Xiao Shuxiang sebenarnya selalu memberi kategori pada setiap ikatan yang dia jalin. Mulai dari kenalan, teman, saudara, kerabat, keluarga, hubungan guru dan murid, keluarga angkat, ikatan suami-istri, kemudian belahan jiwa.
Bagi pandangan orang lain, dia dan Ling Qing Zhu adalah suami-istri. Tetapi di antara mereka masih berada dalam kategori 'Teman'.
Xiao Shuxiang mungkin terlihat lebih hiperaktif, tapi sejujurnya dia tidak pernah memaksakan diri untuk terlalu dekat dengan Kucing Putihnya. Sementara Ling Qing Zhu, semua orang tahu bagaimana sifat dari gadis cantik tersebut.
"......."
Bukan berarti dalam hal ini Xiao Shuxiang tidak suka. Dia jujur menyukai gadis itu. Ling Qing Zhu merupakan orang yang berdiri di sisinya dan melindunginya. Kucing Putihnya bahkan memegang tangannya dan dengan berani menentang banyak orang yang justru menginginkan kematiannya.
Sejujurnya, Ling Qing Zhu telah menempati tempat yang istimewa di dalam hatinya.
Hanya saja, Xiao Shuxiang merupakan pemuda yang keras. Dia mungkin sering bertindak seenaknya, tidak tahu malu dan memuakkan. Tetapi jika menyangkut hati, keteguhannya masih tetap sama.
Andai Xiao Shuxiang harus memilih antara keselamatan nyawanya sendiri atau nyawa Ling Qing Zhu----dia tanpa ragu akan mengorbankan Kucing Putihnya.
Tidak ada yang dikatakan 'Cinta', ungkapan itu masih terlarang bahkan dalam mimpi sekali pun. Xiao Shuxiang tidak akan pernah memasrahkan seluruh perasaannya pada siapa pun. Dan bila dibandingkan dengan Demonic Beast----manusia adalah makhluk yang paling tidak bisa dipercaya.
"………… Xiang?"
"Shuxiang..?"
"Shuxiang."
!?
Xiao Shuxiang tersentak. Dia mulai tersadar kala mendengar suara seseorang yang tengah memanggilnya. Tatapan matanya menjernih ketika melihat bahwa sudah ada Ling Qing Zhu yang duduk di hadapannya.
"Aah.. Kucing Putih, sejak kapan kau masuk kemari? Aku sampai tidak menyadarinya,"
"Kau terlihat memikirkan sesuatu. Ada apa?" Ling Qing Zhu sebenarnya sudah berada di sini sekitar tiga menit yang lalu. Ada dua pelayan yang bersamanya dan mereka membawa masing-masing sebuah nampan berisi makanan.
Dia memanggil Wali Pelindungnya sejak tadi dan Xiao Shuxiang baru menyahut sekarang.
Meski wajahnya masih memperlihatkan ketenangan, namun dia khawatir bila pemuda di hadapannya ini melamun tanpa pertahanan diri----seseorang bisa saja menyerangnya dengan tiba-tiba.
"Kau terganggu sesuatu?" Ling Qing Zhu bertanya kembali sambil meletakkan beberapa hidangan di atas meja.
Xiao Shuxiang melihat ada rebung segar dan renyah, kol hijau bening dengan nasi putih, serta hidangan tahu lembut yang memiliki aroma kuat dari bubuk cabai dan taburan daun bawang di atasnya.
"Tarik kembali rebung dan kol hijaunya, aku hanya ingin yang merah meriah ini." senyuman Xiao Shuxiang terlihat cerah. Dia lebih suka makanan beraroma kuat dan juga merupakan penggila pedas. Tidak peduli isi hidangannya sup sayur atau daging----asalkan terlihat merah dan beraroma kuat, dia pasti akan suka.
Ling Qing Zhu memperhatikan bagaimana Xiao Shuxiang makan. Meski Wali Pelindungnya begitu cerewet, nakal dan suka bertindak seenaknya----tapi bila berhadapan dengan makanan, pemuda ini begitu sopan dan anggun.
"Kucing Putih, kau harusnya lebih meluangkan waktu untuk belajar memasak..." Xiao Shuxiang mulai lagi, "... Selama ini aku hanya diurus oleh para pelayan, aku kan tidak menikahi mereka. Kaulah yang harusnya mengurusku,"
"Hmph. Tapi aku tidak menikah untuk mengurus anak orang lain."
Xiao Shuxiang tersedak mendengar jawaban dari Kucing Putihnya. Dia menatap gadis di hadapannya dan ekspresi wajah itu sama sekali tidak mengandung candaan atau apa pun.
