Xiao Shuxiang tidak memperhatikan tatapan Bocah Pengemis Gila kepadanya atau pun menerka arti dari tatapan tersebut. Dia terlalu larut dalam ingatan saat mendengar ucapan murid senior Sekte Pagoda Langit barusan.
"Sembilan belas hari..." Xiao Shuxiang bergumam, "... Sebenarnya aku sungguh tidak melakukan pembantaian di desa atau sekte yang kau sebutkan, termasuk di kedai Long Yan. Tetapi memang selama tiga bulan terakhir ini... Aku mengalami mimpi yang aneh,"
Rasa penasaran terlihat pada raut wajah Bocah Pengemis Gila dan murid senior Sekte Pagoda Langit. Ling Dong Hun pun ikut memperhatikan, pendengarannya sekarang kini telah membaik.
Xiao Shuxiang, "Awalnya aku tidak ingin mengungkit ini karena kupikir bukan hal yang penting. Namun memang ada malam-malam tertentu di mana aku sering bermimpi tentang masa-masa jayaku dahulu. Selalu membuat keributan di mana pun berada,"
Xiao Shuxiang menghela napas panjang, "Aku merindukan rasa semacam itu..."
Bocah Pengemis Gila mendengarkan kembali ucapannya. Dia tersentak saat Xiao Shuxiang mengatakan bahwa dalam mimpinya dia terlibat pada pembantaian sebuah desa bersama Mu Zan.
Xiao Shuxiang, "Aku membantai sekteku sendiri dan bahkan setiap detail mimpi itu sangat luar biasa. Rasanya begitu nyata sampai seakan aku dapat merasakan lembut dan hangatnya organ yang kugenggam. Aku tidak tahu apa mimpi semacam itu mempunyai hubungan dengan insiden yang terjadi. Dan walau memiliki ikatan, aku sendiri tidak dapat menjelaskannya."
Ling Dong Hun seketika bersuara, "Ciri-ciri semacam itu merupakan perbuatan dari Iblis Mimpi."
!!
Xiao Shuxiang, Bocah Pengemis Gila dan Murid Senior Sekte Pagoda Langit tersentak saat mendengarnya. Mereka seketika menoleh ke arah Ling Dong Hun dan memperhatikan pria tua itu yang mulai berdiri.
Xiao Shuxiang, "Iblis Mimpi...? Apa maksudmu, Paman?"
Ling Dong Hun menatap Xiao Shuxiang sebelum mengarahkan pandangannya pada Bocah Pengemis Gila, dia tidak menjawab pertanyaan dari pemuda itu. "Rapat yang seharusnya kuhadiri siang ini membahas tentang Partai Pedang Tengkorak dan sekte ini..."
Ling Dong Hun mulai berjalan, dia memberi isyarat dengan tatapan mata agar Xiao Shuxiang dan Bocah Pengemis Gila mengikutinya. Sementara, Murid Senior Sekte Pagoda Langit terlihat membantu para juniornya yang nampak belum pulih.
"... Setelah kemusnahan Partai Pedang Tengkorak, tersiar kabar kemunculan kitab kuno. Ini sebenarnya sudah menjadi legenda di Benua Tengah..." Ling Dong Hun begitu tenang, Xiao Shuxiang yang berjalan di sisinya juga terlihat sangat khidmat mendengarkan.
Bocah Pengemis Gila pun tidak bicara apa pun sejak tadi. Dia serius memperhatikan Ling Dong Hun walau satu tangannya nampak memain-mainkan rambut Xiao Shuxiang.
Pria bertongkat bambu itu tidak dapat menyembunyikan rasa penasarannya pada dua hal. Pertama adalah cerita Ling Dong Hun dan yang kedua adalah rambut Xiao Shuxiang yang bergelombang.
Ling Dong Hun, "Dikatakan bahwa kitab kuno itu berisi jurus terhebat dan siapa pun yang bisa menguasainya bahkan dapat membunuh matahari-"
"Aah!" Bocah Pengemis Gila berseru, dia tanpa sengaja menarik rambut Xiao Shuxiang dan membuat pemuda itu merintih.
"Aduh! Kau ini kenapa?!" Xiao Shuxiang memukul punggung Bocah Pengemis Gila memakai seruling yang dipegangnya. "Aku sudah sejak tadi memperhatikan gerak-gerikmu, apalagi pada rambutku. Bisakah kau tidak main-main? Kau pikir rambutku ini hanya tempelan hingga bisa ditarik begitu saja, hah?"
