"Berita bagus! Partai Pedang Tengkorak akhirnya musnah tidak bersisa!"
Selama tiga bulan terakhir, kabar mengenai kehancuran Partai Pedang Tengkorak tidak pernah memudar di telinga masyarakat Benua Tengah.
Kabar itu tidak hanya menyebar di kalangan para kultivator dan pendekar, tetapi juga menjadi bahan pembicaraan para pelayar dan warga awam. Salah satu tempat paling ramai adalah kedai Long Yan ini.
"Partai itu sudah menjadi momok mengerikan di Tiga Kekaisaran, benar-benar bagus karena sekarang partai tersebut telah musnah."
"Ada empat partai besar yang bekerja sama untuk memusnahkan Partai Pedang Tengkorak, kabarnya mereka juga dibantu oleh para kultivator. Bahkan kudengar, itu adalah pertarungan langka di mana ketiga Aliran saling membantu satu sama lain."
"Bukankah yang lebih terkenal adalah penyebab kekacauan itu? Sekelompok orang yang menyebut diri sebagai Scarlet Darah adalah biang dari kekacauan yang terjadi. Mereka membantu Partai Pedang Tengkorak dari belakang. Lihat saja, banyak sekte dan partai----tidak hanya dari Aliran Putih, tetapi juga Aliran Hitam yang benar-benar dikacaukan."
"Partai Pedang Tengkorak sudah sejak awal terkenal sadis dan kejam, tetapi sejak kehadiran Scarlet Darah---mereka sungguh menjadi seperti tirani. Jika saja ketua mereka tidak dikalahkan oleh Wali Pelindung Nona Ling, mungkin sekarang Benua Tengah tidak akan sedamai ini."
"Hmph, apa maksudmu? Justru yang menjadi penyelamat adalah tuan muda Ling Lang Tian. Wali Pelindung nona Ling sendiri merupakan sosok yang menjadi penyebab kedatangan Scarlet Darah, dialah dalang sesungguhnya dari kekacauan yang terjadi."
"Benar, kudengar dia adalah kultivator terkejam dari Aliran Hitam di Benua Timur. Sosok yang membunuh tanpa ampun, sangat sadis dan bahkan lebih buruk daripada monster. Karena kehadirannya, Benua Tengah jadi dilanda kekacauan."
"Tidak hanya itu. Kalian tahu tradisi keluarga 'Ling' bukan? Kudengar dia tidak hanya menebas leher paman dari nona Ling Qing Zhu tepat di depan mata, tetapi juga memakan mentah-mentah jantung dan hatinya di hadapan gadis itu."
"Waah, itu mengerikan. Tidak penting sekejam apa pendekar dari Partai Pedang Tengkorak, mereka tidak pernah dikabarkan memakan daging manusia. Dan yang kutahu, banyak anggota keluarga Ling yang kurang setuju dengan pernikahan antara nona Ling Qing Zhu dengan Wali Pelindungnya."
"Aku juga tidak akan setuju. Siapa yang mau menikah dengan monster? Tidak hanya buruk rupa, kelakuannya pun bahkan tidak bisa diterima. Aku heran kenapa dia tidak dibunuh saja."
"Haah.. Kalau dia mudah dibunuh, maka bukan monster lagi namanya. Banyak pendekar yang menantangnya bertarung, tapi mereka semua tewas secara mengenaskan. Tidak ada satu senjata pun yang dapat membunuh monster itu, dia sungguh tak terkalahkan."
"Monster masih bisa mati, jauh berbeda dengan Iblis. Jika tidak ada senjata yang dapat membunuh Wali Pelindung nona Ling, bukankah itu berarti Wali Pelindungnya adalah Iblis?"
"Benar, benar. Hanya Iblis yang bisa membawa kerusakan sampai sebesar ini. Sebanyak apa pun manusia yang jahat, tidak akan ada yang bisa menyamai sifat makhluk terkutuk itu. Sekarang masalahnya, siapa orang yang sanggup membunuhnya?"
*
Topik itu terus menghangat, opini tak lazim mulai keluar dari mulut setiap orang yang pada awalnya membahas tentang Partai Pedang Tengkorak dan Scarlet Darah---justru kini berakhir menjadi kesalahan mutlak dari sosok yang mempunyai julukan sebagai Wali Pelindung Ling Qing Zhu.
