Bocah Pengemis Gila baru tiba dan amat tercengang menyaksikan bagaimana 15 orang murid terbaring tidak sadarkan diri, sementara sisanya menyebar untuk memuntahkan isi perut mereka.
Dia juga melihat Ling Dong Hun. Pria tua itu memegangi keningnya dan sesekali menggelengkan kepala. Rasanya seakan pria tersebut berusaha menghilangkan suara dengingan pada telinganya.
“Hebat.. dia benar-benar sudah membuat sejarah.” Meski nada kalimat yang diucapkan Bocah Pengemis Gila bagai pujian, tetapi ekspresi wajahnya justru menampilkan hal yang sebaliknya.
Xiao Shuxiang sendiri terlihat diam dan seperti memikirkan sesuatu. Dia seakan berada dalam dunianya sendiri tanpa memperhatikan kondisi murid Sekte Pagoda Langit atau pun Ling Dong Hun. “Hanya lagu ‘Ketenangan’ yang dapat kumainkan dengan baik. Sementara lagu yang tadi.. Penempatan setiap nadanya salah dan begitu berantakan. Aku memang harus banyak berlatih,”
Lagu yang dimainkannya tadi berasal dari Benua Utara dan termasuk dalam koleksi lagu-lagu ‘Pembersihan’. Xiao Shuxiang mempelajari lagu yang dapat membersihkan hati dan menyeimbangkan pikiran ini sebagai permulaan. Tujuannya yang sebenarnya adalah untuk menguasai penggunaan Seruling Giok Putihnya dengan lebih baik.
Seruling Giok Putih merupakan salah satu dari Pusaka Langit. Bagaimana kehebatan dari senjata ini tergantung pada kemampuan Xiao Shuxiang. Jujur, dia tidak terlalu berbakat dalam seni musik. Dibandingkan dengan meniup seruling----dia lebih mudah mengayunkan senjata ini seperti saat menggunakan pedang.
“Xiao Shuxiang..!” Bocah Pengemis Gila berseru dan bergegas menghampiri pemuda berjubah hitam itu. Dia sejenak terpesona karena penampilan Xiao Shuxiang yang berbeda dari sebelumnya, apalagi rambut pemuda ini nampak bergelombang.
“Shuxiang? Bukankah kau memiliki rambut yang lurus?” Bocah Pengemis Gila tidak bisa menahan diri untuk tidak bertanya, hanya saja dia segera tersadar dengan tujuannya berada di sini. “Lupakan pertanyaanku barusan. Kau ini, apa yang sudah kau lakukan? Apa kau akan mati bila tidak berbuat keributan selama sehari, huh?!”
Xiao Shuxiang menatap pria berwajah hantu gantung di hadapannya dan dengan tenang menjawab, “Aku sedang menghibur penggemarku. Kenapa? Kau mau bergabung?”
“Menghibur? Apa ekspresi yang bagai keracunan massal itu adalah hiburan bagimu?!” Bocah Pengemis Gila sangat kesal melihat wajah tidak berdosa dari pemuda berjubah hitam ini. “Kau itu sudah berkeluarga sekarang, Shuxiang. Setidaknya kurangi sedikit kenakalanmu dan cobalah bersikap dewasa!”
“Memang apa yang sudah kulakukan?” Xiao Shuxiang begitu santainya menjawab, “Mereka membantuku berlatih karena Kucing Putih selalu sibuk hingga tidak bisa mendengar permainan serulingku. Kau juga sulit ditemui dan Ayah Mertuaku melarang aku membuat masalah di kota. Jadi hanya ini yang terpikirkan, atau... Apa kau punya saran yang lain?”
Mendengar ucapan Xiao Shuxiang membuat raut wajah Bocah Pengemis Gila berubah. Nada suaranya menjadi serius meski riasan wajahnya itu sangat menggelikan. “Kau bilang Ling Chu Zhen melarangmu membuat masalah di kota? Tetapi kenapa kau melakukan pembantaian di kedai Long Yan?”