Awalnya Xiao Shuxiang tidak menegur Bocah Pengemis Gila karena pria ini hanya menyentuh dan memutar-mutar helaian rambutnya dengan jari tangan, tetapi ketika mendengar ucapan dari Ling Dong Hun----seketika rambutnya ditarik keras.
"Aduuh.." Bocah Pengemis Gila berusaha mengusap-usap punggungnya, dia tidak mendengarkan rutukan Xiao Shuxiang. Matanya fokus menatap Ling Dong Hun.
Bocah Pengemis Gila bertanya, "Kau bilang itu kitab yang bisa membunuh matahari? Bukankah itu milik guruku?"
!!
Ucapan Bocah Pengemis Gila tentu saja mengejutkan sekaligus membuat penasaran. Xiao Shuxiang bahkan sampai tidak percaya mendengarnya. "Bocah Pengemis Gila, kau punya guru?"
"Semua orang hebat memiliki guru dan hiduplah yang membuat mereka makin terasah. Bukankah kau juga punya?"
"Yaah.. Tapi aku tidak percaya ada orang yang mau menerimamu sebagai 'murid'. Kurasa dia juga orang yang tidak waras sepertimu, benar kan?"
"Guruku memang punya selera yang unik.." Bocah Pengemis Gila nampak mengusap-usap dagunya. Sepertinya dia tidak tahu arti dari kata 'tidak waras' yang diucapkan Xiao Shuxiang mengarah pada perilaku Bocah Pengemis Gila yang menyimpang.
".... Guruku itu ... Dia merupakan tetua dari Partai Tongkat Pengemis atau sesuatu semacam itu.. Aah," Bocah Pengemis Gila menggaruk kepalanya, ".. Aku tidak ingat nama perguruanku, yang jelas itu partai pengemis,"
Xiao Shuxiang berkedip, "Sebenarnya kau ini sudah hidup berapa lama?"
"Mana kutahu... Hanya yang tidak punya pekerjaan lain yang akan menghabiskan waktu menghitungnya. Lagipula aku terlihat sangat muda, itu sudah cukup."
"Kau tahu, Bocah Pengemis Gila. Adakalanya aku ingin memelintir ginjalmu. Aku bahkan berani bertaruh, kau pasti sudah lupa siapa nama gurumu itu, kan?"
"Tua bangka itu sudah lama mati puluhan tahun yang lalu, Xiang Didi. Siapa juga yang mau mengingat namanya. Aku sendiri tidak pernah menginjakkan kaki ke perguruan itu lagi dan generasi yang sekarang bahkan sudah tidak mengenaliku,"
"......." dibandingkan dengan kedua pemuda ini, Ling Dong Hun mungkin terlihat yang paling tua karena wajah dan postur tubuhnya. Tapi yang sebenarnya adalah dialah yang memiliki usia paling muda. Xiao Shuxiang dan Bocah Pengemis Gila merupakan sosok yang sulit untuk dijabarkan.
"Mereka adalah orang yang telah lama hidup. Namun sepertinya... Tidak ada di antara keduanya yang benar-benar dapat berperilaku layaknya orang dewasa," Ling Dong Hun mengembuskan napas. Mungkin inilah arti dari 'Semakin berumur seseorang, maka perilakunya akan makin kekanakan.'
Bocah Pengemis Gila tidak mengetahui apa yang dipikirkan oleh Ling Dong Hun, dia nampak serius bicara. "Sebelum tua bangka itu meninggal---dia memberikan warisan leluhurnya kepada murid kesayangannya. Itu merupakan kitab dengan banyak jurus terhebat dan yang paling populer merupakan jurus yang mampu membunuh matahari."
Xiao Shuxiang, "Jadi kau mengusai semua jurus di kitab itu?"
Ling Dong Hun baru saja ingin bertanya, namun Xiao Shuxiang sudah lebih dahulu memulai dengan pertanyaan yang sama seperti yang ada di benaknya.
"Aku bilang guruku memberikan warisan kepada 'murid kesayangannya'. Jelas bukan aku." Bocah Pengemis Gila mengembuskan napas.
Meski tidak ingat dengan nama guru atau nama partainya----tetapi bila berusaha mengingat beberapa kejadian---dia masih mampu melakukannya. Bocah Pengemis Gila memang punya kebiasaan yang sama dengan Xiao Shuxiang. Mereka hanya akan mengingat hal yang benar-benar penting dalam hidup.