"Dia adalah tirani yang kejam. Kudengar karena kekuatannya yang dahsyat, dia bahkan sampai bisa menghancurkan bangunan paling kokoh di Sekte Pagoda Langit hanya dengan sekali jentikan jari. Itu pun sampai tidak bersisa,"
"Semua kekejamannya itu terlihat pada ciri fisiknya. Dia memiliki tubuh besar setinggi dua meter, ada tanda kutukan dan bekas kulit terbakar pada wajahnya. Matanya merah menyala seperti milik hewan buas, dan pada beberapa waktu--bahkan sekali hembusan napasnya sanggup membuat sebuah hutan terbakar."
"Sungguh mengerikan. Apa mungkin nona Ling baik-baik saja menikah dengan makhluk seperti itu? Dia adalah gadis yang begitu mengagumkan, seorang dewi dan sosok suci tak bercela. Aku jadi merasa kasihan padanya,"
"Nona Ling tidak mampu melakukan apa pun, tidak ada yang bisa. Dia hanya dapat bebas jika ada seseorang yang sanggup membunuh Wali Pelindungnya. Tetapi siapa yang mampu membunuh makhluk abadi? Bahkan tuan muda Ling Lang Tian tidak sanggup melakukannya."
"Banyak sebenarnya pendekar yang menantangnya bertarung, tetapi mereka berakhir dengan tubuh mengenaskan. Kudengar Wali Pelindung nona Ling tidak akan pernah berhenti sebelum seluruh tubuhnya bermandikan darah lawan-lawannya. Dia sangat brutal dalam bertarung."
Kedai Long Yan ini adalah yang paling ramai dalam membahas topik hangat itu meskipun lokasinya termasuk yang terpencil di Kota Bintang Biduk.
Beberapa terlihat kultivator dan pendekar, bahkan ada juga yang berasal dari kalangan bangsawan--setiap sudut di kedai ini seakan tidak pernah lelah membicarakan Sang Wali Pelindung.
"Kudengar dia sudah berusia ratusan tahun, seorang tua bangka yang berlatih teknik iblis untuk membuat dirinya tampak muda. Hmph, namun tetap saja tidak bisa menyembunyikan cacat pada wajah dan tubuhnya."
"Tidak tahu malu..! Nona Ling Qing Zhu adalah gadis yang terhormat, laksana gunung suci, dia sosok yang murni. Makhluk yang tidak tahu tempat, kuharap langit mengutuknya hingga jiwanya tidak mampu bereinkarnasi."
Kedai dengan lokasi terpencil, namun ramai oleh pengunjung dari berbagai kalangan. Tempat ini tidak terlihat kumuh, justru seperti sebuah permata indah yang tersembunyi.
Tidak ada lagi yang membahas tentang Partai Pedang Tengkorak dan Scarlet Darah---semua topik langsung mengarah pada Wali Pelindung Ling Qing Zhu, sosok yang disebut sebagai dalang dari semua bencana. Segala umpatan dan kutukan mengalir seperti air kepadanya.
Ketika pembahasan itu sedang panas-panasnya, seorang pelayan muda datang dan menghampiri sebuah meja dengan nampan di tangannya.
"Tuan-tuan, ini makanannya. Katakan saja bila masih ada yang Tuan-Tuan inginkan.." Pelayan yang nampak berusia 23 Tahun itu mempunyai wajah tampan dengan senyuman yang ramah.
Tidak ada yang meminta apa pun lagi membuat pelayan tersebut menyapa pelanggan yang lain, dia begitu sopan.
"Apa Anda ingin mencoba arak terbaik kedai kami?" pemuda itu menawarkan minuman karena merasa pelanggannya dalam keadaan yang senang akibat topik hangat ini. Dia adalah sosok pelayan yang tahu cara mengambil kesempatan.
"Ya! Bawakan yang terbaik," seorang pria bertubuh kekar menjawab. Dia begitu puas dengan suasana kedai di tempat ini.
"Tentu Tuan! Akan segera saya siapkan."
Pelayan itu tersenyum dan segera bergegas menyiapkan minuman yang diinginkan pelanggannya. Tidak butuh waktu lama sampai dia kembali, ekspresi wajahnya yang ramah tidak pernah memudar.
"Tuan-Tuan ini membicarakan tentang Wali Pelindung nona Ling, apa tidak merasa takut jika orang itu tiba-tiba datang, mendengarkan, dan tersinggung karenanya?" pelayan muda yang kepalanya dibungkus kain berwarna hitam sampai menutupi seluruh rambutnya itu meletakkan pot arak berukuran sedang di atas meja pelanggannya.