?!
Xiao Shuxiang tersentak, keningnya mengerut dengan apa yang baru saja dia dengar dari mulut pria bertongkat bambu ini. Dirinya pun mendengus, “Hah. Tunggu sebentar, kau mengatakan aku... Melakukan apa?”
“Tidak hanya satu, tapi empat tempat selama tiga bulan ini. Apa perlu kuingatkan padamu? Pertama adalah kediaman keluarga ‘Xiao’, kedua adalah Partai Pedang Kembar, ketiga Desa Shui dan terakhir adalah Kedai Long Yan. Apa kau pikir dapat membohongiku?”
!!
Xiao Shuxiang bangkit dari tempat duduknya, jelas sekali bahwa Bocah Pengemis Gila tidak sedang bercanda. Tetapi apa-apaan ini?!
“Pembantaian untuk kediaman itu memang ulahku karena mereka memiliki hubungan dengan Gong Zitao. Tapi untuk tiga tempat sisanya, aku sama sekali tidak terlibat. Aku tidak berbohong.”
“Xiao Shuxiang!”
“Bocah Pengemis Gila, jangan memancing emosiku. Aku hanya mengakui apa yang benar-benar kulakukan. Kau mendengarkan siapa hingga berani menuduhku seperti ini? Biar kupatahkan leher orang itu,” Xiao Shuxiang menatap Bocah Pengemis Gila sebelum kemudian meniup rambut poni depannya.
“Jika bukan kau, lalu siapa? Orang yang membunuh dengan cara paling tidak manusiawi di tempat ini hanyalah kau.”
“Hah, luar biasa.” Xiao Shuxiang mencibir, “Apa aku satu-satunya kultivator yang terkenal kejam di Benua Tengah? Apa aku satu-satunya yang berasal dari Aliran Hitam? Jika aku pelakunya, maka tidak seorang pun yang tidak mengetahui itu. Aku lebih suka melakukannya di tempat yang terang dan disaksikan banyak orang. Sama seperti yang kulakukan pada keluarga saudagar kaya itu.” Suara Xiao Shuxiang dingin. Sekilas, warna matanya berubah merah sebelum kembali normal.
"Xiao Shuxiang, aku tahu siapa dirimu." suara Bocah Pengemis Gila terdengar serius, namun kali ini nadanya agak rendah. "Kau paling tidak bisa menahan hasrat haus darahmu itu,"
"Kawan, kau pikir aku akan segila itu?"
"Siapa yang tahu!"
Murid Senior Sekte Pagoda Langit terlihat menahan napas. Suasana di antara Xiao Shuxiang dan Bocah Pengemis Gila terasa menegangkan.
Ling Dong Hun sendiri belum beranjak dari tempat duduknya. Dia begitu fokus melakukan pemulihan terhadap inpendengarannya yang masih agak berdenging. Murid-muridnya yang lain juga nampak belum dalam kondisi baik.
Bocah Pengemis Gila mendesak, "Kenapa kau tidak mau jujur saja? Kau melakukannya, kan? Satu-satunya orang yang bisa melakukan tindakan sekejam itu hanya kau. Mengakulah!"
Xiao Shuxiang berekspresi buruk. "Aku harus jujur apa padamu? Aku memang membuat masalah di kediaman keluarga 'Xiao' dan sisanya sama sekali tidak berhubungan denganku. Apa kau sedang mencari masalah?"
Bila diperhatikan, suasana di sekitar Xiao Shuxiang dengan Bocah Pengemis Gila memang tidak baik. Perdebatan mereka yang jika terus berlangsung pasti akan menimbulkan masalah. Namun seperti sebuah badai, keduanya merupakan pribadi yang sulit ditebak.
Lihat saja, tidak sampai sepuluh menit saling mendebat----Xiao Shuxiang dan Bocah Pengemis Gila kembali akur. Keduanya bahkan sekarang terlihat sedang memikirkan insiden yang terjadi akhir-akhir ini.