"Hok ohok, ya ampun. Saat menikah, bukanlah 'istri' yang harus mengurus 'suami'? Apa-apaan dengan kata 'aku tidak menikah untuk mengurus anak orang lain'? Kau mau kuadukan pada ibu cantikku?"
"Tapi aku sungguh-"
"Kalau pun ucapanmu jujur, tidak seharusnya kau bicara spontan begitu. Kau ini sangat menyebalkan,"
Xiao Shuxiang menggelembungkan pipinya dan kembali makan. Dia tidak menyadari bahwa dibalik cadar tipis itu----terlukis seulas senyum yang samar.
"Tapi aku suka. Dia... Seksi saat marah."
"Kucing Putih, kau barusan bilang apa?"
"Tidak ada."
"Mn, benarkah?" Xiao Shuxiang berkedip, dia bingung sendiri dan lalu menggeleng pelan. "... Berarti hanya perasaanku saja,"
Ling Qing Zhu juga berkedip. Tiba-tiba mendapat respon seperti itu membuat dirinya gugup. Sudah sejak lama hal semacam ini tidak terjadi dan hampir saja terlupakan.
"Kau tidak makan?" Xiao Shuxiang sudah separuh jalan dengan hidangan di atas meja dan baru menawarkan pada Ling Qing Zhu sekarang.
"Aku berlatih inedia, tidak perlu makan."
"Oh... Gadis yang baik. Aku juga berlatih inedia. Tapi kau harus tahu ada batasan dari setiap kemampuan. Orang seperti kita barang kali dapat bertahan untuk tidak makan dan minum, tetapi setelah kau mencapai batasmu----maka tidak butuh waktu lama sampai tenaga dan energi spiritualmu akan merosot. Jadi jangan menyiksa diri sendiri jika ada makanan di depanmu, oke. Nah, sekarang kau juga ikut makan."
Ling Qing Zhu berkedip ketika disodorkan sesumpit nasi oleh Xiao Shuxiang. Entah pemuda ini sadar atau tidak, tetapi dia tahu bahwa nasi itu sudah mencapai mulut sebelum diberikan kepadanya.
"Memalukan."
"Sekarang apa salahku?"
"Aku bisa makan sendiri."
Xiao Shuxiang baru saja tersadar, dia kembali memakan nasi miliknya. "Kau memang tidak dapat diajak romantis sedikit. Aku biasa suap-suapan dengan Saudara Jing, apanya yang memalukan dengan itu...?"
"Aku tidak peduli. Kau bahkan dapat melakukannya dengan Tuan Muda Lan atau Yi Wen. Tidak perlu melibatkanku."
"Tapi Lan Zhi suka kebersihan."
"Aku juga."
Menyaksikan secara langsung pembicaraan antara Ling Qing Zhu dengan Xiao Shuxiang membuat dua pelayan yang berada di dalam ruangan tersebut saling berpandangan.
Mereka seperti memikirkan satu hal yang sama----Nona Muda mereka dan Xiao Shuxiang mempunyai dunia yang tidak dapat dimasuki oleh orang lain. Rasanya seakan mereka hanyalah udara di dalam ruangan ini.
"Shuxiang, kau belum menjawab pertanyaanku."
"Kau ini tidak pernah melepaskanku, yah? Aku tadi memikirkan masa depan, itu saja." Xiao Shuxiang meminta kembali rebung segar yang sebelumnya tidak dia inginkan. Untunglah kebiasaannya itu telah diketahui oleh Ling Qing Zhu dan para pelayan hingga hidangan tersebut tidak dibawa ke dapur lagi.
"Masa depan.. Seperti apa?" Tidak ada rasa gugup dan sejenisnya ketika Ling Qing Zhu bertanya. Pribadinya yang sulit ditebak juga merupakan sesuatu yang menarik bagi Xiao Shuxiang.
"Tidak akan kuberi tahu. Orang bilang perencanaan tentang masa depan itu sebaiknya jangan diumbar, karena bisa saja tidak sesuai harapan."
"Mn..." Ling Qing Zhu melihat ketika Xiao Shuxiang menuangkan air untuk dirinya sendiri. Dia pun teringat dengan agenda rapat dari keluarganya tadi dan kemudian mulai bersuara.
"Shuxiang.."
"Mn? Ada apa?" Xiao Shuxiang telah selesai. Dia memuji siapa pun yang sudah memasak makanan untuknya. Benar-benar hidangan yang luar biasa.
"Keluargaku... Membahas untuk menyegel kekuatanmu."
?!
******
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 457 Episodes
Comments
Heru Sugiarto
Lanjut 👍
2023-05-11
1
Melanie Dewi
up
2023-04-16
0
Melanie Dewi
bini yg tidak bini😅
2023-04-16
1