Ucapannya hanya sebatas basa-basi, tetapi siapa yang tahu bahwa dalam keriuhan kedai tersebut--beberapa orang mendengarnya dengan sangat baik.
"Ha ha ha, Wali Pelindung nona Ling tidak mungkin datang. Dibandingkan dengan pergi ke tempat terpencil seperti ini, dia lebih senang ke Sekte-Sekte besar untuk membuat keributan di sana."
"Tuan ini, semua orang tahu bahwa Wali Pelindung nona Ling adalah orang gila, sosok kejam, dan merupakan simbol dari mimpi yang buruk. Apa Tuan tidak dengar kabar bahwa Wali Pelindung nona Ling berkeliaran mencari penyebar rumor tentangnya dan membantai habis mereka?"
Nada suara pelayan itu masih sama, tidak ada penekanan atau niatan menakut-nakuti dan apa pun di dalamnya. Ekspresi wajahnya pun nampak sangat bersahabat, karena itulah ucapannya tidak terasa seperti sebuah peringatan.
"Haiih, kawanku." pria berotot dengan tampang tegas itu menepuk keras punggung pelayan di sampingnya, "Kau mendengar kabar itu dari mana? Jika itu benar, kenapa tiga bulan terakhir ini tidak ada orang yang membicarakannya?"
"Ha ha ha," pemuda yang lain tertawa. Dia meminum arak di cawan miliknya sebelum ikut berbicara, "Kalau benar ada kejadian semacam itu, maka sejak awal berita tentang Partai Pedang Tengkorak dan Scarlet Darah juga tidak akan ada. Dia pasti akan membungkam semuanya,"
Pelayan itu justru menanggapi dengan tenang, "Tuan.. Bisa saja Wali Pelindung nona Ling ini baru bergerak sekarang. Dia tipe orang yang suka membiarkan segala bentuk rumor, membiarkannya menyebar luas, sebelum akhirnya mulai memburu mereka. Jelas sebuah permainan untuk seorang tirani yang kejam."
"Ya ampun, kawan. Kau bicara begitu seakan tahu saja bagaimana sifat dari monster iblis itu."
Mendengar salah satu pelanggannya bicara demikian membuat pelayan tampan tersebut seperti menahan sebuah binar di matanya.
Dia pun tersenyum ringan, "Saya hanya mendengar rumor Tuan. Apalagi hal yang saya dengar adalah tiap kali orang itu ingin melakukan pembantaian---akan selalu ada serangga penanda kematian yang mendatangi lokasi korbannya."
Beberapa pelanggan terlihat tertarik mendengar ucapan pelayan itu, namun tidak sedikit dari mereka yang tertawa dan menggeleng pelan---nampak tidak percaya.
"Jika memang ada serangga penanda kedatangannya.. Semua orang pasti sudah lari lebih dahulu. Siapa yang mau tinggal dan menunggu kematian datang?" seorang pria menenggak arak pada cawannya, nada suara dan ekspresi wajahnya terlihat angkuh.
Pelayan muda yang mendengar ucapan pria itu nampak tersenyum tipis. Dia lantas mengisi kembali cawan arak pelanggannya ini dan mulai berbicara dengan suara yang lembut.
"Arak terbaik di kedai kami ini manis dan menyegarkan, sangat luar biasa sampai-sampai orang yang meminumnya tidak akan sadar bahwa seseorang telah mati."
!!
Entah sejak kapan, tetapi senyuman lembut yang terlihat itu tiba-tiba saja berubah menjadi secercah senyuman mencurigakan.
Bersamaan ketika ucapan pelayan muda itu selesai, tiba-tiba saja ada sesuatu yang jatuh dari lantai kedua dan langsung menghantam meja hingga mengejutkan semua orang.
******
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 457 Episodes
Comments
Uchy
Pada akhirnya mereka memang terbantai dlm mimpi Xiao Shuxiang,,, dan mati di alam nyata,,,,,
2024-09-16
0
Uchy
Hehehehe 😁😁😁 begitu pandai Xiao Shuxiang bersandiwara,,, penyamaran yang sempurna....
2024-09-16
0
Uchy
Yang ini baru betul,,, kebrutalan Xiao Shuxiang memang tiada tandingannya...
2024-09-16
0