Bocah Pengemis Gila berujar, "... Guruku itu memiliki satu murid kesayangan. Dia merupakan murid yang cerdas, berbakat dan berprinsip tinggi. Karakternya lembut, penyayang dan layak dijadikan pedoman. Hanya saja... Aku tidak menyukainya,"
Xiao Shuxiang, "Kau iri karena dia adalah kesayangan gurumu, sementara kau bukan?"
Ling Dong Hun, "Kupikir Tuan Muda adalah pendekar yang hebat, atau apa mungkin ada murid lain yang melebihi kemampuan Tuan Muda?"
Bocah Pengemis Gila mengembuskan napas pelan untuk kesekian kalinya sebelum akhirnya bicara, "Aku murid yang tidak terlalu menonjol. Dan meski rajin latihan serta tidak pernah melakukan kenakalan apa pun, tetap saja di mata guru ada orang yang lebih layak menerima kepercayaannya."
Xiao Shuxiang dan Ling Dong Hun mendengarkan ketika Bocah Pengemis Gila memberi penjelasan tentang Kitab Pembunuh Matahari dan bagaimana kitab tersebut bisa sampai diperebutkan. Pada akhirnya, itu tidak lepas dari campur tangan Sekte Lembah Iblis.
Bocah Pengemis Gila menatap Xiao Shuxiang dan kembali bicara, "Jauh sebelum kau dan teman-temanmu datang ke tempat ini, termasuk dengan kehadiran Scarlet Darah---masyarakat Benua Tengah sebenarnya tidak hanya menganggap Partai Pedang Tengkorak sebagai satu-satunya tirani. Ada yang bahkan lebih buruk dari itu, mereka berasal dari Sekte Lembah Iblis."
Ling Dong Hun mengangguk, "Itu benar. Pergerakan sekte ini tidak terduga dan selama beberapa tahun belakangan... Mereka seakan menghilang dari peradaban. Bahkan ketika bentrokan yang diakibatkan oleh Partai Pedang Tengkorak dahulu----sekte ini tidak pernah ikut ambil bagian,"
Xiao Shuxiang mengembuskan napas pelan, "Jadi... Alasan kenapa sekarang kalian mengungkit nama sekte ini adalah karena kemunculan kitab kuno itu?"
Ling Dong Hun, "Mn. Benar,"
"Lalu apa hubungannya denganku?" Xiao Shuxiang penasaran sebelum mulai menebak-nebaknya, "... Jangan katakan bahwa karena namaku yang tengah populer akhir-akhir ini hingga mereka ikut tertarik?"
Bocah Pengemis Gila mengangguk, "Itu juga benar. Mereka tentu akan sangat penasaran dengan sosok yang kehadirannya telah membuat banyak kehebohan. Apalagi kejadian yang terakhir itu... Kau sudah membuat banyak guncangan di tanah benua ini."
Xiao Shuxiang, "Kau jangan berkata begitu... Rasanya seakan akulah yang menjadi penyebab dari semua kekacauan yang ada."
Bocah Pengemis Gila, "Tapi pada intinya memang bersumber darimu, kan? Terbentuknya Scarlet Darah bukankah karena Qian Kun yang begitu niat mengincarmu? Karenanya sekarang kemunculan Sekte Lembah Iblis tidak jauh berbeda darinya. Kau bahkan tanpa sadar telah membuat musuh yang baru."
Xiao Shuxiang tidak menyangkal, "Sudah biasa ketika aku tanpa sengaja menjadi target permusuhan. Hanya saja yang membuatku penasaran adalah bagaimana aku dapat dituduh melakukan pembantaian yang sama sekali tidak kuperbuat?"
Ling Dong Hun menjawab, "Terkait dengan pembantaian yang disadari atau tidak… Ini perihal jurus yang digunakan oleh Iblis Mimpi. Dia mampu menghubungkan mimpi targetnya dengan kenyataan yang ada. Tuan Muda bisa saja bermimpi memburu sekumpulan monster, tetapi yang terjadi sesungguhnya adalah roh Tuan berkeliaran tanpa jasad dan justru mencelakai makhluk yang benar-benar hidup."
!!
Kali ini Xiao Shuxiang sangat terkejut. Sejak dia mendengar bahwa Iblis Mimpi mampu menghubungkan mimpi dengan kenyataan----dia mulai merasa tidak enak dan sekarang firasat itu benar terjadi.
******
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 457 Episodes
Comments
zC
👍👍👍👍👍
2023-07-22
1
Ayahnya Putra Fajar
masih misteri ini
2023-05-30
1
Heru Sugiarto
Lanjut
2023-05-10
0