dari perjalanannya tentu saja menikmati hari menjadi pangeran dengan puluhan saudara berbagai usia dan duduk menikmati teh bersama dengan belasan kakek, paman dan bibinya. Kehidupan yang benar-benar mengagumkan.
Haah... Jadi memang sangat pantas bila waktunya bersama Ling Qing Zhu amat sangat singkat. Yang mereka lakukan pun hanya duduk bersama selama lima menit, atau paling lama 30 menit dan setelahnya tidak ada lagi.
Benar. Tidak ada lagi. Jangankan berpelukan melepas rindu sebagai pasangan 'suami-istri'... Xiao Shuxiang dan Ling Qing Zhu bahkan tidak pernah berpegangan tangan sama sekali.
Ini sebenarnya bukan berarti mereka tidak saling suka dan pernikahan tersebut hanya sekadar nama. Tetapi memang pribadi keduanya yang bertolak-belakang, apalagi Ling Qing Zhu selalu mengucapkan kata 'memalukan', 'tidak tahu malu' dan sebagainya ketika Xiao Shuxiang bahkan hanya meminta berpegangan tangan sekali saja.
"......"
Kupu-kupu dengan sayap putih keperakan itu memperhatikan ketika Xiao Shuxiang mulai menjatuhkan diri dan berbaring di lantai. Warna mata Tuannya sudah kembali normal dan itu terlihat indah dengan pantulan cahaya matahari.
Mata cokelat Xiao Shuxiang selalu nampak terang, mengandung kebaikan dan kepolosan seperti layaknya anak kecil. Itu juga memperlihatkan bahwa saat pantulan cahaya mengenainya----akan ada semacam bunga yang mekar pada kedalaman matanya.
"......"
Kupu-kupu indah itu melayang di atas Xiao Shuxiang dan saat pemuda tersebut mengulurkan telunjuk tangan kanannya----serangga bersayap itu mulai hinggap perlahan.
"Menurutmu... Apa murid-murid di sekte ini masih bersembunyi..?" Xiao Shuxiang berujar pelan.
Dia mungkin tidak pernah menyadari bahwa hanya diam tanpa suara saja----sudah membuat orang lain terpesona dan jatuh hati, tidak terkecuali gunung es seperti Ling Qing Zhu.
Gadis berambut putih dan merupakan adik dari Ling Lang Tian itu selama ini selalu menyibukkan dirinya karena gugup bila terus berada di dekat Wali Pelindungnya.
Dia bahkan tidak berani berlama-lama di dalam ruangan tertutup bersama Xiao Shuxiang karena khawatir kegugupannya akan terlihat dan justru membuatnya salah tingkah.
Lihat saja saat ini, gadis bercadar tipis itu terlihat mencengkeram kuat sebuah pilar kayu hingga membuat jari tangannya terluka.
Dia sudah beberapa kali membayangkan rambut bergelombang Wali Pelindungnya yang benar-benar serasi dengan wajah tampan mempesona tersebut. Rasanya ingin menarik dan menjadikannya sangat berantakan.
"Nona Ling...?"
!!
Ling Qing Zhu segera berbalik dan menatap dingin pada seorang pelayan wanita hingga orang itu terlonjak kaget dengan tubuh yang gemetar.
"Ada apa?" suara Ling Qing Zhu rendah, tetapi sangat menusuk.
Pelayan yang sudah lama tinggal di kediaman keluarga 'Ling' ini bahkan masih saja tidak mampu mengatasi betapa ketusnya nada suara itu.
"Ma-maafkan saya..!" Pelayan wanita berpakaian ungu pudar itu langsung menjatuhkan dirinya dan bersujud di lantai. Tubuhnya gemetar dan wajahnya memucat, tetesan keringat nampak terbentuk pada dahinya.
Ling Qing Zhu sebenarnya kaget karena merasa dipergoki oleh seorang pelayan, tetapi dia segera menyembunyikan itu semua dengan ekspresi wajah dan suara dingin yang mampu membuat orang lain takut karenanya.
"Berdirilah. Aku tidak menindasmu."
"Ma-maafkan saya..!"
"Hmph,"
Mendengar dengusan singkat dan suara langkah kaki yang perlahan semakin menjauh membuat pelayan wanita itu mulai mengambil napas lega.
Dia pun perlahan mendongak dan saat melihat Nona Mudanya sudah berjalan pergi----dia pun mengusap-usap dada dan berusaha menenangkan detakan jantungnya.
"Ya Tuhan. Ada apa dengan Nona Ling? Dia terlihat seperti ingin membunuh orang.." pelayan itu merasa bahwa nyawa kecilnya baru saja selamat dari bahaya.
"Apa... Aku baru saja melakukan kesalahan? Tapi... Apa kesalahanku?" Pelayan itu masih mengusap-usap dadanya. Detak jantungnya terus berpacu dengan kencang, tangannya bahkan saat ini masih gemetar.
Baginya, Ling Qing Zhu memang tidak pernah seketus Ling Lang Tian. Nona Mudanya itu mencerminkan danau yang tenang dan keindahan langit biru. Hanya saja jika sekali memperlihatkan ketidak-sukaan... Nona Mudanya akan sangat mengerikan dan itu bahkan melebihi kemarahan Ling Lang Tian sendiri.
******
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 457 Episodes
Comments
Uchy
Di kehidupan nyata tidak terlibat pertarungan,, tapi dlm mimpi melakukan pembantaian yang membunuh korban di kehidupan nyata..
2024-11-06
0
Uchy
Apakah Yang Ni juga ikut minum teh bersama Xiao Shuxiang 😁😁😁
2024-11-06
0
kang baca
lagi dapet kali makanya sensian 🤣🤣
2024-08-14
1