Bocah Pengemis Gila menatap ke arah Xiao Shuxiang, suaranya pelan. "Banyak kabar yang kudengar tentangmu, hanya saja semuanya bukan hal yang baik. Kau yakin tidak mau membersihkan namamu sendiri?"
"Tidak perlu. Jauh lebih baik jika tetap seperti itu. Setidaknya mereka akan takut dan tidak berani mencari gara-gara denganku."
"Bagus bila mereka punya rasa takut, tapi bagaimana jika tidak? Lihatlah, kabar tentang pembantaian itu----ada seseorang yang seperti ingin menjebakmu,"
Xiao Shuxiang memang tidak bisa untuk tak mempedulikan masalah ketika dirinya dituduh melakukan hal yang sama sekali tidak dia perbuat. Masalahnya, tentang pembantaian yang Bocah Pengemis Gila katakan barusan membuatnya merasa tidak nyaman. Seakan sesuatu di dalam dadanya yang sudah separuh mati tiba-tiba hidup kembali.
"Membantai tanpa alasan itu hanya kulakukan di masa lalu. Tapi..." Xiao Shuxiang bergumam, dia pun menatap pria bertongkat bambu di hadapannya sebelum kembali bicara, "Apa kau tahu secara rinci di hari ke berapa insiden itu terjadi?"
Melihat ekspresi Xiao Shuxiang membuat Bocah Pengemis Gila tersenyum----dia meledek, "Hmm? Kenapa? Apa kau sudah mulai ingat sesuatu?"
!?
Xiao Shuxiang tersentak dan spontan memukul kepala Bocah Pengemis Gila dengan Seruling Giok Putihnya. Dia membuat pria bertongkat bambu itu merintih kesakitan dan merutukinya.
"Bocah Pengemis Gila, berhenti menggodaku dan katakan saja. Aku ini sedang tidak mau bercanda, oke?"
"Siapa yang bercanda denganmu?! Aduuh. Aku hanya merasakannya... Kau terlihat gelisah dan seperti baru ingat sudah berbuat kejahatan. Ini adalah insting senior dan aku sangat percaya pada firasatku," Bocah Pengemis Gila mengusap-usap kepalanya, "Aduuh.. Serulingmu itu tidak harusnya kau gunakan untuk menjitak kepala orang. Shh... Kau ini selalu saja menyakitiku,"
Murid Senior Sekte Pagoda Langit yang sebelumnya diam kini memberanikan diri untuk ikut dalam pembicaraan kedua pemuda di hadapannya, dia menatap Xiao Shuxiang. "Tuan Muda, ini hanya kabar yang kudengar. Tetapi jeda setiap kejadian itu paling tidak sekitar 19 hari."
Bocah Pengemis Gila bisa melihat perubahan pada raut wajah Xiao Shuxiang. Awalnya dia pikir bahwa pemuda ini hanya berpura-pura lupa, tetapi sepertinya tidak demikian.
Sebenarnya alasan mengapa Bocah Pengemis Gila terus mendesak Xiao Shuxiang untuk mengakui perbuatannya adalah karena dia bisa mencium aroma darah di tubuh pemuda tersebut----meski memang begitu samar.
Dia adalah pendekar yang menguasai Tenaga Dalam Suhu, penciumannya sangatlah tajam hingga bahkan Xiao Shuxiang tidak akan bisa menutupi darah asing setipis apa pun darinya.
"Shuxiang... Mari kita lihat, apakah sampai sekarang kau masih memegang prinsipmu sebagai kultivator yang tidak pernah berbohong atau kau sudah lama membuang prinsip itu..."
******
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 457 Episodes
Comments
Fian Tefbana
Shuxiang tidak pernah berbohong Bocah Pengemis Gila.... pembantaian itu memang dilakukannya tapi dibawah alam sadarnya.
2025-03-04
0
Ayahnya Putra Fajar
konser musik seruling wkwkwkwkwkwk
2023-05-30
2
Heru Sugiarto
Lanjut 👍
2023-05-10
1